Hanya Cinta Sesaat

Hanya Cinta Sesaat
Desi Keceplosan


__ADS_3

Davit di ruang kerjanya ngga Kosen kerja karena terus Kepikiran dengan perkataan Luna yang bilang kalau tinggal tunggu hari kabar dirinya akan hamil.


Ari masuk ke ruangan Davit,dan melihat Davit yang sedang melamun.


"Kenapa kamu Vit,,kok ngelamun,,"Sambil duduk di bangku.


"Eemm,,ngga papa,,"


"Ini surat pengunduran diri buat Luna,tapi Luna belum tandatangani,dia tadi langsung pergi,,"


"Dia ngancam aku Ri,,"


"Ngancam apa sih sampai kamu terlihat kacau ,"


"Ini salahku juga sih RI,,kemarin waktu di luar negri Aku main sama dia ngga pakai pengaman,,"


"Gila kamu Vit,,itu namanya kamu bunuh diri,"


"Makanya kalau dia sampai hamil bisa kacau semuanya,,pasti Desi akan marah padaku,"


"Bukan marah aja kali Vit,,bisa bisa istrimu langsung minta cerai,"


"Ya Tuhan,,semoga aja Luna ngga hamil,,"


"Lagian kok bisa,apa kamu ngga pakai pengaman,,"


"Ngga RI,,soalnya enak banget gila,,di sana kan lagi cuacanya dingin,,jadi Aku malas pakai pengaman,,"


"Itu sih emang kamu sengaja cari mati,,"


Sore harinya Desi menunggu Davit pulang,saat dengar suara mobil ,Desi langsung keluar,Desi sudah tidak sabar dengar kalau Luna sudah di pecat.


"Sore Mas,,"

__ADS_1


"Sore,,,"


"Kok lemes gitu,,?"


"Mas capek sayang,,ayo masuk Mas pengin istirahat,"


"Iya Mas,,"keduanya langsung ke kamar,Davit langsung tiduran tanpa ganti baju dulu.


Desi membiarkannya ,mungkin Davit benar benar capek hari ini,karena Luna sudah ngga kerja lagi,Pikir Desi.


Desi lalu duduk di sofa sambil memainkan hpnya,Desi lalu wa Ari.


"Mas,,mba Sari mau ke kota yah,,"Ari yang sedang makan nasi bungkus langsung menjawab.


"Iya,,kok tau,,"


"Mba sari tadi telfon Desi dan bilang mau nyusul Mas,tapi katanya Mas mau ngomong sama teman Mas dulu,"


"Iya,,soalnya Mas kan tinggal sama teman,Mas yang ikut jadi harus izin dia kan ,"


"Emang boleh,,?"


"Boleh,,tidur sini aja ya Mas,,kan cuman seminggu,,"


"Kamu bolehin,tapi Davit kan belum tentu bolehin,,"


"Pasti boleh sama Mas Davit,biar nanti Desi yang bilang,gimana mas Ari mau kan,?"


"Ya boleh lah,,Mas mau aja,"


"Ya udah nanti Desi bilang ke Mas Davit,"


Setelah itu mereka selesai berkirim pesan,Desi memutuskan berendam biar badanya segar.

__ADS_1


Sekitar setengah jam berendam Desi menyudahinya,Desi keluar dan melihat Davit baru bangun tidur.


"Mas,,kamu mau mandi sekarang apa nanti,kalau sekarang Desi siapin air panasnya dulu,"


"Kenapa mandi duluan,Mas kan pengin mandi bareng,"


"Desi ngga tau Mas pengin mandi bareng,orang Mas langsung tidur,"


"Mau mandi lagi ngga,?"


"Ngga mau,,Desi udah dingin,"


Davit tapi tidak mau dengar penolakan Desi,Davit mengendong Desi ke kamar mandi,"Mas,,Desi ngga mau,,Desi udah dingin,,"


"Kita kan mandi di air hangat,,udah diam lah nanti jatuh,"


Desi akhirnya mandi lagi,tapi sebelum mandi Desi di hajar satu ronde dulu oleh Davit.


Desi kedinginan dan langsung pakai baju ,lalu selimutan ,"Desi dingin banget nih Mas,,"Davit hanya senyum saja.


"Sinih Mas peluk biar hangat,"Davit sudah pakai baju langsung peluk Desi ,keduanya saling pelukan.


"Mas,,tadi siang istrinya mas Ari telfon Desi,"


"Oh,,ngobrol apa kalian,,?"


"Mba Sari mau nyusul Mas Ari,katanya pengin jalan jalan di kota,,"


"Emang kapan mau datangnya,,?"


"Kata Mba Sari Mas Ari mau bilang ke temanya dulu,boleh ngga kalau Mba Sari tinggal bareng,,kalau kaya gitu kan pasti ngga nyaman kan Mas,kontrakan mas Ari kan kecil dan sempit,pasti ngga nyaman,"


"Kok kamu tau kontrakan Ari sempit dan kecil,,kamu tau dari mana,,kamu udah pernah ke sana,,,?"Desi langsung diam tidak langsung jawab karena memikirkan jawaban yang pas,karena Desi keceplosan .

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2