
Ari dan Desi saling Melu*mat dan keduanya sama sama agresif,tangan Ari yang satu memegang leher Desi dan yang satunya memegang pinggang.
Desi menceng*keram baju Ari dengan kencang ,karena Ari sangat agresif.
Sekitar 7 menitan Desi mendorong Ari karena nafasnya sudah susah.
Ciuman pun terlepas,Air mata Desi tiba tiba mengalir,Ari yang melihatnya langsung mengusap air mata yang jatuh di pipi Desi.
"Ini salah Mas,,,"kata Desi pelan,Ari langsung memeluk nya.
Ari ngga bisa ngomong apa apa,memang Ari juga tau ini salah,"Sudah jangan menangis,kita ikuti saja alurnya,"Ari sambil mencium kening Desi.
"Kita pulang sekarang,?"Desi mengangguk.
"Ya udah ayo kita pulang,"Ari lalu membawa kantong yang berisi baju basah miliknya dan milik Desi.
Ari dan Desi menuju mobil dan pulang,Di kantor Davit dengan Luna sedang duduk di sofa dalam ruang kerja Davit,Luna sambil menyandarkan kepalanya di dada Davit.
"Pak,,Luna lagi pengin ganti hp nih,,"
"Hp kamu itu kan belum lama,buat apa hp baru lagi,?"
"Hp ini mau Luna kasih ke Adek,Adek Luna hpnya rusak,dari pada di betulkan ,mending beli baru kan Mas,,murah kok Mas cuman 5 juta aja,,"
"Akan saya belikan,tapi kita ke hotel sekarang,gimana,,dan saya ngga mau pakai pengaman,"
__ADS_1
"Kalau ngga pakai pengaman Trus nanti Luna hamil gimana,?"
"Ya saya ngga mau tau,gimana mau ngga,,?"Luna sedikit berfikir.
"Baiklah,,tapi nanti langsung belikan yah,"
"Iya,,nanti pulang dari Hotel kita langsung beli"
"Ya udah ayo,,"
Davit Dan Luna langsung turun,karena ini juga jam pulang kerja,keduanya langsung menuju Hotel untuk bersenang senang.
Desi dan Ari masih di mobil,dengan tangan yang saling menggenggam dan Kepala Desi di letakan di pundak Ari,keduanya akan pulang ke rumah,jalanan macet,membuat Ari membawa mobilnya tidak bisa cepat,karena di tol ada kecelakaan.
"Tidurlah kalau mengantuk,nanti kalau sampai Saya bangunkan,,"sambil mencium kening Desi.
"Kamu sakit,,"Ari sedikit kaget,lalu melepaskan genggaman tanganya dan memegang kening Desi.
"Ngga panas kok Sayang,,"
"Desi cuman pusing Mas,mungkin karena kecapean tadi main di pantai,,"
"Mau beli obat ngga,,?"
"Ngga usah Mas,,nanti di rumah aja Desi minum obat,,"
__ADS_1
"Kamu jangan sakit yah,,"Desi menjawab Iya.
Desi mengirim pesan pada Davit kalau akan pulang sedikit telat karena tol macet,Desi juga mengirimkan foto jalanan yang macetnya agar Davit percaya.
Tapi Davit yang sedang asik dengan sekertaris tidak menjawab pesan Desi hanya conteng dua masih warna abu.
Desi menelfonnya juga tidak di angkat,karena hp Davit di mode senyap.
"Gimana,,Davit ngga angkat,"Desi menggeleng.
"Mungkin lagi sibuk,yang penting kamu udah kirim pesan,"
"Sibuk apa ngga bisa baca pesan dan angkat telfon sebentar apa,"Desi bicaranya pelan terlihat sedih juga.
"Sudah,,jangan sedih,nanti malam juga ketemu kan,,"
"Mas Davit tuh orangnya kadang cueknya ngga ketulungan mas,ada Desi depan matanya dia aja kadang Mas Davit diem dan sibuk dengan laptopnya apa hpnya,tapi kalau Desi sibuk sama hp dia ngomel,dan cemburuan,Desi tuh bingung kadang sama Mas Davit,sudah satu Minggu ini Mas Davit juga tidak menyentuhku,"Ari hanya mendengarkan saja , Desi baru kali ini cerita tentang Davit.
"Mungkin Davit sedang lelah,kalau laki laki capek kerja pasti untuk main ngga ada gai*rah,,kamu harus sabar,,"
"Tapi ini ngga biasanya Mas,Desi curiga kalau Mas Davit ada wanita lain,"
"Suuttt,,ngga boleh punya pikiran seperti itu,kamu harus berfikir yang baik,dia kerja cari uang untuk bahagiain kamu,,"
"Tapi Desi kesepian Mas,Desi ingin program hamil tapi Mas Davit yang ngga mau berusaha,harusnya dia jangan menyerah,tapi sekarang mas Davit tidak mau ikut program lagi karena sudah dua kali gagal,"Desi sampai menangis.
__ADS_1
"Sudah jangan di teruskan,kamu nanti justru sedih ,Saya ngga mau lihat kamu nangis,"sambil mengusap pipinya Desi yang ada air matanya.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...