Harapan diatas Doa

Harapan diatas Doa
Episode 7


__ADS_3

Sesampai dirumah Bram memarkirkan mobilnya digarasi rumah pak Ardi, setelah itu dia masuk kedalam rumah


Bram membuka pintu rumah tersebut dan langsung disambut oleh Hanna "Assalamu'alaikum mas." ucapnya dan memberikan tangannya untuk mencium tangan suaminya


Bram menoleh kearah tangan Hanna yang ingin mencium tangannya tapi Bram hanya diam dia tidak memberikan tangannya untuk dicium oleh sang istrinya, Hanna mengerti bahwa suaminya tidak ingin dirinya mencium tangannya "Yaudah kamu pasti capek aku siapin kamu minuman hangat yah?" ucapnya dengan melihat wajah Bram yang acuh padanya


Tanpa berbicara Bram langsung berjalan menuju kamar miliknya dan meninggalkan Hanna yang berdiri didepan pintu rumahnya "Setiap hari harus ketemu dia!" ucapnya dengan kesal sambil menutup pintu kamarnya dengan kencang


Pak Ardi yang melihat Hanna mengusap air matanya yang jatuh dipipinya menghampirinya yang sedang berdiri didepan pintu rumahnya "Bram masih bersikap dingin sama kamu?" tanyanya yang menghampiri Hanna


Hanna yang disamperi oleh mertuanya langsung mengusap air matanya sehingga tidak ada yang bisa melihatnya sedang menangis namun pak Ardi mengetahui kalo Hanna sebenarnya sedang menangis "Tidak usah kamu usap papah mengerti perasaan kamu." ucapnya yang menghadapkan tubuhnya kearah Hanna


Hanna lalu melihat wajah sang mertuanya "Maaf pah aku tau mas Bram tidak mencintaiku dan ini bukan salah mas Bram ini salah aku karena aku sudah merusak hubungannya dengan pacarnya mas Bram." ucapnya sambil meneteskan kembali air matanya


Pak Ardi yang tidak sanggup melihat menantunya menderita juga terlihat berkaca-kaca dimatanya lalu mengelus bahu Hanna dengan lembut "Ini bukan salah kamu ini salah papah, papah yang sudah mencampurkan masalah percintaan Bram sehingga kamu harus masuk dikehidupan rumah tangga yang tanpa ada dasarnya cinta papah minta maaf sama kamu." ucapnya sambil mengusap bening air matanya yang hampir jatuh


 


°°°°°°


 


Keesokan harinya Bram menikmati hari liburnya dengan meminum honey tea kesukaannya dengan duduk dimeja makan keluarganya "Semoga hari ini lebih baik dari sebelumnya." ucapnya dengan menghela napas panjang


 


°°°°°°


 


1 tahun kemudian pernikahan tanpa cinta itu tetap berjalan Hanna berusaha menghadapi dan mempertahankan pernikahannya dengan Hanna dan meminta petunjuk pada Allah agar diberi kesabaran untuk menghadapi cobaan yang Allah berikan untuknya.


Bram yang sedang bekerja diruangannya terhenti oleh kedatangan kekasihnya yang ia cintai siapa lagi kalo bukan Rina "Rina?" ucapnya


Rina menghampiri meja kerja Bram dan mendekatinya dengan manja "Mas temenin aku yuk?" ucapnya sambil melendoti tubuh Bram yang sedang duduk dikursi kerjanya


Bram langsung menoleh dan senyum dengan tulus "Yaudah tapi tunggu bentar yah aku mau selesain ini dulu sedikit lagi." ucapnya dengan tersenyum


Wajah Rina mendadak ditekuk karena dia harus menunggu Bram sampai selesai mengerjakan tugas kerjanya. Setelah menunggu beberapa lama akhirnya Bram selesai mengerjakan tugasnya dan keluar kantor bersama Rina untuk menemaninya berbelanja


Hanna yang berniat datang kekantornya Bram untuk memberinya makan siang mendadak menghentikan langkahnya ketika melihat Bram dan Rina berjalan dengan romantis menuju parkiran mobil, hati Hanna terasa diiris oleh pisau tajam yang menyayat-nyayat hatinya ketika melihat sang suaminya harus berjalan dengan romantis bersama wanita yang bukan muhrimnya "Ya Allah selama aku menikah dengan mas Bram aku belum pernah merasakan jalan digandeng dan seromantis itu dengan suamiku, apakah aku harus benar-benar mempertahankan pernikahan tanpa cinta ini dengan efek hati aku yang menjadi korbannya?" ucapnya dalam hati sambil mengusap air matanya yang hampir jatuh dipipinya


Bram membukakan pintu mobilnya untuk Rina dengan penuh cinta dan mereka berdua berada dalam satu mobil dan menuju tempat yang Rina inginkan, sedangkan Hanna hanya berdiri diam melihat mobil sang suaminya melaju bersama wanita yang dicintainya


 


°°°°°


 

__ADS_1


Sesampai dibutik terkenal Bram membukakan pintu mobil untuk Rina dan memasuki butik tersebut. Rina pun memilih baju-baju yang disukainya dan memilih baju yang ingin dia beli, setelah mendapatkan beberapa baju yang dibelinya mereka berdua menuju kasir untuk membayarnya "Jadi berapa mba totalnya?" Tanya Bram kepada kasir tersebut


setelah mempacking barang-barang yang dipilih Rina mba kasir tersebut menyebutkan total harga yang tertera dikomputer tersebut "Semuanya jadi 10.800000 ribu pak." ucapnya kepada Bram


Lalu Bram mengeluarkan credit card nya dari dalam dompetnya dan memberikannya pada kasir tersebut "Terimakasih selamat belanja kembali." ucapnya setelah memberikan credit card milik Bram


Mereka berdua keluar dari butik tersebut dan menuju parkiran mobil "Mas makasih yah udah beliin aku ini semua love you." ucap Rina dengan wajah bahagia


Lalu Bram menggandeng tangan Rina dengan lembut "Sama-sama sayang apasih yang gak buat kamu love you to." jawabnya dengan tersenyum melihat wajah Rina


"Semoga gua dengan Rina semakin baik kedepannya gua gak peduli lagi dengan papah, mamah, maupun Hanna yang penting gua bisa bersama dengan wanita yang gua cintai." ucapnya dalam hati


"Mas mas ternyata kamu mudah sekali aku tipu, dengan begini aku gak perlu mengeluarkan uang banyak untuk kebutuhan aku karena aku mencintai Willy bukan kamu lagi." ucapnya dalam hati dengan wajah tersenyum sinis


 


°°°°°°


 


Saat Bram bersiap-siap untuk berangkat kerja, Hanna membantu Bram untuk mengambil jas kantornya "Mas ini jasnya udah aku ambilin." ucapnya sambil memberikan jasnya


Bram berbalik arah kearah tubuh Hanna "Gak usah sok care sama gua, gua bisa handle sendiri jadi gua gak butuh lu!" ucapnya dengan keras sambil mengambil jasnya dengan kencang dari Hanna


Lalu Hanna menatap wajah Bram dengan meneteskan air mata Bram melihat wajah Hanna yang keluar air mata merasa sangat bersalah tapi dia tidak boleh Hanna melihat rasa bersalahanya "Mas aku ini sebenarnya siapa kamu? 1 tahun mas kita sudah menikah kenapa sikap kamu masih dingin sama aku? Kamu juga belum menunaikan kewajiban kamu sebagai seorang suami!" ucapnya dengan keras sambil menangis dihadapan Bram


Bram menuruni tangga dari kamarnya dan berjalan dengan cepat menuju mobilnya namun langkahnya terhenti oleh suara seseorang "Seorang suami tidak pantas membentak istrinya hingga menangis!" ucap pak Ardi dengan keras sehingga membuat Bram menghentikan langkahnya dan menunggu pak Ardi mendekatinya "Papah pikir aku benar-benar setuju dengan pernikahan ini? Dan papah pikir aku mencintai dia?." ucapnya dengan tegas sambil memasang wajah kesalnya


Pak Ardi menampar pipi Bram dengan kencang dia tidak bisa menahan amarah dan emosinya kepada Bram akibat perkataannya "Jaga ucapan kamu Bram! Papah mendidik kamu selama ini dengan kasih sayang seharusnya kamu bisa menjaga sikap dan etika kamu ketika berbicara terhadap orang tua kamu sendiri!" ucapnya dengan tegas kepada Bram


Bu Ani yang mendengar keributan dari kamarnya keluar menuju ruang tamu ia sudah menduga pasti suami dan anaknya sedang bertengkar. Bram yang sudah dikuasai amarah menatap tajam pak Ardi dengan kebencian "Apa papah mau nampar aku lagi? Tampar pah tampar biar mamah bisa liat kelakuan papah terhadap anaknya!" ucapnya dengan keras


Pak Ardi menahan emosinya agar tidak melukai anaknya dan mencoba agar tidak meluapkan amarahnya didepan istrinya. Bu Ani menghampiri mereka berdua dan mencoba menenangkan satu sama lain "Cukup! Cukup semuanya buat apa kalian bertengkar seperti ini? Kalian itu sudah sama-sama dewasa harusnya dibicarakan dengan baik kalo memang ada masalah. Kamu Bram seharusnya kamu tidak pantas berbicara seperti itu kepada papah kamu, dia itu papah kamu harus kamu hormati! Dan papah tolong jaga emosi papah jangan sama-sama emosi seperti ini cara seperti ini tidak bisa menyelesaikan masalah kita." ucapnya dengan tegas kepada Bram dan pak Ardi dengan menangis


Hanna hanya berada didalam kamarnya dia menangis dengan derasan air matanya akibat ucapan Bram yang diucapkan untuknya beberapa menit yang lalu "Ya Allah kenapa begitu berat cobaan yang kau kirimkan untuk hamba apakah hamba mampu menghadapi sikap suami hamba terhadap hamba?" ucapnya dalam hati sambil menangis


 


°°°°°°°


 


Bram yang baru sampai dikantornya langsung memasuki ruangannya dengan rasa kesal yang masih tetap ada didalam hatinya dia meletakkan tasnya diatas meja kerjanya dengan kencang dan duduk dikursi kerjanya dengan wajah begitu frustasi, ia masih memikirkan masalahnya dengan papahnya saat ia melamun handponenya berbunyi tanda telfon masuk "Siapa ini no siapa?" tanyanya saat melihat layar kaca handponenya


Ia mengangkat telfon tersebut


Bram://"Hallo?" tanyanya pada seseorang didalam telepon


??://"Bram!" ucap seseorang tersebut

__ADS_1


Bram bingung bagaimana seseorang tersebut mengetahui no handponenya dan mengetahui namanya juga


Bram://"Iyah dengan saya sendiri anda siapa yah?" tanyanya dengan wajah bingung


??://"Coba tebak siapa gua?"


Bram berfikir dengan keras mencoba mengetahui siapa seseorang tersebut tapi sayang Bram tidak mengenali seseorang tersebut sama sekali


Bram://"Maaf saya tidak mengenal anda." ucapnya dengan tegas


Lalu seseorang tersebut pun akhirnya memberitahu namanya sehingga Bram tidak percaya dengan seseorang tersebut


??://"Gua Ardan Bram." ucapnya dengan tertawa dalam telfon tersebut


Bram terkejut ketika mengetahui bahwa sahabat lamanya lah yang menelfonnya


Bram://"Serius ini lu Dan? Yaampun gua gak nyangka banget gua kira siapa." ucapnya dengan tertawa juga


Ardan://"Hahah iyah iyah sorry hmm lu ada waktu luang gak?" tanyanya dengan serius


"Kalo gua ketemu sama Ardan siapa tau dia bisa bantu masalah gua?" ucapnya dalam hati


Bram://"Bisa kok bisa mau kapan?." tanyanya


Ardan://"Sekarang? Bisa kan gua lagi bete nih dikantor."


Bram://"Ok nanti kita ketemu di cafe Lojon lu tau kan?"


Ardan://"Yaudah kita ketemu disana yah? Ok by." ucapnya sambil menutup telfonnya pada Bram


°°°°°


Hanna yang sedang berada didapur untuk membuat minuman untuk dirinya berfikir sejenak tentang hubungannya dengan Bram "Apakah aku kuat melewati ini semua? Apakah aku harus mengambil jalur perceraian untuk menggugat mas Bram demi kebahagiaannya?" ucapnya dalam hati sambil mengaduk minumannya


Bu Ani yang melihat Hanna berada didapur menghampirinya sekaligus meminta maaf atas perlakuan Bram selama ini padanya "Lagi buat minuman?" tanyanya sambil menghampiri Hanna


Hanna yang melamun langsung membuyarkan lamunannya saat mertuanya menghampirinya "Iyah mah, mamah juga mau?" tanyanya sambil tersenyum pada bu Ani


Bu Ani menganggukan wajahnya tanda iyah "Boleh mamah mau minum minuman buatan kamu hari ini pasti menyenangkan." ucapnya sambil mengelus bahu Hanna


Hanna membuatkan minuman kesukaan mertuanya yaitu papper mint dan membuatnya penuh dengan cinta. Setelah membuatkan minuman mereka berdua mengobrol di meja minuman dekat ruang makan


Bu Ani langsung memulai pembicaraan yang dia ingin bicarakan pada Hanna "Han atas nama Bram mamah minta maaf yah kalo selama ini sikap Bram kurang baik sama kamu." ucapnya dengan wajah memelas


Hanna langsung meraih tangan mertuanya dengan hangat "Gapapa mah insyaallah Hanna bisa menjalankan ini semua mungkin ini cobaan untuk rumah tangga aku dan aku percaya selama ada harapan diatas doa kelak mas Bram akan berubah dan mencintai aku." ucapnya dengan tersenyum


Bu Ani yang mendengar ucapan dari Hanna sangat tersentuh betapa beruntungnya Bram memiliki seorang istri sekuat, setabah, dan setegar Hanna dalam menghadapi sikap dingin dan keras kepalanya "Aamiin insyaallah Bram akan menyadari semuanya mamah dan papah hanya bisa membantu kalian lewat doa semoga Allah cepat memberi jalan keluar untuk masalah kalian dan mamah berdoa dan berharap cepat atau lambat Bram akan menyayangi kamu dengan setulus hatinya." ucapnya dengan tersenyum sambil membalas elusan tangan Hanna yang lembut dan hangat


Makasih buat teman-teman yang udah baca cerita novel "Harapan diatas Doa" ikuti terus alur cerita novel ini jangan lupa like, komen, share, vote, follow ig author @sofiimwddh dan jangan sampai ketinggalan tiap episode yang author publis! Cinta kalian semua makasih atas waktu luangnya untuk membaca novel ini ♥️

__ADS_1


__ADS_2