
"Mas kamu apa-apaan sih? Lepasin mas sakit tangan aku." ucap Rina kepada Bram yang memegangi lengannya dengan kencang
Bram melepaskan lengan Rina "Rin cukup yah cukup sama semua sandiwara kamu!" ucap Bram dengan lantang
"Aku gak akan pernah lepasin kamu sampai kapanpun dan ingat yah kamu harus tanggung jawab sama perbuatan yang kamu buat!" ucap Rina kepada Bram dengan nada tinggi
Bram ingin menampar pipi Rina namun terhenti dia tidak akan mungkin melukai wanita dengan tangannya "Kenapa? Kamu mau tampar aku? Tampar mas tampar aja3!" ucap Rina sambil memegang tangan Bram yang ingin menampar kearah pipinya
Bram menatap wajah Rina dengan tajam "Ingat yah Rin apapun rencana yang kamu buat aku akan pastikan itu tidak akan berhasil dan gara-gara kamu keluarga aku sekarang jadi benci sama aku!" ucap Bram dengan tegas dan langsung pergi dari hadapan Rina
°°°°°°
"Arghhh kenapa gua harus ketemu dengan perempuan kaya Rina? Pokoknya gua harus cari bukti kalo yang dikatakan Rina itu bohong! Tapi gua harus lakukan apa?" ucapnya dengan diri sendiri sambil memukul setiran mobil dengan emosi
°°°°°°
"Mau apa kamu Bram datang kesini?" Tanya pak Ardi dengan dingin
"Pah aku mau ketemu Hanna ada sesuatu yang ingin aku bicarakan." ucap Bram dengan wajah tertunduk
"Buat apa? Buat kamu sakiti lagi hatinya?" Tanya pak Ardi kepada Bram
Bram menegakkan wajahnya kearah hadapan pak Ardi "Pah aku mohon izinkan aku untuk menemui Hanna." ucapnya dengan wajah memelas
Pak Ardi menarik nafas sedalam-dalamnya "Ok papah akan izinkan tapi kamu harus tunggu diruang tamu biar papah panggilkan Hanna." ucapnya dengan mengajak Bram masuk kedalam
Bram duduk diruang tamu rumah pak Ardi dan menunggu Hanna turun dari kamar untuk menemuinya. Pak Ardi mengetuk kamar Bram yang sekarang ditempati oleh Hanna "Tok tok tok!" ketukan pak Ardi
Hanna pun membukakan pintu kamarnya "Papah? Ada apa pah?" tanyanya dengan wajah bingung
"Bram ingin ketemu sama kamu sekarang dia ada diruang tamu." ucap pak Ardi dengan melihat wajah Hanna
"Mas Bram kesini ada apa?" tanyanya dalam hati "I..Iyah pah aku akan temui mas Bram." ucapnya
"Hanna kalo kamu belum siap ketemu Bram gapapa biar papah bilang kedia."
"Ehhh gak kok pah insyaallah aku siap." ucapnya dengan tersenyum
"Yasudah kamu temui dia papah mau kekamar dulu." ucap pak Ardi
Setelah pak Ardi pergi dari hadapan Hanna, Hanna turun dari kamarnya dan menemui Bram yang berada diruang tamu "Assalamu'alaikum mas." ucap Hanna kepada Bram
Bram langsung berdiri dari duduknya "Waalaikum'sallam Han." ucapnya dengan memandangi wajah Hanna
Hanna langsung mencium tangan Bram dengan lembut "Ya Allah Hanna kamu memang istri yang solleha." ucap Bram dalam hati
Setelah mencium tangan Bram Hanna duduk disofa dan Bram pun ikut duduk "Ada apa mas?" Tanya Hanna kepada Bram
__ADS_1
"Han pulang yuk? Kita selesaikan ini berdua." ucap Bram dengan lembut
Hanna hanya diam dia tidak menjawab pertanyaan dari Bram "Han aku tau kamu pasti marah banget sama aku. Tolong percaya sama aku, ini semua hanya jebakan Rina aku difitnah sama dia Han." ucap Bram kepada Hanna dengan melihat wajah Hanna yang tertunduk
Hanna menegakkan wajahnya dan mengarahkannya kearah Bram "Mas insyaallah aku mau percaya sama kamu tapi." belum selesai menjawab Bram langsung memotong ucapan Hanna
"Tapi apa Han? Apa kamu udah gak sayang sama aku? Aku janji aku akan selesaikan masalah ini tapi aku mohon kita pulang yuk." ucap Bram dengan memohon pada Hanna
"Insyaallah mas aku percaya sama kamu, aku yakin kamu tidak akan pernah melakukan hal serendah itu tapi kalo memang iyah mas kalo sampe iyah semoga aku punya hati yang luas untuk memaafkan kamu lagi." ucapnya dengan meneteskan air mata
Bram mendekati Hanna dan memeluknya dengan kehangatan dari tubuhnya dan Hanna pun merasa hangat dalam dekapan tubuh Bram "Sayang aku sangat mencintai kamu aku mohon percaya sama aku." ucap Bram dengan memeluk Hanna
"Aku akan bantu kamu untuk menyelesaikan masalah ini." ucap Hanna dalam dekapan Bram sambil menangis
Bram melepaskan pelukannya "Jadi kamu percaya sama aku?" Tanya Bram kepada Hanna
Hanna menganggukan wajahnya dengan tersenyum kearah Bram. Bram memeluk tubuh Hanna lagi dengan menangis dipelukan Hanna
°°°°°°
"Hanna kamu yakin mau pulang bersama Bram?" Tanya bu Ani kepada Hanna
Hanna menganggukan wajahnya "Iyah mah, karena Hanna ingin membantu mas Bram untuk mencari tau kebenaran masalah ini." ucapnya
"Yasudah kalo memang ini keputusan kamu. Bram mamah harap kamu tidak akan mengecewakan Hanna dan membuatnya menangis lagi." ucapnya kepada Bram sambil mengelus pundak Bram
Setelah berpamitan mereka berdua memasuki mobil Bram dan mobil tersebut melaju kearah rumah Bram dsn Hanna
Rina langsung melihat kearah wajah Bram "Siapa mas?" Tanya Hanna dengan mengerutkan dahinya
Bram langsung mematikan telfonnya dengan cepat agar Hanna tidak mengetahui siapa yang menelfonnya "Itu anu gapapa kok bukan siapa-siapa." ucapnya dengan terbata-bata sambil senyum kearah Hanna
°°°°°°
"Mas Bram kamu keterlaluan telfon aku malah dimatiin! Aku akan ambil kesempatan emas aku ini dengan cara berpura-pura hamil untuk mendapatkan kamu kembali terutama uang kamu!" ucapnya dengan diri sendiri dengan memasang wajah sinis
°°°°°°
"Pah mamah gak yakin deh kalo Bram memang menghamili Rina." ucapnya kepada pak Ardi
"Papah juga mikir gitu sih mah, papah juga yakin kalo Bram tidak pernah melakukan perzinahan." ucapnya dengan melihat kearah wajah bu Ani
"Papah udah suruh orang untuk pastiin Rina itu hamil atau tidak?" tanyanya dengan mengerutkan dahi
__ADS_1
"Udah kok mah, papah udah suruh orang untuk pastiin Rina hamil atau tidak." ucapnya
Saat sedang berbicara dengan bu Ani tiba-tiba handponenya berbunyi tanda telfon masuk "Sebentar yah mah papah angkat dulu." ucapnya dan langsung mangangkat telfon tersebut
Pak Ardi://"Iyah kamu sudah menemukan hasilnya? Arghh yaudah kalo udah langsung kasih tau saya." ucapnya pada seseorang dalam telfon
Bu Ani menghampiri suaminya yang berdiri disamping meja ruang tamu setelah mengangkat telfonnya "Siapa pah?" tanyanya dengan wajah bingung
Pak Ardi langsung memasukkan handponenya ke saku celanany "Itu orang suruhan papah untuk memastikan Rina hamil atau tidak."
"Terus gimana udah ketauan hasilnya?"
Pak Ardi hanya menggelengkan kepalanya dengan wajah lesu kearah bu Ani "Yaudah kita doain aja semoga cepat ketauan hasilnya." ucapnya sambil mengelus pundak suaminya
"Aamiin Aamiin ya robbal alamin." ucapnya dengan memejamkan matanya sekejap
°°°°°°
"Allhamdulillah akhirnya sampe juga." ucapnya sambil membuka jaket yang dipake Bram "Kamu mau makan apa? Mau aku masakin atau beli junk food?" tanyanya dengan melihat kearah Hanna
Hanna menggelengkan wajahnya kearah Bram tanpa mengeluarkan sepatah dua kata. Bram yang mengetahui kalo Hanna masih marah kepada dirinya mencoba untuk menenangkan dirinya agar tidak terpancing oleh emosi yang nantinya akan berakibat fatal untuk hubungan rumah tangganya "Ya Allah apakah sikap Hanna akan dingin seterusnya terhadapku? Aku baru merasakan seperti ini, aku sangat takjub pada istriku yang mampu bertahan dengan sikap dinginku selama ini." ucapnya dalan hati sambil memejamkan matanya sekejap
Lalu ada suara deringan ponsel dari handpone Bram "Dia lagi, mau apa sih nih orang?" tanyanya dalam hati
Lalu Bram mengangkatnya dan menjauh dari Hanna agar Hanna tidak mendengar percakapannya dengan Rina
Bram://"Ada apa telfon aku?" tanyanya dalam telfon
Rina://"Mas kamu tega yah masa telfon aky kamu rijek mulu." ucapnya dengan kesal
Bram://"Aku tadi lagi nyetir jadi gak bisa angkat telfon kamu, yaudah to the point aja sekarang." ucapnya dengan wajah jutek
Rina://"Aku mau kamu nikahin aku, dan aku akan urus semua untuk pernikahan kita." ucapnya dengan tersenyum bahagia
Bram://"Nikah? Gak itu gak mungkin! Kita gak akan nikah." ucap Bram dengan tegas
Rina://"Ok kalo kamu gak mau nikah sama aku, aku akan datang besok kekantor kamu dan aku akan umumin tentang kamu telah memperkosa aku." ucapnya kepada Bram dengan nada serius
Bram://"Rina kamu jangan mimpi disiang bolong seperti ini! Aku udah tegasin berkali-kali sama kamu! Apapun rencana kamu aku pasti akan menemukan kebohongan kamu!" ucapnya dengan tegas
Rina://"Aku gak peduli dengan ancaman kamu mas! Yang penting kita besok pergi ke KUA!" ucap Rina dengan nada tegas sambil menutup telfonnya
Bram://"Halo Rina! Rina!." ucapnya dengan nada emosi
"Arghhh dia udah tutup telfonnya! Gak aku gaboleh takut dengan ancamannya aku gak perlu takut karena aku gak salah, aku harus secepatnya bongkar kebusukan Rina dan menjebloskan dia kepenjara!" ucapnya dengan frustasi sambil mengusap wajahnya
°°°°°
"Mas Bram kamu kira aku bercanda? Aku akan memperlakukan kamu dan keluarga kamu didepan karyawan kamu semuanya!" ucapnya dengan tatapan wajah dan senyum sinis
°°°°°
"Assalamu'alaikum warrohmatullah, Assalamu'alaikum warrohmatullah." ucap Bram setelah selesai shalat berjamaah dengan Hanna
Hanna mencium tangan Bram dengan lembut dan Bram mengusap kepala Hanna ketika Hanna sedang mencium tangannya
__ADS_1
"Ya Allah tunjukkanlah kebenaran untuk masalah kami, jangan kau larutkan masalah ini menjadi dalam, tunjukkan yang benar dan yang salah, aku bersumpah demi mu ya Allah bahwa aku sama sekali tidak pernah melakukan hal yang paling dibenci oleh mu, ampuni segala dosaku ya Allah, jagalah hubunganku dengan istriku agar menjadi keluarga yang sakinnah mawaddah dan warrahma agar kami bisa menginspirasi pasangan-pasangan lain, izinkan kami untuk bahagia tanpa ada masalah." ucap Bram dalam rintihan doanya dan Hanna mengaminkan doa yang diucapkan Bram
makasih udah baca novel "Harapan diatas Doa" jangan lupa like, komen, vote, follow ig @sofiimwddh, dan ikuti setiap cerita yang author publis! Happy reading ✨