
Bram sengaja untuk meluangkan waktu kosong untuk bertemu dengan Ardan dicafe "Kenapa ada apalagi Bram?" Tanya Ardan dengan mengerutkan dahinya
Bram hanya menarik nafasnya sedalam-dalamnya dan tidak menjawab pertanyaan dari Ardan. Ardan mengerti intinpermasalahan Bram, ia sudah menebak-nebak pasti ada kaitannya dengan Hanna "Ok gua ngerti lu ajak gua kesini pasti ada masalah lagi sama si Hanna kan?" tanyanya dengan menyenggol tangan Bram
"Iyah apalagi kalo bukan itu?" ucapnya sambil membenarkan posisi duduknya
"Bram Bram mau sampe kapan sih lu bermasalah mulu sama Hanna? Sampe dia benar-benar nyerah menghadapi sikap lu yang seperti ini? Nanti lu baru rasain tiba-tiba si Hanna kucluk kucluk dateng ke pengadilan tanpa ngasih tau lu, terus dia dateng ke lu ngasih surat tentang perceraian disitu lu baru nyesel?" tanyanya dengan melihat kearah Bram
"Apaan sih lu ngomongnya gak usah bercanda deh gak lucu tau!" ucapnya dengan kesal
"Bram gua lagi gak bercanda gua serius, harusnya lu cari tau dulu dengan pasti apa iyah Hanna melakukan seperti orang itu ngirim poto ke lu? Bram gua bingung deh sama lu gua aja belom nikah lah elu minta saran mulu sama gua yang jomblo." ucapnya dengan wajah kesal
"Siapa suruh lu jomblo." ucapnya dengan tertawa kecil
"Udah deh gak usah sombong mentang-mentang udah punya istri cakep, tapi mendingan gua sih gua yang masih jomblo gak pernah pusing punya masalah kaya lu, lah elu istri punya cakep lagi tapi masalah mulu."
"Udah ngocehnya udah puas belom? Kalo belom gua tungguin kalo perlu sampe cafenya tutup." ucap Bram dengan kesal
"Iyah iyah gua minta maaf, yaudah lu mau minta saran apa sama gua?" tanyanya dengan wajah serius
"Gua mau cari tau tentang orang yang ngirim poto ke no gua." ucapnya sambil mengeluarkan ponselnya yang berada disaku celananya
"Hmm coba gua liat no nya." ucap Ardan sambil meminta ponsel Bram
Bram memberikan ponselnya dan memberikan no nya kepada Ardan, Ardan melihatnya dengan sangat teliti no tersebut dan Ardan mengambil ponselnya dan mengsave no orang tersebut diponselnya "Hmm temen gua ada yang bisa lacak no orang jadi sementara no orang ini gua save ke hp gua dan gua suruh temen gua untuk lacak no ini." ucapnya kepada Bram dan mengembalikan ponselnya Bram setelah mengsave no orang tersebut
"Ok gua minta tolong banget yah sama lu, soalnya gua juga gak mau ribut mulu sama Hanna karena gua juga pengen sama dia hmmm taulah maksud gua." ucapnya kepada Ardan sambil tersenyum ketawa
Ardan mendengar ucapan Bram tertawa ia mengerti yang dimaksud oleh Bram "Hahah gua baru tau ternyata lu masih normal juga." ucapnya sambil tertawa
"Yah kan gua gini-gini juga masih normal Dan!" ucapnya sambil menepuk bahu Ardan karena kesal
"Iyah iyah sorry sorry." ucapnya sambil menghentikan tertawanya
°°°°°°°°
Bram memandangi poto yang dikirim oleh orang yang tidak ia kenali sama sekali "Cowo ini siapa yah? Gua ngerasa cemburu banget Hanna deket sama dia, arghhh kenapa hubungan gua sama Hanna harus begini? Giliran masalah Rina udah selesai muncul masalah yang lain kenapa hidup gak adil gini sih?" ucapnya dengan kesal
Saat sedang memandangi poto Hanna dengan laki-laki tersebut, tiba-tiba ia mendapatkan sms, Bram membuka pesan tersebut
__ADS_1
*Hanna ♥️
"Assalamu'alaikum mas, maaf aku ganggu hari ini kamu pulangnya jangan malam-malam yah, soalnya ada yang mau mamah sampaikan ke kita*."
"Hanna maafkan aku kalo akhir-akhir ini sikapku dingin sama kamu, asal kamu tau aku gak bisa nahan ego dan cemburuku saat aku liat seseorang mengirim poto kamu dengan laki-laki yang gak aku kenali." ucap Bram setelah membaca pesan dari Hanna
°°°°°°°
Bram melangkahkan kakinya menuju tempat parkiran, saat ia keluar dari lift dia melihat seorang wanita berpakaian modis dan cantik, ia menghentikan langkahnya ketika ia mengenali wanita tersebut "Itu bukannya Rina?" tanyanya dengan wajah bingung
Ternyata yang dilihat Bram benar, dia memang Rina mantan pacarnya, Rina menghampiri Bram yang sedang berdiri didepan lift dengan wajah bingung melihatnya berjalan menghampirinya "Selamat sore bapak Bramantyo." ucap Rina dengan tersenyum melihat kearah wajah Bram
Bram syok ketika Rina menghampirinya dan tersenyum padanya "Kenapa dia bebas sekarang? Bukannya seharusnya dia masih berada dipenjara?" tanyanya dalam hati sambil melihat kearah Rina dengan bingung
Rina tersenyum melihat tingkah Bram yang aneh menatapnya "Kenapa ekspresi kamu seperti melihat hantu disiang bolong? Hmm aku tau kamu pasti kaget kan kenapa aku bisa bebas dan bisa berada disini sekarang?" ucapnya dengan senyum sinis
Bram mengusap wajahnya dengan menggunakan tangannya agar tersadar dan tidak terus menerus menatap Rina dengan wajah yang aneh "Ahhh Rina mau apa kamu kesini? Bukannya urusan kita sudah selesai?" tanyanya dengan mengerutkan dahinya
"Apa? Selesai? Tidak semudah itu Bram, kamu tau kan setiap laki-laki yang sudah menjadi pacarku itu tidak mudah untuk aku lepaskan termasuk kamu Bram." ucapnya dengan wajah serius
"Lelucon? Aku lagi tidak sedang lelucon disini aku hanya ingin mengajak kamu makan untuk merasakan kebebasan aku." ucapnya dengan wajah manis dihadapan Bram
"Merayakan kebebasan? Bukannya kamu seharusnya masih berada didalam penjara saat ini dan untuk beberapa tahun kedepan lagi?"
"Sekarang aku sudah bebas dan kamu tidak perlu tau bagaimana aku bisa bebas dari sana, aku tau kamu sedang ada masalah dengan istri kamu makanya aku datang kesini untuk mengajak kamu senang-senang dan melupakan masalah kamu." ucapnya dengan tersenyum
"I don't need to have fun with you!" ucapnya dengan tegas dan langsung pergi dari hadapan Rina
"Aku tidak akan melepaskan kamu begitu aja aku akan pastikan kamu akan menyesal karena telah memutuskan hubungan denganku." ucapnya dalam hati dengan senyuma sinis
°°°°°°°
"Aku gak perduli dengan ancama Rina aku harus fokus untuk mencari tau laki-laki yang bersama Hanna dan orang yang mengirim aku poto Hanna dengan laki-laki itu, aku harus tau apa tujuan dan maksud semua ini." ucapnya dengan diri sendiri sambil menyetir mobilnya
__ADS_1
°°°°°°°
Hanna sedang menunggu kedatangan Bram, ia menunggu diruang tamu dekat pintu keluar rumah. Dia tahu Bram tidak membalas pesannya maka dari itu ia memutuskan untuk menunggunya, saat menunggu disofa bu Ani menghampirinya "Han kamu nunggu siapa kok gelisah?" tanyanya dengan wajah bingung
Hanna mengarahkan tubuhnya kearah ibu mertuanya "Hanna nunggu mas Bram mah." ucapnya dengan tersenyum
"Loh ini bukannya masih agak siangan Bram bukannya pulang biasanya abis maghrib?" tanyanya dengan mengerutkan dahinya
"Hmm gini mah, tadi mamah bilang ke aku kan kalo ada sesuatu yang ingin mamah bicarakan ke aku dan mas Bram, maka dari itu aku message mas Bram untuk pulang lebih awal." ucapnya kepada bu Ani
Bu Ani mengarahkan tubuhnya lebih tepat kearah Hanna sambil memegang tangan Hanna "Yasudah kita tunggu bareng-bareng." ucapnya dengan tersenyum
Hanna pun membalas senyuman dari sang mertuanya. Beberapa menit menunggu akhirnya Bram datang sesuai dengan yang diharapkan Hanna "Assalamu'alaikum." ucap Bram setelah membuka pintu rumahnya
Hanna langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Bram untuk mencium tangannya "Waalaikum'sallam, allhamdulillah kamu sudah pulang. Sini aku taroin tas sama jas kamu." ucapnya dengan senyum
Bram tidak menjawabnya namun memberikan yang Hanna minta padanya lalu menghampiri ibunya dan mencium tangannya "Assalamu'alaikum mah." ucapnya setelah mencium tangan bu Ani
"Waalaikum'sallam." ucapnya dengan senyum
Lalu Bram duduk disamping Hanna, ia sengaja mengambil tempat duduk disamping Hanna agar ibunya tidak mengetahui kalo dia sedang ada masalah dengan Hanna "Hmm kata Hanna ada yang mau mamah bicarakan?" tanyanya dengan mengarahkan wajahnya kearah bu Ani
"Iyah Bram, tadi mamah sudah bilang juga ke Hanna dan memberitahukan ke kamu." ucapnya kepada Bram
"Kira-kira apa yang ingin mamah bicarakan?" Tanya Hanna dengan mengerutkan dahinya
"Mamah perhatian dari mamah datang kesini kok kalian jarang ngobrol yah? Terus kamu Bram jarang sarapan dirumah, kalo mamah boleh tau apa kalian lagi ada masalah?" tanyanya dengan melihat wajah Hanna dan Bram secara bergantian
"Apa aku kasih tau masalahnya ke mamah aja yah? Siapa tau mamah bisa bantu cari solusinya, tapi kalo mas Bram tau dia pasti tambah marah sama aku mending aku diam aja biar mas Bram yang jelasin ke mamah." ucapnya dalam hati sambil melirik kearah Bram
"Hmm gini mah kita berdua gapapa kok, yah kan sayang?" ucapnya dengan senyum kearah Hanna sambil merangkulnya dengan memberi kode kepada Hanna
Hanna pun menyadari kode dari Bram "I iyah mah kita gapapa kok." ucapnya dengan tersenyum paksa
Bu Ani pun membalas senyuman dari Hanna dan Bram dan menganggukan wajahnya "Tapi kok aku masih gak percaya yah kalo mereka baik-baik saja." ucapnya dalam hati
Jangan lupa like, komen, share, follow ig @sofiimwddh, dan ikuti terus alur cerita novel "Harapan diatas Doa"
__ADS_1
Happy Reading! ✨