Harapan diatas Doa

Harapan diatas Doa
Episode 16


__ADS_3

"Aku mau jelaskan soal pembicaraan aku sama Rina diresto beberapa hari yang lalu." ucap Bram yang sedang duduk disamping Hanna


Hanna hanya diam dia tidak mengeluarkan kata sedikit pun. Bram mendekati Hanna dengan memepetkan duduknya ke pinggang Hanna "Aku tau kamu marah sama aku, maafin aku yah?" ucapnya dengan manja


Hanna memturkan wajahnya kearah Bram "Aku mau maafin kamu tapi kamu gak pernah tau perasaan aku."


"Sayang udah dong jangan marah-marah lagi jelek tau tuh mukanya jadi gak cantik deh, senyum dong?" ucap Bram sambil mensenyumkan bibirnya kearah Hanna


 


°°°°°°


 


"Ok jadi semua sudah siap semoga kerja sama kita berjalan dengan lancar." ucap Bram kepada client nya


"Hmm sebelum kami pergi bapak silahkan tanda tangan kerja kontrak dari kita." ucapnya kepada Bram


"Ok boleh saya liat dulu berkasnya?" Tanya Bram


Lalu client tersebut memberikan map yang ingin ditanda tangani oleh Bram "Silahkan pak disini tanda tangannya." ucapnya dengan tersenyum


Saat Bram ingin menandatangani berkas tersebut dia tidak sengaja melihat tanda tangan dan nama Hanna yang tertera sebagai pemilik perusahaan yang ingin bekerja sama dengan perusahaan milik pak Ardi yang menjadi milik Bram "Loh ini bukannya tanda tangan dan nama Hanna? Kenapa bisa ada disini?" tanyanya dalam hati "Ok ini sudah selesai saya tanda tangani." ucap Bram sambil menserahkan berkas map tersebut


"Ok terimakasih semoga berhasil!" ucapnya dengan tersenyum


Bram dan pak Erdan bersalaman tanda meeting selesai dan kerja sama.


Setelah pak Erdan keluar dari ruangan meetingnya bersama sekertaris Bram kembali duduk dikursi meetingnya "Hanna? Apa iyah dia punya perusahaan sebesar itu dan menjadi pemiliknya? Tapi kalo iyah kenapa dia gak jujur sama gua?" tanyanya dengan diri sendiri sambil mengusap wajahnya


 


°°°°°°


 


"Waalaikum'sallam mas." ucap Hanna sambil mencium tangan Bram


Bram membuka dasinya yang terikat dikerah leher bajunya dan langsung duduk disofa ruangan rumahnya. Hanna pun ikut duduk didekat Bram "Mas kamu mau aku bikinin minum?" tanyanya kepada Bram


Bram menggelengkan wajahnya dan tidak menjawab pertanyaan dari Hanna "Hmm kamu udah makan?" tanyanya lagi


"Aku gak lapar." ucapnya dengan jutek


"Mas Bram kenapa yah kok sikapnya aneh gini?" tanyanya dalam hati "Yaudah udah aku siapin air angetnya jadi kamu bisa langsung bersih-bersih." ucapnya dengan tersenyum


Bram langsung memasuki kamarnya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya


Hanna menunggunya didalam kamar sambil memegang baju ganti untuk Bram pakai setelah mandi, setelah menunggu beberapa menit akhirnya Bram keluar dari kamar mandi "Ini mas bajunya." ucapnya sambil memberikan bajunya kepada Bram


Bram langsung mengambilnya tanpa berkata apapun, Hanna bangun dari duduknya dan menghampiri Bram yang sedang duduk sofa kamarnya "Mas kamu kenapa apa ada masalah?" tanyanya dengan mengerutkan dahinya


Bram hanya diam tidak mengeluarkan suara sedikitpun "Yaudah kalo kamu gak mau cerita gapapa ini udah aku siapin pappermint kesukaan kamu." ucapnya sambil memberikan segelas pappermint untuk Bram


"Taro situ aja nanti aku minum." ucapnya sambil menunjukkan meja yang dituju menggunakan kode bola matanya


Hanna menganggukan wajahnya dengan tersenyum dan bangun dari duduknya untuk menuju tempat tidur.


 


°°°°°°

__ADS_1


 


"Ini mas udah aku siapin masakan kesukaan kamu, aku ambilin yah?" ucapnya dengan tersenyum sambil menyiapkan sarapan untuk Bram


Setelah selesai diambilkan Bram dan Hanna menikmati sarapan paginya bersama "Hari ini ada pemberitahuan hasil pemenang record star setiap perusahaan doain aku yah." ucap Bram kepada Hanna


"Pasti mas insyaallah aku bakal doain kamu sampai kapanpun mudah-mudahan Allah selalu memberkati kamu." ucapnya dengan tersenyum


"Makasih yah sayang i love you." ucap Bram dengan tersenyum kearah Hanna


Hanna pun membalas senyuman dari Bram "Tapi kamu jangan diemin aku kaya semalem lagi yah?" ucap Hanna dengan manja


"Iyah iyah maafin aku yah maaf kalo sikap aku jutek sama kamu cuma karena kemaren aku meeting sama pak Erdan hampir full sehari jadi badan aku capek." ucapnya dengan memegang lembut tangan Hanna


Hanna terkejut saat mendengar kata pak Erdan yang baru saja diucapkan oleh Bram "Mudah-mudahan pak Erdan gak kasih tau mas Bram tentang pemilik perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan mas Bram." ucapnya dalam hati


Bram melambaikan tangannya kearah wajah Hanna karena ia bingung kenapa Hanna bengong dan terlihat seperti orang terkejut saat mendengar kata pak Erdan "Kamu kenapa? Ada yang salah?" tanyanya dengan mengerutkan dahinya


Hanna langsung membuyarkan lamunannya saat Bram menyadarkannya "Eh iyah itu gapapa kok aku." ucapnya dengan kikuk sambil senyum terpaksa


 


°°°°°°


 


"Hanna aneh sikapnya saat gua bilang kata pak Erdan, apa ada kaitannya sama tanda tangan dan nama yang gua liat kemarin?" tanyanya dengan diri sendiri sambil berjalan menuju ruangannya


"Allhamdulillah akhirnya PT GTI mendapatkan penghargaan apresiasi spesial semoga ditahun berikutnya perusahaan kita bisa lebih mendapatkan penghargaan yang lainnya." ucap Bram dengan tersenyum bahagia


"Iyah sama-sama pak handoko, allhamdulillah baik salam juga sama istri yah pak." ucap Bram kepada reka bisnisnya


"Insyaallah akan saya sampaikan, yasudah saya pamit dulu sekali lagi selamat yah pak." ucapnya sambil menyalami Bram


"You're welcome, it's really a great day. Yasudah saya langsung pergi masih ada urusan yang lain." ucapnya dan langsung pergi keluar gedung menuju mobilnya


"Huuu andai Hanna datang hari ini pasti akan lebih menyenangkan." ucapnya dalam hati "Telfon aja deh." ucapnya sambil mengambil handponenya yang ada disaku celananya


"Hanna gak angkat telfon lagi, ada apa yah?" tanyanya sambil mematikan hpnya dan memasuki ke saku celananya kembali


Saat Bram sedang berjalan menuju parkiran dia tidak sengaja mendengar pak Erdan sedang menelfon seseorang


Pak Erdan://"Iyah bu semuanya berjalan lancar, tidak allhamdulillah kayanya pak Bram tidak mengetahui ibu, pasti bu akan saya tutupi rapat-rapat agar pak Bram tidak mengetahui kalo perusahaannya bekerja sama dengan perusahaan bu Hanna, Waalaikum'sallam." ucap pak Erdan dalam telfon


Bram terkejut ketika mendengar namanya dan nama Hanna disebut oleh pak Erdan dalam telfonnya "Hanna? Apa benar kecurigaan aku selama ini kalo sebenarnya memang Hanna yang memiliki perusahaan yang sudah bekerja sama denganku?" ucapnya dalam hati sambil memantau pak Erdan "Aku harus samperin pak Erdan." ucapnya dalam hati


Bram langsung menghampiri pak Erdan yang sedang ingin memasuki mobilnya "Sorry Pak, bisa bicara sebentar?" ucap Bram sambil menepuk pundak pak Erdan


Pak Erdan langsung membalikkan tubuhnya kearah Bram "Iyah pak Bram ada apa?" tanyanya dengan wajah bingung


"Hmm ini sorry tadi saya gak sengaja mendengar ucapan bapak dalam telfon, kenapa bapak menyebut nama saya dan Hanna apa ada hubungannya dengan kita atau kerja sama kita?" Tanya Bram dengan melihat wajah pak Erdan


Wajah pak Erdan berubah menjadi khawatir dia takut kalo Bram mengetahui siapa pemilik perusahaan yang telah bekerja sama dengan perusahaannya "Aduh pak Bram kayanya denger kalo saya menyebut nama bu Hanna didalam telfon tadi." ucapnya dalam hati


Bram langsung membuyarkan lamunan pak Erdan "Pak bapak kenapa? Apa benar kalo pemilik perusahaan bapak itu adalah Hanna istri saya?" Tanya Bram dengan mengerutkan dahinya


Pak Erdan langsung membuyarkan lamunannya saat Bram menyadarkan dirinya "Eh anu pak bapak salah denger kali, tadi saya tidak menyebut nama bu Hanna istri bapak." ucapnya dengan terbata-bata dan memastikan agar Bram tidak mencurigainya


"Pak tolong pak bapak gak usah bohong sama saya, karena tadi saya dengar dengan pasti kalo bapak menyebut nama istri saya, saya mohon pak tolong katakan dengan jujur." ucap Bram kepada pak Erdan


Pak Erdan berusaha menutupinya dari Bram tapi percuma saja Bram mengancam pak Erdan "Ok kalo bapak tidak ingin memberitahu saya, saya terpaksa akan memutuskan kerja sama antara perusahaan kita." ucap Bram dan langsung pergi menuju mobilnya

__ADS_1


"Gimana ini? Apa saya harus kasih tau bu Hanna?" tanyanya dalam hati dengan wajah khawatir


 


°°°°°°


 


*Hanna://"Apa?! Jadi mas Bram sudah tau?" ucapnya dengan terkejut dalam telfon


Pak Erdan://"Iyah bu kayanya pak Bram mendengar ucapan saya dengan ibu dalam telfon tadi." ucap pak Erdan


Hanna://"Duh pak, kan saya sudah bilang harusnya bapak lebih hati-hati kalo udah gini gimana coba?"


Pak Erdan://"Maaf bu maafkan saya."


Hanna://"Yaudah pak gapapa biar masalah ini saya tangani sendiri sekarang bapak urusin urusan kantor aja, Assalamu'alaikum." ucapnya dan langsung menutup telfonnya dengan Pak Erdan*


"Mas Bram sudah tau aku harus jujur dan minta maaf sama dia biar mas Bram gak salah paham soal ini." ucapnya dalam hati


 


°°°°°°


 


"Hanna kenapa kamu gak jujur sama aku soal ini? Kenapa kamu gak bilang kalo kamu pemilik perusahaan PT. Jaya Indo? Aku harus tanya langsung sama dia." ucapnya dengan diri sendiri sambil menyetir mobilnya


Sesampai dirumah Hanna menyambut Bram pulang "Assalamu'alaikum mas allhamdulillah kamu pulang, gimana perusahaan kamu memang?" tanyanya dengan wajah tersenyum


Bram langsung berjalan menuju sofa ruang keluarga "Aku mau bicara penting sama kamu." ucap Bram dengan jutek


Hanna mengikuti arah Bram dan duduk disamping Bram "Tentang apa?" tanyanya dengan lembut


Bram langsung melihat wajah Hanna disampingnya "Kenapa kamu gak jujur soal perusahaan PT. Jaya Indo?" tanyanya dengan mengerutkan dahinya


"Jadi kamu udah tau semuanya?" ucapnya dengan pelan


"Yah aku tau! Aku tau semuanya! Termasuk pemilik perusahaan tersebut!" ucapnya dengan keras


"Mas maafin aku, aku gak bermaksud membohongi kamu aku lakukan itu semua karena ada alasannya." ucapnya dengan melihat wajah Bram yang sedang marah


"Aku gak butuh alasan dari kamu karena aku sudah memutuskan untuk tidak bekerja sama lagi dengan perusahaan itu dan jangan kamu harap amu kembali seperti apa yang kamu inginkan karena aku sebagai laki-laki tidak suka dibohongi dengan seorang perempuan apalagi itu istri aku!" ucapnya dengan tegas sambil berdiri dari duduknya dan menuju kamarnya


"Ya Allah kenapa ini terjadi lagi? Padahal aku maksud untuk membantu mas Bram." ucapnya dengan menangis


"Arghhh lagi-lagi dia bikin gua kecewa sekarang! Apasih mau dia?" ucapnya dengan kesal sambil melempar jas dan tas kerjanya kekasur


Hanna masuk kedalam kamar menyusul Bram yang masuk duluan dia tahu bahwa suaminya sangat marah sekali padanya "Mas aku tau kamu pasti marah dan kecewa sama aku, aku paham kok tapi kamu harus tau kenapa aku melakukan ini semua." ucapnya kepada Bram yang sedang menahan amarah


"Hanna kenapa kamu membuat aku seperti orang bodoh disini? Kenapa kamu membuat aku kecewa saat aku ingin memperbaiki semua kesalahan aku, kenapa Han kenapa?" tanyanya dengan menahan amarah menghadap arah tubuh Hanna


Hanna mengangkat kepalanya dan melihat wajah suaminya "Karena aku ingin membantu perusahaan kamu agar perusahaan kamu tidak bangkrut ditipu oleh perusahaan PT, SI!" ucapnya dengan menangis dihadapan Bram


"Kamu tau dari mana kalo perusahaan aku bakal bangkrut? Aku gak butuh bantuan siapapun bertahun-tahun aku mengelolah perusahaan papah tapi aku berhasil mengelolanya jadi kamu jangan sok tau!" ucapnya dengan tegas dan langsung pergi memasuki kamar mandi


Setelah selesai dari kamar mandi dan membersihkan tubuhnya Bram menghampiri tempat tidurnya "Mas kamu mau tidur?" Tanya Hanna dengan lembut


Bram tidak menjawab pertanyaan Hanna dia hanya mengambil bantalnya dan berjalan menuju sofa ruang tidurnya "Mas kamu mau tidur disitu lagi?" Tanya Hanna dengan mengerutkan dahinya


"Jangan harap aku akan tidur disitu sama kamu lagi!" ucapnya dengan tegas

__ADS_1


"Ya Allah kenapa seperti ini? Apa tujuanku untuk membantu suamiku salah? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana papah dan mamah tau kalo aku dan mas Bram pisah ranjang lagi? Bantu aku ya Allah." ucapnya dalam hati sambil menangis


Makasih buat kalian yang masih bertahan untuk baca novel "Harapan diatas Doa" maaf yah kalo authornya jarang up. Ikuti terus setiap cerita yang author publish! Happy reading! ✨


__ADS_2