Harapan diatas Doa

Harapan diatas Doa
Episode 8


__ADS_3

Bram datang lebih cepat dari Ardan karena jarak cafe dengan kantornya tidak begitu jauh, beberapa menit sudah menunggu akhirnya Ardan datang dan menghampiri Bram yang sedang menikmati minuman yang ia pesan selama menunggu Ardan datang "Sorry bro gua telat tadi ada masalah dikantor jadi harus gua beresin dulu." ucapnya sambil meggeser kursi untuk duduk


Bram langsung melihat tingkah sahabatnya yang dari dulu selalu telat kalau diajak untuk ketemuan "Ah lu mah emang dari dulu tukang telat." ucapnya dengan tertawa


"Serius ngapain gua bohong sama lu." ucapnya dengan wajah kesal


Bram tertawa karena melihat tingkah konyol sahabatnya "Iyah iyah gua minta maaf, by the way ada apa ajak gua ketemuan?" tanyanya dengan mengerutkan dahinya


"Gak gua cuma mau nongkrong bareng lu aja kita kan udah lama gak nongkrong bareng gini kan? Oiyah gimana udah punya anak berapa lu sama Hanna?" tanyanya dengan serius


Bram tertawa mendengar pertanyaan yang ditanyakan oleh sahabatnya "Hahah anak? Apaan belom gua." ucapnya dengan memalingkan wajahnya


Ardan berfikir tidak mungkin bahwa sahabatnya ini tidak subur begitu pula Hanna ia tidak percaya dan berfikir bahwa Bram dan Hanna belum melakukan hubungan layaknya suami dan istri "Jangan-jangan selama kalian menikah lu belom nafkahin dia secara batin?" tanyanya sambil mendekatkan wajahnya kearah Bram


Bram langsung terkejut dengan ucapan Ardan bagaimana bisa dia tahu kalo dia dan Hanna belum melakukan hubungan suami istri "Tau dari mana lu?" ucapnya dengan mendesis


Ardan ketawa dengan jawaban Bram karena dia tahu betul bagaimana sikapnya "Yah gua tau lah Bram emangnya lu sama gua baru temenan 1 bulan? Emangnya lu ada masalah sama si Hanna?" tanyanya dengan wajah serius melihat Bram


"Karena gua gak cinta sama dia." desisnya dengan wajah kesal


Ardan terkejut dengan ucapan Bram yang tidak mencintai Hanna "Ah lu bercanda kan? Mana mungkin kalo lu gak cinta kalian bisa nikah? Lagi kalo dipikir-pikir Hanna itu cantik kok kalian kalo punya anak pasti cakep kok apalagi lu Bram lu kan blasteran belanda karena kakek lu." ucapnya dengan serius


Bram berdesis dalam hatinya dengan jawaban Ardan "Yah karena gua gak cinta sama dia kita ini cuma korban perjodohan aja lagi juga siapa yang mau nikah sama orang yang gak kita cintai?" ucapnya sambil memalingkan wajahnya


"Jadi kalian ini dijodohin?" ucapnya dengan syok


"Iyah jadi ceritanya..." ucapnya sambil menceritakan awal perjodohannya dengan Hanna


Setalah Bram menceritakan semuanya dengan detail Ardan baru mengerti bahwa Bram tidak mencintai istrinya ia lebih mencintai Rina yang diam-diam sudah mengkhianatinya "Tapi yah Bram waktu itu gua pernah liat Hanna lagi ngobrol sama pejabat gitu." ucapnya kepada Bram


Bram ketawa bagaimana mungkin kalo istrinya mempunyai perusahaan seperti dirinya karena setiap hari istrinya selalu berada dirumah orang tuanya "Ah ngaco lu salah liat kali manamungkin dia punya perusahaan emang sih bokapnya punya perusahaan yang kerja sama sama bokap gua tapi selama ini dia cuma dirumah doang jadi gak mungkin kalo dia bisa


 


°°°°°°


 


Hanna yang sedang membaca majalah terhenti aktivitas bacanya oleh deringan bunyi handponenya, lalu dia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelfonnya "Mas Dani?" ucapnya saat melihat layar kaca hp nya


Hanna langsung mengangkat telfon tersebut dan menaruh majalah yang dipegangnya keatas meja kamarnya


Hanna://"Assalamu'alaikum mas, iyah aku dirumah, lagi santai-santai aja ada apa emang? Semua baik-baik aja kan? Hmm bisa kok bisa iyah aku kesana sekarang Waalaikum'sallam." ucapnya dalam telfon dan langsung menutupnya


Hanna langsung mengirim sms kepada Bram karena jika dia menelfonnya Bram pasti tidak akan mau menjawabnya


*Mas Bram


"Assalamu'alaikum mas, aku mau izin mau pergi sebentar insyaallah sebelum mas pulang aku udah dirumah."


 


°°°°°°*

__ADS_1


 


Bram yang sedang asik mengobrol dengan Ardan tiba-tiba terhenti oleh suara sms yang masuk dihpnya. Bram langsung melihat ponselnya "Hanna ngapain massage gua?" ucapnya dalam hati


Bram langsung membuka pesan tersebut dan setelah membacanya Bram tidak membalasnya dan membiarkannya dan kembali mengobrol dengan Ardan


Ardan tanpa basa-basi langsung bertanya pada Bram tentang siapa yang mengirim sms nya "Siapa Bram?" tanyanya sambil menikmati makanan yang dipesan


Bram langsung menaru kembali ponselnya diatas meja makan resto tersebut "Bukan siapa-siapa kok." ucapnya sambil memasang wajah malas


Ardan langsung bisa menebak siapa yang mengirim sms pada Bram "Pasti Hanna yah?" ucapnya sambil menggodai Bram


"Apaansih lu Dan, udah ah bahas yang lain aja kenapa sih kita harus bahasi dia? Gak dirumah gak disini bahas dia mulu." ucapnya dengan kesal


Ardan hanya tertawa dengan sikap Bram "hahaha Bram Bram gini aja mending gua kan belom nikah nih pacar aja gak punya mending si Hanna buat aja dari pada dia disakitin mulu hatinya sama lu mending sama gua gua bahagiain lahir dan batin." ucapnya sambil menggodai Bram yang sedang kesal


Bram langsung memberi sikap yang seperti orang cemburu "Apaansih lu Dan gua tonjok sama gua." ucapnya dengan kesal


Ardan hanya bisa tertawa karena sikap Bram yang masih seperti anak kecil "Gua tau Bram lu tuh gak mau kehilangan Hanna, semoga aja lu bisa sadar dan mencintai istri lu sebelum kehilangannya nanti." ucapnya dalam hati


 


°°°°°°


 


Rina yang sedang jalan-jalan bersama pacar barunya, yaitu Willy dia sudah tidak perduli lagi dengan Bram bagi dia Bram hanya mesin ATM yang bisa ia gunakan uangnya kapan saja "Mas aku laper nih kita makan yuk." ucapnya kepada Willy


Willy yang sedang menyetir mobil langsung melihat wajah Rina sebentar dan langsung fokus lagi kepada setirannya "Yaudah kita mampir makan aku tau cafe yang paling enak." ucapnya sambil tersenyum


Rina dan Willy langsung keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju cafe tersebut "Mas kayanya ini cafe baru yah?" ucap Hanna


"Iyah ini cafe namanya cafe Lojon katanya sih enak makanya serame ini, yaudah kita masuk yuk aku juga udah laper." ucapnya sambil menggandeng tangan Rina dengan lembut


Rina tidak mengetahui jika dicafe tersebut ada Bram juga sedang nongkrong bersama sahabatnya tetapi nasib menguntungkan mengantarkan rina Bram tidak melihat Rina yang sedang bersama kekasih barunya "Itu bukannya mas Bram? Dia ada dicafe ini juga? Dia gak boleh liat aku sama mas Willy kalo mas Bram liat semuanya jadi kacau." ucapnya dalam hati dengan wajah khawatir


Willy yang melihat kegelisahan Rina bingung "Sayang kamu kenapa?" tanyanya dengan mengerutkan dahinya


Rina langsung menyampaikan kegelisahannya terhadap Willy "Mas gawat mas, mas Bram ada disini." ucapnya dengan ketakutan


Willy yang mengetahui kalo Bram ada disini langsung menyuruh Rina untuk menutupi wajahnya menggunakan kaca mata hitam miliknya "Sayang kamu pakai kaca mata item kamu biar Bram tidak mengenali kamu." ucapnya dengan cepat


Rina pun mengikuti saran dari Willy saat Bram berjalan disamping mejanya Rina begitu terlihat ketakutan karena takut rahasianya terbongkar


Tetapi Bram tidak melihat Rina disampingnya "Iyah sama-sama nanti gua kabarin lagi." ucapnya kepada Ardan sambil berjalan keluar cafe


Sesampai didepan parkiran Bram dan Ardan berpamitan untuk pulan dan mengerjai urusannya masing-masing "Sama-sama Bram, oiyah pikirkan apa yang gua kasih tau ke lu jangan sampai lu menyesal dikemdian hari." ucapnya sambil menghadapkan tubuhnya kearah Bram


"Iyah-iyah lu bawel banget sih dari tadi yaudah gua cabut dulu yah thank you for today and see you soon." ucapnya sambil bersalam kepada Ardan


Ardan membalas jabatan tangan Bram untuknya "Yo're welcome." ucapnya dengan mensenyumkan wajahnya


Bram pun masuk kedalam mobilnya "Race care brother!" teriaknya dari dalam mobilnya

__ADS_1


Ardan hanya mensenyumkan dirinya kepada Bram dan juga masuk kedalam mobilnya setelah Bram menjalankan mobilnya menuju tempat yang dituju "Gua akan bantu Hanna untuk membuat Bram mencintainya." ucapnya dengan diri sendiri


 


°°°°°


 


Rina akhirnya bernafas dengan lega begitu tahu kalau dirinya dengan Willy hampir saja ketahuan oleh Bram "Akhirnya! Hampir aja rencana kita gagal mas." ucapnya dengan wajah lega


Willy pun juga menghela nafas panjangnya "Iyah sayang hampir aja tadi Coba kalo ketauan rencana kita semuanya berantakan kita harus lebih hati-hati lain kali." ucapnya dengan wajah lega pula


 


°°°°°°


 


Hanna langsung menuju tempat yang ditujunya setelah meminta izin kepada Bram lewat massage dan berpamitan kepada mertuanya sesampai disuatu tempat Hanna memasuki rumah yang begitu megah dan dikelilingi dengan barang-barang yang harganya tidak sedikit "Assalamu'alaikum." ucapnya sambil membuka pintu rumah tersebut


Dani yang mengetahui kehadiran Hanna langsung menghampirinya "Waalaikum'sallam Han akhirnya kamu sudah sampai." ucapnya dengan wajah tersenyum


"Iyah mas allhamdulillah tadi jalanan juga gak macet oiyah ada apa mas minta aku datang kesini?" tanyanya dengan wajah bingung


Dani langsung memeperslahkan Hanna untuk duduk disofa ruang tamu rumah tersebut "Oiyah Han duduk dulu biar mas enak menjelaskannya." ucapnya sambil memberikan Hanna untuk duduk


Hanna langsung berjalan dan duduk disofa ruang tamu tersebut dan mendengarkan penjelasan dari Dani "Jadi gini Han Allhamdullilah meeting kita dengan Bram berjalan dengan lancar dan dia menyetujui dengan kerja sama ini." ucapnya dengan tersenyum


Hanna yang mendengar ucapan dari Dani merasa lega dan terlihat sangat bahagia "Allhamdulillah kalo gitu mas." ucapnya dengan wajah lega


"Tapi Han mas bingung kenapa kamu gak kasih tau Bram dan mertua kamu aja kalo kamu adalah direktur dari perusahaan ini?" tanyanya dengan mengerutkan dahinya


Hanna mulai menjelaskan kenapa dirinya tidak ingin memberitahukan Bram dan mertuanya bahwa ia yang mempunyai PT. Anugrah Cahya Indo yang perusahaannya terkenal dengan maju dan berhasil


 


°°°°°°


 


Malamnya seperti biasa Hanna menunggu Bram pulang, beberapa jam setelah menunggu akhirnya Bram pulang dan menuju kamarnya Hanna yang sudah selesai dari tadi mengambil baju tidur untuk Bram setelah bersih-bersih dirinya dari kantornya


Bram langsung masuk kedalam kamarnya tanpa mengucapkan salam kepada Hanna yang menunggunya dari tadi


Hanna langsung menghampiri Bram dan ingin mencium tangannya tapi lagi-lagi Bram membiarkannya dan menghiraukan Hanna sebagai istrinya "Allhamdulillah mas kamu udah pulang ini udah aku siapin baju ganti jadi kamu bisa langsung bersih-bersih." ucapnya dengan melihat wajah Bram


Bram langsung mengambilnya dan menuju kamar mandi tapi langkahnya dihentikan oleh dirinya sendiri dan menghadap kearah tubuh Hanna dari dekat kamar mandi "Oiyah abis ini gua mau ngomong sama lu." ucapnya dengan ketus dan langsung berjalan memasuki kamar mandi


Hanna menganggukan wajahnya dan keluar kamar menuju dapur untuk membuatkan Bram minuman kesukaannya setelah selesai Hanna kembali kekamarnya dan menunggu Bram yang masih berada dikamar mandi


Setelah menunggu Bram akhirnya dia selesai dari bersih-bersih dan menghampiri Hanna yang sedang duduk dipinggir tempat tidur "Gua mau ngomong." ucapnya dengan jutek


Hanna berdiri dari duduknya dan mengambil segelas teh bikinannya untuk Bram "Ini mas udah aku bikinin tehnya, mas mau ngomong apa?" ucapnya sambil memberikan Bram minuman teh

__ADS_1


Bram mengambilnya lalu menantunya kembali ditempat semula "Besok kita pindah rumah." ucapnya dengan singkat


Makasih buat teman-teman yang udah baca cerita novel "Harapan diatas Doa" jangan lupa like, komen, share, vote author, follow ig author @sofiimwddh dan jangan sampai ketinggalan cerita yang setiap author publish!


__ADS_2