Harapan diatas Doa

Harapan diatas Doa
Episode 30


__ADS_3

Keesokan harinya Bram mendatangi ruangan kerja Rina, sesampai diruangan Rina Bram langsung menghampiri Rina yang sedang fokus bekerja "Ikut aku sekarang!" ucap Bram dengan tegas


Rina terkejut dengan kedatangan Bram "Ikut kemana?" tanyanya dengan bingung


Bram tidak menjawab pertanyaan Rina dengan memasang wajah marahnya Bram langsung menarik tangan Rina dan membawanya menuju mobilnya yang berada diparkiran Rina mau tidak mau ia terpaksa mengikuti perkataan Bram


Bram menjalankan mobilnya "Mas Bram kamu mau bawa aku kemana mas?" tanyanya dengan bingung


Bram menghentikan mobilnya dengan mengerem mobilnya secara mendadak dan membuat Rina menjadi skot jantung "Mas Bram pelan-pelan dong kalo ngerem kamu mau bunuh aku?!" ucapnya dengan kesal


Bram langsung mengambil sebuah botol dari dalam kantong celananya dan memberikannya pada Rina "Apa ini mas?" tanyanya dengan bingung


"Itu obat buat kandungan kamu minum aja aman kok." ucap Bram sambil memberikan botol tersebut kepada Rina


Rina mengambil botol yang diberikan Bram padanya "Aku tau kamu pasti perhatian sama anak kita makasih yah sayang." ucap Rina dengan tersenyum


Rina pun langsung meminum air yang diberikan padanya "Itu air untuk menggugurkan kandungan kamu!" ucap Bram dengan melihat kearah Rina


Rina langsung memuntahkan air yang sudah ia masukkan dalam mulutnya dengan spontan "Gila kamu yah mas?! Kamu mau bunuh aku dan anak kita?!" ucapnya dengan kesal


"Itu karena kamu tidak mau menggugurkan anak kamu!" ucap Bram dengan tegas


Rina menampar pipi Bram karena dia tidak terima dengan perkataan yang diucapkan oleh Bram "Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menggugurkan anak ini!" ucap Rina dengan tegas


Bram mengarahkan wajahnya kearah Rina dan memasang wajah marah "Sekarang kamu turun dari mobil saya!" ucapnya sambil menunjuk kearah pintu mobil menggunakan kode kedua bola matanya


Rina pun turun dari mobil Bram, Bram menjalankan mobilnya dan menuju kantornya kembali


 


°°°°°°°


 


Saat sedang memainkan laptopnya tiba-tiba ia mendapatkan email dari seseorang, ia buka email tersebut dan ternyata itu dari Rina, ia membukanya dan membaca email tersebut


Hanna kaget ketika membuka email tersebut


rina@gamil.com


"Gimana kamu sudah membicarakan tanggung jawab suamimu untuk saya kepadanya?"


Isi email tersebut, Hanna meneteskan air matanya ketika perempuan itu menanyakan dirinya tentang tanggung jawab lagi "Ya Allah apa benar mas Bram dan perempuan itu melakukan hal seperti itu?" ucapnya dalam hati sambil memejamkan kedua matanya sesekali


 


°°°°°°°


 


Keesokan harinya Hanna sedang meminum susu hamil untuk perkembangan janninya yang sudah mulai terlihat, saat sedang meminum susu tiba-tiba ia mendapatkan sebuah pesan ia pun membuka pesan tersebut


*Rina


"Enak yah jadi kamu lagi hamil aja dapet perhatian dari suami kamu*."

__ADS_1


Isi pesan dari Rina. Hanna pun mengucapkan istighfar berkali-kali dan memejamkan kedua matanya sesekali


Lalu Hanna berniat untuk menelfon Rina tapi sudah berkali-kali menelfonnya telfonnya tidak diangkat "Beraninya neror doang tapi kalo ditelfon kenapa gak mau diangkat sih?!" ucap Hanna dengan kesal


Lalu Hanna mengirim sms padanya


Rina


"Angkat telfon saya atau temui saya!"


Tulis pesan yang Hanna kirimkan pada Rina. Tidak lama kemudian Rina membalas pesan dari Hanna


Rina


"Resto Lombok jln xxx."


Isi pesan yang dibalas oleh Rina. Lalu Hanna berniat untuk menemui Rina "Emangnya saya takut sama kamu?" ucap Hanna setelah membaca pesan yang dibalas oleh Rina


°°°°°°°


Bram mengetahui jika Hanna akan menemui Rina dia tidak ingin Hanna dan Rina bertemu, karena ia tidak ingin jika Rina mencelakai Hanna dan kandungannya


Didalam taxi Hanna terjebak macet diperjalanan menuju resto yang ditentukan oleh Rina, tidak lama kemudian Hanna mendapatkan pesan dari Rina


Rina


"Saya sudah menunggu kamu disini tapi kamu tidak datang atau jangan-jangan kamu takut untuk bertemu saya?"


Isi pesan dari Rina. Hanna mengucapkan istighfar berkali-kali setelah membaca pesan yang dikirimkan Rina untuknya "Asstagfirullah'alazim ya Allah kuatkan aku untuk menghadapi perempuan ini." ucapnya dalam hati sambil memejamkan kedua matanya sesekali


Rina


"Saya tidak takut dengan kamu tapi saya lagi kejebak macet."


Isi pesan yang dikirim untuk Rina. Tidak lama kemudian Rina membalas pesan dari Hanna


Rina


"Yayaya yang kalah memang selalu banyak alasan."


Isi pesan dari Rina. Hanna mencoba bersabar dalam menghadapi sikap Rina yang membuat dirinya semakin kesal "Pak apa kita gak bisa putar balik atau lewat jalan pintas?" tanya Hanna pada supir taxi


"Maaf bu jam-jam gini memang jamnya macet mau putar balik juga susah." ucap supir taxi tersebut kepada Hanna


Hanna hanya bisa menunggu macet reda untuk sampai kesebuah resto untuk menemui Rina


°°°°°°


Dijalan Bram berusaha untuk sampai lebih awal agar bisa mencegah Rina agar tidak bisa bertemu dengan Hanna "Ahhh lewat sini aja bodoamat." ucap Bram sambil membelokkan setir mobilnya melewati jalan pintas


°°°°°°


Akhirnya setelah menembus kemacetan ibu kota Hanna sampai diresto Lombok untuk menemui Rina. Hanna turun dari dalam mobil taxi dan memasuki resto tersebut "Ya Allah apakah aku kuat untuk menghadapi perempuan itu?" tanyanya dalam hati


Setelah melewati jalan pintas akhirnya Bram sampai diresto Lombok dan memparkirkan mobilnya ditempat parkiran resto tersebut "Arghhh kenapa bisa kalah sama taxi sih?" ucap Bram dengan kesal

__ADS_1


Bram turun dari mobilnya dan mengikuti Hanna dari jarak yang tidak terlalu jauh dengan Hanna "Bunda jangan masuk bunda please." ucap Bram dengan nada pelan pada dirinya sendiri


Dengan tekad yang just akhirnya Hanna memasuki resto tersebut dan Harapan Bram untuk mencegah mereka berdua kandas


"Selamat siang apa ibu, ibu Hanna?" Tanya pelayan tersebut pada Hanna


Hanna menganggukan wajahnya kepada pelayan tersebut "Yah saya dengan ibu Hanna." ucap Hanna pada pelayan tersebut


"Silahkan temannya sudah menunggu." ucap pelayan tersebut


Hanna diantar menuju tempat yang dipesan oleh Rina oleh pelayan resto tersebut. Tiba-tiba kepala Hanna terasa pusing padahal Rina sudah ada didepan mata, kedua mata Hanna tiba-tiba terlihat tidak jelas sehingga Hanna tidak dapat melihat wajah Rina dengan jelas, tidak tahan merasakan pusingnya Hanna tiba-tiba pingsan dan tidak sadarkan diri


Rina yang melihat Hanna pingsan didepannya terlihat panik tapi dia tidak membantu Hanna untuk menyadarkan dirinya, Bram langsung masuk kedalam resto tersebut dan terkejut melihat Hanna yang sudah jatuh pingsan "Hanna?! Asstagfirullah'alazim." ucap Bram dengan panik


"Hmm mba ini istri saya, dia istri saya disini ada tempat kosong untuk menyadarkan istri saya dari pingsannya?" Tanya Bram pada pelayan resto tersebut


"Ada pak, tapi diatas." ucapnya sambil menunjuk kearah tempat kosong yang berada diatas


Bram menggendong Hanna menuju atas untuk menyadarkan Hanna dari pingsannya. Setelah menaruh Hanna disebuah sofa Bram menarik tangan Rina untuk keluar dari resto tersebut


Diluar Bram memarahi Rina karena ia kesal dengan sikap Rina yang sudah membuat Hanna pingsan "Kamu itu benar-benar yah Rin!" ucap Bram dengan kesal


Rina menghadapi Bram dengan santai dan tersenyum kearah Bram "Kenapa kamu mau nampar aku disini? Asal kamu tau yah mas mba Hanna sudah melihat aku." ucap Rina dengan santai


Belum sempat menjawab Rina langsung pergi dari hadapan Bram, dan membuat Bram semakin kesal padanya. Bram kembali kedalam resto tersebu untuk melihat Hanna apakah sudah sadar atau masih dalam keadaan pingsan


Tidak lama kemudian Hanna sadar dari pingsannya dan pelayan tersebut memberikan Hanna segelas air putih hangat, Hanna meminum air putih hangat yang diberikan oleh pelayan tersebut "Hmm mba apa teman saya masih ada disini?" Tanya Hanna pada pelayan tersebut


"Tadi sih ada bu cuma dibawa keluar sama laki-laki muda sih bu." ucap pelayan tersebut


Bram sampai diatas resto tersebut dan sudah melihat Hanna sadar dari pingsannya "Bunda allhamdulillah kamu udah sadar." ucap Bram dengan senyum pada Hanna


"Ini bu orangnya yang bawa keluar teman ibu." ucap pelayan tersebut sambil menunjuk kearah Bram


"Makasih yah mba." ucap Hanna pada pelayan tersebut


Hanna langsung pergi dari resto tersebut dan membiarkan Bram yang masih berdiri dari hadapannya. Bram mengejar Hanna yang keluar dari resto tersebut "Bunda tunggu bun." ucap Bram sambil menahan Hanna agar tidak pergi


Hanna menghentikan langkahnya karena Bram memegang lengannya "Apa kamu mau apa?" Tanya Hanna pada Bram dengan wajah kesal


"Bunda maafin aku tadi itu aku." belum sempat selesai berbicara Hanna memotong ucapan Bram


"Sudahlah Bram kamu gak usah minta maaf lagi sama aku, sekarang tolong lepasin tangan aku karema aku mau pulang." ucap Hanna sambil menahan air matanya agar tidak tumpah dihadapan Bram


"Yaudah biar aku anter kamu pulang." ucap Bram pada Hanna


Hanna menggelengkan wajahnya "Aku bisa pulang sendiri pake taxi." ucap Hanna dengan tegas


"Biar aku anter kamu bunda aku bawa mobil kok lagi juga kamu kan masih sakit."


"Iyah aku memang sakit, sakit hati!" ucap Hanna dan langsung pergi dari hadapan Bram


Hanna menghentikan taxi yang lewat didepannya dan memasuki taxi tersebut menuju rumahnya


Terimakasih buat pembaca setia novel "Harapan diatas Doa." maaf kalo authornya jarang update cerita novel ini

__ADS_1


Happy weekend and happy Reading! ✨


__ADS_2