
Ari mengendong Sari ke kasur dengan pelan,karena ada anaknya yang tidur dengan nyenyak.
"Mas,,kita di lantai aja yah,takutnya Dede bangun karena kasurnya gerak,,"kata Sari berbisik.
"Iya ,,Mas sampai lupa kalau kita biasa di bawah,saking Mas kangen nya sama kamu,"
Sari bangun dan mengambil kasur lantai,Sedang Ari membuka baju dan celananya.
Setelah kasur sudah siap,Sari melihat Ari yang sudah lepas baju dan celana,langsung aja Sari melepaskan bajunya sendiri juga.
Ari langsung menyuruh Sari tiduran dan setelah tiduran Ari menindihnya,Ari dan Sari berciuman cukup lama,keduanya sama sama berga*Irah,karena sama sama rindu dan menginginkan nya.
"Mas,,,,,ooohhh,,,Masss,,,,,"kata Desi saat Ari mencum*mbu tubuhnya.
Desi terus mengeluarkan suara kenikmatan,mereka tidak sadar kalau ada orang lain di sebelah kamarnya.
Desi yang mendengarnya sampai tidak bisa tidur,karena mendengar rinti*han Desi dan Ari.
"Sayang,,,Mas masukin sekarang yahhh,,,"kata Ari ke Desi.
"I,,,iya Mass,,,"
Ari lalu dengan pelan memasukan miliknya di inti tubuh Desi,Desi menyambutnya dan milik Ari masuk sempurna di inti tubuh Desi.
"Sayanggg,,ini gila,,nikmatnya ,,,"Ari sambil mengerjakan pinggangnya dengan cepat.
"Iya Mas,,terus Mas,,enaknya Maasss,,,oohhh,,oohhh,,,"
Desi makin merasa panas di dalam badanya karena terus mendengar suara kenikmatan.
"Ya Tuhan,,apa mereka lupa kalau ada Aku di sini,kenapa suara mereka makin keras gitu sih,,"sebenarnya Ari dan Desi tidak lah kencang mengeluarkan suara,tapi karena malam yang sunyi jadi suara keduanya jadi seakan kencang.
Desi mengambil tasnya,lalu mencari alat pendengar musik yang di taro di telinga,setelah ketemu Desi langsung memasangnya.
"Akhirnya Aku tertolong juga,"kata Desi dalam hatinya.
Desi menyalakan musik,lalu memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur,tapi ternyata otak Desi justru membayangkan Ari yang sedang bercinta dengan Sari.
"Ya Tuhan,,kenapa Aku jadi bayangin yang ngga ngga gini sih,"tapi Desi tetap memejamkan matanya.
Ari dan Desi masih belum selesai,keduanya sudah Gonta ganti gaya berapa kali,rupanya Ari benar benar kuat sampai setengah jam Ari belum selesai juga.
"Mass,,,Sari sudah ngga kuat,,ayo Mas cepetan selesai kan,,,oohhh,,"
"Iya sayang,,tunggu yah sebentar lagi,kamu tahan ,,"
Ari menyuruh Sari untuk merangkak,Ari lalu dari belakang,Ari dengan cepat dan kencang mengerjakan pinggangnya,karena mau menembakan laharnya.
"Aaahhhhhhgggggggg,,,,,,"Akhirnya Ari menembakan laharnya di rahim Sari dengan banyaknya.
Ari dan Sari sama sama lemas dan nafasnya juga sama sama memburu,keduanya tiduran dan Sari memiringkan badanya sambil memeluk Ari.
__ADS_1
Ari langsung tertidur,sedang Sari yang sudah lebih baik menuju kamar mandi untuk bersih bersih.
Pagi harinya Sari bangun untuk buat sarapan,Ari masih tidur di kamar bersama anaknya.
Desi bangun karena pengin pipis,kamar mandinya ada di dekat dapur,jadi Desi menuju dapur.
"Maaf mba,,Desi mau ke kamar mandi,"
"Oh iya silakan mba,,itu kamar mandinya,maaf yah kamar mandinya jelek,"Mata Desi melihat ke leher sari yang banyak tanda merah.
"Ngga papa,,"Desi masuk kamar mandi,lalu cuci muka dan gosok gigi.
Ari bangun langsung ke dapur ,melihat Sari sedang memasak,Ari langsung memeluknya dari belakang.
"Pagi sayang,,wangi banget sih,udah mandi yah hemmm,"sambil mencium pipi dan rambut Sari.
"Mas,,lepas ada mba Desi,,,"belum selesai Sari bicara,Desi sudah keluar duluan dari kamar mandi,Desi melihat Ari yang sedang memeluk Sari,dan Ari langsung melepaskan pelukannya di badan Sari.
"Maaf Desi jadi ganggu,,"Desi merasa ngga enak jadinya,juga ada rasa kesal,tatapan Desi ke Ari sangat tajam.
"Ngga kok Mba Desi,,emang ini Mas Ari orangnya suka iseng kalau Sari lagi masak,"
Ari hanya memakai celana pendek dan tidak pakai baju,di dada Ari juga banyak tanda merah yang pastinya buatan Sari.
Ari lalu masuk kamar mandi untuk mandi,karena tatapan Desi sangat seram menurut Ari.
"Mba silakan duduk,ini Sari sudah buatkan Teh manis hangat,,"
"Makasih ya Mba Sari,Desi jadi repotin di sini,"
"Mba Sari tuh selalu gitu bilang rumahnya jelek,ini ngga jelek kok,bagus dan nyaman,"Sari hanya tersenyum.
Ari sudah mandi dan langsung ke kamar karena pakai handuk yang menutupi bagian bawahnya saja,Sari sedikit melirik Desi karena Desi terus menatap Ari yang berjalan ke arah kamar.
"Maaf ya Mba,,Mas Ari ngga sopan,ada mba malah ngga pakai baju dan keluar hanya pakai handuk aja,"Desi langsung tersenyum tipis dan malu karena Sari melihat dirinya yang sedang menatap Ari.
Anak Ari bangun,dan melihat Ari yang ada di kamar langsung memangil nya dan minta gendong.
"Jagoan Ayah,,"Ari langsung menciuminya.
"Ayo kita keluar,kita sarapan,,"
"Iya Yah,,"Ari mengendong anaknya.
"Eh anak ibu sudah bangun,sinih duduk,,"Ari mendudu kan anaknya di bangku,anak Ari melihat Desi dan Desi tersenyum.
"Sayang kenalkan ini Tante Desi teman Ayah,"Desi mengulurkan tanganya lalu anak Ari yang malu dengan pelan bersalaman.
Ke empatnya lalu sarapan bersama,dan hari ini Ari ingin mengajak anak dan istrinya jalan jalan,dan Desi pun pasti di ajak.
Selesai sarapan,Desi mandi sedang Sari membereskan dapur,Ari bermain dengan anaknya.
__ADS_1
"Ayah ini pesawatanya batreinya habis,"Ari melihat mainan pesawat yang kemarin di ligatnya di mal.
"Ini dari mana sayang,?"
"Kan ayah yang beliin kata Ibu,,sama mobil mobilan ini,"
Lalu Desi yang habis mandi mau masuk ke kamarnya,Ari langsung mencegahnya.
"Des,,apa ini kamu yang belikan,,?"
"Iya Mas,soalnya Desi suka,ngga papa kan Mas,,Dede juga suka kan,"
"Tapi ini kan mahal,,"
"Sudah Mas Desi beli buat Dede kok,udah yah ngga enak kalau mba Sari dengar,"Ari hanya mengangguk.
Desi masuk ke kamar untuk bersiap,mertua Ari lalu datang dan mengobrol dengan Ari yang pulang.
Sari yang sudah selesai beberes juga ikut gabung,Desi sudah selesai bersiap lalu keluar,Ada orang tua Sari Desi menyalaminya,Ari mengenalkan kalau istri bosnya ingin ikut.
Ari menyuruh Sari untuk bersiap karena mau pergi jalan jalan,tapi sebelum Sari siap siap Sari memandikan anaknya dulu.
Orang tau sari pamit karena mau ke sawah,Sari juga memberikan oleh oleh yang semalam Ari bawa.
"Mas,,ini sebelah rumah mertua Mas yah,?"tanya Desi.
"Iya,,itu rumah mertua,,"
"Oh,,dekat gini Mas lebih tenang yah ninggalin Mba Desi dan Dedek,"
"Iya,,saya lebih tenang karena ada yang jagain mereka,"Desi mengangguk.
"Betah ngga di sini,,?"
"Betah,,enak kok rumahnya nyaman,"
"Syukur lah,,kamu sudah telfon Davit,?"
"Sudah,tapi ngga di angkat,Desi kirim pesan aja tadi,"
Sari meminta Ari untuk membantu memakaikan baju anaknya,Desi melihat Ari yang sangat pintar dan lemas memakaikannya.
"Kamu pintar ya Mas memakaikan baju ke Dedek,"
"Harus dong,masa pakaikan baju gini aja ngga bisa,"
Desi lalu ikut membantu,Desi menyisir rambut Dedek sedang Ari mengancingin bajunya.
"Senang ya Mas kalau sudah punya anak begini,"
"Nanti kamu juga pasti rasain,kamu harus sabar dan banyakin doa,"Desi mengangguk.
__ADS_1
"Apa ingin coba bibit ku,,"Desi langsung melotot karena pas Ari bicara Sari keluar dari kamarnya.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...