Harapan diatas Doa

Harapan diatas Doa
Episode 18


__ADS_3

Saat Hanna keluar dari super market dengan membawa beberapa belanjaan yang dibeli dia tiba-tiba ditabrak oleh seorang laki-laki "Aduhh!" ucapnya dan terjatuh dengan beberapa belanjaanya


"Sorry mba sorry saya gak sengaja." ucap" laki-laki tersebut dan bangkit dari jatuhnya


"Iyah gak papa." ucap Hanna sambil berdiri dan mengambil beberapa belanjaanya yang ikut terjatuh juga


"Saya bantu." ucapnya sambil mengambil barang Hanna yang terjatuh


"Gak papa mas gak usah." ucapnya dan langsung mengambil beberapa barangnya yang jatuh


"Hanna?" ucapnya ketika melihat wajah Hanna


"Kamu kenal saya?" tanyanya dengan wajah bingung sambil melihat laki-laki tersebut


Laki-laki tersebut tertawa karena ucapan Hanna yang tidak mengetahui dirinya "Ini aku Han Rifki." ucapnya dengan melihat wajah Hanna yang kebingungan


"Rifki? Kamu Rifki?" tanyanya lagi dengan mengerutkan dahinya


"Iyah aku Rifki nih lihat *** lalat ku dileher." ucapnya sambil menunjukkan tahi lalatnya tersebut


"Ya ampun kamu beda banget sama dulu aku hampir gak ngenalin kamu sama sekali." ucapnya dengan tertawa kecil


"Hahah iyah kamu juga beda sekarang kamu sudah berhijab." ucapnya dengan tertawa juga


"Ya iyah ada sesuatu yang mengubah diri aku menjadi seperti ini." ucapnya dengan wajah canggung


"Sesuatu?" tanyanya dengan wajah bingung


"Iyah ceritanya panjang." ucapnya dengan singkat


"Oh iyah aku paham." ucapnya dengan tersenyum


"Yaudah aku gak bisa lama-lama soalnya aku ditungguin." ucapnya kepada Rifki


"Yaudah, oiyah aku boleh minta no kamu jadi kalo ada apa-apa bisa langsung aku hubungi?"


Hanna menganggukan wajahnya dan Rifki memberikan handponenya kepada Hanna untuk mengesave no Hanna "Makasih yah nanti ku hubungi." ucapnya dengan tersenyum


Hanna menganggukan wajahnya dengan tersenyum "Assalamu'alaikum." ucapnya dan langsung pergi menuju mobil Bram


°°°°°°


Hanna memasuki mobil Bram setelah berbelanja "Kok lama?" Tanya Bram dengan wajah bingung


"Sebenernya udah selesai tadi gak sengaja ketemu temen smp." ucapnya kepada Bram


"Oh ok, ini udah semua?" Tanya Bram sambil menunjuk kearah belanjaan Hanna


Hanna menganggukan wajahnya "Udah kok." ucapnya sambil tersenyum


"Yaudah kita jalan sekarang." ucapnya sambil menjalankan mobilnya


°°°°°°


Hanna sedang berada disebuah cafe yang ditentukan oleh Rifki, hari ini dia bertemu dengan Rifki setelah janjian untuk bertemu "Ada apa ajak aku kesini?" tanyanya dengan mengerutkan dahinya


"Hmm sebelum aku mau ucapin terima kasih karena kamu udah mau dateng kesini, aku cuma mau ngobrol-ngobrol aja soalnya kan udah hampir 7 tahun kita gak ketemu." ucapnya kepada Hanna


"Oh gitu yaudah mau ngobrol apa?" tanyanya kepada Rifki


"Yang seru aja." ucapnya dengan tersenyum


"Yang seru yah? Hmm apa yah? Oiyah gimana kuliah kamu di amerika?" tanyanya dengan mengerutkan dahinya


"Allhamdulillah lancar dan baik-baik aja." ucapnya dengan tersenyum


"Allhamdulillah kalo gitu."


"Hmm Han kalo aku boleh tau gimana ceritanya kamu sekarang udah pake hijab?" tanyanya dengan wajah bingung

__ADS_1


"Panjang sih ceritanya cuma intinya aku ingin memperbaiki diri karena kamu tau kan sejak orang tuaku meninggal aku sempet stres, frustasi dan akhirnya melampiaskan diri ke tempat yah kamu tau lah." ucapnya dengan canggung


"Yah iyah aku tau kok, oiyah maaf yah soal mamah karena pernah mencaci kamu waktu itu."


"Gapapa Rif lagi juga kan itu kejadiannya udah lama banget kok jadi santai aja." ucapnya dengan tersenyum


Tiba-tiba wajah Rifki berubah menjadi serius ketika menatap wajah Hanna dengan serius "Han aku boleh ngomong sesuatu sama kamu?" tanyanya


"Kamu mau nanya apa?"


"Apa gua langsung to the point aja yah? Tapi kalo gua jujur terus Hanna risih sama gua gimana?" ucapnya dalam hati


Hanna yang melihat Rifki bengong langsung membuyarkan dan menyadarkannya "Ki kamu kenapa? Ada yang perlu kamu tanyain?" ucapnya sambil melambaikan tangannya kearah wajah Rifki


Rifki langsung menyadarkan dirinya dan kembali pada kenyataannya "Eh anu itu gapapa kok yaudah silahkan dimakan." ucapnya dengan tersenyum


"Ok." ucapnya


"Sebaiknya aku siapkan secara matang biar nanti Hanna gak salah paham." ucapnya dalam hati


°°°°°°


"Gimana bapak sudah setuju untuk meeting selanjutnya?" Tanya karyawan Bram


"Hmm ok sih dari proposal, ceritanya ini sangat menarik sekali ok kita lanjutkan minggu depan dan siapkan jauh lebih baik." ucapnya dengan tersenyum


"Baik pak yasudah saya permisi dulu." ucapnya sambil membawa beberapa map yang ada diatas meja dihadapannya


"Silahkan." ucapnya dengan tersenyum


°°°°°°


Saat sedang bekerja dan mengetik sesuatu dilaptopnya tiba-tiba dihentikan olehnya "Hanna lagi apa yah? Apa aku telfon aja?" ucapnya dengan diri sendiri


Bram pun mengambil ponselnya didalam saku celananya "Kok gak diangkat yah? Apa dia ada urusan penting?" Ucapnya dengan diri sendiri "Aku message aja deh." ucapnya dan langsung mengklik untuk mengirim message


°°°°°°


Setelah selesai mengobrol Hanna pun pamit untuk pulang kepada Rifki "Yaudah aku pamit pulang yah?" ucapnya dengan melihat wajah Rifki


"Yaudah sekalian aja biar aku anter sampe rumah." ucapnya


"Eh gak usah lagi juga aku bawa mobil kok, sekalian mau kekasir juga buat bayar." ucapnya sambil mengambil tas nya


"Eh gak usah Han kan aku yang ajak kamu makan jadi biar aku aja yang bayar." ucapnya dengan tersenyum


"Gak usah Ki aku gak enak ah sama kamu." ucapnya dengan mengerutkan dahinya


"this time plis." ucapnya dengan memasang wajah serius


"Ok this time." ucapnya dan langsung bangkit dari duduknya dan menuju parkiran mobil


Sesampai di dalam mobil Hanna mengambil handponenya didalam tasnya "Yah mati lagi, gimana aku mau ngehubungi mas Bram?" ucapnya dengan wajah frustasi


°°°°°°


Saat sedang bekerja tiba-tiba handpone Bram berbunyi tanda sms masuk sehingga dia menghentikan aktivitas kerjanya "Pasti Hanna." ucapnya dengan tersenyum sambil mengambil handponenya yang ada diatas meja kerjanya


"Loh ini no siapa?" tanyanya dengan bingung setelah melihat siapa yang mengirim sms kepadanya


Lalu Bram membuka pesan tersebut yang berisikan poto Hanna dengan Rifki "Loh ini Hanna sama siapa? Siapa laki-laki ini? Kenapa dia gak izin sama gua mau pergi?" ucapnya dengan wajah bingung


°°°°°°


Setelah mendapatkan SMS dari seseorang Bram langsung pulang kerumahnya "Assalamu'alaikum." ucapnya setelah membuka pintu rumahnya


Bram langsung memanggil pembantunya yang bekerja dirumahnya "Bi Bibi!" ucapnya dengan keras


Lalu bi Inah pun menghampiri Bram dari arah dapur "Iyah pak ada apa?" tanyanya kepada Bram

__ADS_1


"Hmm ibu ada?" tanyanya dengan mengerutkan dahinya


"Ibu pergi pak."


Bram langsung mengarahkan wajahnya kearah bi Inah "Pergi?" tanyanya dengan wajah syok


"Iyah pak dari tadi sih perginya."


"Yaudah bibi bisa kembali kerja lagi, makasih yah."


Bram terlihat sangat marah kepada Hanna sehingga ia memutuskan untuk menunggu Hanna sampai pulang setelah beberapa menit ia menunggu Hanna, akhirnya Hanna pulang setelah memparkirkan mobilnya, Bram menunggunya diruang tamu sehingga saat Hanna masuk dia bisa langsung melihat Bram "Assalamu'alaikum." ucap Hanna setelah membuka pintu rumahnya


"Waalaikum'sallam." ucap Bram yang melihat Hanna sudah pulang


Saat Hanna ingin memasuki kamarnya dia tidak sengaja melihat Bram yang sedang duduk disofa "Mas Bram? Kamu kok sudah pulang?" tanyanya dengan wajah bingung


Bram menatap tajam wajah Hanna sehingga Hanna terlihat kebingungan dengan sikap Bram kepadanya "Kamu kenapa mas? Ada masalah?" tanyanya dengan wajah bingung


"Sini duduk." ucapnya dengan wajah jutek


Hanna pun menuruti Bram sehingga ia duduk disofa dekat Bram, Bram menoleh kearahnya dengan wajah emosi "Abis dari mana?"


"Aku abis ketemu temen mas." ucapnya dengan nada lembut


Bram tertawa kecil dengan jawaban Hanna padanya "Ketemu temen dan mesra-mesraan." ucapnya dengan menyindir Hanna


Hanna terkejut dengan ucapan Bram padanya "Kok kamu bicara seperti itu? Aku cuma ketemu biasa doang dia itu temen smp ku mas." ucapnya dengan melihat wajah Bram


"Sudahlah gak usah banyak alasan aku tau semuanya!" ucapnya dengan nada sinis


"Maksud kamu apasih mas aku gak ngerti?" ucapnya dengan mengerutkan dahinya


Bram mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan poto Hanna dengan seorang laki-laki yang baru saja dikirim oleh orang Yang Bram tidak kenali "Coba jelaskan ini apa maksudnya?" ucapnya sambil memberikannya pada Hanna


Hanna mengambil ponsel Bram yang diberikan padanya, ia terkejut saat melihat dirinya dengan Rifki dan dipoto oleh seseorang "Mas ini aku bisa jelasin ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan." ucapnya kepada Bram


Bram melihat wajah Hanna dengan kecewa "Kamu benar-benar bikin aku kecewa Han, aku pikir kamu wanita baik-baik makanya aku mau sama kamu tapi ternyata." ucapnya dengan melihat wajah Hanna


Hanna mengeluarkan air matanya saat Bram berkata seperti itu tentang dirinya ia tidak terima dituduh seperti itu oleh Bram "Mas aku berani sumpah aku cuma ngobrol biasa aja gak lebih." ucapnya dengan membela dirinya


Bram tertawa kecil kepada Hanna dengan tatapan tajam "You think i'm stupid?" ucapnya dengan memandang wajah Hanna yang menangis "Gak usah pake nangis gak ada yang perlu disedihkan." ucapnya kepada Hanna


Hanna menghapus air matanya ia mencoba membela dirinya namun sayang Bram masih tidak percaya dengan dirinya "Aku menyesal mencintai kamu." ucapnya dengan tegas dan langsung pergi menuju mobilnya


Hanna menangis dengan mengeluarkan air matanya yang begitu deras dengan ucapan Bram pada dirinya "Ya Allah kenapa masalah datang bertubi-tubi kepada ku? Apa salahku ya Allah?" ucapnya sambil memejamkan matanya sebentar


°°°°°°


"Arghhh Hanna kenapa kamu seperti ini? Gua harus tau siapa laki-laki itu!" ucapnya sambil menyetir mobil


Bram sampai dikantor dia sedang berjalan menuju ruangannya namun langkahnya dihentikan oleh seseorang "Pak Bram." ucap seorang karyawan perempuan


Bram pun menunggu perempuan tersebut menghampirinya "Iyah ada apa?" tanyanya kepada karyawannya


"Hmm bapak diminta keruangan meeting karena ada vendor yang ingin membicarakan kerja sama dengan kita." ucapnya kepada Bram


"Ok bilang 20 menit lagi saya keruangan meeting." ucapnya kepada karyawannya


"Baik yaudah kalo gitu saya keruang meeting untuk memberitahu client." ucapnya dengan tersenyum


"Yah ok." ucapnya dan langsung melanjutkan jalannnya keruangan kerjanya


°°°°°°


"Ya Allah dalam sujudku, shalatku aku meminta padamu dan memohon hanya padamu, ya Rab bantulah aku berikanlah jalan keluar dari setiap masalah yang kuhadapi, jika engkau masih ingin menguji kesabaranku insyaallah aku akan menerimanya dengan ikhlas." ucapnya dalam rintihan doanya setelah melakukan shalat sambil meneteskan air mata


Makasih buat kalian yang udah baca novel "Harapan diatas Doa" jangan lupa like, komen, vote, follow ig @sofiimwddh dan ikuti terus ceritanya!


Happy Reading! ✨

__ADS_1


__ADS_2