
Hanna yang mendengar ucapan Bram terkejut ia syok ketika mendengar suaminya mengajaknya untuk pindah rumah "Mas mau ajak aku pindah rumah?" tanyanya sekali lagi
Bram duduk disofa kamarnya dengan mengarah tubuhnya kearah hadapan Hanna yang masih berdiri disamping tempat tidur "Iyah gua gak mau tinggal disini sementara kita sudah menikah 1 tahun jadi lu bisa packing barang yang mau dibawa buat besok." ucapnya dengan wajah singkat
Hanna menganggukan wajahnya dan menghampiri Bram sambil memberikan segelas teh untuknya dan menuju lemarinya untuk membereskan baju-baju yang ingin dibawanya "Bissmillah semoga dengan pindahnya aku dan mas Bram kerumah baru semoga aku bisa mengubah sikap mas Bram yang dingin dan mas Bram bisa mulai mencintai aku." ucapnya dalam hati dengan tersenyum sambil merapihkan baju yang ingin dibawanya
Bram sedang menikmati teh buatan Hanna untuknya "Entah kenapa gua jadi suka teh buatan Hanna, rasanya kaya beda sama buatan yang lain apa gua mulai merasakan cinta untuk Hanna? apaansih gua kenapa jadi mikirin dia kaya gini?" ucapnya dalam hati sambil masih menikmati teh nya
Hanna yang ingin mengambil koper dilemari khusus naro tas tiba-tiba ingin terjatuh karena lantainya basah tapi dengan sigap Bram berlari kearahnya dan mencegahnya namun sayang Hanna terburu jatuh kelantai "Han lu gapapa?" tanyanya sambil jongkok kearah Hanna yang duduk dilantai karena terpeleset
"Gapapa kok mas." ucapnya sambil mencoba berdiri namun kakinya terasa sakit sehingga dia tidak mampu. berdiri untuk saat ini
Bram langsung membantu Hanna untuk berdiri dan memindahkannya ketempat tidur "Gu bantu." ucapnya sambil membantunya
Setelah selesai membantu Hanna keatas kasur Bram terlihat khawatir dari raut wajahnya "Lu yakin gapapa?" tanyanya
Hanna menggelengkan wajahnya dan meringis kesakitan namun Bram langsung mengambil kotak P3K yang tersedia dikamarnya
Setelah mengambil kotak tersebut Bram mengambil minyak untuk kaki Hanna dan kembali ke Hanna untuk mengobati kakinya "Udah sah ini jadi biar gua borehin minyak biar lebih enakan." ucapnya sambil menuangkan minyak keatas kaki Hanna
Hanna hanya diam melihat suaminya mengobati dirinya ini sentuhan pertama Bram ke tubuhnya "Ya Allah ini pertama kalinya mas Bram menyentuh aku, walaupun selama ini sikapnya begitu dingin ke aku tapi mas Bram masih perduli sama aku semoga ini langkah awal untuk semuanya Aamiin." ucapnya dalam hati
°°°°°°
Keesokan harinya Bram dan Hanna sibuk menurunkan kopernya kebawah untuk memasukinya kedalam bagasi mobil bu Ani dan pak Ardi menunggunya diruang tamu untuk berpamitan kepada Bram dan Hanna yang ingin pindahan "Biar papah panggilkan pak joko untuk membawakan barang-barang kamu kedepan."
Setelah selesai memanggil pak Joko dan semua barang sudah dibawa keluar rumah "Pah mah aku pamit sama Hanna." ucap Bram kepada kedua orang tuanya
Pak Ardi tersenyum dalam hatinya semoga doanya cepat dikabulkan dan anaknya dan menantunya menjadi keluarga yang bahagia dunia akhirat "Iyah maaf yah papah gak bisa ikut kalian kesana tapi insyaallah papah dan mamah akan main kerumah kalian." ucapnya dengan tersenyum
"Yaudah daripada nanti dijalan macet dan kalian kelamaan dijalan mending langsung berangkat aja, dan kamu Bram bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut." ucap bu Ani pada Bram dan Hanna
mereka berdua pun berpamitan dan keluar menuju mobilnya dan melanjutkan perjalanannya menuju rumah baru untuk mereka berdua tinggal
Setelah sampai dirumah tersebut Hanna tidak menyangka ternyata Bram sudah mempersiapkan rumah untuk mereka berdua tinggal, mereka turun dari dalam mobil "Kopernya nanti aja diambil nya." ucap Bram dengan wajah jutek dan dinginnya
Hanna hanya menganggukan wajahnya dan mengikuti Bram untuk masuk kedalam rumah barunya dan Bram memperlihatkan semua isi dari bagian rumah barunya
°°°°°°
Rina yang menikmati uang pemberian Bram untuknya dan pergi jalan-jalan bersama Willy mereka berbelanja dengan puas dari hasil uang Bram "Sayang aku janji setelah ini kita akan terus bersama." ucap Rina pada Willy dengan tersenyum
__ADS_1
"Rina Rina kamu mau aja aku bodohin sebenarnya aku gak cinta sama kamu tapi karena uang kamu banyak terpaksa aku harus pura-pura mencintai kamu." ucapnya dalam hati dengan senyum sinis
Rina melambaikan tangannya kearah wajah Willy yang melamun entah memikirkan apa "Sayang kamu kenapa?" tanyanya dengan wajah bingung
Willy langsung melamunkan buyarannya ketika Rina menyadarkan dirinya "Eh itu anu aku gapapa kok." ucapnya dengan terbata-bata
"Yaudah makan yuk aku lapar." ucapnya dengan manja
Willy langsung menggandeng tangan Rina dan mengajaknya kesresto untuk makan bersama
°°°°°
Bram hari ini ia sengaja tidak masuk kerja karena masih ingin berada dirumah barunya yang dipenuhi oleh keasrian tumbuhan-tumbuhan Bram mendesain rumah barunya ala villa dibali dan lebih didominasi oleh tumbuhan dan pepohonan
Hanna yang melihat Bram sedang duduk santai didekat kolam renang rumahnya langsung berjalan menuju dapur untuk membuatkan kesukaan Bram, setelah membuatkannya Hanna menghampiri Bram sambil membawa segelas teh "Mas aku buatkan kamu teh kesukaan kamu." ucapnya dengan tersenyum sambil menaruhkan tehnya keatas meja samping Bram
Bram yang sedang melamun langsung membuyarkan lamunannya dan mengedahkan wajahnya kearah Hanna yang sedang berdiri dihadapannya "Makasih." ucapnya sambil tersenyum paksa
Hanna langsung duduk disamping Bram dan menikmati udara sejuk didekat kolam renang yang ditumbuhi oleh pepohonan asri disamping-sampingnya "Kamu gak kerja?" tanyanya sambil menghirup udara segar
"Gua sengaja cuti hari ini karena mau istirahat sebentar untuk hari ini." ucapnya dengan jutek sambil melihat air dikolam renang
Hanna menghadapkan tubuhnya kearah Bram "Mas apa kamu masih tidak suka dengan rumah tangga ini?" ucapnya dengan wajah serius menatap wajah Bram dari samping
Hanna pun menghela nafas juga "Mas kalo memang mas terpaksa untuk menjalankan rumah tangga ini, aku sudah memikirkan ini dari semalam kalo memang mas ingin berpisah sama aku insyaallah aku ikhlas aku akan menerima semua yang mas inginkan aku sudah berusaha untuk rumah tangga kita tapi kalo memang kamu gak cinta sama aku buat apa aku mempertahankan seseorang yang dihatinya tidak ada aku?" ucapnya dengan kembali menghadapkan tubuhnya kearah depan
Bram yang mendengar ucapan Hanna terkejut ia tidak menyangka bahwa Hanna ingin meminta pisah padanya walau tidak mengatakannya secara langsung "Lu pengen kita pisah?" tanyanya dengan mengerutkan dahi dan menghadapkan tubuhnya kearah Hanna
Hanna terdiam beberapa saat lalu mencoba menjawab pertanyaan Bram "Buat apa aku mempertahankan mas? Bukannya pernikahan harus dilandasi dengan cinta untuk mempertahankannya? Kalo memang mas Bram ingin menikahi Rina aku sudah ikhlas untuk melepaskan kamu." ucapnya sambil meneteskan air mata
Bram terdiam ia tergagu oleh ucapan Hanna yang ingin berpisah kepadanya "Kenapa saat Hanna ingin minta pisah sama gua hati gua terasa sakit? Apa gua udah mulai mencintai Hanna? Tapi kenapa harus begini?" ucapnya dalam hati sambil mengusap wajahnya "Tolong kasih waktu gua sendiri." ucapnya kepada Hanna
Hanna mengerti posisi Bram pada saat ini lalu ia berdiri dari duduknya dan pergi menjauh dari Bram. Bram seperti orang patah hati saat Hanna mengatakan pisah dengannya "Arghhh kenapa Hanna bilang seperti itu hati gua terasa sakit? Gak mungkin kalo gua udah mulai cinta sama dia, tapi gimana kalo papah tau kalo Hanna ingin pisah sama gua?" ucapnya sambil mengacak rambutnya yang tersisir rapih
°°°°°
Ardan yang baru sampai diresto Latto karena permintaan Bram yang ingin bertemu dengannya "Sorry bro nunggu lama." ucapnya dan langsung duduk dikursi
"Iyah gapapa sengaja gua dateng lebih awal." ucapnya dengan jutek
Ardan bingung dengan sikap Bram yang jutek padanya ia tahu betul bagaimana sikapnya saat sedang berkumpul dengannya "Ada apa emang lu ajak gua kesini? Tunggu-tunggu muka lu kenapa ditekuk gitu sih? Lagi ada masalah?" tanyanya dengan bingung
__ADS_1
Bram langsung menegakkan wajahnya kearah tubuh Ardan "Hanna minta pisah sama gua." ucapnya dengan wajah ditekuk
Ardan yang mendengar ucapan Bram syok dia tidak menyangka kalo wanita seperti Hanna yang tegar masih bisa rapuh juga "Serius lu?." tanyanya dengan tidak percaya
Bram hanya menganggukan menganggukan wajahnya dia terlihat seperti orang frustasi yang ditinggali oleh seseorang yang amat dicintai "Tadi pagi dia yang bilang langsung sama gua, katanya buat apa dia mempertahankan pernikahan ini kalo gua nya gak cinta sama sekali sama dia."
Ardan langsung memasang wajah seriusnya menghadap Bram "Bram lu gak boleh biarin Hanna pergi gitu aja, Bram percaya sama gua suatu saat lu pasti bisa cinta sama dia dan kalian akan jadi keluargga yang bahagia." ucapnya dengan serius
Bram yang mendengarnya hanya tersenyum miring kepada Ardan, Ardan yang melihat senyuman Bram tidak terima dia merasa bahwa Bram sudah mulai membukakan hatinya untuk Hanna walaupun masih jutek sikapnya kepada Hanna "Bram Bram gua tau lu pasti frustasi kan sama apa yang diminta Hanna? Gua tau lu udah mulai sukakan sama dia cuma lu nya gak mau jujur karena gengsi lu yang gede." ucapnya dengan wajah kesal
"Yaudah sekarang gua mau minta saran lu, gua haru lepasin atau gak?" ucapnya dengan serius
Ardan berpikir sejenak sebelum memberikan saran untuk Bram atas masalahnya "Gini aja mending lu jauhin pacar lu dulu siapa tuh namanya?" ucapnya dengan wajah bingung
Bram memotong pembicaraan Ardan "Rina." ucapnya dengan jutek
"Iyah si Rina mending lu tinggalin dia lagi kalo gua liat-liat dia kayanya cewe matre daripada lu nyesel nantinya? Ntar lu ke gua nangis-nangis lagi 'Dan bantu gua, gua gak mau pisah sama Hanna plis' tar gitu lagi?" ucapnya sambil meledek Bram
Bram terhenti dan memikirkan perkataan Ardan tentang keputusannya untuk mempertahankan Hanna bukan Rina
°°°°°°
Hanna yang berada dikamarnya sendirian menangis sebenarnya dihatinya paling dalam dia tidak ingin berpisah dengan Bram, selama ini dia sudah berusaha untuk bertahan akan sikap Bram yang cuek dan dingin kepadanya "Ya Allah apa keputusan aku untuk meminta pisah dengan mas Bram adalah keputusan yang benar? Aku tau perceraian adalah hal yang dibenci oleh mu tapi apakah aku sanggup menghadapi sikap mas Bram yang semakin cuek denganku?" ucapnya sambil menangis sejadi-jadinya
Saat sedang menangis handpone Hanna berbunyi tanda sms masuk ia langsung mengambil handponenya yang diletakkan diatas meja samping tempat tidurnya "Zahra?" ucapnya saat melihat layar handponenya
Hanna pun membuka sms tersebut
*Zahra
"Assalamu'alaikum Han Allhamdullilah aku sudah sampai Jakarta kemarin malam, Han ada waktu luang gak? Aku pengen ketemu nih kangen*."
Hanna pun membalas pesan wa dari Zahra
"Waalaikum'sallam allhamdulillah aku senang mendengarnya kamu sudah sampai Jakarta, insyaallah ada waktu luang kok mau kapan ketemunya?"
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Zahra membalas pesan Hanna
"Iyah aku kangen sama Indonesia hmm malam ini bisa? Kalo bisa kita ketemu di cafe tempat biasa kita kumpul."
Hanna pun membalasnya
"Insyaallah bisa yaudah kita ketemuan jam 07.00 yah."
Setelah sepakat ketemuan Hanna menelfon Bram untuk meminta izin kepada bram
__ADS_1
Makasih buat temen-temen yang udah baca cerita novel "Harapan diatas Doa" jangan lupa like, komen, share, vote author, dan follow ig author @sofiimwddh ikuti terus alur cerita yang setiap author publish!