
"Aku berangkat dulu yah sayang." ucap Bram setelah sarapan pagi bersama Hanna
"Iyah mas, yaudah aku ambilin jas kamu dulu." ucap Hanna sambil berdiri dari duduknya dan pergi menuju kamarnya untuk mengambil jas untuk Bram
Bram menganggukan wajahnya dan tersenyum kearah Hanna. Saat sedang minum tiba-tiba handpone Bram berbunyi tanda pesan masuk "Rina? Mau apa dia?" tanyanya sambil melihat layar handponenya
*Rina
"Mas aku tunggu kamu diresto Lombok jam 1 siang, kamu harus datang*!"
Isi pesan tersebut. "Mau apa dia ajak gua ketemuan?" tanyanya dalam hati
Hanna kembali kemeja makan dengan membawa jas untuk Bram, saat ingin memberikannya untuk Bram Hanna melihat Bram sedang melamun menatap layar handponenya "Mas." ucap Hanna kepada Bram yang sedang melamun
Bram langsung membuyarkan lamunannya ketika Hanna datang dan menyadarkannya "Eh iyah." ucapnya dengan kikuk
"Kamu kenapa? Ada masalah?" Tanya Hanna dengan wajah bingung
"Hanna gak boleh tau pesan ini dan Hanna gak boleh tau kalo aku akan menemui Rina siang nanti." ucapnya dalam hati
Hanna semakin bingung dengan sikap Bram yang akhir-akhir ini sering melamun "Mas kenapa sih?" tanyanya lagi dengan wajah bingung
"Gak gak kok gapapa ini Linda kasih tau aku kalo dikantor ada meeting iyah meeting." ucapnya dengan kikuk
"Yaudah nih jasnya aku gak mau kamu telat kekantor." ucap Hanna sambil memberikan jasnya kepada Bram
"Yaudah aku berangkat dulu yah." ucapnya sambil berdiri dari duduknya
Hanna memberikan tangannya untuk mencium tangan Bram "Hati-hati yah mas." ucap Hanna setelah mencium tangan Bram
"Iyah yaudah aku berangkat yah, Assalamu'alaikum." ucap Bram dengan tersenyum kepada Hanna
Hanna menganggukan wajahnya dengan tersenyum kepada Bram dan Bram pun pergi keluar rumah untuk menuju kantornya
"Mas Bram akhir-akhir ini sikapnya aneh, apa tadi yang sms itu Rina yah?" tanyanya dalam hati sambil melihat Bram yang berjalan menuju mobilnya
°°°°°
Bram yang sedang mengetik sesuatu dilaptopnya terhenti karena memikirkan masalahnya dengan Rina "Apa gua keresto untuk temuin Rina? Tapi gua males ketemu dia, sebenarnya gua masih sayang banget sama dia sampe sekarang tapi dia yang udah bikin gua hancur-sehancurnya." ucapnya dengan diri sendiri sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya
"Lin tolong kalo ada yang nyari saya tolong handle semuanya." ucapnya pada sekertarisnya
__ADS_1
"Baik pak." ucap Linda kepada Bram dengan tersenyum
"Ok makasih." ucapnya dan langsung pergi menuju parkirannya
Hanna yang ingin menemui Bram diruangannya tidak sengaja melihat Bram sedang masuk kedalam mobilnya "Itu mas Bram kan? Dia mau kemana yah? Aku ikutin aja deh." ucap Hanna sambil memasuki mobilnya kembali dan mengikuti Bram
Bram://"Iyah sabar dikit kenapa sih, bentar lagi aku sampe udah tunggu aja gak usah bawel deh." ucapnya dalam telfon dengan seseorang
Hanna yang tetap mengikuti Bram dengan mobilnya sengaja agak menjauh dari mobil Bram agar Bram tidak melihat mobil Hanna dari spion mobilnya "Mas Bram mau kemana sih? Kayaknya buru-buru banget?" tanyanya dengan diri sendiri sambil fokus mengikuti jalan mobil Bram
Bram pun sampai diresto Lombok untuk menemui Rina. Bram masuk kedalam resto tersebut dia tidak mengetahui kalo Hanna dari tadi sudah mengikutinya
Hanna mengikuti Bram yang masuk kedalam resto Lombok
Bram menghampiri meja yang dipilih Rina diresto tersebut dan Bram duduk dikursi depan Rina "Ada apa ajak aku kesini?" Tanya Bram dengan wajah jutek
Hanna memandangi wajah Bram beberapa detik dan setelah itu dia baru berbicara "Mas Bram akutuh tau kalo kamu bakalan dateng kesini karena kamu masih cinta kan sama aku?" ucapnya dengan wajah tersenyum
Bram memalingkan wajahnya dari hadapan Rina dengan desisinya "Jangan mimpi kamu, aku dateng kesini cuma mau kasih kamu sesuatu." ucapnya dengan nada jutek
Rina mengerutkan dahinya tanpa berbicara sedikitpun "Kamu mau ini kan?" Tanya Bram sambil mengeluarkan secarik kertas check
Hanna terkejut dengan yang dikeluarkan Bram dari kantongnya dan tersenyum puas kearah Bram "Yah memang ini yang aku mau, tapi selain uang aku juga mau kamu." ucapnya sambil mengambil kertas check didepannya
Bram menatap wajah Rina dengan tajam "Kamu pikir setelah pengkhianatan yang kamu lakukan ke aku, aku bakal mau balik lagi ke kamu?" ucapnya dengan tatapan sinis
"Mas Bram sudahlah kamu tidak usah berbohong dengan hati kamu, aku tau kamu masih mencintai aku kan? Karena aku masih bisa liat dari mata kamu dan aku tau sebenarnya kamu itu gak cinta sama istri kamu kan?" ucap Rina dengan mendekatkan wajahnya ke Bram
Bram menatap Rina dengan tatapan tajam "Jaga bicara kamu! Aku sudah tegasin kekamu kita sudah tidak ada hubungan apapun jadi plis aku mohon jangan ganggu aku atau keluarga ku. Aku memang masih mencintai kamu sampe sekarang tapi." belum selesai berbicara Hanna menghampiri Bram
"Tapi apa Bram?" Tanya Hanna dengan menghampiri Bram dan Rina
Bram dan Rina terkejut dengan kedatangan Hanna tiba-tiba, Bram tidak tahu kalo Hanna ternyata mengikutinya dari tadi. Bram langsung berdiri dari duduknya dan mendekati Hanna untuk menjelaskan semuanya "Hanna kamu ngapain disini?" tanyanya dengan terbata-bata
Hanna menatap wajah Bram dengan tajam "Harusnya aku yang tanya ngapain kamu sama perempuan ini berdua disini ha? tanyanya dengan meneteskan air mata
"Hanna tolong jangan berpikir yang gak-gak aku datang kesini untuk menyelesaikan masalah kita dan untuk membuktikan bahwa Rina hamil atau tidak udah itu aja." ucapnya dengan menghadap kearah Hanna
Hanna tertawa kecil mendengar penjelasan Bram dan menatap wajah Bram kembali "Untuk membuktikan hamil atau tidak?" tanyanya kepada Bram
Bram menganggukan wajahnya kearah Hanna dan tidak berkata apa-apa "Mencari bukti atau mengatakan perasaan yang terpendam?" tanyanya sekaligus menyindir Bram dan Rina
Baru Bram ingin menjawab pertanyaan Hanna namun Rina memotongnya "Kamu dengarkan pengakuan suami kamu kalo sebenarnya dia masih mencintai aku bukan kamu." ucapnya sambil berdiri dari duduknya dan menghampiri Hanna
Hanna melihat wajah Rina dengan meneteskan air matanya "Kamu memang penggoda Rina! Seharusnya kamu tidak melakukan ini kepada Bram! Karena dia suami aku bukan suami kamu! Asal kamu tau aku sudah mendapatkan bukti kalo ternyata kamu hanya berpura-pura hamil." ucapnya dengan tegas sambil menatap tajam wajah Rina
__ADS_1
Bram dan Rina terlihat terkejut dengan ucapan Hanna "Kamu sudah mendapatkan bukti bahwa Rina tidak hamil?" Tanya Bram dengan mengerutkan dahinya sambil melihat wajah Hanna
Hanna menganggukan wajahnya dan memberikan rekaman video Rina yang mengaku bahwa Rina tidak hamil. Setelah Bram melihat video tersebut wajah Bram berubah menjadi marah "Asstagfirullah'alazim Rina kamu tega memfitnah aku dengan cara seperti ini?! Gara-gara kamu rencana holiday aku sama Hanna jadi gagal!" ucapnya dengan nada emosi kepada Rina
Wajah Rina berubah menjadi ketakutan setelah rencananya ketahuan oleh Bram "Aku harus gimana? Bram gak mungkin melepaskan aku gitu aja." ucapnya dalam hati
"Sekarang kamu ikut aku kamu jelasin ke papah dan mamah aku tentang ini!" ucap Bram dengan tegas
Rina ingin membela dirinya tapi sayang itu percuma saja karena kini Bram sudah mempunyai bukti tentang dirinya, Rina berusaha kabur dari Bram tapi Bram berhasil mencegahnya dengan memegang lengan Rina "Kamu gak bisa kabur dari ini semua kamu harus ikut aku dan bicarakan yang sebenarnya." ucap Bram dengan tegas
°°°°°
"Jadi ada apa kamu Bram bawa perempuan ini kesini?" Tanya pak Ardi kepada Bram
"Rina akan memberitahu yang sebenarnya pah." ucapnya dengan melihat kearah pak Ardi
Pak Ardi hanya memasang wajah bingung dia tidak mengetahui apa yang dimaksud oleh Bram. Bram mendesak Rina agar memberitahu yang sebenarnya kepada papahnya agar hubungan dengan keluarganya bisa kembali membaik "Sekarang kamu ngomong yang sejujurnya!" desal Bram kepada Rina
Beberapa menit setelah keheningan akhirnya Rina memberanikan membuka suara dan menceritakan dengan jujur "Om tante sebelumnya saya minta maaf, sebenernya selama ini saya cuma berpura-pura hamil untuk mendapatkan Bram kembali." ucapnya dengan wajah tertunduk
Pak Ardi dan bu Ani yang mendengar pengakuan dari Rina syok, mereka terkejut dan tidak percaya bahwa sebenarnya Bram tidak melakukan perzinahan yang dikatakan oleh Rina pada keluarga Bram. Hanna mengeluarkan handponenya dari dalam tasnya dan memberikan bukti video tentang Rina "Ini pah kalian bisa liat sendiri." ucapnya sambil memberikan handponenya
Setelah selesai melihat video yang diberikan oleh Hanna, wajah pak Ardi sudah sangat marah kepada Rina "Berani-beraninya kamu memfitnah anak saya!" ucap pak Ardi dengan marah
"Kenapa kalian mau melaporkan saya kekantor polisi? Silahkan saya tidak akan pernah takut pada kalian dan asal kalian tau saya tidak akan membiarkan Bram bahagia dengan Hanna." ucapnya sambil menunjuk kearah Hanna
Pak Ardi ingin menampar pipi Rina tapi berhasil dicegah oleh bu Ani "Pah sudah cukup biar kita serahkan semuanya pada Bram dan Hanna." ucapnya sambil memegang tangan pak Ardi
"Sekarang kamu ikut aku kita akan pergi kekantor polisi atau aku telfon polisi untuk datang kesini dan membawa kamu kepenjara." ucapnya dengan tegas
"Aku gak akan pernah takut dengan ancaman kamu Bram! Silahkan panggil saja kesini dan ingat aku akan kembali untuk menghancurkan kalian." ucapnya dengan menatap tajam wajah Bram
Tiba-tiba suara mobil polisi terdengar oleh mereka dan seorang polisi masuk kedalam rumah pak Ardi untuk menangkap Rina "Permisi." ucap polisi tersebut
"Iyah ada apa yah pak?" Tanya Bram dengan wajah bingung
"Saya dapat laporan dari bu Hanna untuk menangkap saudari Rina." ucap polisi
"Yah silahkan pak ini orangnya dan sekarang bapak bisa bawa dia sekarang." ucap Bram
Lalu petugas polisi perempuan menangkap Rina dan membawanya masuk kedalam mobil polisi. Rina memberontak agar dirinya tidak ditangkap namun sayang pegangan polisi perempuan tersebut sangat kiat sehingga Rina tidak dapat lari "Bram kamu tunggu pembalasan aku! Kalian semua akan menyesal! Ingat itu!" ucapnya dengan histeris
__ADS_1
Makasih buat yang udah baca, maaf yah agak telat up nya soalnya lagi sibuk sama urusan sesunggunya 😅 Jangan lupa like, komen, share, vote, dan follow ig @sofiimwddh, jangan sampai ketinggalan setiap episode yang author publish 🍁