Hanya Cinta Sesaat

Hanya Cinta Sesaat
Papah Jahat


__ADS_3

Hari hari Davit saat ini selalu tidak tenang,karena di hantui dengan bayangan Luna yang selalu hadir di setiap tempat.


Davit Samapi tidak bisa konsentrasi bekerja,Ari yang selalu pontang panting akhirnya,keduanya suka pulang malam karena kerjaan yang tidak kunjung selesai.


Untungnya Desi di rumah Ada sari dan anaknya,jadi Desi tidak terlalu fokus pada sikap Dan perilaku Davit yang terlihat aneh.


"Ri,, Aku bisa gila ini Ri,,bantu Aku gimana caranya supaya bayangan Luna tidak selalu hadir di depan ku,,"Davit dan Ari masih ada di kantor,padahal jam sudah menujukan pukul delapan malam.


"Kamu ngga usah terlalu di pikirkan,buktinya Luna ngga pernah nongol,dan kamu itu hanya berhlusinasi,makanya jangan di ingat Luna nya,,kamu ngga usah takut dan lemah gini,akhirnya kerjaan jadi brantakan kan,,"


"Tapi kata kata terakhir dia yang mengatakan akan datang dengan kehamilan nya itu yang Aku takuti,kalau benar itu terjadi Aku harus gimana, Desi pasti sangat marah dan akan pergi meninggalkanku,,Aku ngga mau itu terjadi,,"Ari Senyum.


"Kenapa kamu malah senyum sih RI,,"


"Ya kamu sih aneh,,dulu aja waktu Aku ingatkan kamu selalu bilang ngga usah ikut campur,dan ngga memikirkan resikonya sekarang kamu lagi menerima hasil kelakuan kamu,,"


Dalam hati Ari sebenarnya juga sama ,ada rasa bersalah pada istrinya karena telah menyukai wanita lain,untungnya Ari belum terlalu jauh,mungkin benar kata Desi ini hanya cinta sesaat karena hati sedang dilanda kesepian,walau cintanya Ari pada Desi masih ada tapi Ari bisa menahannya dan ikut bahagia kalau Desi juga bahagia,karena cinta tak harus memiliki,,Ari saat ini sudah berusaha untuk melupakan Desi dan hanya ingin menjaganya seperti layaknya seorang Kaka.


Davit terus diam sambil memijit keningnya,"Ini sudah malam,ayo kita pulang, kasihan istri kita di rumah menunggu kepulangan kita,"Davit melihat jam ternyata memang sudah malam.

__ADS_1


"Iya ayo kita pulang,,"


Keduanya langsung turun ke bawah dan pulang,di mobil hp Ari berbunyi dan ternyata panggilan dari Sari.


"Halo,,"


"Halo Mas,,Mas ada di mana ,kok belum pulang ,ini sudah malam loh,,mba Desi juga kuatir suaminya belum pulang juga,"


"Iya ini Mas lagi pulang bareng Davit,tadi Mas habis lembur,"


"Oh gitu,,"


"Iya,,ya udah yah,Mas lagi nyetir,bentar lagi Mas sampai kok,"


Sari lalu bilang Desi kalau suaminya sedang ada di jalan pulang bersama Ari.


"Iya mba,,makasih yah,,"Rupanya Desi yang menyuruh Sari telfon.


"Iya Mba Sama sama,,"

__ADS_1


Davit dan Ari sampai di rumah,keduanya yang kelaparan langsung mengajak para istri untuk makan malam,mereka berlima makan malam bersama.


Ari nambah dua kali karena sangat lapar, tenaga dan otaknya terasa lelah karena kelakuan Davit yang malas kerja.


Selesai makan mereka masuk kamar masing masing,Ari dan Davit di kamarnya langsung pada mandi biar badanya segar.


Selesai mandi mereka lanjut tidur,Davit yang sedang merasa pusing kepalanya dari siang,langsung tidur saat kepala sudah mendarat di bantal,sedang Ari masih mengobrol dengan istrinya,sedang anaknya sudah tidur.


"Papah jahat,,,papah tega sama Aku,,Aku salah apa Pah kenapa Papah ngga mau dengan kehadiranku,,huhuuuu,,,,papah jahatt,,,"


"Tidakkk,,,,Aku bukan papah mu,,pergi,,,,"


"Mas,,,kamu kenapa mAs,,Mas,,bangun,,,,"Rupanya Davit mimpi dan Desi yang dengar langsung bangun.


Davit membuka matanya dan langsung duduk,"Kamu mimpi apa Mas,,kenapa kamu bicara kata kata papah,,"


"Ngga tau Mas juga kenapa tiba tiba mimpi begitu,,"Sambil nafas yang memburu,Desi lalu mengambilkan minum untuk Davit,dan Davit langsung meminumnya Samapi habis.


"Sudah kita tidur lagi yuk,mungkin karena Mas banyak kerjaan dan capek jadi mimpinya aneh aneh gini,,"Davit lalu tiduran dan menyuruh Desi untuk memeluknya juga.

__ADS_1


Desi masih merasa aneh,tapi karena Desi juga mengantuk akhirnya ikut tidur lagi.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2