Harapan diatas Doa

Harapan diatas Doa
Episode 29


__ADS_3

Dikantor pada saat Bram sedang bekerja tiba-tiba Rina masuk begitu saja kedalam ruangan Bram "Mas Bram aku mau kamu tanggung jawab sama aku!" ucap Rina dengan tegas sambil menghampiri Bram yang sedang bekerja dimeja kerjanya


Bram terkejut melihat Rina masuk keruangannya dan berbicara seperti itu padanya "Rina?! Ngapain kamu kesini?" tanyanya dengan bingung


"Kamu gak usah sok gak tau yah mas, aku datang kesini karena mau minta tanggung jawab kamu." ucap Rina dengan tegas lagi


Bram bangun dari duduknya dan mengarahkan tubuhnya kearah Rina "Tanggung jawab? Tanggung jawab soal apa?" tanyanya dengan bingung


Rina mengeluarkan sebuah kertas putih dari dalam tasnya dan memberikannya pada Bram, Bram pun mengambil kertas tersebut dan membacanya


Setelah membaca surat tersebut Bram terkejut dengan isi surat tersebut yang menyatakan bahwa Rina positif mengandung "Gak! Gak ini gak mungkin, ini pasti surat palsu." ucap Bram dengan senyum sinis


"Palsu gimana hah? Kamu bisa bacakan kalo disitu tertera alamat rumah sakit dan nama dokternya." ucap Rina sambil menunjuk alamat rumah sakit dan nama dokter yang memeriksa dirinya "Mas aku gak mau yah kamu gak tanggung jawab soal ini." ucap Rina dengan tegas


"Gak mungkin aku tanggung jawab sama kamu belum tentu didalam kandungan kamu itu anak aku bisa aja kamu berhubungan dengan orang lain tapi minta tanggung jawabnya ke aku! Aku bukan orang bego yang gampang kamu permainkan." ucap Bram dengan tegas pada Rina


"Kamu pikir aku perempuan apaan mas?! Kamu jangan sok lupa tentang kejadian kita pada malam itu!" ucap Rina dengan nada keras kepada Bram


Flash back


Pada saat Bram belum mencintai Hanna dan menerimanya sebagai seorang istrinya Bram sudah duluan mempunyai seorang kekasih yang bernaka Rina namun percintaan mereka tidak didukung oleh pak Ardi, papahnya Bram


Bram nekat menemui Rina malam-malam dirumahnya, sesampai dirumahnya Rina Bram memencet bel rumah Rina setelah menunggu beberapa menit akhirnya Rina membukakan pintu rumahnya "Mas Bram." ucap Rina dengan heran


"Kenapa kamu gak seneng aku datang kesini?" Tanya Bram pada Rina


"Kok kamu ngomong gitu? Yah seneng lah mas malah pake banget." ucap Rina dengan senyum


Bram membalas senyuman Rina padanya "Yaudah ikut aku yuk." ucap Bram


"Kemana?" Tanya Rina


"Udah ikut aja." ucap Bram sambil menarik tangan Rina menuju mobilnya


Setelah selesai perjalanannya Bram membawa Rina menuju sebuah restaurant terkenal yang berada didaerah jakarta "Gimana kamu suka makanannya?" Tanya Bram setelah selesai makan malam berdua dengan Rina


Rina menganggukan wajahnya dengan senyum kepada Bram "Suka banget! Makanannya enak." ucap Rina dengan senyum


Setelah selesai makan bersama Bram dan Rina berjalan menuju sebuah hotel dekat restaurant yang ia pilih untuk makan bersama


Mereka berdua masuk kedalam sebuah kamar hotel tersebut


Flash on


Bram tetap mengelak bahwa anak yang dikandung Rina itu bukan anaknya "Whatever intinya anak yang kamu kandung itu bukan anak aku! Sekarang kamu tolong pergi dari kantor aku atau aku panggilkan security untuk usir kamu dari sini?" ucap Bram dengan kesal


"Ingat yah mas aku akan minta pertanggung jawaban dari kamu! Kemanapun kamu pergi kamu tetap dalam situasi penglihatan saya atau Hanna yang akan membayar semuanya!" ucap Rina pada Bram sambil memberikan kertas laboratoriumnya lalu pergi dari hadapan Bram


Setelah Rina pergi dari ruangan dan hadapan Bram, Bram kesal ia sangat marah dengan dirinya sendiri "Arghhhh gimana kalo itu bener anak gua? Gimana hubungan gua sama Hanna? Papah pasti marah banget kalo tau Rina hamil anak gua." ucap Bram dengan kesal sambil menjatuhkan barang yang tersusun rapih dimeja kerjanya


 

__ADS_1


°°°°°°°


 


Didalam mobil selama perjalanan Rina sangat merasa mual akibat hamil "Aku harus minta tanggung jawab dari mas Bram, mas Bram gak bisa lari begitu aja." ucap Rina dalam hati


 


°°°°°°°


 


Hanna sedang tertidur pulas ditempat tidurnya bersama Bram, Bram tidak bisa tertidur pulas akibat pemberitahuan Rina bahwa dia sedang mengandung anaknya "Siapa yang tidak beruntung memiliki istri seperti ini?" ucap Bram dalam hati dengan melihat wajah Hanna yang tertidur pulas disampingnya


 


°°°°°°°


 


Saat sedang melihat deadline kantornya tiba-tiba ponsel Hanna berbunyi, ia melihat siapa yang mengirimnya pesan "Dia lagi." ucap Hanna dengan wajah kesal


Ia membuka pesan yang dikirim oleh Rina untuknya


Rina


"Kemarin saya kekantor suami kamu untuk meminta tanggung jawabnya!"


Bram menghampiri Hanna yang sedang duduk disofa ruangan untuk berpamitan dengannya "Bunda aku berangkat kerja dulu yah?" ucap Bram sambil menghampiri Hanna


Hanna diam ia tidak menjawab ucapan Bram dan membuat Bram bingung dengan tingkah Hanna "Kamu kenapa bunda?" tanyanya dengan bingung


Hanna bangun dari duduknya dan memberikan ponselnya kepada Bram "Ada apa ini?" tanyanya pada Hanna


Bram mengambil ponsel milik Hanna yang diberikan padanya, ia melihat pesan dari Rina ia terkejut dengan isi pesan yang dikirim Rina untuknya "Bunda ini gak bener Han kamu percaya kan sama aku?" ucap Bram sambil menunjuk kearah pesan yang dikirim Rina


Hanna mengarahkan wajahnya kearah Bram "Apa maksudnya tanggung jawab?" Tanya Hanna sambil menahan air matanya agar tidak tumpah dihadapan Bram


"Aku juga gak ngerti maksud dia, bunda tolong please percaya sama aku, aku gak mungkin melakukan hal bodoh seperti itu." ucap Bram dengan tegas pada Hanna


Hanna memalingkan wajahnya dari hadapan Bram "Sudahlah mas aku gak tau mana yang benar dan salah intinya kalo bener itu terjadi semoga aku punya hati yang luas untuk memaafkan kamu, lagi." ucap Hanna sambil meneteskan air matanya


Hanna pergi dari hadapan Bram menuju kamarnya dan meninggalkan Bram yang masih terpaku berdiri dari hadapannya "Rina kamu benar-benar." ucap Bram dengan kesal


Ia menaruh ponsel Hanna diatas meja dan pergi untuk menghampiri Rina, setelah selesai untuk ketemuan ia menghampiri Rina yang sedang menunggu dirinya didepan komplek rumahnya. Rina masuk kedalam mobil Bram


Bram membawa mobilnya dengan cepat dan membuat Rina ketakutan "Mas Bram kamu kalo bawa mobil pelan-pelan dong! Kamu tau kan kalo aku lagi hamil." ucap Rina pada Bram


"Aku gak perduli mau kamu hamil atau tidak." ucap Bram dengan tegas sambil menyetir mobilnya


Bram mengarahkan mobilnya menuju lintasan rel kereta api dan berhenti ditengah-tengah rel tersebut dan Rina melihat disamping kirimnya terdapat sebuah kereta yang berlaju kencang dan akan siap menabrak mobil milik Bram "Mas Bram kamu gila yah?! Kamu gak liat itu ada kereta nanti kita mati mas." ucap Rina dengan ketakutan

__ADS_1


"Aku tidak perduli kita mati atau tidak disini! Aku sudah cukup dengan semua sandiwara kamu tolong jangan ganggu aku atau keluargaku lagi." ucap Bram dengan tegas


"Iyah mas aku janji aku gak akan ganggu kamu dan istri kamu." ucap Rina dengan wajah ketakutan


Bram pun menginjak gas mobil dengan cepat sebelum kereta menabrak habis mobilnya dan dirinya dengan Rina


Bram menghentikan mobilnya saat hampir saja tertabrak oleh kereta "Mas Bram kamu ini gila atau apa kita hampir aja mati!" ucap Rina dengan marah


"Aku gak perduli tadi kita mati atau tidak yang pasti untuk saat ini aku peringatkan kamu jangan pernah ganggu aku dan keluargaku untuk anak yang kamu kandung aku gak perduli karena ini bukan anak aku. Sekarang kamu turun dari mobil aku." ucap Bram dengan tegas


"Mas kamu benar-benar keterlaluan kamu mau turunin aku ditempat sepi dan gelap seperti ini?" ucap Rina pada Bram


"Aku gak perduli sekarang turun dari mobil saya!" ucap Bram dengan tegas sambil memasang wajah marah kearah Rina


Rina langsung turun dari mobil Bram dan Bram melajukan mobilnya meninggalkan Rina yang berdiri sendirian dipinggir jalan


 


°°°°°°°


 


Setelah menemui Rina dan memperingati ya Bram pulang kerumahnya "Assalamu'alaikum." ucapnya sambil berjalan keruang tengah


"Waalaikum'sallam." ucap Hanna yang sedang duduk disofa


Bram terkejut ternyata Hanna belum tidur "Bunda kamu belum tidur?" tanyanya dengan bingung


"Kamu dari mana malam-malam begini?" tanyanya pada Bram


Bram terpaksa berbohong pada Hanna ia tidak mau Hanna tahu bahwa dirinya habis ketemu dengan Rina "Hmm aku abis makan ketropak didepan komplek yah makan ketoprak tadi aku lapar." ucap Bram dengan ragu-ragu


Hanna tersenyum sinis ketika mendengar alasan Bram "Makan ketropak depan komplek tapi naik mobil." ucapnya


"Iyah bunda aku tadi lapar." ucapnya sekali lagi dengan memastikan agar Hanna percaya padanya


"Oiyah ngomong-ngomong gimana kabar perempuan itu apa kamu sudah pastikan soal tanggung jawab yang ia katakan?" tanyanya pada Bram


"Bunda tolong sudah aku tidak mau membicarakan dia lagi, dan aku sudah pastikan bahwa dia tidak akan menganggu keluarga kita lagi. Maafkan aku bunda aku minta maaf tadi aku abis ketemu sama dia tapi aku gak ngapa-ngapain sama dia tadi aku cuma peringati dia aja agar gak ganggu aku dan bunda lagi." ucap Bram pada Hanna


Hanna bangun dari duduknya dan menghadapkan tubuhnya kearah Bram "Jadi tadi kamu bohong sama aku? Kamu bilang kamu abis beli ketropak didepan komplek?" tanyanya sambil menahan air matanya


"Bunda maafkan aku aku cuma mau kamu percaya lagi sama aku." ucapnya pada Hanna


"Giaman aku mau percaya sama kamu kalo setiap perkataan yang kamu ucapkan itu adalah kebohongan, kebohongan, dan kebohongan." ucapnya pada Bram "Sudahlah mas kamu tidak usah menjawab pasti kamu akan membohongi aku lagi tapi ingat yah Bram setelah anak kita lahir saya akan mengurus perceraian kita." ucap Hanna dengan tegas


Hanna langsung pergi menuju kamarnya meninggalkan Bram yang masih berdiri dari hadapannya


Terimakasih buat para pembaca novel "Harapan diatas Doa" jangan lupa like, komen, share, dan follow ig @sofiimwddh (WAJIB!)


  Happy Reading! ✨

__ADS_1


 


__ADS_2