Harapan diatas Doa

Harapan diatas Doa
Episode 1


__ADS_3

"Ngak! Ngak pah sampai kapan pun aku gak mau dijodohkan oleh papah ataupun mamah!" ucap Bram dengan nada keras sambil menatap tajam wajah pak Ardi


"Bram papah melakukan yang terbaik buat kamu, dan papah yakin Hanna akan membuat kamu bahagia." jawab pak Ardi dengan tenang menjawab jawaban Bram


Bram tetap bersikukuh untuk menolak perjodohan dirinya tapi apa boleh buat pak Ardi mengajukan persyaratan yang membuat Bram terkejut karena persyaratan yang diberikan oleh papahnya "Papah terpaksa jika kamu menolak perjodohan ini maka papah akan mencabut semua fasilitas yang kamu gunakan saat ini!" ucap pak Ardi dengan tegas


Bram pun terkejut mendengar jawaban yang diucapkan oleh papahnya "Apa?! Gak pah ini gak adil! Bagaimana aku bisa menyetujui perjodohan ini kalo aku gak cinta sama dia lagi juga aku belum pernah ketemu dengan Hanna."


"Kamu akan bertemu dengan Hanna kalo kamu menyetujui perjodohan ini."


"Papah lagi ngapain sih pake jodohin aku segala?" tanyanya dengan wajah serius menatap wajah kedua orang tuanya dengan bergantian


Pak Ardi pun menceritakan asal usul perjodohan yang dilakukan dirinya untuk anaknya


 


°°°°°°°


 


"Arghhhhhh!! Kenapa sih papah harus ikut campur masalah ini? Emangnya dia gak percaya kalo gua bisa cari perempuan yang gua cintai?" ucapnya dengan diri sendiri dengan kesal sambil mengacak-ngacak rambutnya yang tersisir rapih


"Pokoknya sampai kapanpun gua gak mau terima perjodohan ini!" ucapnya dengan kesal sambil meraih jasnya yang tergeletak disampingnya


Bram pun menuruni anak tangga untuk pergi menuju kantornya karena ada urusan yang harus ia kerjakan


Saat Bram ingin melangkahkan kakinya keluar rumah, langkah dia terhenti oleh suara panggilan seseorang "Iyah mah?" ucapnya sambil menengok kearah sumber suara tersebut


Bu Ani pun menghampiri Bram dengan langkah kakinya "Bram kamu mau kemana?" tanyanya dengan wajah bingung


"Aku mau pergi." ucapnya dengan wajah lesu


"Bram mamah tau kamu kecewa dengan papahmu tapi maaf mamah gak bisa melakukan apa-apa untuk mencegah perjodohan ini, kamu tau kan papahmu itu keras kepala?" ucapnya sambil memegang tangan anaknya


"Maaf mah aku gak mau bahas ini, aku harus pergi sekarang Assalamu'alaikum." ucapnya dan langsung pergi menaiki mobilnya yang terpakir dibagasi rumah milik kedua orang tuanya


"Arghhh kenapasih gak ada orang yang ngerti sama perasaan gua!" ucapnya dengan kesal sambil memukul setir mobilnya


 


°°°°°°°


 


Sesampai dikantor Bram langsung memasuki ruangannya dan memeriksa berkas-berkas yang harus ia koreksi


Saat sedang mengecek berkas-berkasnya ada suara ketukan pintu yang menghentikan aktivitas kerjanya "Iyah masuk!" ucapnya dengan keras


Seseorang tersebut pun masuk dengan wajah canti, tubuh langsing, dan pakaian yang modis menghampiri Bram yang sedang duduk dikursi kerja miliknya


"Hei sayang." ucap perempuan tersebut sambil menghampiri meja kerja Bram

__ADS_1


"Hei juga sayang." jawab Bram dengan wajah tersenyum sambil memeluk tubuh ramping perempuan tersebut


Dia pun membalas pelukan hangat Bram untuknya dengan wajah bahagia "Kamu lagi sibuk yah?" tanyanya sambil mengakhiri pelukan tersebut


"Gak kok kamu sama sekali gak ganggu aku. Ada apa kamu datang kesini?" tanyanya sambil kembali duduk dikursinya


"Aku kangen sama kamu." jawabnya dengan manja


"Yaudah kalo gitu kita makan yuk kamu mau?" ucapnya sambil memegang dagu wanita tersebut


Rina pun menganggukan wajahnya tanda setuju. Lalu mereka berdua pergi keluar ruangan milik Bram untuk menuju mobil Bram yang terpakir di parkiran kantor miliknya


"Lin tolong handle semua meeting hari ini, Karena saya mau pergi ada urusan." ucapnya pada sang sekertarisnya


mereka berdua pun keluar dari gedung pencakar langit tersebut saat ingin melangkahkan kaki, langkah Bram terhenti oleh suara sms yang masuk ke handponenya


"Papah?" ucapnya dalam hati saat melihat siapa yang mengirimnya di layar handpone miliknya


Bram pun membuka sms tersebut "Bram papah mau tau jawabanmu, papah harap pulang kerjamu nanti kamu sudah bisa menjawabnya." Bram pun terkejut saat membaca sms yang dikirim papahnya


Rina pun mengagetkan lamunan Bram saat membaca pesan yang masuk di hpnya "Sayang kamu kenapa?" tanyanya sambil melambaikan tangannya kearah wajah Bram


Bram pun terkejut dan langsung sadar dari lamunannya "Eh anu gapapa kok, aku gapapa." ucapnya dengan terbata-bata sambil senyum terpaksa ke Rina


"Yaudah kita langsung jalan aja." ucap Bram dan langsung berjalan menuju mobilnya dan diikuti Rina berjalan disampingnya


 


°°°°°


 


"Mas kapan kamu nikahin aku?" Tanya Rina yang membuat Bram kaget mendengar pertanyaan sang kekasihnya


"Uhuk uhuk." Bram pun terbatuk mendengar pertanyaan dari mulut Rina


"Sayang kamu gapapa kan? Nih minum dulu." ucapnya sambil memberikan segelas air milik Bram


setelah selesai meminum air miliknya Bram pun menjawabnya "Sabar yah sayang." ucapnya dengan tenang


"Ah kamu dari kemaren bilangnya sama melulu, kamu ini sebenarnya serius gak sih sama aku?" Tanya Rina dengan wajah bete


"Apa gua kasih tau Rina tentang perjodohan gua sama Hanna? tapi gimana kalo Rina marah sama gua? Gak gak sebaiknya gua rahasiain ini dulu sampai tepat pada waktunya." ucap Bram dalam hati


Rina pun menyadarkan lamunan Bram yang sedang memikirkan sesuatu "Mas kamu kenapa sih dari tadi ngelamun mulu? Kamu ada masalah?" tanyanya sambil menepuk tangan Bram


"Gak aku gapapa yaudah kita lanjut makan aja."


 


°°°°°°

__ADS_1


 


Sesampai dirumah Bram langsung menuju kamarnya saat ingin menaiki anak tangga langkah dia terhenti oleh panggilan papahnya


"Bram." Panggil pak Ardi yang menghentikan langkah Bram yang ingin menaiki anak tangga


Bram pun menoleh dan menghampiri papahnya "Iyah ada apa pah?" tanyanya dengan memalingkan wajahnya


"Gimana jawabanmu?"


"Pah bisa gak kita bahas ini nanti? Aku capekmau istirahat." jawabnya dengan nada agak sedikit keras "Apa obrolan tadi pagi kurang cukup buat papah?"


"Yasudah papah kasih kamu waktu 2 Hari, kalo kamu tidak menjawabnya jangan harap kamu anggap papah sebagai papah kamu!" ucapnya dengan tegas


Bram pun langsung meninggali pak Ardi yang sedang berbicara padanya menuju kamar miliknya yang berada dilantai 2


bu Ani menghampiri suaminya yang sedang menahan emosi terhadap putra satu-satunya "Pah sabar yah, kita harus kasih waktu Bram untuk memikirkan ini." ucapnya sambil memegang tangan milik suaminya


.


"Iyah mah, cuma papah harap Bram menikah dengan Hanna wanita soleha itu bukan dengan Rina wanita berandalan!" ucapnya dengan tegas


"pah sabar." jawab bu Ani yang ingin menenangkan hati suaminya


 


°°°°°°


 


Bram masuk kedalam kamarnya dengan menutup pintu sekeras mungkin dan melemparkan tas dan jas miliknya ke lantai "2 Hari? Papah kasih waktu 2 Hari? bagaimana gua bisa jawab?" ucapnya dengan kesal


"Apa gua terima aja yah? Untuk menyelamatkan harta warisan yang papah kasih ke gua? Dan untuk menyelamatkan hubungan gua dengan Rina?" ucapnya dalam hati


 


°°°°°° 


Keesokan harinya seperti biasa sebelum Bram berangkat ke kantor dia sarapan bersama kedua orang tuanya


sarapan pagi mereka terlihat hening hanya ada suara desikan sendok dan garpu yang beraduan dengan piring. Beberapa menit keheningan tersebut terlecahkan oleh jawaban Bram


"Pah, mah aku menyetujui perjodohan ini aku akan ikuti mau kalian." ucapnya dengan wajah menatap piringnya


Pak Ardi dan bu Ani yang mendengar jawaban dari Bram terkejut karena mereka tidak percaya bahwa anaknya menerima perjodohan ini


"Kamu serius Bram?" Tanya pak Ardi yang tidak percaya sekaligus meyakinkan pendengarannya


"Iyah pah aku ikuti mau papah." jawabnya sambil menatap wajah pak Ardi


Pak Ardi dan bu Ani bahagia mendengar jawaban setuju dari mulut Bram

__ADS_1


"Yasudah kalo gitu papah akan atur jadwal kita untuk bertemu dengan Hanna." ucapnya dengan wajah tersenyum bahagia


Jangan lupa like, Komen, share dan follow akun ig author @sofiimwddh dan ikuti terus cerita "Harapan diatas Doa" jangan sampai ketinggalan yah


__ADS_2