
Bram setelah menikmati teh buatan Hanna ia langsung beristirahat duluan dan Hanna sedang berada dikamar mandi, setelah beberapa menit didalam kamar mandi Hanna keluar dari kamar mandi dan melihat Bram yang sudah tidur duluan ditempat tidur mereka berdua
Hanna menghampiri Bram yang sudah tertidur pulas diatas kasur "Ya Allah apakah akhirnya laki-laki yang sedang tertidur pulas dihadapanku akan kembali lagi kepada mantan kekasihnya, yaitu Rina? Apakah aku yang akhirnya harus mengalah untuk Rina yang akan menggantikan posisiku dihati suamiku? Asstagfirullah'alazim tuntun aku selalu dalam menghadapi setiap masalah yang engkau berikan padaku karena aku percaya setelah ujian yang engkau berikan akan ada kebahagiaan yang sedang menunggu." ucap Hanna dalam hati sambil menatap wajah Bram yang tertidur pulas
°°°°°°
Hanna sedang menyiapkan sarapan pagi untuk Bram. Setelah selesai memakan baju untuk berangkat ke kantor Bram turun dari kamarnya yang berada dilantai 2 menghampiri Hanna yang sedang berada dimeja makan "Morning my dear!" ucap Bram dengan lembut pada Hanna
"Morning to." jawab Hanna dengan senyum
Bram langsung duduk dikursi meja makan biasa ia tempati ketika sarapan bersama dengan Hanna, Hanna melayaninya dengan lembut dan menyiapkan sarapan untuk Bram "Nih mas sandwichnya." ucap Hanna sambil memberikan sepirinh sandwich pada Bram
"Makasih yah." ucapnya dengan senyum sambil mengambil piring yang diberikan Hanna untuknya
Mereka pun menikmati sarapan paginya dengan keheningan, keheningan tersebut terpecahkan dengan suara pesan yang masuk pada handpone Bram. Bram mengambil handponenya disaku celananya dan melihat siapa yang mengirim pesan padanya pagi-pagi "Rina." ucapnya dalam hati
Ia pun membuka pesan tersebut
Rina
"Mas sarapan untuk kamu udah aku kirim kekantor yah, semoga kamu suka:)"
Isi pesan yang dikirimkan oleh Rina padanya. Hanna pun bertanya pada Bram tentang siapa yang mengirim pesan padanya sepagi ini "Dari siapa?" tanyanya pada Bram
Bram langsung memasukkan kembali ponselnya ketempat semula "Hmm ini dari kantor ngasih tau kalo dikantor lagi banyak kerjaan." ucapnya pada Hanna
"Oh dari kantor." jawab Hanna
"Iyah dari kantor." ucapnya dengan senyum
Setelah selesai sarapan Bram akhirnya menuju kantor untuk bekerja diperusahaan yang diberikan oleh orang tuanya
Hanna melihat mobil Bram yang sudah melaju menuju kantornya dari jendela rumahnya "Mas Bram aku tau kamu tadi sedang berbohong tentang pesan tadi, aku harap aku bisa memaafkan kamu jika kamu benar-benar ketauan oleh aku sedang pergi bersama Rina berdua." ucap Hanna sambil meneteskan air matanya
Tidak lama kemudian ponsel Hanna berbunyi pesan masuk ia langsung melihat siapa yang mengirimnya pesan. Saat dilihat ia tidak mengenali no yang mengirim pesan padanya. Ia langsung melihat pesan yang dikirim nomor tidak dikenal padanya, saat mengklik pesan tersebut ternyata orang tersebut mengirim gambar padanya "Asstagfirullah'alazim ini bukannya mas Bram? Mas Bram makan siang sama Rina!" ucapnya saat melihat gambar pesan yang dikirim oleh orang yang tidak ia kenali
Tidak lama kemudian orang tersebut mengirim pesan kata pada Hanna
+*62...
"Gimana kamu sudah melihat bahwa suami kamu lebih memilih makan siang bersama saya dibanding dengan kamu, istrinya. Rina*!"
Hanna baru menyadari bahwa yang mengirim pesan padanya adalah Rina "Asstagfirullah'alazim jadi ini Rina, dan mas Bram benar-benar makan siang bersama Rina. Ya Allah kuatkan aku dalam menghadapi ujian ini." ucapnya dengan meneteskan air mata
Saat sedang memandangi foto Bram yang sedang makan siang bersama Hanna tiba-tiba orang kepercayaannya yang memegang urusan perusahaannya menelfonnya
__ADS_1
Hanna://"Assalamu'alaikum mas ada apa? Sekarang? Ok aku siap-siap untuk berangkat kesana, Iyah mas share lock aja ke aku, Waalaikum'sallam." ucap Hanna dalam telfon pada Dani
Hanna pun bersiap-siap ke cafe untuk menemui Dani
°°°°°°
Bram sampai dikantornya, saat ingin memasuki ruangannya langkahnya dihentikan oleh Linda "Pagi pak maaf ini ada titipan dari bu Rina untuk bapak." ucap Linda sambil memberikan sebuah papper bag berwarna biru muda pada Bram
"Ok makasih yah." ucap Bram sambil mengambil papper bag yang diberikan Linda padanya
Bram pun masuk kedalam ruangannya dan duduk dikursi kerjanya lalu membuka isi papper bag tersebut. Bram mendapatkan sebuah kotak makan berwarna orange dan mendapatkan sebuah kertas diatas kotak makan tersebut, Bram membuka isi surat tersebut
"Ini buat lunch jadi kamu gak perlu repot-repot keluar buat cari makan, semoga suka yah:)"
Isi surat yang dikirim Rina untuk Bram. Bram tersenyum saat membaca surat dari Rina, saat sedang melihat makanan apa yang dikirim Rina untuk Bram ponsel Bram berbunyi telfon masuk saat dilihat siap yang menelfonnya ternyata Rina yang menelfon Bram, Bram pun mengangkat telfon dari Rina
*Bram://"Assalamu'alaikum Rin ada apa?" Tanya Bram dalam telfon
Rina://"Hmm gak ada apa-apa sih cuma mau tanya aja makanan yang aku kirim udah sampai dikamu belum?" Tanya Rina dalam telfon
Bram://"Hmm sudah kok ini makanannya lagi aku pegang." ucap Bram dengan senyum dalam telfon
Rina://"Allhamdulillah kalo udah kamu terima, gimana kamu suka gak sama sandwich yang aku buatin spesial buat kamu?" Tanya Rina
Rina://"Yaudah aku gak mau ganggu jam kerja kamu, work spirit!" ucap Rina
Bram://"Thank you somach!"
Rina://"Ok bay!"
Bram://"Bay!" ucapnya sambil mematikan telfonnya yang tersambung pada Rina*
°°°°°°
Setelah bertelfonan dengan bram Rina merasa sangat bahagia karena pelan tapi pasti dia berharap akan mendapatkan Bram kembali untuk selamanya "Kamu sudah masuk dalam tahap awal mas pelan tapi pasti kamu akan menjadi milikku kembali untuk selama-lamanya!" ucap Rina dengan tersenyum sinis
°°°°°°
Saat Bram sedang fokus bekerja dengan laptopnya tiba-tiba mendengar suara pesan masuk pada ponselnya, ia menghentikan kerjanya dan mengambil ponselnya yang berada diatas meja kerjanya dan melihat siapa yang mengirim pesan padanya "Sayang." ucapnya setelah melihat siapa yang mengirim pesan padany dilayar ponselnya
Ia pun membuka pesan yang dikirim Hanna padanya
*Hanna ♥️
"Mas aku mau minta izin sama kamu, maaf kalo aku izinnya mendadak dan hanya aku sampaikan lewat massage aku cuma mau minta izin karena hari ini aku akan ketemu dengan mas Dani orang kepercayaanku yang memegang perusahaanku di cafe*."
__ADS_1
Isi pesan Hanna pada Bram
°°°°°°°
"Ok mas aku ngerti." ucap Hanna pada Dani disebuah cafe
"Iyah Han jadi aku hanya ingin melapor tentang omzet perusahaan kita, allhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar dan sesuai dengan ekspetasi kita." ucap Dani dengan senyum
"Allhamdulillah kalo gitu, yaudah jadi apa yang harus aku tanda tangani?" tanyanya pada Dani
Dani memberika sebuah map berwarna biru muda pada Hanna dan menunjukkan dimana Hanna harus menanda tangani sebuah berkas tersebut "Disini Han jadi biar mas ada bukti kepada semua staf kantor bahwa mas sudah memberitahu semuanya pada kamu agar mas gak dituduh hanya memakan gaji buta." ucapnya pada Hanna
Hanna pun menandatangani berkas tersebut setelah membacanya "Makasih yah mas aku gak tau kalo gak ada mas Dani keadaan kantor mungkin gak akan menjadi seperti ini."
"Hanna kamu gak usah sungkan sama mas, malah mas yang sangat berterima kasih sama kamu karena kamu sudah mempercayai mas untuk mempercayai mas untuk memegang perusahaan sebesar ini." ucapnya dengan senyum
"Sama-sama mas." ucapnya dengan senyum
°°°°°°°
Saat Hanna sedang merapihkan tempat tidur dipagi hari ia tidak sengaja melihat ponsel Bram yang tergeletak diatas meja kerjanya Hanna pun menghampiri meja kerja Bram yang berada didalam kamar "Asstagfirullah'alazim harusnya aku cek lagi barang-barangnya mas Bram jadi kelupaan deh dia gak bawa hp." ucap Hanna dengan mengusap wajahnya
Saat Hanna ingin meletakkannya kembali keatas meja tiba-tiba handpone Bram mendapatkan pesan dari seseorang, Hanna pun melihat siapa yang mengirimnya "Asstagfirullah'alazim pesan dari Rina lagi sudah dua kali aku melihat Rina mengirim pesan pada mas Bram." ucap Hanna sambil melihat pesan dilayar handpone Bram
Hanna pun melihat isi pesan apa saja yang sudah dikirim oleh Rina pada Bram
*Rina
"Mas makasih buat pujian kamu kemarin tentang sandwich yang aku kirim kekantor kamu, nanti aku bikin yang lebih banyak lagi khusus kamu."
"Mas kita jadi makan siang bareng kan hari ini*?"
Isi pesan yang dikirim Rina untuk Bram. Hanna terkejut ketika membaca pesan yang dikirim oleh Rina pada Bram ia tidak menyangka bahwa Bram masih berhubungan dengan Rina. Ia berjalan mendekati tempat tidur dan duduk disamping tempat tidur sambil memegang handpone Bram dengan wajah syok ia terduduk dengan lemas akibat membaca pesan dari Rina
Tidak lama kemudian Bram kembali kerumah untuk mengambil handponenya yang tidak sengaja ia tinggal dirumah "Assalamu'alaikum." ucap Bram setelah membuka pintu kamarnya
Ia terkejut saat membuka pintu kamar ia melihat Hanna yang sedang duduk disamping tempat tidurnya sambil memegang ponsel miliknya, ia berjalan mendekati Hanna "Hanna kamu sudah tau semuanya?" Tanya Bram pada Hanna
Hanna hanya diam dia tidak menjawab pertanyaan Bram ia hanya memejamkan matanya sesekali lalu Bram duduk disampingnya "Hanna maafkan aku, aku gak berniat untuk melakukan ini semua." ucap Bram dengan memasang wajah bersalah
Hanna pun tidak menjawab ucapan dari Bram ia hanya diam dan merasa kecewa pada Bram. Bram menyentuh tangan Hanna namun Hanna menyingkirkan tangannya agar tidak disentuh oleh Bram "Hanna aku mohon maafkan aku, aku gak berniat membuat kamu merasa sakit hati dan aku tidak tau kenapa aku masih merasakan cinta pada Rina itu masih ada." ucapnya dengan melihat wajah Hanna yang meneteskan air mata
Hanna mengarahkan wajahnya kearah wajah Bram yang memandanginya "Aku kira kamu sudah melupakannya dan belajar dari semuanya tapi aku salah aku terlalu naif aku kira kamu sudah benar-benar bisa mencintai aku tapi aku salah." ucapnya pada Bram
"Hanna aku sudah belajar mencintai kamu dan itu sudah berhasil tapi aku tidak tau kenapa aku tidak bisa melupakannya, maafkan aku Hanna." ucapnya
Hanna pun bangkit dari duduknya Bram pun juga bangkit dari duduknya dan memegang kedua tangan Hanna "Hanna maafkan aku, aku janji aku akan benar-benar lupakan dia dan kita akan bersatu kembali dengan bahagia." ucap Bram sambil memohon pada Hanna
Hanna melepaskan gengaman tangan Bram yang memegangi tangannya "Jangan harap aku bisa melupakan kamu mas, sudah cukup aku bertahan satu tahun yang lalu untuk mempertahankan rumah tangga kita yang tanpa ada dasar cinta, aku minta maaf." ucapnya dan langsung pergi dari hadapan Bram
__ADS_1
Makasih buat yang udah setiap baca novel "Harapan diatas Doa" mohon maaf kalo author jarang up setiap episode. Jangan lupa like, komen, share, vote, follow ig @soffimwddh, dan ikuti terus setiap episode yang diupdate
Happy Reading!✨