
Setelah makan siang ,mereka mengobrol di ruang tamu,sambil ngobrolin rencana para wanita pengin ke mana.
"Mas,,kita ke Mal yuk nanti sore,,"
"Boleh,,ayo,,"Desi langsung senyum senang.
"Serius Mas,, Mas mau ikut kan,,"
"Iya,,"
"Mba,,kita nanti sore ke Mal yah,kita jalan jalan ajak Dede main di permainan Mal,"Desi ke Sari dengan senang,karena Davit mau ikut,biasanya Davit sangat susah kalau di ajak pergi ke Mal.
"Iya Mba,,"keduanya saling senyum.
Ari melihat Desi yang tersenyum bahagia merasa senang,Davit memang sekarang banyak berubah,semoga saja selamanya.
Davit memang sudah ingin berubah,tapi di hati kecil Davit masih ada rasa takut dengan ancaman Luna.
Mereka mengobrol sambil menonton film kartun,Dede dari tadi masih aja nempel di Desi,Desi bisa langsung dekat sama Dede karena Desi sayangnya tulus.
Sekitar jam tiga an ,Desi dan sari ke kamar,mereka mau bersiap karena mau ke Mal,perempuan kan lebih rempong kalau berdandan.
Sekitar jam 4 semuanya sudah siap dan akan berangkat,Ari yang menyetir dan Davit di depan menemaninya,yang perempuan di belakang ,Dede minta sama Ari tapi Sari melarangnya karena sedang menyetir.
Sampai di mal,Laki laki ke cafe untuk nongkrong,sedang Desi dan Sari menuju permainan anak.
Desi menemani Dede di setiap permainan ,sedang Sari hanya duduk sambil melihat ke anaknya yang sedang bermain dengan senangnya di temani Desi.
Sari sambil mengambil foto anaknya,Dede sudah terlihat cape,lalu Desi mengajaknya istirahat.
"Mba,,kita ke tempat suami kita yuk,Dede sudah capek nih,kita istirahat dulu,"
__ADS_1
"Iya Mba Ayo,,"
Ketiganya menuju cafe di mana suami mereka nongkrong.
"Udah balik aja,,udah capek,,?"tanya Davit ke Desi.
"Dede udah kecapean Mas,,"
Dede langsung dipangku Ari ,"Mau makan Yang,,?"tanya Ari ke Sari.
"Mas itu makan apa,,?"
"Pizza,,kamu mau,,ambil lah,,"Sari ambil di piring Ari dan memaknnya.
"Mba kita makan dulu yuk,setelah itu kita belanja,,"
"Iya boleh,,"
"Ya Tuhan,, Luna,,"Dalam hati Davit berkata,Davit lalu mengusap matanya dan Luna hilang.
Mata Davit langsung melihat ke kanan dan kiri untuk mencari Luna.
"Kamu cari apa Vit,,kok kaya lagi cari sesuatu,?"tanya Ari yang melihat Davit kaya orang takut dan matanya mencari ke kanan dan ke kiri.
"Oh ngga papa kok,,"Davit lalu melihat ke hpnya dengan perasaan yang bingung dengan penglihatannya.
Desi dan Sari sudah selesai makan dan mereka mau pergi belanja,Dede tidur di pangkuan Ari,jadi ngga di ajak.
"Mas,,kita pergi dulu yah,"
"Iya,,ini pake ATM Mas aja,beli lah baju apa barang lainya yang kamu pengin beli,Itu mba Sari juga belikan yah,"
__ADS_1
"Iya Mas,,makasih,,"sambil mengambil kartu ATM di tangan Davit.
Keduanya langsung pergi,"Ayo mba kita belanja,mba mau apa tinggal beli aja,biar nanti Desi yang bayar pakai ATM mas Davit,"
"Saya jadi ngga enak mba,,"
"Ngga usah gitu mba,selagi ada yang mau bayarin kita terima aja,ini kan rezeki,"
"Iya mba,,"
"Ayo kita beli baju aja dulu,,"
Desi dan sari beli baju kembaran,mereka seperti teman yang sudah sangat besti.
Davit masih saja kepikiran dengan apa yang tadi di lihat,lalu Davit melihat lagi Luna yang sedang berdiri di ujung Cafe tempatnya duduk.
Luna masih dengan tatapan sayu dan pucat nya memandang ke arah Davit.
"Ri,,Ari,,itu Luna Ri,,"
"Luna,,mana,,,?"
"Itu di ujung ,,sedang berdiri menatap ku,,"Davit sambil menunduk bicara ke Ari,sedang Ari mencari nya ngga ada.
"Ngga ada ah,,kamu salah lihat kali,,"
"Ngga mungkin ,,itu Luna,,"
"Coba di mana,,tunjukkin,, Aku ngga lihat,"Davit mendongakan wajahnya dan benar Luna ngga ada.
Davit mengusap wajahnya kasar,"Ri,,Aku bisa gila kalau kaya gini terus,,"kata Davit.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..