
Davit dan Desi sekarang sudah ada di kamar nya,tadi Desi mengajak Davit untuk pindah,Davit sekarang sedang mandi dan Desi menyiapkan baju untuknya.
Davit keluar dan langsung mengambil baju yang sudah Desi siapkan,setelah rapi Desi mengajak Davit untuk sarapan.
"Mba Sari sama Mas Ari sudah sarapan,,?"tanya Desi yang melihat mereka sedang duduk di ruang keluarga sambil menemani Dede menonton tv.
"Sudah Mba tadi,,maaf ya kita duluan,,"
"Iya Ngga papa Mba,,kita sarapan dulu ya Mba,,"
"Iya silakan,,"
Desi dan Davit sarapan bersama,Selesai sarapan Davit dan Ari berangkat ke kantor.
Setelah Davit pergi,tidak lama Luna datang,Pak satpam masuk ke dalam dulu untuk memberi tau Desi ada tamu yang bernama Luna boleh masuk apa tidak,Desi sebenarnya malas tapi akhirnya membolehkan Luna masuk,Desi tidak ingin rencananya gagal.
"Silakan Duduk,,mau minum apa,,?"
"Ngga usah repot repot Bu,saya datang kesini hanya ingin mengajak Ibu pergi ke Dokter,Saya akan periksa kandungan,biar Ibu tau kondisi anak Mas Davit di dalam perut saya,"
"Apa itu harus,,kayanya ngga perlu deh,,kamu kalau mau periksa pergi aja sendiri,"
"Ibu serius ngga ingin lihat perkembangan Anak Mas Davit nih,,baik lah kalau ibu tidak mau ikut tapi saya butuh uang untuk naik taxsi dan untuk biyaya Dokter,"
"Bilang aja kamu ingin minta uang,ngga usah banyak alasan,,kamu butuh berapa,,?"
__ADS_1
"10 Juta,,"
"Gila kamu,,hanya untuk bayar taxsi sama periksa Dokter kamu minta 10 juta,,"
"Iya,,uang ibu pasti banyak kan,dari pada saya laporkan suami ibu ke polisi ,dan akan dapat malu ,ibu pilih mana,,?"sambil tersenyum sinis.
Desi dengan rasa kesal dan Marah dalam hatinya langsung meminta no rekening Luna,Desi mentransfer uang yang Luna minta.
"Terimakasih Bu,,saya langsung pamit yah,selamat pagi,,"Luna dengan enaknya langsung pergi,sedang Desi merasa kesal.
Ternyata Luna tidak pergi ke Dokter,tapi langsung pulang,Luna dan orang tuanya sangat senang mendapatkan uang 10 juta dengan gampang.
"Besok kamu pergi lagi,kita perasa mereka,"
"Bagus,"
Sari mengirim pesan ke Ari dan bilang kalau Luna datang meminta uang pada Desi,Ari lalu bingung mau bilang ke Davit apa tidak,Ari tidak kasih tau dulu karena Desi juga tidak memberi tau ke Davit.
Besok harinya Luna datang lagi,dan lagi lagi Luna minta uang ke Desi.
"Buat apalagi kamu minta uang,?"
"Saya butuh untuk beli susu,dan juga makanan yang bergizi agar anak Mas Davit sehat di perut saya,"
"Kamu minta berapa,,?"
__ADS_1
"10 juta,,"
"uang yang kemarin apa habis hanya untuk periksa Dokter dan taxsi,?"
"Habis,,karena Saya belanjakan semuanya,"Luna geleng geleng kepala.
"Saya ngga punya uang 10 juta,saya ada 5 juta saja,,"
"Masa sih suaminya punya perusahaan ngga punya uang,ingat ya Bu,besok kalau saya sudah menikah dengan Mas Davit,saya yang akan mengatur semuanya,,termasuk uang nya,"
"Ya silakan,,tapi sekarang kamu belum menikah dengan mas Davit kan,jadi semuanya masih Saya yang kuasai,"
"Tapi saat nanti saya sudah menikah dengan Mas Davit ,ibu yang akan saya singkirkan dulu,"
"Silakan kalau bisa,saya sudah transfer 5 juta,silakan pergi dari sini,"Desi mengusir Luna.
Malam harinya Luna datang bersama kedua orang tuanya,mereka ingin mendesak Davit untuk cepat menikahi Luna.
Davit bingung mau bicara apa,"Suami saya akan menikahi Luna satu Minggu lagi,silakan bapak dan ibu mengatur semuanya,kita di sini tidak ingin ribet,kita tinggal tau beres aja,"Desi yang langsung bicara.
"Tapi sebelum Suami saya menikahi Luna,saya ingin melakukan pemeriksaan juga USG dulu,untuk memastikan itu anak suamiku atau bukan,"
Luna karena merasa hamil langsung mengiyakan",silakan Ibu melakukan pemeriksaan Saya tidak takut,"Davit dan Desi saling pandang.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1