
Luna sudah duduk depan Davit dan Samping Ari,Davit menyuruhnya untuk duduk dulu baru di jelaskan.
"Kenapa saya di pecat Pak,,Apa saya berbuat kesalahan,,"mata Luna sudah merah ingin menangis.
"Tidak,,kamu sama sekali tidak membuat kesalahan,tapi,,"Davit berhenti bicara karena sedikit bingung mau jelaskan.
"Istri saya cemburu padamu,dan Istri saya ingin kamu di pecat,,"Ari mata Luna keluar langsung.
"Tapi kenapa Pak,,dalam aturan kantor kan itu tidak ada,kenapa saya di pecat hanya soal Cemburu,Trus hubungan kita gimana,,Saya sudah menyerahkan semuanya ke bapak,tapi kenapa sekarang saya di buang begitu saja,"
"Luna,,jangan nangis,,tenang lah dulu,,"kata Davit karena benar benar bingung.
Ari mengambilkan tisu untuk Luna,Luna pun mengambilnya.
"Saya akan kasih uang dan tunjangan buat kamu selama sisa kontrak kamu kerja di sini,kamu akan tetap saya gajih tapi hanya setengah selama 2 tahun,gimana,,"Luna tidak menjawab.
"Saya juga bingung,di sini masih butuh kamu sebenarnya,tapi dari pada istri saya marah dan terus ngambek ,jadi saya lepaskan kamu saja,"
"Kenapa bapak tega melakukan itu ke pada saya,setelah saya memberikan semuanya,cari kerjaan juga susah pak sekarang,,"
"Nanti saya akan bantu kamu untuk jadikan kerjaan di kantor kantor teman saya,kamu tenang yah,"
"Ari,,buatkan surat pengunduran diri untuk Luna,,"
"Iya Pak,,"Ari keluar,lalu Davit mendekati Luna.
"Sudah jangan nangis,saya minta maaf dan saya akan kasih uang ke kamu,jadi kamu jangan lagi menghubungi saya,saya ngga mau istri saya marah ,"Luna langsung bangun dan matanya menatap tajam ke Davit.
"Saya ngga butuh uang,saya hanya butuh bapak tepati janjinya,kemarin saat di luar negri bapak bilang kesaya kalau mau nikahin saya,tapi mana janji itu sekarang,saya justru di buang oleh bapak,,saya ngga terima saya akan balas,,ingat ya pak saat kita melakukan terahir kemarin di luar negri bapak tidak pakai pengaman,dan kemungkinan di perut saya sudah ada benih bapak,,kita tinggal tunggu hari itu datang,,"Luna mendorong dada Davit lalu Luna langsung pergi keluar,Davit langsung diam karena baru sadar kemari hari terakhir dirinya ngga pakai pengaman,dan melakukanya sampai 6 kali.
__ADS_1
"Ya Tuhan,,,"Davit langsung terasa lemas,dan duduk di bangkunya.
Luna sambil menangis turun ke bawah langsung,sebelum pergi mengambil tasnya di meja,Ari memanggilnya tapi Luna tidak peduli.
"Aduh ini gimana,,"surat pengunduran diri Luna belum di tandatangani.
Ari kembali duduk ,hpnya berbunyi tanda panggilan,saat di lihat dari Sari.
"Halo Mas,,"
"Iya Halo Sayang,,"
"Mas lagi sibuk ngga,,?
"Ngga sibuk banget sih,,ada apa,,?"
"Eemm,,Sari kangen,,boleh ngga Sari ke situ,,"
"Iya,,Mas bilang aja dulu ke teman Mas,"
"Iya,,ya sudah Mas lanjut kerja dulu yah,"
"Iya Mas,,"telfon pun mati.
Sari lalu telfon Desi karena senang di boleh kan Ari untuk menyusulnya.
"Halo,,,"Desi rupanya baru bangun tidur.
'Halo Mba Desi,,saya ganggu ngga,,"
__ADS_1
"Eemm,,ngga,,ini siapa yah,"
"Ini saya Sari,,"
"Eh mba Sari maaf saya baru bangun tidur jadi nyawanya belum kumpul,"
"Saya ganggu ya Mba,,"
"Ngga,,ada apa mba,,?"
"Saya mau ke kota,tadi sudah izin Mas Ari,dan Mas Ari ngebolehin Mba,"
"Oh gitu,,iya Mba besok kita bisa jalan jalan bareng di sini,"
"Tapi belum tau kapan saya kesitu nya,"
"Kenapa,,?"
"Mas Ari kan ngontrak sama temanya,jadi mau bilang temanya dulu,boleh ngga saya tinggal di kontrakannya selama seminggu,"
"Oh gitu,,mendingan mba Sari tidur di rumah saya aja,banyak kok kamar kosong di rumah saya,gimana mba,,"
"Boleh tuh Mba,tapi Mas Ari mbolehin ngga yah,kan ngga enak juga sama suami Mba Desi,,"
"Soal suami dan Mas Ari mba Sari ngga usah kuatir,nanti saya yang akan bilang ke mereka,"
"Ya Mba,,makasih ya mba,,"
"Iya,,"
__ADS_1
Setelah itu Sari dan Desi menyudahi telfon nya.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...