Harapan diatas Doa

Harapan diatas Doa
Episode 27


__ADS_3

Hanna berlari meninggalkan Bram yang berada dikamar mereka menuju garasi rumahnya, Hanna memasuki mobilnya Bram pun mengejar Hanna yang berlari keluar rumah "Hanna tunggu dulu Han kita bisa bicarakan ini semua baik-baik, tolong sayang dengarkan aku." ucap Bram sambil mengetuk-ngetuk kaca mobil Hanna


Hanna yang berada didalam mobil hanya diam dia tidak menghiraukan Bram yang memintanya keluar dari dalam mobil untuk mendengar penjelasannya. Hanna menyalakan mesin mobilnya dan membawa mobilnya berjalan keluar rumah, dipertengahan jalan Hanna menghentikan mobilnya "Ya Allah kenapa harus seperti ini? Apa aku masih kurang buat kamu mas Bram?" ucap Hanna dalam mobil sambil meneteskan air mata


 


°°°°°°


 


Hanna pergi kesebuah cafe tempat dulu dia selalu nongkrong bersama sahabatnya, ia menangis didalam cafe tersebut memikirkan permasalahanya dengan Bram


Rifki sedang berjalan didalam cafe sambil mencari tempat kursi yang kosong untuk ia tempati, saat berjalan tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang sedang duduk dicafe sambil menangis tersedu-sedu "Hanna?" ucap Rifki sambil melihat kearah Hanna


Hanna mengarahkan wajahnya kearah Rifki ketika dia menyebut namanya "Rifki?" ucapnya sambil mengusap air mata yang jatuh dipipinya


"Aku boleh duduk disini?" Tanya Rifki sambil menunjuk kesebuah kursi


"Iyah silahkan." ucap Hanna sambil senyum


Rifki langsung duduk dikursi satu meja dengan Hanna "Han kamu tumben kesini sendiri suami kamu mana?" tanyanya pada Hanna


Hanna menggelengkan wajahnya kearah Rifki "Mas Bram lagi ada urusan kantor jadi dia gak bisa temenin aku." ucapnya dengan senyum


"Tapi kamu kenapa nangis? Apa lagi ada masalah?" tanyanya dengan bingung


Hanna mengusap air matanya lagi ketika Rifki melihatnya sedang menangis "Gak aku gak nangis kok, ini cuma kelilipan aja tadi." ucapnya pada Rifki


"Han kamu gak usah bohong sama aku, aku tau kamu lagi ada masalah kan cerita aja siapa tau aku bisa bantu?" ucapnya pada Hanna


"Gapapa kok Ki lagi juga aku lagi gak ingin cerita kesiapa-siapa." ucapnya pada Rifki


"Atau lagi ada masalah sama Bram?" ucapnya sambil menyindir Hanna


Hanna terkejut dengan ucapan Rifki bagaimana dia bisa tahu kalau dirinya sedang ada masalah dengan Bram, dan Hanna pun tidak menjawab pertanyaan Rifki "Soalnya beberapa hari yang lalu aku liat dia makan siang diresto sama perempuan cakep sih perempuannya." ucapnya sambil menyindir Hanna lagi

__ADS_1


Hanna terkejut lagi dengan ucapan Rifki padanya "Dari mana kamu tau?" tanyanya pada Rifki


"Sebenernya aku gak mau ikut campur lagi urusan kamu Han tapi aku gak tega liat kamu disakiti terus sama laki-laki lain apalagi suami kamu, Han aku pernah janji kan sama kamu kalo aku akan mengikhlaskan kamu dengan orang lain asal kamu bahagia dengan pilihan kamu." ucap Rifki sambil melihat kewajah Hanna


"Jadi sebenernya kamu gak ikhlas kalo aku memilih Bram dibanding kamu?" tanyanya dengan melihat kewajah Rifki


Rifki tersenyum sinis ketika mendengar ucapan Hanna kepadanya "Kamu salah paham Han aku memang sangat mencintaimu tapi itu dulu sekarang aku mencoba untuk mengikhlaskan kamu dengan laki-laki lain aku harap kamu selalu bahagia." ucapnya dengan senyum


 


°°°°°°


 


Setelah bekerja seharian Bram pulang kerumah "Assalamu'alaikum Hanna aku pulang." ucap Bram setelah membuka pintu rumah


Bram berjalan menuju ruang makan saat berjalan ia melihat makanan tersusun rapih diatas meja makan dengan menu kesukaan Bram, saat mendekati meja makan ia melihat sebuah kertas tergeletak diatas meja


"Jangan lupa makan malamnya."


Setelah memakan masakam Hanna, Bram berjalan menuju kamarnya dan melihat Hanna yang sudah tertidur pulas diatas tempat tidur. Bram meletakkan sebuah bunga mawar diatas meja samping tempat tidur yang ditiduri Hanna "Hanna maafkan aku, aku tau aku salah, Hanna!" ucapnya pada Hanna yang sedang tertidur


Bram melepaskan dasinya yang terikat rapih dikerah bajunya, Hanna membuka matanya melihat bunga yang diberikan Bram untuknya yang teleletak dimeja dekatnya "Aku mau segera memaafkan kamu mas Bram tapi entah kenapa mulut ini sulit untuk mengucapkannya." ucap Hanna dalam hati


 


°°°°°°


 


Pagi harinya Hanna sedang sarapan dimeja makan sendiri karena Bram sedang bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, setelah selesai bersiap-siap Bram menuju ruang makan untuk sarapan bersama Hanna "Good morning my dear!" ucap Bram dengan lembut


Hanna tetap diam dan tetap melanjutkan sarapannya, Bram duduk dikursi biasa ia tempati dan sarapan pagi mereka hanya ada keheningan diantara mereka berdu. Setelah selesai sarapan Bram pamit untuk berangkat kekantor "Aku berangkat dulu yah." ucapnya dengan senyum


Hanna diam tidak menjawab ucapan Bram, saat Bram ingin melangkahkan kakinya menuju mobilnya langkahnya dihentikan oleh tangan Hanna yang ingin salim kepadanya, Bram pun memberikan tangannya untuk Hanna cium "Ya Allah betapa sollehanya kamu kepada suamimu Hanna, maafkan aku jika aku sudah mengecewakan kamu." ucap Bram dalam hati

__ADS_1


Setelah selesai mencium tangan Bram, Bram pun berjalan untuk menuju kantornya "Assalamu'alaikum." ucap Bram dengan senyum sambil berjalan menuju mobilnya


Hanna pun menjawa ucapan salam dari Bram "Waalaikum'sallam." ucapnya dengan pelan


Tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda pesan masuk, Hanna pun membuka pesan tersebut yang tak lain adalah Rina "Dia lagi." ucap Hanna setelah melihat siapa yang mengirim pesan padanya


*Rina


"Gimana apa kamu sudah menggugat cerai suami kamu*?"


Isi pesan dari Rina. Hanna hanya bisa menarik nafas ketika selesai membaca pesan yang dikirimkan Rina padanya "Asstagfirullah'al azim ya Allah apakah aku harus benar-benar melepaskan Bram untuk perempuan lain?" tanyanya dalam hati sambil meneteskan air mata


Diperjalanan Bram masih teringat permasalahannya dengan Hanna, dia mengaku menyesal pada perbuatan yang telah ia ciptakan pada keluarganya sendiri "Asstagfirullah'al azim rumah tangga apa yang sudah kuciptakan untuk istriku tercinta? Aku menyesal ya Allah dan aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri karena aku sudah membuat istriku kecewa berkali-kali." ucapnya sambil menyetir mobilnya dan sambil memukul setiran mobilnya


°°°°°°°


Rina sengaja menunggu kedatangan Bram dikantornya, ia menunggu diruangan khusus tamu yang ingin bertemu dengan Bram, setelah selesai melakukan perjalanan menuju kantornya Bram memasuki kantornya dan menuju ruangannya, langkahnya terhenti ketika Rina memanggilnya "mas Bram!" ucap rinna dengan nada agak kencang


Rina menghampiri Bram yang berdiri didepan ruangannya "Pagi mas Bram." ucapnya dengan senyum


"Ada apa?" tanyanya dengan wajah kusut


Rina heran tidak biasanya Bram memperlakukan dirinya seperti ini lagi "Kamu kenapa jutek sih hari ini? Ada masalah?" tanyanya dengan bingung


"Rin tolong yah jangan ganggu aku untuk saat ini dan seterusnya." ucap Bram pada Rina


Rina terkejut dengan ucapan Bram yang meminta dirinya untuk tidak menemuinya lagi "Maksud kamu apa mas? Maksudnya jangan temuin kamu untuk saat ini dan seterusnya ada apa?" tanyanya lagi dengan bingung


Tanpa menjawab ucapan Rina Bram langsung berjalan menuju ruangannya tanpa menghiraukan Rina yang ada dihadapannya. Rina bingung dengan tingkah Bram pagi ini pada dirinya "Mas Bram kenapa sih kok dia aneh banget hari ini? Apa ada urusannya sama istrinya lagi?" ucapnya dalam hati


°°°°°°


Didalam ruangannya Bram duduk di kursi tempat kerjanya "Arghh kenapa hidup gua harus ribet kaya gini sih? Kalo gak masalah sama Hanna sama Rina kalo gak Rina Hanna arghhh kenapa hidup gak adil gini sih?" ucapnya dengan wajah kesal sambil mengusap wajahnya


Makasih buat pembaca novel "Harapan diatas Doa" ikuti terus setiap episode yang author publish! Jangan lupa like, komen, share, vote author dan follow ig @sofiimwddh (WAJIB!)

__ADS_1


Happy reading! ✨


__ADS_2