Harapan diatas Doa

Harapan diatas Doa
Episode 12


__ADS_3

"Mas kita kenapa gak kasih tau mamah sama papah dulu?" Tanya Hanna dengan wajah bingung


Bram menoleh kearah Hanna dengan tersenyum lalu fokus kembali keserannya "Aku sengaja karena aku pengen kasih surprise kemereka kalo kita udah baikkan, kamu setuju kan?" ucapnya kepada Hanna


Hanna menganggukan wajahnya dengan tersenyum kearah Bram yang sedang fokus menyetir mobilnya


 


°°°°°


 


Rina tidak sengaja melihat Willy sedang bermesraan bersama wanita lain disebuah resto, Rina langsung memergoki Willy yang sedang tertawa dengan perempuan lain "Willy apa maksud ini semua?!" ucapnya dengan emosi sambil memukul meja makan dengan keras


Willy terkejut dengan kedatangan Rina yang tiba-tiba sama dengan perempuan yang bersama Willy dia pun terkejut dengan kedatangan Rina "Kamu ngapain disini?" Tanya Willy dengan gagap


Rina menghadap kearah Willy, wajahnya kini kian memerah "Harusnya aku yang nanya ngapain kamu sama perempuan ini disini? Pake mesra-mesraan?" tanyanya dengan emosi


Willy tertawa kecil dengan sikap Rina padanya "Kamu pikir aku masih mau sama kamu? Tidak semudah yang kamu bayangkan Rina." ucapnya dengan tertawa kecil


Rina semakin kesal dengan Willy kini dia sadar bahwa selama ini Willy mendekatinya hanya untuk memanfaatkannya saja "Oh jadi selama kamu deket sama aku kamu cuma manfaatin aku doang?" ucapnya dengan wajah marah


Willy menatap wajah Rina dengan sinis "Kenapa memangnya? Kamu itu cuma perempuan bodoh yang gampang aku bodohi jadi gak salah kan kalo sekarang aku memilih dia dibanding kamu?" ucapnya sambil menunjuk kearah perempuannya


Rina pun tidak bisa menahan amarahnya lagi dia menampar wajah Willy dengan kencang "Dasar laki-laki brengsek gara-gara kamu hubungan aku dengan Bram jadi hancur andai aku tau kebusukan kamu dari awal aku gak akan sudi menjalin hubungan sama laki-laki brengsek seperti ini!" ucapnya sambil menunjuk kearah Willy yang ada dihadapannya


Santi tidak terima jika Willy dikata-katain oleh Rina seperti itu Santi pun membela Willy sebagai kekasihnya "Eh perempuan m*****n gak usah bicara seperti itu, kalo lu emang sadar kalo Willy hanya memanfaatkan lu harusnya lu tau dari awal kalo emang lu perempuan pintar." ucapnya dengan menatap wajah Rina


Rina tidak terima dikatakan seperti itu oleh Santi ia ingin menampar wajah Santi namun Willy berhasil mencegahnya "Ingat yah kita udah gak ada hubungan apapun dan jangan pernah sakiti dia apalagi merusak hubungan aku dengan Santi!" ucapnya dengan tegas


Willy pun pergi bersama Santi, kini Rina merasa hancur sehancur-hancurnya Bram sudah meninggalkannya sekarang tapi dia tidak akan tinggal diam Rina mempunyai rencana baru untuk mengaggalkan pernikahannya Bram dengan Hanna "Aku gak akan diam melepaskan Bram untuk Hanna, aku akan lakukan sesuatu!" ucapnya dengan wajah sinis


 


°°°°°°


 


Setelah melakukan perjalanan yang cukup memakan waktu akhirnya Bram dan Hanna sampai dirumah besar milik pak Ardi. Bram dan Hanna pun turun dari dalam mobil milik Bram "Silahkan tuan putri." ucap Bram sambil membukakan pintu mobilnya untuk Hanna dengan tersenyum


Hanna pun turun dari dalam mobil Bram dengan tersenyum kearah Bram "Makasih mas." ucapnya sambil dipegangin tangannya oleh Bram


Bram menghadap kearah Hanna dengan tersenyum "Bissmilah'hirrohmannirrohim." ucapnya dengan tersenyum sambil menggandeng tangan Hanna


Mereka berdua pun masuk kedalam rumah besar tersebut "Assalamu'alaikum." ucap Bram dengan suara keras


Bu Ani pun mendengar suara Bram yang mengucapkan salam, bu Ani pun langsung keluar dari kamarnya dan menemui Bram dan Hanna diruang tamu "Waalaikum'sallam Bram Hanna!" ucap bu Ani dengan wajah senang


Bram dan Hanna langsung mencium tangan bu Ani yang lembut dan hangat "Kalian datang kesini kok gak kabarin mamah sama papah? Kalo gitu kan mamah bisa masak buat kalian." ucapnya dengan wajah bingung


"Gapapa mah Hanna sama mas Bram datang kesini memang sengaja gak kasih tau mamah sama papah, karena ada sesuatu yang ingin Kita bicarakan ke mamah dan papah." ucapnya dengan tersenyum sambil melirik kearah Bram


"Iyah mah jadi ada sesuatu yang ingin kita obrolin ke kalian." ucap Bram kepada bu Ani

__ADS_1


Setelah memanggil pak Ardi untuk berkumpul bersama, akhirnya mereka berkumpul dan duduk diruang keluargga. Bram pun langsung memberitahu maksud kedatangannya dengan Hanna "Jadi gini mah, pah Bram datang kesini untuk meminta restu dari kalian." ucapnya dengan terbata-bata


Pak Ardi mengerutkan keningnya karena tidak tahu maksud kedatangan anak dan menantunya kerumahnya "Ada apa emangnya? Apa kalian ada masalah?" tanyanya dengan menatap wajah Bram dan Hanna bergantian


Bram menarik nafas dalam-dalam sebelum berbicara pada intinya "Ja..jadi gini pah mah, Bram dan Hanna sudah baikkan dan Bram ingin menikah ulang dengan Hanna." ucapnya sambil memejamkan matanya sebentar


Pak Ardi dan bu Ani yang mendengarnya terkejut dengan ucapan Bram tetapi disamping itu mereka sangat bahagia kalo Bram dan Hanna sudah baikkan "Bener kalian sudah baikkan?" Tanya pak Ardi untuk memastikannya


Hanna dan Bram menganggukan wajahnya dengan tersenyum sambil Bram memegang tangan Hanna dengan lembut. Pak Ardi dan bu Ani merasa senang karena Bram sudah mau menerima Hanna sebagai istrinya "Allhamdulillah kalo kalian memang sudah bisa saling mencintai papah harap kalian akan seperti ini terus sampe umur kalian menua, dan papah akan sangat setuju sekali untuk kamu menikah ulang dengan Hanna." ucapnya dengan tersenyum kearah Bram dan Hanna


Bu Ani pun sangat senang dengan kabar hari ini, ini adalah momen yang ditunggu-tunggu untuk dirinya dan keluargganya "Mamah juga setuju dengan papahmu Bram, mamah harap kamu tidak menyakiti dan mengecewakan istri kamu untuk yang kedua kalinya." ucapnya


Pak Ardi pun menanyakan sebab Bram putus dengan Rina, karena dia tahu betul betapa besarnya Bram mencintai Rina "Bram papah mau tau kenapa kamu dan Rina bisa putus? Padahal papah tau kamu itu sangat mencintai dia." tanyanya dengan mengerutkan dahi


Bram pun menceritakan alasannya putus dengan Rina kepada kedua orang tuanya. Setelah diceritakan pak Ardi sangat lega sekali karena Bram sudah tidak terperangkap oleh wanita seperti Rina "Allhamdulillah kalo kamu sudah mengetahui kebusukan perempuan itu dari awal papah memang tidak suka dengannya." ucapnya dengan wajah kesal


 


°°°°°°


 


Bram menyiapkan surat-surat untuk diberikan kepada KUA nanti dan menyiapkan keperluan untuk akadnya bersama Hanna, Bram sengaja tidak membuat resepsi pernikahan tapi sebagai gantinya ia akan memberikan kejutan untuk Hanna


Bram sedang siap-siap berangkat kantor dan dibantu oleh Hanna untuk mengambil jas nya "Ada yang kurang?" Tanya Hanna setelah mengambil jas milik Bram


Bram menghentikan menyiapkan barang-barangnya dan menghadap kearah Hanna "Gak ada, makasih yah." ucapnya dengan tersenyum


Hanna pun membalas dengan senyuman cantiknya yang berhasil membuat Bram tergoda "Aku jadi pengen gak kekantor hari ini." ucapnya dengan wajah lesu


Bram mendekatkan wajahnya ke wajah Hanna dengan jarak 1 jengkal dari wajahnya "Abisnya kamu cantik jadinya aku makin tergoda." ucapnya yang menggoda Hanna


Hanna tersipu malu dengan gombalan Bram pada dirinya, kini ia baru merasakan cintanya Bram "Allhamdulillah ya Allah kini mas Bram sudah menjadi Bram yang aku inginkan, terimakasih atas terkabulnya doa ku." ucapnya dalam hati dengan tersenyum


Bram melambaikan tangannya kearah wajah Hanna karena dia bingung kenapa Hanna bengong sambil senyum kearahnya "Sayang kamu kenapa?" tanyanya dengan melambaikan tangannya


Hanna langsung membuyarkan lamunannya dan kembali tersadar sejak Bram menyadarkan lamunannya "Eh gapapa kok, yaudah aku anter sampe depan yah?" ucapnya dengan tersenyum


Bram pun menganggukan wajahnya dan mereka keluar dari kamarnya menuju garasi mobil


 


°°°°°°


 


"Lin besok tolong kamu handle semua meeting karena besok saya ambil cuti untuk beberapa hari." ucapnya kepada Linda


"Baik pak, oiyah ini ada berkas yang harus bapak tanda tangani, bisa dibaca dulu." ucapnya sambil memberikan berkasnya pada Bram


Saat Bram sedang memeriksa berkas tersebut tiba-tiba Rina datang memasuki ruangan Bram "Hmm Lin kamu bisa keluar sekarang kalo udah nanti saya kasih ke kamu." ucapnya sambil mengkode Linda untuk keluar dari ruangannya


Linda menuruti perintah dari Bram dan langsung keluar dari ruangan Bram. Rina pun mendekati Bram yang sedang duduk dikursi mejanya "Hei sayang." ucapnya sambil duduk didekat meja kerja Bram

__ADS_1


Bram memalingkan matanya dan tidak melihat kearah Rina "Mas Bram makan yuk?" ucap Rina dengan manja ke arah Bram


Bram tetap diam dia tidak mengeluarkan suara sepatah pun kepada Rina "Mas aku minta maaf yah? Kita mulai dari awal lagi aku janji aku gak akan khianati kamu." ucapnya dengan memegang tangan Bram


Bram langsung melepaskan pegangan Rina padanya "Aku punya kabar gembira buat kamu." ucapnya dengan singkat


Wajah Rina berubah menjadi senang ketika Bram mengucapkan padanya kalo ada kabar gembira untuknya "Pasti mas Bram mau balikkan lagi sama aku." ucapnya dalam hati dengan tersenyum "Apa emang mas?" tanyanya dengan mengerutkan dahi


Bram melihat wajah Rina dan langsung memberitahu kepadanya "Besok aku dan Hanna akan menikah ulang jadi kamu gak usah ganggu aku, Hanna dan keluargga ku lagi." ucapnya dengan menatap wajah Rina


Rina terkejut dengan ucapan Bram dia tidak menyangka bahwa Bram serius dengan ucapannya "Gak aku gak percaya kamu pasti bercanda kan?" ucapnya dengan wajah mendekati Bram


Bram tersenyum sinis kepada Rina "Aku kan pernah bilang sama kamu, kalo aku ini gak pernah maen-maen dengan ucapan aku sendiri." ucapnya pada Rina dengan sinis


"Mas dengar yah aku gak akan pernah rela kamu baikkan dengan Hanna dan aku akan pastikan bahwa pernikahan kamu gak akan pernah bahagia." ucapnya kepada Bram dengan wajah serius dan langsung pergi keluar dari ruangan Bram


"Aku akan bersumpah aku akan menjaga Hanna dan tidak akan membiarkan dia disakiti oleh siapapun termasuk Rina." ucapnya dalam hati sambil mengusap wajahnya denga kedua tangannya


 


°°°°°°


 


Hanna://"Waalaikum'sallam, iyah aku lagi dirumah, gapapa mas, iyah iyah, yaudah hati-hati yah pulangnya jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya, love you to." ucap Hanna kepada Bram dalam telfon


"Allhamdulillah terimakasih ya Allah sekarang mas Bram sudah berubah kini dia benar-benar bertanggung jawab dengan keluarganya." ucapnya sambil tersenyum


 


°°°°°°


 


"Assalamu'alaikum." ucap Bram sambil membuka pintu rumahnya


Hanna langsung menghampiri Bram dan menyambutnya pulang "Waalaikum'sallam mas." jawabnya dengan mencium tangan Bram


Bram langsung duduk disofa ruang tamu sambil membuka jas nya. Hanna pun mengikuti Bram yang duduk disofa ruang "Kamu mau aku bikinin minum?" Tanya Hanna dengan tersenyum


Bram menganggukan wajahnya dengan tersenyum kepada Hanna, Hanna pun langsung berdiri dari duduknya dan ingin menuju dapur untuk membuatkan minum untuk Bram tapi Bram mencegahnya dengan memegang lengan Hanna, Hanna pun menoleh kearah Bram dengan wajah bingung. Bram langsung memeluk tubuh Hanna dengan lembut dan menghangatkan tubuh Hanna dengan pelukannya "Aku gak akan membiarkan orang lain melukai kamu." ucapnya sambil memeluk Hanna


Hanna meneteskan air mata kebahagiaannya karena kini Bram semakin sayang kepada dirinya, dia hanya menganggukan wajahnya dengan tersenyum dalam dekapan Bram. Bram melepaskan pelukannya kepada Hanna lalu memegang wajahnya mendekati wajah miliknya dan mencium kening Hanna dengan lama "I love you my dear." ucapnya dengan tersenyum


"Love you to my husband." ucap Hanna dengan tersenyum


"Kamu kenapa nangis?" Tanya Bram dengan mengerutkan dahinya


Hanna langsung mengusap air matanya yang jatuh dipipinya "Gak aku gapapa kok, aku cuma terharu aja aku bersyukur karena Allah telah mengabulkan semua doa aku untuk kamu." ucapnya dengan tersenyum


Bram pun ikut tersenyum kepada Hanna dan mencium kembali kening Hanna dengan sentuhan cintanya. Dan Hanna langsung mengubah topik pembicaraannya "Kamu pasti laper aku udah siapin masakan spesial buat kamu hari ini." ucapnya dengan tersenyum manis


Bram mencubit pelan pipi Hanna dengan gemas dan mengangguk kearah Hanna

__ADS_1


Makasih buat teman-teman yang udah baca cerita novel "Harapan diatas Doa" jangan lupa like, komen, share, vote, follow ig author @sofiimwddh, dan ikuti terus alur cerita yang author publish! Thanks for reading 🧡


__ADS_2