
Setelah sampai disebuah pesantren tempat Hanna tinggal, dengan tubuh tinggi, dan tegapnya Bram turun dari mobil mewahnya yang berwarna hitam "Kalo bukan karna papah gua males ketemu si Hanna apalagi sampe ajak dia kerumah!" ucapnya dengan wajah kesal
Bram langsung masuk kedalam pesantren tersebut dan memasuki ruangan khusus tamu yang berkunjung kepesantren tersebut. Saat ia ingin mencari ustad Gofur dia bertemu dengan salah satu ustad dipesantren tersebut "Assalamu'alaikum ustad." ucap Bram kepada ustad tersebut
ustad tersebut pun langsung menoleh dan menghadap kearah tubuh Bram "Waalaikum'sallam, ada apa yah?" tanyanya dengan wajah bingung
"Perkenalkan saya Bram, saya ingin bertemu dengan ustad Gofur apa ustad Gofur ada?" ucapnya dengan tersenyum
"Ustad Gofur ada kok pak, yasudah kalo gitu saya panggilkan beliau dulu."
"Iyah terimakasih yah ustad."
"Yasudah bapak silahkan duduk dulu sambil menunggu kedatangan beliau." ucapnya sambil menunjuk kearah sofa tersebut
Saat ustad tersebut pergi untuk memanggil ustad Gofur Bram beranjak menuju sofa yang khusus disediakan untuk tamu yang datang kepesantren tersebut. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya ustad Gofur datang "Assalamu'alaikum Bram." ucapnya sambil mengalami tangan Bram
Bram yang sedang duduk langsung berdiri "Waalaikum'sallam ustad." jawabnya dan membalas salaman tersebut
"Maaf yah Bram menunggu lama lagi ada urusan sebentar, oiyah silahkan duduk lagi." ucapnya sambil mempersilahkan Bram duduk kembali
Bram langsung duduk ditempat dia duduk seperti tadi "Iyah ustad gapapa kok maaf kalo saya ganggu pekerjaan ustad." ucapnya dengan tersenyum
"Gapapa Bram, oiyah kamu datang kesini mau jemput Hanna iyah kan?" tanyanya dengan mengerutkan dahinya
"Iyah ustad saya disuruh papah untuk jemput Hanna untuk mempersiapkan pernikahan kita."
"Yasudah saya suruh istri saya untuk memanggil Hanna." ucapnya sambil melihat kearah sekitar untuk mencari istrinya
Setelah menyuruh ustadzah Aqila ustad Gofur kembali mengobrol dengan Bram seputar pernikahannya dengan Hanna "Oiyah Bram ustad mau titip pesan sama kamu." ucapnya dengan memasang wajah serius
"Pesan? Tentang apa yah ustad?" tanyanya dengan wajah bingung
Ustad Gofur langsung menuju point pembicaraannya pada Bram "Gini Bram ustad titip Hanna sama kamu karena setelah menikah Hanna sudah pasti ikut dengan kamu menuju jakarta dan akan menetap disana, pesan ustad tolong bahagiakan dia bagaimanapun juga Hanna sudah menjadi tanggung jawab kamu ketika kalian sudah sah dan tolong jangan bikin Hanna menangis karena kamu asal kamu tau Bram hati Hanna itu sangat lembut dan dia juga perempuan yang sangat baik akhlaknya insyaallah keturunanmu akan pintar seperti Hanna." ucapnya dengan serius
Bram yang dari tadi hanya diam mendengar nasihat ustad Gofur yang diberikan padanya "I...iyah ustad insyaallah saya akan menjaga dan membahagiakan Hanna semampu saya." ucapnya dengan memaksa wajahnya tersenyum dan terbata-bata menjawabnya
"Bodoamat mau Hanna bahagia atau gak setelah nikah sama gua intinya Rina adalah salah satu wanita yang membuat gua jatuh cinta sedalam ini." ucapnya dalam hati
Setelah menunggu beberapa menit untuk menunggu Hanna datang, akhirnya dia datang bersama ustadzah Aqila untuk menemui Bram diruang khusus tamu "Assalamu'alaikum." ucap ustadzah Aqila
Bram dan ustad Gofur yang sedang asyik mengobrol mendadak terhenti oleh kedatangan ustadzah Aqila dan Hanna "Waalaikum'sallam." jawab Bram dan ustad Gofur
Hanna dan ustadzah Aqila langsung duduk di jarak sofa yang berbeda dari Bram dan ustad Gofur
"Allhamdulillah akhirnya yang kita tunggu datang juga." ucap ustad Gofur
"Kalian kayanya lagi asik ngobrol Emangnya ngobrolin apasih?" Tanya ustadzah Aqila untuk membuka percakapan mereka
"Ahhh umi gak biasa pembicaraan laki-laki, yakan Bram?" ucapnya sambil melirik wajah Bram dengan tersenyum
"Ah iyah ustadzah cuma sekedar ngobrol." jawab Bram dengan terbata-bata
"Yasudah Hanna apa kamu siap untuk ikut dengan Bram kejakarta untuk mempersiapkan pernikahan kalian?" Tanya ustad Gofur
__ADS_1
"Insyaallah ustad Hanna siap." jawabnya dengan melihat wajah ustad Gofur
"Syukurla kalo kamu siap, yasudah biar kalian tidak lama dijalan karena macet kalian jalan sekarang aja." ucapnya dengan melihat wajah Bram dan Hanna secara bergantian
"Yasudah kita jalan langsung Han." ucap Bram dengan melihat wajah Hanna
Hanna hanya mengangguk dan berdiri dari duduknya beserta Bram, ustad Gofur, dan ustadzah Aqila yang ikut berdiri juga "Bram tolong kamu angkat koper Hanna, kamu laki-laki jadi kuat dong?" ucap ustad Gofur yang membercandai Bram
°°°°°°
Rina yang sudah menghubungi Bram berkali-kali tidak diangkat dia kesal lantaran sikap Bram sudah berubah kepadanya sejak dia dijodohkan oleh orang tuanya "Mas Bram akhir-akhir ini sikapnya beda sama gua ini pasti gara-gara wanita itu dan papahnya, gua gak akan pernah melepaskan Bram sampai kapanpun Bram tetap milik gua!" ucapnya dengan diri sendiri dengan tatapan mata yang sinis
°°°°°°
Diperjalanan Bram mampir sejenak di SPBU karena Hanna ingin mampir sebenatr ditoilet, saat Bram sedang menunggu Hanna yang masih berada ditoilet Bram membuka handponenya saat ia menyalakan hp nya ia syok karena ada panggilan tak terjawab sebanyak 20x dari kekasihnya ia pun langsung menelfon balik Rina tapi sayang telfon dia tidak diangkat berkali-kali "Arghhh sial Rina pasti marah banget sama gua! Apa yang harus gua lakukan saat ini?" ucapnya dengan diri sendiri sambil memasang wajah kesalnya
Hanna yang sudah selesai berada ditoilet ia menghampiri tempat parkiran mobil untuk menemui Bram dan langsung melanjutkan perjalanannya menuju Jakarta "Mas aku sudah selesai." ucapnya sambil menghampiri Bram yang sedang berdiri disamping mobilnya
Bram langsung menoleh kearah tubuh Hanna dan mereka masuk kedalam mobilnya Dan melanjutkan perjalanannya menuju Jakarta
Diperjalanan mereka tidak saling berbicara hanya ada keheningan diantara mereka, beberapa menit kemudia Hanna memecahkan keheningannya dengan membuka pembicaraan diantara mereka berdua "Mas makasih yah udah mau jemput aku." ucapnya dengan melihat wajah Bram
Hanna hanya bisa menganggukan kepalanya didalam hatinya Hanna hanya bisa menangis akibat sikap Bram padanya "Ya Allah kuatkan aku." ucapnya dalam hati sambil memejamkan kedua matanya
°°°°°°
Rina yang dari tadi hanya diam duduk disofa ruang keluargga rumahnya ia sedih dengan percakapannya dengan Bram beberapa hari yang lalu saat Bram mengatakan kepadanya bahwa dirinya menerima perjodohan dari papahnya, Rina hanya memandangi foto mesranya dengan Bram dibingkai poto rumahnya "Mas Bram aku rindu kamu, aku rindu kita dimana saat kita menghabiskan waktu bersama." ucapnya sambil meneteskan air matanya
Saat sedang melihat potonya dengan Bram dibingkai poto handponenya berbunyi tanda telfon masuk "Mas Bram." ucapnya saat melihat layar handponenya, lalu Rina hanya mendiamkan handponenya tanpa mengangkat telfon dari Bram
°°°°°°
Bram dan Hanna sampai dirumah milik pak Ardi setelah melakukan perjalanan dari jawa ke Jakarta. Mereka berdua turun dari mobil hitam mewah tersebut "Pak joko!" ucapnya dengan keras yang memanggil security rumahnya
Pak Joko pun langsung menghampiri Bram yang sedang berdiri disamping mobilnya "Iyah pak Bram ada apa?" tanyanya sambil menghampiri Bram
"Tolong bawakan barang-barang ini kedalam." ucapnya sambil membuka pintu bagasi mobilnya
__ADS_1
Pak Joko pun mengambil beberapa barang yang dibawa Hanna ke jakarta. Bram pun langsung berjalan menuju pintu rumahnya yang diikuti oleh Hanna dibelakangnya
Sesampai didalam rumah "Assalamu'alaikum." ucap Bram dari arah ruang tamu rumahnya
Pak Ardi dan bu Ani langsung keluar dari kamarnya menuju sumber suara dari ruang tamu rumah mereka, dia tahu bahwa yang datang adalah Hanna dan Bram
Bram langsung duduk disofa ruang tamu rumahnya begitu dengan Hanna, mereka berdiri dari tempat duduknya saat pak Ardi dan bu Ani datang menghampiri mereka berdua. Bram dan Hanna langsung mencium tangan pak Ardi dan bu Ani "Waalaikum'sallam." jawab mereka berdua
"Allhamdulillah kalian sudah sampai disini, gimana perjalanannya macet?" tanyanya pada Bram dan Hanna
Bram hanya diam dia tidak menjawab pertanyaan ibunya, Hanna lah yang menjawab pertanyaan dari ibunya Bram "Allhamdulillah tante perjalanannya gak terlalu macet." ucapnya dengan tersenyum
Setelah itu Bram langsung berjalan menuju kamar dilantai duanya saat ingin melangkahkan kaki langkahnya terhenti oleh ucapan papahnya "Mau kemana kamu?" ucap pak Ardi
Bram langsung menghentikan langkahnya dan berbalik kearah tubuh sang papah "Aku capek pah mau istirahat." ucapnya dengan singkat dan langsung berjalan menuju kamarnya
bu Ani yang melihat sikap anaknya belakangan ini kurang baik kepada suaminya menahan lengan pak Ardi agar menahan emosinya dan membiarkan Bram sendiri
°°°°°°°
Dikamar Bram frustasi karena semenjak ia memberitahu tentang perjodohan dirinya dan menerimanya hubungannya dengan Rina sedang bermasalah, Bram membuka handponenya dan ia sadar Rina tidak membalas telfonnya "Rina gak balas telfon gua apa gua SMS aja yah?" ucapnya dengan menatap layar handponenya
Lalu Bram mengirim pesan lewat wa pada Rina
My love ♥️
Sayang besok aku jemput kamu yah, I love you 😘
Isi pesan yang Bram kirim untuk Rina
°°°°°
Saat Rina sedang asik menonton TV dan memakan cemilan ia mendengar pesan masuk kedalam handponenya lalu ia membuka pesan tersebut "Mas Bram besok mau jemput aku, mending gak usah balas." ucapnya dan langsung menikmati cemilannya lagi
°°°°°°
Keesokan harinya Bram sedang siap-siap untuk berangkat kekantor, ia turun dari kamarnya yang berada dilantai 2 dan menuju meja makan untuk sarapan bersama kedua orang tuanya. Bram duduk dikursi yang biasa ia pakai saat sarapan bersama orang tuanya, setelah itu ia mengambil piring dan mengambil beberapa nasi dengan centong dan beberapa lauk pauk yang tersedia
Bram hanya diam tanpa berbicara selama sarapan selagi tidak ingin ribut dengan papahnya Bram juga malas karena ada Hanna yang menginap dirumahnya untuk beberapa hari. Hanya ada keheningan diantara mereka berempat selama sarapan, setelah sarapan Bram berdiri dari tempat duduknya dan langsung pamit "Aku berangkat dulu." ucapnya dan langsung pergi setelah pamit kepada kedua orang tuanya
"Ya Allah apakah sikap dingin mas Bram seperti ini sampe kita menikah nanti?" ucap Hanna dalam hati
__ADS_1
Makasih buat teman-teman yang udah baca cerita novel "Harapan diatas Doa" jangan lupa like, komen, share, vote author, dan follow ig author @sofiimwddh ikuti terus alur cerita novel yang setiap author publish!