
Diperjalanan Bram sangat marah dengan sikap Rina yang diam-diam mengkhianatinya "Arghhh kenapa Rina melakukan ini semua? Kenapa dia malah memanfaatkan gua? Laki-laki brengsek itu juga kerja sama sama Rina dasar b*****t!" ucapnya dengan emosi sambil memukul setiran mobilnya
°°°°°°
Sesudah shalat maghrib Rina berdoa dengan mengangkat kedua tangannya "Ya Allah yang maha pengasih maha penyayang aku memohon padamu atas kelapangan hati ini, tuhan yang membolak-balikkan setiap hati manusia ya Allah jagalah suamiku dimana ia berada jagalah hatinya dari hawa nafsu yang akan mendorongnya pada kemaksiatan dan nerakamu jagalah raga dan jiwanya jauhkanlah dari orang-orang yang ingin berbuat jahat padanya, tempatkanlah hamba dihatinya ya Allah dan semoga suamiku selalu mengingatmu dan tidak melanggar setiap laranganmu." ucapnya dalam doa dengan meneteskan air mata
Bram yang baru pulang dari kantornya tidak sengaja mendengar doa yang diucapkan oleh Hanna "Ya Allah asstagfirullah'alazim Hanna tetap mendoakan gua disetiap shalatnya padahal selama ini gua selalu bersikap dingin sama dia, tapi dia tetap mendoakan gua dan meminta pada Allah untuk mendapatkan cinta dari gua. Kenapa setelah kejadian gua liat Rina selingkuh gua baru sadar betapa beruntungnya gua mendapatkan istri sesempurna Hanna." ucapnya dalam hati sambil meneteskan air mata
Hanna yang sudah selesai berdoa langsung merapihkan mukena dan sajadahnya ia melihat Bram berdiri didepan kamarnya dia terdiam seperti patung. Hanna langsung menghampiri Bram yang berdiri dari tadi diluar kamarnya "Assalamu'alaikum mas." ucapnya sambil menghampiri Bram dan ingin mencium tangan milik Bram
Bram memberikan tangannya untuk dicium oleh Hanna, baru kali ini Bram memberikan tangannya untuk Hanna cium tangannya karena selama pernikahannya Bram tidak pernah memberikan tangannya untuk dicium oleh Hanna. Hanna bingung ia bertanya dalam hatinya "Ya Allah baru kali ini aku mencium hangatnya suamiku." ucapnya dalam hati
Lalu Hanna mengerutkan dahinya ia bingung kenapa Bram berdiri didepan kamarnya sambil menangis "Mas kamu kenapa? Kenapa nangis?" tanyanya pada Bram
Tanpa menjawab pertanyaan Hanna, Bram langsung memeluk tubuh Hanna dengan hangat ia menangis sejadi-jadinya dipelukan Hanna atas semua kesalahan yang ia perbuat "Hanna maafkan aku, maaf atas semua kesalahan yang aku buat sama kamu, aku baru sadar sekarang betapa beruntungnya aku memiliki kamu." ucapnya dalam pelukan sambil menangis
Hanna pun ikut menangis ia tidak menyangka dengan kejadian seperti ini, setelah bertahun-tahun ia berdoa untuk Bram bisa mencintai dirinya sekaranglah baru terkabul ats doa-doa yang ia panjatkan pada Allah SWT. "Ya Allah terimakasih karena engkau sudah mengabulkan semua doa hamba, hamba percaya selagi ada harapan diatas doa engkau tidak akan membuat hamba mu berputus asa dalam meminta apapun padamu." ucapnya dalam hati sambil meneteskan air mata
Bram menyudahi pelukannya kepada Hanna ia begitu menyesal atas perbuatannya selama ini, ia bertekuk lutut pada Hanna "Hanna Austin binti Muhammad Azis maukah kamu menikah ulang denganku?" ucapnya sambil memegang tangan Hanna
Hanna terkejut dengan ucapan Bram dia tidak menyangka bahwa Bram akan melakukan hal seperti itu ia terharu atas permintaan Bram padanya, Hanna tidak menjawab pertanyaan Bram tetapi dia menganggukan wajahnya sambil tersenyum Bram langsung berdiri dan kembali memeluk Hanna "Makasih sayang." ucapnya dan langsung menyudahi pelukannya
"Allhamdulillah mas kalo kamu menyesali perbuatan kamu, aku harap kamu tidak akan mengulangi ini semua aku bersyukur kepada Allah karena dia telah mengabulkan semua doa-doa aku dan aku sangat bersyukur dipersatukan oleh laki-laki sebaik kamu." ucapnya sambil meneteskan air mata
Bram semakin terharu dengan perkataan Hanna, baru kali ini ia menangis dihadapan Hanna karena penyesalannya "I'm sorry, I'm very sorry." ucapnya dengan wajah tersedu-sedu
Hanna hanya bisa meneteskan air mata kebahagiaannya baginya ini sudah cukup untuknya "I forgive you but please don't leave me again."
"I promise!" ucapnya sambil memberikan jari kelingkingnya
Hanna pun membalasnya dengan memberikan jari kelingkingnya kepada Bram "Yaudah jangan nangis nanti cantiknya ilang." ucap Bram sambil menghapus air mata yang sudah jatuh dipipi Hanna
Bram dan Hanna pun kembali berpelukkan kini pelukan itu sangat berarti bagi mereka berdua. Pelukan hangat, cinta, kasih, dan sayang menjadi satu dalam dekapan hangat mereka
°°°°°°
Keesokan harinya Bram sedang bersiap-siap untuk menuju kantornya, kali ini dia sarapan bersama Hanna dirumah mereka "Sayang makanan kamu enak banget, aku gak nyangka kalo kamu pinter masak." ucapnya sambil menggoda Hanna
__ADS_1
Hanna hanya tersenyum dengan pujian yang dikatakan Bram kina ia merasakan betapa beruntungnya memiliki Bram "Ya Allah terimakasih engkau telah membolak-balikkan hati suamiku, kini sikap dia sangat membuat aku semakin jatuh cinta padanya semoga mas Bram benar-benar menyesali perbuatannya dan tidak kembali lagi dengan Rina dan membangun hubungan yang tidak sah." ucapnya dalam hati sambil tersenyum kepada Bram
Setelah sarapan bersama Hanna mengantar Bram sampai depan pintu rumahnya Hanna membawakan tas kerja milik Bram "Mas tasnya." ucap Hanna sambil memberikan tasnya
Bram mengambilnya dengan tersenyum "Makasih yah, oiyah nanti insyaallah kalo dikantor gak banyak kerjaan kita kerumah papah aku mau jelasin sama dia soal Kita ingin menikah ulang." ucapnya sambil menghadap kearah tubuh Hanna
Hanna menganggukan wajahnya dengan tersenyum "Iyah mas yaudah kamu berangkat gih nanti telat hati-hati dijalan yah." ucapnya dengan tersenyum
Bram memegang pundak Hanna dengan lembut "I love you!" ucapnya sambil mencium pipi Hanna
Wajah Hanna malah memerah ketika Bram menciumnya, Bram yang melihat wajah Hanna merah hanya bisa ketawa karena kini ia tahu itu adalah ciuman pertamanya pada sang istri "Yaudah aku jalan yah, Assalamu'alaikum." ucapnya
Hanna pun mencium tangan Bram "Take care." ucapnya dan melambaikan tangannya kearah Bram yang berjalan untuk memasuki mobilnya
°°°°°°
Bram sampai dikantornya, saat ingin memasuki ruangannya langkahnya terhenti oleh panggilan sekertarisnya "Selamat pagi pak." ucap Linda pada Bram
Bram menghentikan langkahnya untuk memasuki ruangannya "Pagi juga Lin." ucapnya dengan tersenyum
Linda menghentikan langkah Bram lagi "Maaf pak bu Rina menunggu bapak." ucapnya
"Dia ada diruangan bapak." ucapnya sambil mnegunjuk kearah ruangan Bram
"Ok makasih." ucapnya dan langsung memasuki ruangannya. Saat masuk ruangannya benar ada Rina didalamnya dia duduk dikursi kerja Bram "Mau apa kamu?" ucapnya sambil menghampiri Rina
Rina mendongakkan kepalanya kearah Bram "Hay mas." ucapnya dengan tersenyum
Bram hanya dia dia tidak menjawab ucapan Rina. Rina bangun dari duduknya dan mendekati tubuh Bram dia memegang pundak Bram dengan lembut "Tangan kamu sangat kotor gak pantas menyentuh tubuh aku!" ucapnya dengan tegas sambil menepis tangan Rina
Rina berbalik kearah tubuh Bram dan dia menyentuh wajah Bram dengan lembut "Mas Bram aku mau kita kembali seperti dulu lagi, karena aku tau dari wajah kamu, kamu masih mencintai aku kan?" ucapnya dengan wajah memelas
Bram tertawa kecil mendengar ucapan Rina "Itu cuma mimpi kamu saja, ingat yah hubungan kita sudah berakhir jadi aku mohon kamu keluar dari ruangan saya karena saya ingin kerja." ucapnya dengan tegas
Rina bermohon kepada Bram dia memegang tangan Bram dengan wajah memelas "Mas yang kamu liat kemarin itu salah itu gak seperti apa yang kamu pikirkan." ucapnya dengan menatap wajah Bram
Bram menghadapkan kearah tubuh Rina "Kamu carat baik-baik omongan saya, kita tidak akan pernah bisa kaya dulu lagi! Dan hubungan kita sudah berakhir! Karena saya ingin memperbaiki hubungan saya dengan istri saya!" ucapnya dengan tegas menatap wajah Rina dengan kebencian
Rina terkejut dengan ucapan Bram dia tidak percaya bahwa Bram sudah mulai mencintai Hanna padahal dia tahu betul siapa wanita yang paling dicintai Bram "Kamu gak bercanda kan mas? Ini bohong kan? Kamu gak bakal balik sama Hanna kan?" tanyanya dengan tidak percaya
Bram tertawa kecil menatap Rina "Kata siapa? Bahkan aku dan Hanna akan menikah ulang dan kita akan jauh lebih bahagia dibanding aku dengan kamu! Mending kamu keluar dari ruangan ini atau saya panggilkan security untuk mengusir kamu dari kantor ini?" ucapnya sambil mengarahkan tangannya kearah pintu ruangannya
__ADS_1
Rina mengambil nafas dengan dalam "Ok aku akan pergi dari sini tapi aku akan pastikan kalo rencana kamu untuk menikah ulang dengan dia akan gagal!" ucapnya dengan tegas sambil berjalan keluar dari ruangan Bram
Setelah Rina keluar dari ruangannya Bram berjalan menuju kursi kerjanya dan duduk dikursi kerjanya Bram menarik nafas dengan dalam setelah mendengar ucapan Rina sebelum dia keluar dari ruangannya "Gua gak akan biarkan Rina menghancurkan ini semua! Cukap dengan semua luka yang udah gua toreh dihati Hanna selama ini." ucapnya dengan tegas kepada diri sendiri
°°°°°°
"Mas Bram kamu pikir aku akan diam dan menyerah gitu aja? Aku akan pastikan kalo pernikahan kamu dan Hanna akan gagal!" ucapnya dengan tersenyum sinis sambil mengendarai mobilnya
°°°°°
Hanna sudah rapih memakai baju muslim miliknya dengan polesan make up yang tertera diwajahnya yang cantik, dia sedang duduk dimeja hiasnya menghadap kaca "Ya Allah semoga hari ini engkau dapat memudahkan urusan hamba dengan mas Bram untuk meminta izin pada papah dan mamah." ucapnya dalam hati sambil menatap wajahnya kearah cermin dengan tersenyum manis
Setelah menunggu Bram beberapa saat handponenya berbunyi tanda panggilan masuk, saat melihat siapa yang menelfonnya ternyata Bram yang menghubungi Hanna, Hanna langsung mengangkatnya
Hanna://"Assalamu'alaikum mas." ucapnya dalam telfon
Bram://"Waalaikum'sallam istriku yang cantik, oiyah aku udah dijalan bentar lagi sekitar 10 menit aku udah sampe rumah jadi aku harap kamu udah selesai siap-siap jadi kita bisa langsung berangkat kerumah papah." ucap Bram dengan manja
Hanna://"Mas Bram gombal aja, ini aku udah selesai kok aku lagi nunggu kamu sampe dirumah."
Bram://"Yaudah kamu tunggu dikit lagi aku udah masuk komplek jadi kamu tunggu dikit lagi yah?" ucapnya dengan tertawa kecil
Hanna://"Yaudah hati-hati yah mas Assalamu'alaikum." ucapnya sambil menutup telfon dari Bram
°°°°°°
Bram sampai didepan rumahnya dan Hanna sudah menunggunya 2 menit didepan rumahnya "Assalamu'alaikum sayang." ucap Bram setelah keluar dari mobil
Hanna tersenyum ketika Bram memanggil dirinya sayang setelah perlakuan Bram yang dingin selama 1 tahun pernikahannya "Waalaikum'sallam suamiku." ucapnya dengan menggoda Bram
Bram tertawa dengan ucapan Hanna yang memanggil dirinya suamiku, selain itu Bram terpaku dengan penampilan Hanna yang begitu cantik dimata Bram "Masyaallah istri aku cantik banget, nikmat Allah mana yang ingin aku dustakan?" ucapnya yang menggodai Hanna sambil mencolek hidung mancung Hanna
Hanna tersipu malu dengan sikap Bram atas dirinya "Yaudah kita berangkat aja nanti kelamaan dijalannya." ucap Hanna dengan manja
Bram langsung membukakan pintu mobil untuk Hanna masuk kedalam mobilnya "Silahkan tuan putri." ucapnya dengan tersenyum
Lalu Hanna masuk kedalam mobil Bram "Makasih mas." ucapnya setelah dibukakan pintunya oleh Bram
__ADS_1
Bram tersenyum kearah Hanna sebelum memasuki mobilnya dan menjalankan mobilnya kearah rumah orang tuanya
Jangan lupa like, komen, share, vote author, follow ig author @sofiimwddh, dan ikuti terus cerita novel "Harapan diatas Doa" yang setiap author publish!