
"Mah mamah yakin gak mau aku sama mas Bram aja yang anter mamah pulang?" Tanya Hanna dengan mengerutkan dahinya
"Gak usah mending kamu sama Bram nikmati waktu berdua kalian aja, lagi juga mamah udah pesen taxi online kok." ucapnya dengan tersenyum
"Yaudah nanti ini barang-barangnya aku bawain keluar aja yah?" ucapnya sambil menunjuk kearah koper bu Ani
"Iyah." ucapnya dengan senyum sambil mengelus pundak Hanna "Oiyah Bram mana? Dia udah berangkat kekantor?" tanyanya dengan wajah bingung
"Hmm mas Bram masih dikamar kayanya lagi siap-siap." ucapnya dengan senyum "Yaudah kalo gitu aku panggilin dulu yah?" ucapnya dengan mengarahkan bola matanya kearah kamarnya
"Iyah, yaudah mamah tunggu disini." ucapnya sambil menunjuk kearah sofa
Hanna berjalan menuju kamarnya untuk menemui Bram, sesampai didalam kamar Bram sedang menelfon seseorang dan Hanna menunggu disofa kamarnya sampai Bram selesai menelfon
Bram://"Hmm gitu yah? Yaudah kalo udah ada info penting langsung hubungi gua, secepatnya yah gua tunggu, iyah ok." ucapnya dalam telfon
Setelah mematikan telfonnya Bram menyadari kedatangan Hanna yang sedang duduk disofa, setelah Bram selesai telfon Hanna langsung menghampiri Bram yang sedang berdiri disamping tempat tidur "Mas maaf aku ganggu, mamah nungguin kamu diruang keluarga untuk pamit pulang." ucap Hanna kepada Bram
Bram tidak menjawab ucapan Hanna, dia langsung berjalan menuju pintu luar kamar tapi lengan Bram dipegang oleh Hanna sehingga Bram menghentikan langkahnya "Mas kamu kenapa sih sikap kamu sama aku setiap hari jadi makin dingin? Emangnya aku salah apa sama kamu? Coba jelasin ke aku?" tanyanya dengan melihat kearah wajah Bram
Bram mengarahkan wajahnya kearah Hanna "Salah apa? Kamu gak sadar sama kesalahan kamu? Dan masih minta penjelasannya? Think smart Han!" ucapnya dengan nada ketus
Hanna menghapus air matanya yang jatuh dipipinya "Ok untuk masalah poto itu aku bisa jelaskan dengan detail sama kamu, tapi aku mohon tolong jangan seperti ini sikap kamu aku mohon mas." ucapnya kepada Bram
Bram yang melihat wajah Hanna yang menangis dihadapannya tidak tega melihatnya tapi Bram tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah Hanna menangis lagi karena Bram masih merasa kecewa padanya "Hanna maafkan aku, aku sudah terlanjur kecewa dengan sikap kamu yang diam-diam pergi kecafe menemui laki-laki itu, aku harus bersikap seperti ini sama kamu sampai aku bisa menemukan bukti yang sesungguhnya." ucap Bram dalam hati
Hanna menggoyangkan tubuh Bram agar Bram menjawab ucapannya tapi sayang dengan cara apapun yang dilakukan Hanna sikap Bram masih saja dingin padanya, Bram pun langsung melepaskan tangan Hanna yang memegang lengannya dan berjalanmenuju luar kamarnya "Ya Allah berikanlah jalan keluar dari masalah ini, aku sudah tidak kuat lagi ya Allah." ucapnya dalam hati sambil meneteskan air matanya
°°°°°°°°
"Ok kerja bagus! Dengan kehadiran Rifki sekarang itu akan mempermudah untuk memisahkan Hanna dengan Bram, jalani terus kerjaan kamu dan tolong kasih info ke saya kalo ada update terbaru tentang mereka!" ucap Rina kepada orang suruhannya
__ADS_1
"Ok bos semua rencana ini saya jamin tidak akan hancur begitu aja, yang penting uang jalan terus." ucap orang tersebut kepada Rina
"Tenang aja soal itu, yang penting kamu selesaikan kerjaan kamu, kalo kerjaan kamu sesuai dengan apa yang saya inginkan saya akan langsung transfer kerekening kamu." ucapnya dengan senyum
"Ok beres itu mah!" ucapnya dengan senyum bahagia
"Hanna siap-siap kamu akan pergi jauh dari hidup Bram, karena nyonya Bramantyo akan berpihak pada saya!" ucapnya dalam hati dengan senyum sinis dan tatapan tajam
°°°°°°
Bram langsung menghampiri ibunya yang sedang duduk disofa "Mah, mamah mau pulang sekarang?" tanyanya dengan melihat wajah ibunya
"Iyah Bram karena papahmu sudah pulang jadi mamah juga harus pulang." ucapnya kepada Bram
"Hmm mamah mau aku anterin sampe rumah?" tanyanya sambil duduk disamping ibunya
"Gak usah Bram mamah sudah pesan taxi kok, kamu kan harus berangkat kekantor." ucapnya dengan senyum
"Gak usah Bram lagi juga ini supirnya sudah masuk komplek kok." ucapnya sambil melihatkan ponselnya kearah Bram
"Yaudah kalo mau mamah gitu."
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya taxi online pesanan bu Ani sampai didepan rumah Bram. Bu Ani, Bram, dan Hanna mengantarkan bu Ani sampai depan rumahnya dengan membawakan koper bu Ani "Mah mamah hati-hati yah, kalo sudah sampai jangan lupa kabarin aku atau mas Bram." ucap Hanna dengan mengarahkan tubuhnya kearah bu Ani
"Iyah Han, makasih yah." ucapnya dengan senyum
"Mah tolong salamin ke papah." ucap Bram
Bu Ani menganggukan wajahnya kearah Bram "Yasudah mamah berangkat dulu yah, Bram tolong jaga Hanna kalo kamu buat dia nangis hadapi mamah atau papahmu." ucapnya dengan tegas kearah Bram
"Iyah mah insyaallah." jawabnya
__ADS_1
"Hmm mah kopernya udah masuk bagasi mobilnya." ucapnya dengan senyum
"Yasudah mamah berangkat yah, hati-hati juga buat kalian, Assalamu'alaikum." ucapnya kepada Bram dan Hanna
Bram dan Hanna mencium tangan ibunya sebelum bu Ani masuk kedalam mobil "Waalaikum'sallam." jawab mereka berdua
Taxi online tersebut pun berjalan menuju rumah bu Ani dan pak Ardi, Bram langsung mengarahkan tubuhnya untuk masuk kedalam rumah untuk mengambil jas dan tas kerjanya, namun langkahnya terhenti oleh Hanna "Mas ini jas sama tas nya udah aku bawain." ucap Hanna sambil menunjuk kearah tangannya yang membawa jas dan tas untuk Bram
Bram mengarahkan tubuhnya kearah Hanna "Aku gak suruh kamu untuk bawain itu." ucapnya dengan jutek
Hanna menghampiri Bram yang sedang berdiri didekat pagar rumahnya "Loh kan aku masih jadi istri kamu jadi ini udah kewajiban aku sebagai istri yang melayani suaminya. Aku tau kamu masih marah dan kecewa sama aku, tapi bukan berarti marahnya kamu menghentikan tugas aku untuk melayani kamu." ucapnya dengan tersenyum sambil memberikannya ke Bram
Bram langsung mengambil jas dan tasnya ditangan Hanna "Makasih!" ucapnya dengan singkat dan jutek dan langsung masuk kedalam mobilnya
Mobil Bram langsung berjalan menuju kantornya "I mis you my dear." ucap Hanna sambil melihat mobil Bram yang melaju kearah kantornya dengan senyum
°°°°°°°
Diperjalanan menuju kantornya Bram masih teringat dengan ucapan Hanna yang dikatakan barusan, kata-kata Hanna masih terus terngiang-ngiang dipikiran Bram sehingga ia hampir saja menabrak pengendara motor yang ada di didepannya "Asstagfirullah'alazim!" ucap Bram dengan terkejut setelah hampir menabrak pengendara motor
Bram langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri pengendara tersebut "Mas mas gapapa kan?" tanyanya dengan wajah khawatir
"Gapapa kok mas, lain kali hati-hati dong bawa mobil untung saya gapapa cuma lever doang." ucap pengendara tersebut
"Iyah mas maaf tadi saya agak sedikit meleng, sekali lagi maaf yah mas, ini ada uang untuk mengobati lecetnya sama untuk motornya kalo ada yang rusak." ucap Bram sambil memberikan sebagian uangnya yang ada didalam dompetnya
Pengendara tersebut mengambil uang yang diberikan Bram padanya untuk mengganti kerugiannya "Makasih mas." ucapnya kepada Bram
"Sama-sama." ucap Bram dengan senyum
Lalu pengendara tersebut pergi dengan menggunakan motornya dan Bram masuk kedalam mobilnya untuk melanjutkan perjalanannya menuju kantor "Fyuhhhh allhamdulillah akhirnya orang itu gapapa, tapi kenapa gua sampe mikirin ucapan Hanna sih? Sayang I miss you." ucap Bram dengan dirinya sendiri sambil menyetir mobilnya menuju kantor
__ADS_1
Makasih untuk para pembaca novel "Harapan diatas Doa" yang udh setia membaca dan menunggu update novel ini. Jangan lupa like, komen, share, vote, dan follow ig @sofiimwddh
Happy Reading! ✨