
Setelah selesai shalat Hanna tidak lupa berdoa meminta petunjuk pada Allah SWT atas permasalahan yang sedang dirinya hadapi "Ya Allah maafkan aku jika perceraian sudah terbesit diotakku dan meminta cerai kepada Allah." doa Hanna sambil meneteskan air mata
Bram pun pulang kerumah setelah seharian bekerja, saat Bram masuk kekamarnya ia tidak sengaja mendengar doa Hanna pada Allah "Ekhmmm." ucap Bram sambil melepaskan dasinya yang terikat rapih dikerah kemejanya
Hanna pun langsung melepaskan mukena yang ia pakai setelah mendengar suara Bram, Hanna bangun dari duduknya dan menghampiri Bram yang sedang berdiri didekat pintu kamarnya "Maaf aku gak denger kamu pulang." ucap Hanna sambil mencium tangan Bram
Bram diam dia tidak menjawab ucapan Hanna "Kamu capek? Lapar? Yaudah aku siapin dulu." ucap Hanna pada Bram dan langsung berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makan malam untuk Bram
Hanna menyiapkan makanan untuk Bram diatas meja makan Bram pun menghampiri Hanna yang sedang menyiapkan makan malam untuknya "Hanna aku tau aku salah aku minta maaf sama kamu tolong maafkan kehilafan aku." ucap Bram pada Hanna
Hanna menahan air matanya agar tidak jatuh dihadapan Bram "Harusnya aku yang minta maaf sama kamu, maaf kalo aku buat kamu bosan sehingga kamu kembali kepada Rina lagi." ucap Hanna pada Bram
Bram menggelengkan wajahnya kepada Hanna "Gak Han bukan kamu yang salah ini semua salah aku, aku mohon izinkan aku untuk membenarkan semua kesalahan aku." ucap Bram dengan tegas pada Hanna
Hanna tidak menjawab ucapan Bram ia langsung berjalan menuju kamarnya tanpa berkata sedikitpun pada Bram, Bram mengejar Hanna yang masuk kedalam kamar mereka
Didalam kamar Hanna menangis karena tidak bisa lagi menahan air matanya yang ingin jatuh keatas pipinya "Hanna aku mohon maafkan semua kesalahan aku." ucap Bram sambil memohon kepada Hanna
Hanna mengelap air mata yang jatuh dipipinya lalu berdiri kehadapan Bram "Gak mas kali ini aku harus tegas untuk mengambil keputusan untuk rumah tangga kita." ucap Hanna sambil menangis dihadapan Bram
Bram memegang kedua tangan Hanna sambil memohon padanya agar tidak berpisah dengan dirinya "Gak Han kamu gak boleh ucap kalo kita harus berpisah aku tidak akan membiarkan itu semua terjadi!" ucap Bram dengan tegas
Hanna kembali duduk disampin tempat tidurnya "Kamu pikir aku mau hah? Aku juga gak mau diginiin lagi sama kamu Bram. Apa kamu siap menerima semua kekurangan aku?" ucap Hanna
Bram pun memohon dihadapan Hanna yang sedang menangis dihadapannya "Aku siap! Aku siap menerima semuanya dan aku siap menerima semua konsekuensinya!" ucap Bram dengan tegas pada Hanna
°°°°°°°
Paginya mereka berdua sarapan bersama dimeja makan, sarapan mereka hanya ada keheningan dan hanya terdengar suara sendok dan garpu yang saling berdesit
Setelah selesai sarapan Bram pun pamit untuk berangkat kekantor "Aku berangkat dulu yah? Kamu hati-hati dirumah, kalo ada apa-apa langsung hubungi aku." ucap Bram pada Hanna
Hanna hanya menganggukan wajahnya dan tidak berkata sedikit pun pada Bram "Assalamu'alaikum." ucap Bram pada Hanna
"Waalaikum'sallam." jawab Hanna
Bram pun pergi menuju mobilnya untuk menuju kantornya
°°°°°°°
Diperjalanan Bram masih memikirkan tentang persoalan rumah tangganya dengan Hanna, ia tidak ingin untuk kehilangan Hanna bagi dia sudah cukup untuk menyakiti hati Hanna, istri teecintanya "Ya Allah sikap Hanna makin hari makin dingin apa Hanna sudah mantap untuk bercerai dengan ku? Gak aku gak rela kalo harus kehilangan Hanna dan kalo papah dan mamah tau soal ini mereka pasti marah banget sama aku." ucap Bram sambil menyetir mobilnya
__ADS_1
°°°°°°
Rina sedang berada dirumahnya, hari ini ia memutuskan untuk tidak pergi kemana-mana "Ini baru tahap awal untuk semuanya, aku akan pastikan kalo Bram sudah masuk dalam jebakan ku dan dia akan menjadi milikku selama-lamanya." ucap Rina dengan tertawa sinis
°°°°°°°
Saat Hanna sedang mengecek beberapa file perusahaannya tiba-tiba ia merasa mual diperutnya, dia pun langsung berlari menuju kamar mandi
Setelah selesai memuntahkan isi perutnya yang ternyata tidak keluar ia langsung membersihkan mulutnya menggunakan air "Asstagfirullah'alazim kok aku mual banget yah?" ucap Hanna sambil menahan rasa muntahnya
°°°°°°°°
Diperjalanaaan Bram menyetir mobilnya menuju rumahnya, saat sedang fokus menyetir mobilnya tiba-tiba ponselnya berbunyi, ia langsung melihat siap yang menelfonnya "Hanna." ucapnya saat melihat layar ponselnya
Bram://"Assalamu'alaikum sayang, ada apa?" ucap Bram dengan lembut
Hanna://"Waalaikum'sallam, mas kamu lagi dimana?" Tanya Hanna dalam telfon
Bram://"Hmm aku lagi dijalan emang kenapa?" tanyanya dalam telfon
Hanna://"Kamu bisa jemput aku gak?"
Bram://"Bisa kok yaudah aku langsung on the way ke kantor kamu yah." ucapnya dengan senyum dalam telfon
Bram://"Loh kamu kamu kenapa sayang? Kamu sakit?" Tanya Bram dengan khawatir
Hanna://"Udah kamu gak usah banyak tanya kamu tau kan klinicnya?"
Bram://"Iyah sayang aku tau kok." ucap Bram
Hanna://"Yaudah kamu jangan lama-lama aku tunggu disini."
Bram://"Iyah sayang, Assalamu'alaikum."
Hanna://"Waalaikum'sallam." jawabnya sambil mematikan telfon yang tersambung kepada Bram
°°°°°°
Setelah selesai diperjalanan menuju klinic dekat kantor Hanna, Bram berlari menuju ruang IGD saat sedang berlari kecil menuju ruangan IGD Bram melihat Hanna yang sedang duduk dikursi tunggu, dia langsung menghampiri Hanna "Assalamu'alaikum sayang." ucap Bram kepada Hanna
Hanna langsung mengusap air mata yang jatuh dipipinya saat Bram menghampiri dirinya "Waalaikum'sallam." jawab Hanna dengan pelan
"Sayang apa kata dokter? Kamu sakit apa?" tanyanya dengan khawatir
Hanna tidak menjawab pertanyaan Bram ia langsung memberikan sebuah kertas putih kepada Bram, Bram pun mengambil kertas tersebut, saat melihat isi surat tersebut tertera tulisan komputer bahwa Hanna positif sedang mengandung anaknya "Allhamdulillah ya Allah allhamdulillah." ucap Bram sambil meneteskan air matanya "Hanna kamu hamil?" ucapnya dan langsung memeluk tubuh Hanna yang sedang duduk dikursi
__ADS_1
Hanna menganggukan wajahnya sambil menangis dipelukan Bram "Allhamdulillah mungkin ini cara Allah untuk mendekatkan hambanya." ucap Hanna sambil menangis dihadapan Bram
Bram mengakhiri pelukannya dan mengusap air matanya "Assalamu'alaikum sayang ini ayah ini ayah janji akan jaga kamu dan bunda dengan baik! Sehat-sehat yah nak." ucap Bram kepada bayi dalam kandungan Hanna
°°°°°°
Pada saat jam istirahat Kantor Bram menyempatkan pulang untuk menemui Hanna, dijalanan ia sengaja untuk mampir ketiko bungan untuk membelikan bunga kesukaan Hanna
Sesampainya ia langsung masuk kedalam dengan membawa bunga yang diumpatkan dibelakang punggungnya "Assalamu'alaikum bunda." ucap Bram sambil menghampiri Hanna yang sedang duduk disofa
Hanna bangkit dari duduknya dan mencium tangan Bram "Waalaikum'sallam, tumben mas kamu pulangnya lebih awal?" tanyanya dengan bingung
"Iyah aku sengaja karena aku mau kasih ini buat bunda." ucap Bram sambil memberikan bunga yang ia beli ditoko bunga
Hanna kagum dengan sikap Bram yang membuat dirinya seperti anak yang baru mengenal cinta "Makasih yah mas." ucapnya dengan senyum
"Iyah sama-sama, dan aku pengen kasih tau kamu mulai saat ini aku mau panggil kamu dengan nama bunda boleh kan?" Tanya Bram pada Hanna
Hanna menganggukan wajahnya dengan tersenyum kearah Bram, tidak lama kemudian ponsel Bram berbunyi dan ia mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang mengirimnya "Rina ngapain kirim pesan ke aku?" ucap Bram dalam hati
Ia pun membaca pesan tersebut
*Rina
"Mas Bram aku mau ketemu kamu, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan*!"
Isi pesan dari Rina. Hanna bingung kepada Bram setelah membaca pesan dari seseorang "Kamu kenapa?" tanyanya dengan bingung
Bram tidak menjawab pertanyaan Hanna, Hanna langsung mengambi ponsel Bram dan ingin melihat pesan tersebut
Setelah membaca pesan tersebut Hanna baru tahu ternyata itu pesan dari Rina "Rina? Mau apa dia ketemu sama kamu?" tanyanya pada Bram
Bram langsung mengambil ponselnya yang diambil oleh Hanna dan menghapus pesan tersebut "Kenapa kamu hapus?" tanyanya dengan bingung
"Yah gapapa ini gak penting." ucap Bram pada Hanna
"Gak penting gimana kata dia itu ada urusan penting, aku mau ikut aku mau tau masalah apa yang ingin dia sampaikan ke kamu." ucap Hanna sambil berjalan menuju meja TV untuk mengambil kunci mobilnya
"Ayo mas aku mau tau sepenting apa yang ingin dia bicarakan sama kamu." ucap Hanna sambil memberikan kunci mobilnya pada Bram
Bram bangun dari duduknya dan menghampiri Hanna "Gak bunda kita gak perlu ketemu sama dia." ucap Bram dengan tegas
"Kenapa gak perlu? Kat dia itu penting." ucap Hanna
"Bunda aku mau nanya emangnya bunda tau kalo dia ada dimana? Kalo misalnya dia cuma mau mempermainkan bunda dan rumah tangga kita gimana?" tanyanya pada Hanna
Hanna diam sejenak untuk tidak menjawab pertanyaan Bram "Maafin aku mungkin aku agak sensitif karena hamil." ucap Hanna pada Bram dan memberikan bunga yang diberikan Bram kepadanya lagi
Makasih buat pembaca setia novel "Harapan diatas Doa." Mohon maaf kalo author jarang up cerita ini :) Jangan lupa like, komen, vote, share dan follow ig @sofiimwddh (WAJIB!)
__ADS_1
Happy Reading! ✨