Harapan diatas Doa

Harapan diatas Doa
Episode 6


__ADS_3

Rina yang berada dikamarnya sedang memandangi poto Bram yang telah dibingkai olehnya "Bram kamu memang tampan selain aku menyukai kamu aku juga menyukai harta kamu dengan begini aku lebih mudah untuk mendapatkan semua harta kamu karena kamu adalah umpan ku." ucapnya dengan wajah sinis


 


°°°°°


 


Setelah semua persiapan pernikahan sudah disiapkan mulai dari baju, gedung, undangan, makanan dll sudah siap tinggal menunggu hari pernikahan itu tiba


Hanna sudah kembali pulang ke pesantren sampai hari pernikahannya dengan Bram berlangsung


 


°°°°°°


 


Hari pernikahan Bram dan Hanna pun berlangsung, semua keluarga, kerabat, tetangga, bahkan perjabat-pejabat hebat pun berdatangan kepesta pernikahan mereka termasuk Rina, dia datang sendiri kepernikahan Bram


Ijab qobul pun berlangsung dimana Bram mengucapkan kalimat ikrar yang membuat dirinya dengan Hanna sah menjadi pasangan suami dan istri "Saya terima nikah dan kawinnya Hanna Aprillia binti Muhammad Azis dengan emas sebesar 23 gram dan seperangkat alat shalat dibayar tunai!" ucap Bram kepada sang penghulu sambil menjabat tangan pak Ardi kepada penghulu tersebut


"Gimana para saksi sah?" Tanya penghulu tersebut sambil menengok kearah kanan dan kiri kepada saksi dari Hanna dan Bram


Lalu para saksi dan para tamu undangan yang hadir pada ucapan ijab qobul tersebut mengucapkan sah dan artinya Hanna dan Bram sudah sah menjadi pasangan suami istri


Hingga Bram dan Hanna berdiri dibangku pelaminan dan mengalami beberapa tamu yang datang untuk mengucapkan selamat kepada Bram dan Hanna "Bram congrats akhirnya udah jadi suami!" ucap seorang laki-laki muda yang tersenyum kepada Bram


Bram berhenti sejenak untuk melihat wajah laki-laki tersebut, saat Bram tersadar ternyata laki-laki itu adalah sahabat dekatnya yang selama ini mengambil kuliah diluar negri "Ardan! Lu Ardan kan?" ucap Bram dengan mengerutkan dahinya


Ardan dan Bram saling berpelukkan karena sudah beberapa tahun ia tidak berkumpul bersama sejak Ardan pergi kuliah keluar negri "Bram!" jawabnya dengan suara keras sambil membalas pelukan Bram


"Crazy sejak kapan lu diindonesia? Perasaan waktu gua undang lu masih di amerika." tanyanya dengan mengakhiri pelukannya


"Tadi malam sih cuma gua sempetin hadir diacara yang sangat berbahagia ini untuk sahabat gua yang gila ini, by the way congrats yah gak nyangka lu yang duluin gua samawa yah bro!" ucapnya sambil menepuk bahu Bram


Bram yang mendengar ucapan sahabatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya "Apaansih lu gua bukannya bahagia tapi menderita." ucapnya dengan wajah kesal


Hanna yang mendengar ucapan Bram terkejut ia tidak menyangka bahwa laki-laki disampingnya mengucapkan kata-kata yang membuatnya ingin menangis


Arda heran ia mengerutkan dahinya dengan ucapan yang dikatakan oleh Bram "Maksud lu?" tanyanya dengan wajah bingung


"Nanti aja kita obrolin." ucapnya dengan kembali membalas menepuk bahu


Selama acara berlangsung wajah Bram sangat terlihat kurang menyukai acara tersebut malah wajah Bram tidak terlihat bahagia dengan pernikahannya ia hanya memikirkan Rina dan perasaannya. Rina datang keatas pelaminan Bram dan Hanna dia memberi selamat kepada Bram dan Hanna atas pernikahan mereka "Selamat yah Han kamu sudah menang telah merebut laki-laki yang sangat amat aku cintai." ucapnya dengan mengarahkan wajahnya dan mulutnya ketelingan Hanna


Hanna hanya bisa beristighfar dan menelan ludahnya dengan ucapan yang Rina ucapkan untuknya, lalu Rina mengalami Bram "Selamat yah mas." ucapnya dengan senyum terpaksa


Bram yang mendengar ucapan selamat pada Rina hanya memasang wajah kakunya ia tidak menyangka wanita yang sangat amat ia cintai menghadiri acara pernikahannya


 


°°°°°°°


 


Setelah selesai acara pernikahannya Hanna dan Bram beristirahat dikamar milik Bram, sementara Bram dan Hanna tinggal dirumah milik pak Ardi dan bu Ani selama Bram sudah menyiapkan rumah untuknya dan Hanna


Ustad Gofur dan ustadzah Aqila pun berpamitan untuk pulang kepesantren kepada keluarga pak Ardi "Saya dan istri pamit pulang dulu pak." ucapnya kepada pak Ardi

__ADS_1


"Kenapa gak nginep dirumah saya dulu ustad tanggung ini sudah agak malam?" ucapnya kepada ustad Gofur


"Gak usah takut merepotkan lagi pula besok saya harus pergi untuk mengisi ceramah disuatu tempat." ucapnya dengan tersenyum


"Yasudah kalo gitu terimakasih ustad ustadzah atas kehadirannya semoga kalian selamat sampai tujuan dan selalu dilindungi dalam lindungan Allah."


"Sama-sama terimakasih pak atas doanya insyaallah kalo ada waktu renggang saya dan istri mampir kesini lagi."


"Iyah saya juga kalo ada waktu insyaallah akan main juga kepesantren."


"Iyah Aamiin, yasudah biar gak kemaleman kami pamit dulu pak, Bram, bu, Hanna." ucapnya dengan melihat wajah mereka secara bergantian


"Hanna umi dan abi pamit dulu yah kalo ada apa-apa jangan sungkan-sungkan telfon kami, dan Bram tolong jaga Hanna dan jangan sakiti dia." ucapnya dengan tersenyum


Lalu ustad Gofur dan ustadzah Aqila pergi menaiki mobilnya menuju pesantren tempat mereka tuju


 


°°°°°


 


Diruang keluargga mereka berempat sedang berkumpul bersama setelah acara pernikahan Bram dan Hanna. Bram yang merasa bosan berada diantara mereka dan bangun dari tempat duduknya lalu bu Ani bertanya kepada Bram "Mau kemana sayang?" tanyanya dengan mendongakkan wajahnya kearah Bram


Bram menoleh kearah ibunya "Mau kekamar capek." ucapnya dengan wajah lesu


"Yasudah Hanna kamu juga ikut Bram kekamarnya mulai sekarang kalian tidur satu kamar." ucapnya dengan menengok kearah wajah Hanna


Hanna hanya mengikuti perintah mertuanya dan mengikuti langkah Bram menuju kamarnya dilantai 2


Pak Ardi berpindah posisi duduk dan mendekati bu Ani yang duduk dibagian sofa yang berbeda dengan posisi duduk pak Ardi "Mah semoga Bram luluh dengan Hanna dan malam pertama mereka dapat berjalan dengan lancar." ucapnya dengan tersenyum


Bu Ani pun juga membalas senyuman kepada sang suami "Aamiin semoga yah pah." ucapnya sambil melihat kamar milik Bram dari bawah


Seketika wajah bu Ani memerah dengan godaan sang suami untuknya


 


°°°°°


 


Didalam kamar Bram mengambil baju tidur untuk ia ganti setelah membersihkan tubuhnya lalu Bram memasuki kamar mandi, Hanna menunggu sang suami keluar dari kamar mandi untuk bergantian membersihkan diri


Setelah selesai Bram keluar dari kamar mandi saat Hanna ingin memasuki kamar mandi langkahnya terhenti oleh ucapan Bram "Nanti lu tidur ditempat tidur biar gua yang tidur di sofa kamar." ucapnya sambil meraih bantal diatas kasur miliknya


Hanna hanya menganggukan kepalanya dan berjalan menuju kamar mandi, didalam kamar mandi Hanna menangis karena sang suami tidak ingin satu kasur dengannya


 


°°°°°°


 


Keesokan harinya Bram bersiap-siap kekantor untuk berangkat kerja padahal seharusnya Bram tidak masuk kerja untuk beberapa hari selama hari pernikahannya. Hanna yang melihat suaminya sedang bersiap-siap membereskan barang-barang kerjanya menghampirinya "Mas kamu mau kerja?" tanyanya sambil menghampiri Bram


Bram hanya terdiam dan tidak menjawa pertanyaan dari Hanna lalu Hanna berkata lagi dan membuat Bram menjawab pertanyaannya "Bukannya kamu masih libur untuk cuti nikah? Kenapa kerja?" tanyanya dengan mengerutkan dahi


Lalu Bram menghadapkan tubuhnya kearah Hanna "Mau gua kerja atau gak ini gak ada urusannya sama lu." ucapnya dengan ketus

__ADS_1


"Asstagfirullah'alazim tapi mas aku ini kan istri kamu." ucapnya dengan wajah sedih


Lalu Bram menoleh kearah Hanna lagi "Lu itu cuma istri gua bukan cinta sejati gua ingat itu dan lu berhasil membuat hubungan gua sama Rina berantakan." ucapnya dan langsung mengambil tas kerjanya dan langsung keluar kamar menuju lantai dasar


Hanna hanya bisa beristighfar menghadapi sikap suaminya yang semakin hari membenci dirinya Hanna hanya bisa berharap diatas doa-doanya agar Allah cepat memberinya jalan keluar dan kesabaran yang panjang dalam menghadapi sikap suaminya


Saat Bram sudah menuruni anak tangga bu Ani menghampirinya "Hanna dimana Bram?" tanyanya yang menghampiri Bram


"Masih dikamar mah." ucapnya dengan singkat


Bu Ani yang mengerti sikap Bram kepada Hanna hanya bisa memaklumi bahwa anaknya masih belum bisa menerima pernikahan ini "Yasudah kamu sarapan dulu, oiyah kenapa kamu pake baju kerja kamu mau kekantor?" tanyanya dengan wajah bingung


"Dikantor lagi banyak tugas dan gabisa dihandle sama sekertaris aku jadi mau gak mau aku yang handle semuanya, yaudah aku berangkat dulu." ucap Bram dan langsung pergi menuju mobilnya


Bu Ani merasakan apa yang dirasakan oleh anaknya tapi dia percaya suatu saat nanti Bram akan bisa mencintai Hanna dengan sepenuh hatinya


 


°°°°°°°


 


Diperjalanan Bram tetap memikirkan hubungannya dengan Rina, Bram bingung dengan hubungannya dengan Rina apakah Bram dan Rina hubungannya masih berjalan atau sudah kandas begitu saja akibat pernikahannya dengan Hanna "Apa yang harus gua lakukan agar hubungan gua dengan Rina tidak berakhir begitu saja." ucapnya dengan wajah bingung


Dikantor Bram tampak lesu dan tidak bersemangat saat sedang bekerja dan mengetik sesuatu dilaptop Bram membuka ponsel miliknya namun tidak ada notif satupun dari Rina saat sedang memandangi fotonya dengan Rina yang tampak begitu mesra dan bahagia lalu ada pesan masuk dihandponenya Bram langsung mengecek pesan tersebut "Perempuan itu." desisinya dengan wajah sinis


Lalu Bram membuka pesan tersebut


*Hanna


Mas pulang jam berapa? Aku tunggu dirumah yah*."


Isi pesang singkat dari Hanna yang membuat Bram menjadi malas untuk pulang kerumahnya


 


°°°°°°


 


Hanna yang sudah tinggal dirumah mertuanya begitu akrab dengan kedua orang tuanya Bram tapi sayang tidak dengan sang suami "Andai hubunganku dengan mas Bram sedekat hubunganku dengan kedua orang tuanya pasti aku akan jauh lebih bahagia, tapi aku gak boleh menyerah begitu aja aku masih punya harapan diatas doa dan aku yakin suatu saat mas Bram akan mencintai aku Aamiin." ucapnya dalam hati


bu Ani yang melihat Hanna melamun menanyakan kepada sang suami dengan memberi kode namun pak Ardi tidak bisa menjawabnya karena tidak tahu apa yang Hanna lamunkan "Hanna kamu gapapa sayang?" ucapnya yang membuyarkan lamunan Hanna


Hanna langsung sadar dari lamunannya "Gapapa kok mah." ucapnya dengan tersenyum


°°°°°°


Bram makan siang kali ini dia makan siang sendiri karena sejak tadi menghubungi Rina dia tidak menjawabnya saat sedang menikmati makan siangnya dia seperti melihat Rina sedang berjalan gandengan dengan laki-laki diluar resto menuju parkiran mobil "Itu kaya Rina sama siapa dia kok kaya sama laki-laki pake gandengan lagi aku harus pastikan." ucapnya dan langsung beranjak dari tempat duduknya saat ingin mengejarnya tidak sengaja Bram menabrak pelayan yang membawa pesanan untuk tamu yang datang keresto tersebut sehingga Bram kehilangan jejak untuk memastikan itu Rina atau bukan


"Maaf maaf." ucapnya sambil membantu sang pelayang mengambil nampan yang jatuh


lalu Bram berdiri dan melihat kearah Rina berjalan dengan laki-laki lain "Arghhh sial gua kehilangan jejak!." desisnya dengan kesal "Gak gua pasti salah itu pasti bukan Rina dia gak mungkin khianati gua." ucapnya dalam hati


°°°°°°


"Hahahaha iyah sayang si Bram ternyata gampang banget kamu begoin." ucap laki-laki tersebut kepada Rina yang ternyata pacarnya


"Iyah mas gampang banget mas yah tadinya aku memang cinta sama dia tapi sekarang aku lebih mencintai hartanya dibanding orangnya." ucapnya dengan tertawa bahagia sambil menggandeng kekasihnya

__ADS_1


Lalu mereka melanjutkan perjalanannya menuju parkiran mobil


Makasih buat teman-teman yang udah baca cerita novel "Harapan diatas Doa" jangan lupa like, komen, share, vote, follow ig author @sofiimwddh dan ikuti terus alur cerita yang author publish!


__ADS_2