
Selama bekerja Bram tidak fokus pada kerjaannya ia masih memikirkan pertemuannya dengan Rina tadi siang "Arghhh kenapa gua jadi gak fokus gini sih? Rina, Rina kenapa selalu kepikiran dia? Hmm mending gua selesaikan secepatnya urusan gua sama Rina." ucap Bram
°°°°°°
Dikamar Rina memegang bingkai poto yang terdapat poto Bram dengan dirinya yang terlihat sangat mesra "Bram kamu memang sangat tampan, aku gak akan pernah melepaskan kamu sampai kapanpun! Aku akan lakukan apapun untuk mendapatkan kamu kembali dan akan kupastikan kamu tidak akan pernah bisa melupakan aku!" ucap Rina dengan tatapan wajah sinis
°°°°°°°
Pagi harinya Bram dan Hanna sedang sarapan pagi bersama dirumah mereka, saat sedang menikmati makanannya tiba-tiba handpone Bram berbunyi tanda sms masuk, dia langsung mengambil ponselnya yang berada disaku celananya "Message from Rina?" ucap Bram dalam hati setelah melihat siapa yang mengirim pesan padanya dilayar hp nya
Bram langsung membuka pesan tersebut
*Rina
"Mas kita jadi kan ketemuan nanti siang diresto*?"
Isi pesan yang dikirim oleh Rina padanya "Aduh kenapa gua bisa lupa sih, hari ini kan gua ketemuan sama Rina diresto." ucap Bram dalam hati
Hanna yang sedang menikmati makanannya tiba-tiba menoleh kearah Bram karena wajah Bram berubah menjadi aneh setelah melihat ponselnya "Mas kamu kenapa?" Tanya Hanna dengan bingung
Bram langsung mematikan layar ponselnya yang menyala dan langsung memasukkan kembali ke saku celananya "Eh itu hmm gapapa kok." ucapnya sambil senyum
"Ogitu." jawab Hanna
Bram langsung memakan sarapannya kembali saat Hanna ingin menyantap sarapan paginya kembali tiba-tiba perasaannya tidak enak dan aneh melihat sikap Bram setelah melihat sms dari seseorang padanya "Mas Bram kenapa yah kok aneh banget abis liat hp nya?" ucap Hanna dalam hatinya
"Oiyah Han hmm maaf yh kayanya kita untuk siang ini gak bisa lunch together." ucap Bram pada Hanna
Hanna langsung menghentikan sarapannya "Kenapa dibatalin?" tanyanya dengan bingung
"Tadi Linda kasih tau aku katanya siang ini aku ada meeting diluar sama client." ucap Bram
"Emang meetingnya penting?" tanyanya lagi
Bram menganggukan wajahnya kearah Hanna "Yaudah kalo gitu." ucap Hanna dengan wajah bete
Bram menyentuh tangan Hanna dan mengeluskan punggung tangan Hanna "Maaf yah, aku janji besok kita bisa makan siang bareng dan jalan-jalan kesemua tempat yang kamu inginkan, janji!" ucap Bram sambil memberikan jari kelingkingnya untuk berjanji pada Hanna
Hanna pun membalas jari kelingking Bram dengan berjanji bersamanya dan terukir senyum diwajahnya yamg cantik dan manis
°°°°°°°
Dikantor ia memikirkan pertemuannya dengan Rina dan disatu sisi ia merasa bersalah karena telah membohongi Hanna "Kenapa perasaan gua jadi bimbang gini yah? Gua seneng sih bisa makan siang lagi sama Rina tapi disatu sisi gua merasa bersalah banget karena udah bohongi Hanna, apa gua batalin ketemuan sama Rina dan makan siang aja sama Hanna?" ucapnya dengan diri sendiri
Saat sedang melamun ponsel Bram berbunyi telfon masuk dan Bram langsung membuyarkan lamunannya dan mengangkat telfon dari Rina
*Bram://"Hallo Rin ada apa?" ucapnya dalam telfon
Rina://"Aku cuma mau mastiin aja, Kita jadikan lunch?" Tanya Rina dalam telfon*
Bram://"Hmm I iyah kita jadi makan siang." ucapnya dengan ragu-ragu
*Rina://"Yaudah nanti alamatnya aku share lock ke kamu yah."
Bram://"Iyah sampai jumpa nanti siang."
Rina://"Ok see you*."
°°°°°°°
__ADS_1
Setelah selesai makan siang disebuah resto pilihan Rina "Mas makasih yah udah mau dateng dan makan siang sama aku." ucap Rina pada Bram
"Iyah sama-sama, ini sangat enak sekali kamu pinter milihnya." ucap Bram dengan senyum
"Siapa dulu dong Rina gitu loh." ucap Rina dengan tertawa kecil
"Kamu memang pinter kalo soal pilih makanan dari dulu." ucapnya dengan tertawa juga
Flash back
"Ayo dong sayang dimakan makanannya." ucap Bram pada Rina
Rina menggelengkan wajahnya "Hmm ok kalo kaya gini aku tau harus ngapain." ucap Bram
Bram mengambil sendok dan mengisinya dengan nasi dan lauk yang ada dipiringnya "Ada pesawat terbang ngiung-ngiung." ucap Bram sambil mengarahkan kearah mulut Rina
Rina tertawa kecil dengan sikap Bram yang selalu memanjakan dirinya dengan cara apapun hanya untuk membuat dirinya tertawa dan tersenyum dihadapannya
Flash on
Bram langsung membuyarkan pikirannya yang mengingatkan dirinya pada momen berdua saat makan bersama Rina "Asstagfirullah'alazim." ucap Bram sambil mengusap wajahnya
"Mas kamu kenapa? Gapapa kan?" tanyanya dengan wajah khawatir
"Iyah gapapa kok, oiyah Rin aku gabisa lama-lama disini karena dikantor lagi banyak kerjaan." ucapnya
"Yah berarti aku ganggu kerjaan kamu dong." ucapnya dengan memasang wajah bersalah
Bram menggelengkan wajahnya "Gak sama sekali gak ganggu kok. Makasih yah buat lunch nya." ucap Bram dengan senyum
Hanna menganggukan wajahnya dengan senyum "Makasih mulu dari tadi akutuh udah seneng banget karena kamu bisa luangin waktu kamu buat makan siang sama aku." ucapnya
"Iyah gapapa, yaudah aku duluan yah." ucap Bram sambil mengambil ponselnya yang ia letakkan di atas meja dekatnya
"Iyah hati-hati yah." ucapnya dengan senyum
Bram pun pergi menuju tempat parkiran dan menuju kantornya menggunakan mobilnya
°°°°°°°
Diperjalanan saat Bram sedang fokus menyetir tiba-tiba ponselnya berbunyi telfon masuk, ia langsung mengambil air buds nya dan menyambungkannya pada ponsel miliknya "Hanna." ucapnya saat melihat siapa yang menelfonnya
*Bram://"Assalamu'alaikum ada apa sayang?" ucap Bram dengan nada lembut
Hanna://"Gak ada apa-apa sih aku cuma mau tau aja kamu udah makan siang belum?" Tanya Hanna dalam telfon
Bram://"Hmm udah belum yah? Kamu maunya aku udah makan siang apa belum?" ucap Bram dengan menggoda Hanna
Hanna://"Mas aku serius soalnya aku gak mau sampe kamu lupa makan dan nanti sakit deh." ucap Hanna dengan nada khawatir
Bram://"Kalo aku sakit kan ada kamu yang rawat aku." ucap Bram dengan tertawa kecil
Hanna://"Mas Bram." ucap Hanna dengan kesal
Bram://"Iyah-iyah aku sudah makan baru aja selesai makan." ucapnya sambil menghentikan tertawanya
Hanna://"Allhamdulillah kalo gitu, makan siang dimana?" tanyanya kepada Bram*
"Aduhhh gua jujur gak yah sama Hanna kalo gua makan siang bareng Rina? Tapi kalo gua jujur Hanna pasti bakalan marah banget sama gua." ucapnya dalam hati
*Hanna://"Hallo mas Bram kamu masih disitu kan?" tanyanya dalam telfon
Bram://"Iyah-iyah tadi sekalian makan siang sama client diresto." ucap Bram
Hanna://"Yaudah kalo gitu aku tutup telfonnya yah?"
Bram://"Iyah aku juga lagi nyetir arah kekantor." ucap Bram
__ADS_1
Hanna://"Hati-hati yah mas, aku tunggu kamu dirumah."
Bram://"Iyah Assalamu'alaikum I love you." ucap Bram
Hanna://"Waalaikum'sallam love you to." ucap Hanna*
Bram langsung mematikan telfonnya yang tersambung kepada Hanna "Hanna sayang maafin aku kalo aku udah bohong sama kamu." ucapnya dengan diri sendiri
°°°°°°°
Saat sedang mencuci tangan diwestafel ponsel Hanna berbunyi tanda telfon masuk, ia mengambil ponselnya yang teleletak dimeja dekat tubuhnya
Hanna://"Assalamu'alaikum mas ada apa? Yaudah besok kita ketemu dicafe aja, iyah sampai nanti Waalaikum'sallam." ucap Hanna dalam telfon pada Dani orang kepeecayaannya yang memegang urusan kantornya
°°°°°°
"Assalamu'alaikum." ucap Bram setelah membuka pintu rumahnya
Hanna yang mendengar salam Bram langsung menghampirinya "Waalaikum'sallam." ucap Hanna dan langsung mencium tangan Bram
Bram melepaskan jas yang masih digunakan olehnya "Sini mas jas nya biar aku yang taro." ucap Hanna pada Bram
Bram langsung memberikannya pada Hanna dan dia menuju sofa ruang keluarga, Hanna menghampirinya yang sudah duduk disofa "Kamu mau minum teh atau susu?" tanyanya dengan lembut
Bram mengarahkan wajahnya kearah Hanna "Aku mau honey tea aja." ucapnya dengan senyum
"Yaudah aku buatkan dulu." ucapnya kepada Bram
Hanna bangkit dari duduknya dan berjalan menuju dapur namun langkahnya dihentikan oleh suara Bram "Saya makasih yah." ucapnya pada Hanna
Hanna menganggukan wajahnya dengan senyum yang terukir diwajah cantiknya
°°°°°°
Hanna memasuki kamarnya dengan membawakan segelas teh untuk Bram, Bram sedang membersihkan tubuhnya didalam kamar mandi "Mas tehnya aku taro dimeja yah." ucap Hanna dengan nada agak kencang kearah Bram yang berada dikamar mandi
"Iyah sayang taro aja." teriak Bram dari dalam kamar mandi
Hanna meletakkan gelas yang berisi teh keatas meja yang dekat dengan tempat tidurnya dengan Bram, saat sudah menaruh ia melihat pesan yang masuk kedalam ponsel milik Bram, saat ia melihat kearah layar ponsel Bram yang menyala karena ada pesan masuk melihat nama Rina dilayar ponsel milik Bram dengan rasa penasaran dengan beraninya Hanna mengambil ponsel Bram yang teleletak diatas meja dekat tempat tidurnya "Rina ada apa dia mengirim mas Bram pesan sebanyak ini?" tanyanya dalam hati sambil menatap layar ponsel Bram
dia membuka pesan dari Rina karena rasa penasarannyaa yang membuat dirinya berani membuka ponsel Bram tanpa izin darinya walaupun dia tahu itu adalah privasi milik Bram
*Rina
"Mas makasih yah udah mau temenin aku makan siang hari ini, aku sangat bahagia banget akhirnya kita bisa makan siang bareng lagi dan makasih untuk beberapa hari ini karena kamu udah selalu temenin aku makan dan jalan*."
Isi pesan dari Rina pada Bram. Hanna syok ketika membaca pesan yang dikirim Rina pada suaminya ia tidak menyangka bahwa Bram sudah membohonginya dan Hanna sangat kecewa karena alasan Bram membatalkan janji dengannya karena ia ingin makan siang dengan Rina
Tidak lama Bram keluar dari kamar mandi dengan cepat Hanna mematikan handpone Bram dan menarunya seperti awal Bram meletakkan ponselnya. Bram menghampiri Hanna yang sedang berdiri disamping tempat tidur
Hanna mengambil gelas yang berisi teh yang ia letakkan diatas meja pada Bram "Ini tehnya mas." ucapnya pada Bram
Bram mengambil teh yang diberikan Hanna untuknya "Makasih yah." ucapnya dengan senyum
Hanna mencoba menahan air matanya agar tidak tumpah dihadapan Bram dan ia menahan rasa kecewa dan marahnya dihadapan Bram karena telah membaca pesan dari Rina "Ya Allah kuatkan aku." ucapnya dalam hati
Bram pun meminum teh yang dibuatkan Hanna untuknya "Hmm ini enak banget malah melebihi orang yang jago banget bikin teh." ucap Bram dengan menggoda Hanna setelah meminum teh buatan Hanna
Hanna tersenyum kecil oleh pujian Bram atas teh buatannya
Makasih buat para pembaca novel "Harapan diatas Doa" yang masih setia menunggu up novel ini, mohon maaf karena jarang up setiap episod. Enjoy reading it! Jangan lupa like, komen, share, vote author, dan follow ig @sofiimwddh
Happy Reading! ✨
__ADS_1