Harapan diatas Doa

Harapan diatas Doa
Episode 20


__ADS_3

"Han tunggu Han." ucap Rifki yang mengejar Hanna yang lari keluar dari dalam resto


Hanna menghentikan langkahnya karena lengannya dipegang oleh Rifki "Ki lepas ki lepas." ucap Hanna sambil mencoba melepaskan lengannya yang dipegang oleh Rifki


"Gak aku gak akan lepasin kamu sebelum kamu terima aku." ucap Rifki dengan tegas


"Gak bisa kan didalam udah aku jelasin kita gak mungkin kaya dulu lagi." ucap Hanna dengan melihat kearah Rifki


"Aku tau aku salah pada waktu itu cuma aku ada penjelasan kenapa aku lakukan itu jadi izinkan aku untuk menjelaskan semuanya ke kamu." ucapnya dengan nada paksa


Hanna mengarahkan wajahnya kearah Rifki "Jelasin apa? Hah semuanya sudah jelas jadi aku minta tolong, tolong lupakan aku dan terima ini semua dengan hati ikhlas kamu, aku mohon lepasin tangan aku dan aku mau pergi." ucapnya dengan menatap wajah Rifki


"Ok aku lepaskan." ucapnya dengan nada pelan sambil melepaskan pegangannya


Hanna pun pergi setelah Rifki melepaskan pegangannya


"Han kalo memang kamu benar-benar bahagia dengan suamimu aku akan melepaskan kamu sepenuhnya tapi kalau tidak aku akan tetap memperjuangkan kamu sampai kita benar-benar bersama seperti dulu dan aku akan membahagiakan kamu sepenuhnya." ucapnya dalam hati


 


°°°°°°°


 


"Iyah ok besok kita bahas lagi." ucap Bram pada sekertarisnya


"Ok pak." ucap Linda dengan senyum


Bram pun keluar dari kantornya menuju parkiran mobil dan menuju rumahnya, Saat sedang menyetir tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda telfon masuk, Bram mengambil ponselnya yang berada di kantonh celananya "Papah?" ucapnya setelah melihat siapa yang menelfonnya


Bram://"Iyah halo pah ada apa?" tanyanya didalam telfon


Pak Ardi://"Gak ada apa-apa sih papah cuma mau telfon kamu aja, oiyah gimana kabar kamu dan Hanna?"


Bram://"Hmm allhamdulillah aku dan Hanna baik-baik aja kok pah, gimana kabar papah dan mamah? Baik kan?"


Pak Ardi://"Syukurlah kalo baik-baik saja, kami pun juga baik kok, oiyah kalian hubungannya baik kan?"


"Papah gak boleh sampai tau kalo hubunganku dan Hanna lagi tidak baik, kalo papah tau aku bisa habis dimarah-marahin lebih baik aku bohong aja demi kebaikan." ucapnya dalam hati


Pak Ardi://"Bram hallo kamu masih disitu kan?"


bram://"I Iyah pah hmm aku dan Hanna baik, kita baik-baik aja gak ada masalah, yaudah yah pah aku tutup dulu soalnya lagi nyetir mobil." ucap Bram


Pak Ardi://"Yasudah kamu dan Hanna baik-baik aja yah gak usah ribut-ribut lagi salam untuknya, Assalamu'alaikum." ucapnya sambil menutup telfonnya yang tersambung ketelfon Bram


Bram://"Iyah pah, Waalaikum'sallam." ucap Bram sambil mematikan ponselnya dan menantunya ditempat semula


"Semoga papah tidak tau masalah ku dan Hanna, aku tidak mau kalo sampe papah ikut campur lagi urusanku." ucapnya dalam hati


 


°°°°°°°


 

__ADS_1


"Morning my dear." ucap Hanna dengan tersenyum saat Bram turun dari anak tangga


Bram hanya diam dengan memasang wajah dinginnya seakan Hanna tidak ada dihidupnya. Hanna hanya bisa beristighfar didalam hatinya dengan sikap Bram yang makin hari dingin padanya "Mas ini udah aku siapin sarapan kesukaan kamu, yuk makan." ucapnya dengan senyum


Lagi-lagi Bram hanya diam dia tidak menjawab sepatah kata pun ia langsung menuju meja makan dan hanya minum segelas air putih, Hanna menghampiri Bram yang sedang minum air putih didekat meja makan "Aku ambilin yah sarapannya?" tanyanya dengan lembut


Bram mengarahkan wajahnya kearah Hanna dan menatapnya dengan tajam "no need to pretend to care, for me you are a stranger in my life!" ucapnya dengan tegas


Hanna hanya memejamkan kedua matanya ketika mendengar ucapan Bram yang membuat hatinya terasa ditusuk oleh ribuan jarum, Bram pergi begitu saja tanpa pamit kepada Hanna dan langsung menuju mobilnya untuk menuju kantornya "Ya Allah apa yang harus aku lakukan saat ini? Dengan sikap mas Bram yang seperti itu kepadaku apakah aku mampu bertahan?" ucapnya dalam hati sambil meneteskan air mata


 


°°°°°°°


 


Saat Bram sedang mengendarai mobilnya menuju kantor tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda pesan masuk, ia meminggirkan mobilnya dipinggir jalan untuk melihat siapa yang mengirim pesan padanya "No ini lagi." ucap Bram setelah melihat siapa yang mengirimnya


Lalu ia membuka pesan tersebut, saat membukanya orang tersebut mengirim gambar lagi, Bram melihat Hanna sedang makan diresto bersama laki-laki yang Bram tidak kenali "Arghhh ternyata dia sudah berani bermain dengan laki-laki lain!" ucapnya dengan kesal setelah melihat pesan tersebut


Bram menelfon orang yang mengirimnya pesan tapi tidak diangkat oleh orang tersebut sudah beberapa kali Bram telfon tidak diangkat juga oleh orang tersebut "Arghhh sial dia gak angkat telfon gua lagi! Apasih mau dia ini?" ucapnya dengan kesal sambil memukul setiran mobilnya


 


°°°°°°


 


Hanna mendengar suara ketukan seseorang dari pintu rumahnya, ia mencoba memanggil pembantu rumahnya tapi sang pembantu ternyata lagi disuruh untuk membi keperluan dapur olehnya. Hanna membuka pintu rumahnya dan dia syok ternyata yang datang adalah ibu mertuanya "Masyaallah mamah, Assalamu'alaikum mah." ucap Hanna dengan wajah gembira sambil mencium tangan bu Ani


"Ayuk mah masuk." ucap Hanna sambil memegang tangan bu Ani


"Rumah kamu sepi banget Han, emang bibi kemana?" tanyanya sambil duduk disofa ruang tamu


"Oh bibi lagi pergi ke minimarket ada barang yang harus dibeli buat dapur." ucapnya dengan tersenyum


"Oh Bram masih kerja?" tanyanya dengan mengerutkan dahi


"Iyah mah mas Bram masih kerja." ucapnya dengan senyum "Oiyah mamah tumben kesini sendiri ada apa?" tanyanya dengan wajah bingung


"Iyah mamah emang sengaja datang kesini sendiri soalnya papahmu lagi ada urusan sama temennya, mamah datang kesini tuh karena kangen sama kamu sama Bram juga." ucapnya kepada Hanna


"Ya ampun mah kalo gitu biar Hanna sama mas Bram aja yang datang kesana jadi mamah gak perlu datang kesini." ucapnya dengan wajah tidak enak


"Gapapa lagi juga mamah emang mau kerumah kalian aja, kalo ditelfon kan kurang afdol rasanya."


"Ogitu iyah mah." ucapnya dengan tersenyum


 


°°°°°°°


 


Bram pulang kerumah setelah seharian bekerja ia tidak tahu kalau ibunya sedang ada dirumah Hanna memang sengaja tidak memberitahunya karena ingin membuat suprise kepada Bram dengan kedatangan ibunya "Assalamu'alaikum." ucap Bram setelah membuka pintu rumahnya

__ADS_1


"Waalaikum'sallam." ucap seorang perempuan parubaya, yang tak lain adalah bu Ani ibunya Bram


Bram terkejut saat yang menyambut pulangnya adalah ibunya ia terlihat sangat senang dengan kedatangan ibunya kerumahnya "Mamah, ya ampun mah mamah kapan datang kesini?" tanyanya sambil mencium tangan ibunya


"Tadi siang." ucapnya dengan tersenyum


"Yaudah mah Kita duduk aja ngobrolnya." ucapnya sambil menuju kearah sofa "Mamah datang kesini sendiri? Kenapa gak telfon aku biar Bram bisa jemput mamah?"


"Gapapa Bram lagi juga mamah emang pengen dateng kesini aja, tadinya mau sama papah cuma dia lagi ada urusan sama temennya biasalah."


Saat sedang asyik mengobrol tiba-tiba Hanna membawakan segelas teh untuk ibu mertuanya dan suaminya yang baru pulang kerja "Kayanya lagi asyik ngobrolnya, ini aku buatin teh untuk mamah dan ini peppermint untuk kamu." ucapnya dengan tersenyum sambil menaruh gelas berisi teh keatas meja


Bram hanya diam dia tidak menjawab kepada Hanna "Aduh jadi ngerepotin kamu deh." ucap bu Ani pada Hanna


"Gapapa kok mah ini sama sekali gak ngerepotin." ucapnya dengan tersenyum


Hanya ada keheningan diantara mereka bertiga apalagi Bram dan Hanna mereka sama sekali tidak berbicara satu sama lain bu Ani merasakan keheningan diantara mereka berdua "Kok mereka saling diam apa mereka berantem? Sebaiknya aku tanyakan saja." ucapnya dalam hati sambil melirik kearah Hanna dan Bram


"Ekhmm kalian kenapa saling diam?" Tanya bu Ani yang memecahkan keheningan diantara mereka berdua sambil melihat kearah Hanna dan Bram secara bergantian


"Gak kok mah kita gak diem-dieman, Iyah kan sayang?" ucap Bram dengan gerogi sambil mengarahkan bola matanya kearah Hanna


Hanna menyadari kode dari Bram, dan tidak ingin ibunya mengetahui kalo mereka sedang dilanda oleh masalah "I iyah kok mah kita gapapa." ucapnya dengan terbata-bata sambil tersenyum


Bram pun mensenyumi ucapan yang dikatakan oleh Hanna pada ibunya "Mamah gak boleh tau masalah ini, kalo mamah tau dia pasti bilang ke papah dan papah akan ikut campur lagi dalam urusanku." ucapnya dalam hati


°°°°°°


Bram dan Hanna masuk kedalam kamar mereka, kali ini Bram terpaksa harus satu kamar dengan Hanna karena dia tidak ingin kalo ibunya mengetahui kalo dirinya sedang berantem dengan Hanna "Hanna aku gak mau kalo sampe mamah tau masalah ini." ucap Bram setelah masuk dari kamarnya


Hanna menghampiri Bram yang berdiri disamping tempat tidur "Iyah mas aku paham kok maksud kamu." ucap Hanna dengan pelan


"Bagus kalo gitu." ucap Bram dengan jutek sambil berjalan menuju kamar mandi


Namun langkah Bram menuju kamar mandi terhenti oleh ucapan Hanna "Tapi mas kita bisa tidur bareng kan?" tanyanya dengan mihat wajah Bram yang jutek


Bram mengarahkan wajahnya kearah Hanna "Jangan mimpi seperti dulu lagi wait for the right time I'll divorce you!" ucap Bram dengan jutek


Hanna terkejut ketika mendengar ucapan Bram padanya "Apa kamu mengingkan kita berpisah? Mas kamu gak ingat dengan kejadian waktu kamu memohon untuk meminta maaf dan menikah ulang dengan ku untuk menebus semua kesalahan kamu?" ucap Hanna dengan tegas kearah Bram


Bram kesal dengan ucapan Hanna padanya ia tidak terima jika Hanna mengucapkan seperti itu pada dirinya "Cukup! Jangan pernah membantah keputusan aku, kejadian seperti itu hanya kejadian biasa dan bagi aku itu adalah hal paling bodoh yang pernah aku lakukan hanya untuk wanita seperti kamu!" ucap Bram dengan wajah emosi


Hanna meneteskan air matanya dihadapan Bram dengan Teresa deras yamg jatuh dipipinya, Bram menyebutkan bibirnya dengan sinis "Gak usah pake nangis segala, nangis gak akan pernah menyelesaikan masalah dan aku ingat jangan harap masalah kita akan selesai begitu saja dan kita akan baik lagi seperti dulu it was only dream!" ucapnya dengan tegas sambil menatap tajam wajah Hanna dan Bram langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya


Hanna menunggu Bram sampai keluar dari kamar mandi dengan membawakan baju untuk Bram beristirahat, setelah beberapa menit menunggu akhirnya Bram keluar dari kamar mandi dan Hanna menghampirinya sambil membawa pakaian bersih untuk Bram "Ini bajunya udah aku siapkan." ucapnya sambil memberikan pada Bram


"Gak usah sok perduli sama aku urusin aja cowo yang kamu temuin diresto kemarin!" ucapnya dengan jutek dan langsung menuju sofa kamarnya untuk Bram tiduri


Hanna hanya bisa beristighfar dengan sikap Bram yang makin hari makin dingin padanya "Ya Allah dengan cara apa untuk aku jelaskan pada suamiku bahwa apa yang dia lihat dari messagenya tidak seperti apa yang dia pikirkan? Tapi selama masih ada harapan diatas doa aku masih ada kesempatan untuk membuktikan bahwa yang ia pikirkan itu salah dengan izinmu itu semua akan terjadi Aamiin." ucapnya dalam hati sambil menghapus air matanya yang jatuh dipipinya


Makasih buat kalian yang setia untuk baca novel "Harapan diatas doa" maaf yah kalo authornya jarang up doakan untuk selalu sehat biar bisa rajin up ceritanya ♡


Selamat hari ibu untuk ibu diseluruh dunia, a hero like mother deserves a special day every day! ♥️


Happy reading! ✨

__ADS_1


__ADS_2