Hanya Cinta Sesaat

Hanya Cinta Sesaat
Desi Hamil


__ADS_3

Hari berlalu,Davit sudah kembali sehat dan sudah beraktivitas kembali seperti biasanya,Dan Davit sekarang rajin menemani Desi ke rumah sakit untuk cek kesehatan ,karena Desi mau melakukan bayi Tabung.


"Siang Mas,,"Desi datang ke kantor Davit karena mau mengajak Davit ke rumah sakit.


"Siang sayang,,kemarilah,,"Desi sambil tersenyum mendekat ke Davit.


"Sibuk ngga Mas,,?"sambil duduk di pangkuan Davit.


"Sudah ngga ,,apa mau langsung berangkat,,?"


"Entar dulu deh Mas,Desi mau istirahat dulu,,"sambil meletakan kepalanya di dada Davit.


Ari yang tidak tau Desi datang langsung masuk saja ke dalam ruang Davit,Ari kaget karena Desi sedang duduk di pangkuan Davit.


"Eh maaf,,"Ari langsung mau keluar,tapi Davit melarangnya.


"Masuk aja Ri ngga papa,,"kata Davit ,Desi yang mau turun dari pangkuan Davit di tahan nya.


"Ngga usah turun,,diam lah,,"Akhirnya Desi tetap duduk di pangkuan Davit,tapi Desi merasa ngga enak karena Ari terus menatapnya.


"Ada apa Ri,,,?"


"Emm iya ini Aku minta tandatangan kamu dulu,takutnya kamu pergi ,?"


"Oh iya sinih,,"Ari memberikan map ke Davit dan Davit menandatangani.


Ari sedikit melirik ke Desi,dan Desi menunduk sambil memainkan kancing bajunya.


"Ini ,,Aku nanti mau ke rumah sakit,dan Aku ngga balik ke kantor,nanti kalau ada yang penting kamu telfon saja ,,"sambil memberikan map-nya.


"Iya,,baiklah,,"


Ari lalu keluar dari dalam ruang Davit,Ari duduk lalu mengusap wajahnya.


"Ya Tuhan,,Aku bisa gila ini,,kenapa Aku sangat sulit melupakan nya,sadar Ari dia istri temanmu dan kamu sudah ada istri yang sangat baik dan setia,,"kata Ari dalam hatinya berkata.


Tidak lama Davit dan Desi pergi ,mereka mau ke rumah sakit.


Sore hari Ari pulang kerja,dan langsung di sambut Anak dan istrinya.


"Ayah,,Dede tadi berenang sama ibu,,"


"Wah,,,senengnya,,bisa ngga berenangnya,"


"Ngga,, hehee,,"


"Ya udah besok Ayah ajarin,kita renang bareng kalau Ayah libur kerja ok,"


"Iya Ayah,,"


Hari berlalu,bulan pun berlalu,sampai tahun berlalu,sekarang Desi sudah hamil 5 bulan ,Desi dan Davit sangat bahagia karena akhirnya penantiannya untuk mempunyai anak akan terwujud,Davit sangat menjaga Desi dengan baik dari pola makan dan pola tidur.


Davit juga sekarang jarang pergi ke kantor,semuanya di serahkan ke Ari,sekarang Ari sangat sibuk kalau Davit tidak datang ke kantor.


"Ri,,entar malam kamu datang yah ke rumahku,ajak istri dan anakmu ,kita makan malam bersama,,"Davit menelfon Ari.


"Iya Baiklah Aku akan datang,Aku juga ingin bicara sama kamu,,"

__ADS_1


"Iya udah Aku tunggu,,"


Telfon pun mati,lalu Ari lajut bekerja,sedang Davit menemani Desi di kamarnya.


Sore hari Ari pulang ke rumahnya,dan langsung bilang ke Sari kalau nanti habis magrib mau ke rumah Davit.


"Sayang nya Ayah sedang apa nih,,?"tanya Ari saat duduk dekat anaknya.


"Ini Ayah,, Dede sedang main robot robotan,"


"Oh,,udah mandi belum nih,,"


"Sudah,,"


"Ya udah Dede lanjut main yah,Ayah mau mandi dulu,,"Dede jawab iya.


Sari menemani Ari ke kamar untuk ,dan menyiapkan baju untuk Ari pakai.


"Sayang,,,apa kamu betah di sini,,apa ngga ingin pulang dan tinggal di kampung lagi kaya dulu,,?"


"Sari sih betah betah aja kalau sama Mas dan Dede,kalau kangen kampung sih Sari kangen Mas,tapi kan Sari ingin bareng sama Mas di sini,"


"Jadi kalau Mas mau pulang kampung kamu juga ikut ,,?"


"Ya ikut,,emang ada apa sih Mas,,kita mau liburan di kampung,,"


"Ngga,Mas cuman tanya aja,,ya udah Mas mandi dulu yah,,"


"Iya Mas,,"


Ari masuk ke kamar mandi,sedang Sari berdandan biar terlihat cantik,setelah Ari siap dan Sari juga selesai berdandan,mereka bertiga lalu berangkat ke rumah Davit.


Di dalam Davit dan Desi sudah menunggu,saat Ari datang Davit langsung mengajaknya makan malam langsung.


"Gimana Mba kandungan Mba,sehat kan,,?"tanya Sari.


"Sehat Mba,dia sekarang makin aktif,gerak terus jadi Desi sering merasa kaget dan kadang sampai kaget,"


"Syukur deh Mba,,semoga dia selalu sehat sampai lahiran nanti,"


"Amin ,,iya Mba,"


Mereka semua lanjut makan,dan Ari bersama Davit mengobrol tentang pekerjaan.


Selesai makan Davit mengajak Ari dan para istri ngobrol di ruang keluarga.


"Ri,,,kemarin bagian HRD menelfon ku,dan mereka bilang kamu sedang minta di carikan orang untuk menggantikan kamu,apa maksudnya,,?"kata Davit,rupanya Davit mengundang Ari ke rumahnya karena ingin menanyakan tentang ini.


"Iya,,Aku memang sedang meminta HRD untuk mencarikan orang buat gantikan Aku,"Desi dan Sari langsung berhenti mengobrol dan melihat ke Ari.


"Kenapa,,,apa kamu sudah ngga betah kerja denganku,apa gajih nya yang kurang,,?"


"Ngga,,Aku betah di sini,dan soal gajih itu sudah sangat cukup ,bahkan lebih dari cukup,Aku ingin mengundurkan diri dari kantor kamu karena Aku ingin usaha di kampung,"Sari yang tidak tau langsung kaget dengar perkataan suaminya.


"Kenapa tiba tiba,,kamu tau kan Aku butuh kamu,Aku sering tidak datang ke kantor,dan kantor Aku percayakan pada mu, tapi kenapa kamu malah mau ninggalin Aku dan kantor,"


"Aku tidak akan meninggalkan kamu begitu saja,Aku akan menunggu anak kamu sampai lahir,dan Aku akan mengajari orang baru tentang pekerjaan,sampai waktunya Aku keluar pasti dia sudah bisa,,"

__ADS_1


"Kamu tuh kenapa Sih RI,,kenapa kamu malah mau mengundurkan diri,kamu pengin usaha apa sampai kamu mau meninggalkan Aku,,Aku butuh kamu Ri,,"


"Kalau Aku terus ikut kamu ,Aku ngga bakalan bisa sukses,Aku juga ingin buat usaha dan ingin sukses seperti kamu,,tenanglah kita tetap masih bersahabat dan kita masih bisa bertemu,,tapi tolong izin kan Aku untuk keluar dari pekerjaan ini,biar Aku juga tidak ada beban pikiran,,"Davit akhirnya menyerahkan semua putusan pada Ari,kalau mau mengundurkan diri ya silakan.


Sekitar jam 10 malam Ari dan Sari pulang ke ke apartemen, sari langsung menanyakan kepada Ari tentang pengunduran dirinya di kantor David.


" Mas, Mas Kenapa nggak pernah bilang kalau mau keluar dari pekerjaan Mas,?emangnya ada apa sampai Mas mau mengundurkan diri,Sari lihat Mas nyaman dan betah kok ,apa ada masalah,,?"


"Ngga ada masalah,Mas sudah ada niatan dari kemarin,Mas ingin buka usaha sendiri aja di kampung,kalau Mas ikut Davit terus gimana kita maju,kamu juga pengin kan kalau Mas sukses,,"


"Iya,,Sari mau lihat Mas sukses,tapi apa kita punya modal untuk buka usaha sendiri,buat usaha kan ngga dikit modalnya,emangnya Mas mau usaha apa,,?"


"Mas mau buka usaha paket barang,Mas akan sewa kios dulu,,kita mulai dari yang kecil aja kiosnya,,Mas ada motor jadi kita bisa buat kendaraan ,kamu mau bantu Mas kan,,mau dukung semua keputusan Mas Kan,,?"


"Iya Mas,,Sari akan ikut dan dukung semua keinginan Mas,semoga usaha yang Mas inginkan itu terwujud dan Lancar,,"Ari langsung memeluk Sari.


"Makasih sayang,,"


Ari memutuskan untuk keluar dari perusahaan Davit ternyata karena masih kepikiran Desi,rasa cinta untuk Desi itu masih ada,makanya Ari ingin pergi menjauh dari Davit dan Desi,Ari ingin melihat mereka bahagia,dan juga agar rasa yang dia miliki untuk Desi hilang dengan berjalanya waktu,kalau tetap di sini Ari takut tidak bisa melupakan Desi.


Tanpa ada yang tau mereka masih sama sama punya rasa,tapi mereka tau itu salah makanya mereka sama sama memutuskan berpisah,tapi kalau mereka sering bertemu akan sulit untuk melupakannya,makanya Ari mundur dari pekerjaannya dan akan pulang ke kampung.


Hari berlalu dan Desi sudah melahiran seorang putri yang cantik,Desi dan Davit sangat bahagia.


Ari juga sudah mendapatkan orang yang akan menggantikan dirinya,dan sudah Ari ajari tentang pekerjaan di kantor Davit.


Seminggu setelah melahirkan Davit dan Desi mengadakan acara Aqiqah untuk putrinya,dan Davit memberi nama Dania Larasati kepada putri cantiknya.


Seminggu kemudian Ari dan Sari juga anaknya berpamitan untuk pulang ke kampung,Ari sudah menyerahkan surat pengunduran dirinya juga.


"Makasih selama ini sudah banyak membantuku,semoga usaha yang ingin kamu jalankan di beri kesuksesan,kalau ada kesulitan kabari Aku,,"kata Davit.


"Iya sama sama,Aku juga makasih karena berkat kamu Aku bisa lebih baik ,,"keduanya saling berpelukan.


"Kita tetap sahabat,,"


"Iya kita selamanya sahabat,"


Sari dan Desi juga saling berpelukan,"kapan kapan main ke sini,,kita jalan jalan bareng ya Mba,"


"Iya,,mba juga kapan kapan main ke kampung yah,,"keduanya saling berpelukan juga.


Terakhir Ari dan Desi yang bersalaman,mata mereka bertemu,bibir mereka saling senyum tapi hati mereka hanya mereka yang tau.


"Hati hati ya Mas,semoga apa yang Mas cita citakan terwujud dan sukses,"


"Iya makasih,,Ibu juga semoga selalu sehat dan bahagia,,"mata mereka masih saling tatap.


Ari mengendong anaknya dan Sari berjalan di samping Ari,Ari keluar dari rumah Davit,Davit memberikan hadiah mobil box untuk Ari sebagai tanda terimakasih,dan mobil Box pasti bisa membantu usaha yang Ari akan jalankan.


Ketiganya masuk ke mobil setelah itu Ari menjalankan mobilnya meninggalkan rumah mewah milik Davit.


***Tamat...


***Aku setuju dengan Ari,Ari dan Desi tau cinta mereka salah,jadi mereka mengakhiri nya,tapi kalau mereka masih sering bertemu rasa cinta itu pasti akan sulit untuk di lupakan,makanya Ari yang memutuskan untuk pergi demi menjaga perasaan istrinya juga Davit,Hubungan antara Desi dan Ari hanya cinta sesaat saja,karena sejatinya mereka sama sama punya pendamping yang mereka pun sama sangat sayang dan cintai.


Trimakasih buat Kaka Kaka semua yang mengikuti cerita ini,semoga cerita ini bisa menghibur Kaka semuanya,,

__ADS_1


Aku akan lanjut dengan cerita baru,,di tunggu yah,,,makasih**....


__ADS_2