Harapan diatas Doa

Harapan diatas Doa
Episode 2


__ADS_3

Kamu memang tampan


Kamu memang menarik


Tapi sayang hatimu bukan untukku


🍁🍁🍁🍁


Seperti biasa Bram sedang bersiap-siap untuk berangkat kekantor. Lalu dia menuruni anak tangga menuju lantai dasar untuk sarapan bersama keluargganya


"Pagi mah, pah." ucapnya sambil duduk dikursi meja makan miliknya


"Pagi sayang." jawab bu Ani sambil menyiapkan sarapan


dipertengah sarapan mereka pak Ardi memberitahu sebuah jawaban Yang membuat Bram terkejut "Bram papah sudah memberitahu Hanna dan besok kita akan bertemu dengannya." ucap pak Ardi sambil mengunyah sarapannya


Bram yang mendengarnya syok dan menghentikan sarapannya "Kok cepet banget sih pah?" tanyanya dengan wajah kaget


"Semakin cepat semakin baik dan pokoknya besok kamu ambil cuti sehari untuk bertemu Hanna." jawab pak Ardi sambil memakan sarapannya


°°°°°°°


Setelah sampai dikantor Bram langsung menuju ruangannya untuk melakukan aktivitas kerjanya


Saat sedang bekerja ada suara ketukan pintu yang menghentikan pekerjaannya "Iyah masuk!" ucapnya dengan keras


Lalu seorang wanita cantik dan berpakaian modis masuk kedalam ruangan Bram yang tak lain adalah Linda, sekertaris Bram "Maaf pak saya mengganggu." ucap Linda yang berjalan menghampiri meja kerja Bram


"Tidak, ada apa?" Tanya Bram yang langsung menghentikan jari-jemarinya yang sedang mengetik sesuatu dilaptopnya


"Ini pak ada berkas dari pak Santos tentang perjanjian bisnis kita." ucapnya sambil memberikan sebuah map ke Bram


Lalu Bram memeriksanya dan membacanya "Ok akan saya pelajari nanti setelah itu saya akan panggil kamu." ucapnya sambil melihat map yang ada ditangannya


"Yasudah saya permisi dulu." ucapnya sambil pergi menuju pintu ruangan Bram


°°°°°°


"Apa?! Jadi kamu dijodohkan sama papah kamu dan kamu menerimanya?" ucap Rina dengan nada kencang dan wajah syok


"Sayang kamu tenang dulu yah, aku gak bisa nolak ini karena kalo aku tolak papah mengancam aku." jawabnya sambil menenangkan Rina


"Emangnya papah kamu ngancem apa?" tanyanya dengan wajah kesal


"Dia akan mencabut fasilitas aku yang aku gunakan saat ini dan papah akan tidak menganggap aku sebagai anaknya lagi." jawabnya dengan memalingkan wajahnya dari hadapan Rina "Tapi aku janji walaupun aku sudah menikah aku akan tetap cinta dan sayang sama kamu." ucapnya dengan memegang tangan Rina dengan lembut


"Bener kamu bakal tetep cinta sama aku?" tanyanya dengan wajah memelas


"Iyah aku janji." jawabnya sambil memberikan jari kelingkingnya dan tersenyum

__ADS_1


°°°°°°


Malam harinya Bram baru saja pulang dari kantornya tepat pada jam 19.15 dan sampai dirumah jam 20.05 saat Bram ingin masuk kedalam kamarnya tetapi langkahnya terhenti oleh panggilan dari bu Ani


"Bram sudah pulang?" ucap bu Ani yang menghentikan langkah Bram untuk naik ke tangga


Bram langsung menoleh dan menghampiri bu Ani lalu mencium tangan bu Ani "Iyah mah hari ini lumayan sibuk jadi pulangnya agak telat." ucap Bram


"Yasudah kamu istirahat aja dan siapkan diri kamu karena besok jam 08.00 pagi kita pergi ke jawa timur untuk bertemu dengan Hanna." ucap bu Ani dengan menatap wajah Bram


"Iyah mah." jawabnya dengan wajah lesu


"Kamu sudah makan?"


"Udah tadi sebelum pulang ke rumah."


"Yaudah kalo gitu kamu masuk kekamar istirahat dan bersihkan tubuh kamu." ucapnya sambil mengelus bahu Bram


Bram hanya mengangguk dan langsung menaiki tangganya menuju kamar miliknya


Sesampai dikamarnya Bram terlihat frustasi dan kesal karena ia merasa bersalah pada sang kekasihnya karena telah menyetujui perjodohan ini tanpa memikirkan perasaan Rina


"Apa keputusan gua untuk menerima perjodohan ini bener? Gimana dengan Rina?" tanyanya dengan diri sendiri sambil mengusap-ngusap wajahnya dengan kesal "Arghhh kenapa harus gua yang ada diposisi seperti ini?"


°°°°°°


Keesokan harinya Bram, pak Ardi, dan bu Ani sampai disebuah pesantren yang berada dijawa timur


Mereka bertiga pun turun dari mobil mewah milik pak Ardi yang sudah terpakir diparkiran mobil pesantren tersebut


"Pah kok kita kesini?" Tanya Bram dengan wajah bingung


"Iyah karena Hanna tinggal dipesantren ini sejak orang tuanya meninggal." ucap pak Ardi dengan menghadap tubuh Bram


Mereka bertiga pun masuk kedalam pesantren tersebut dan bertemu dengan sang pemilik pesantren tersebut


"Assalamu'alaikum pak haji." ucap pak Ardi sambil bersalaman dengan pemilik pesantren tersebut


"Waalaikum'sallam allhamdulillah akhirnya tamu yang kita tunggu sudah sampai." jawabnya sambil membalas salaman dari pak Ardi


"Allhamdulillah iyah untung aja jalanan tadi macetnya gak terlalu parah, jadi kita gak terlalu lama dijalan."


"Allhamdulillah kalo gitu, yasudah mari duduk." ucapnya sambil memberikan sofa khusus tamu kepada pak Ardi, bu Ani, dan Bram


"Oiyah pak haji ini kenalkan istri saya namanya Aminah panggil saja Ani dan ini anak saya Bram. kedatangan saya dengan keluargga kesini untuk memperkenalkan anak saya dengan Hanna, sesuai yang sudah saya kasih tau pak haji lewat telfon beberapa hari yang lalu." ucap pak Ardi kepada pemilik pesantren tersebut


"Jadi kedatangan pak Ardi beserta keluarga untuk membicarakan perjodohan antara Bram dengan Hanna sesuai yang dibicarakan bapak lewat telfon." jawabnya sambil menghadap kearah tubuh pak Ardi


"Iyah pak jadi saya ingin menunaikan janji saya terhadap almarhum teman saya, yaitu bapak dari Hanna, pak Azis."

__ADS_1


"Yasudah saya panggilkan istri saya untuk memanggil Hanna untuk datang kesini."


Lalu pak haji Gofur pergi untuk menemui sang istri agar sang istrinya dapat memanggil Hanna untuk bertemu dengan keluarga Bram


Setelah selesai memanggil pak Gofur datang dengan membawa sang istri dan Hanna yang berjalan disampingnya


"Pak Ardi ini saya sudah panggilkan Hanna Dan istri saya." ucapnya sambil duduk disofa yang tersedia untuknya


Lalu pak Ardi, Bram, dan bu Ani pun berdiri untuk memperkenalkan dirinya kepada istri ustad Gofur dan Hanna. Setelah bersalaman lalu mereka bertiga duduk kembali ditempat mereka masing-masing


"Jadi gini umi pak Bram beserta keluarganya ingin menunaikan janjinya kepada almarhum temannya yaitu orang tua dari Hanna." ucapnya sambil memberitahu kepada sang istri


"Hmm kalo boleh saya tau bagaimana kejadiannya sehingga pak Ardi membuat janji kepada almarhum orang tuanya Hanna?" tanyanya ustadzah Aqila


Flash back


"Allhamdulillah yah Zis usaha kita sudah maju dan sekarang sudah ramai dengan pembeli." ucap pak Ardi dengan wajah gembira


"Iyah Di bener kan apa yang gua bilang dan lu percaya kan kalo gua bisa masak?" jawabnya dengan tertawa


"Iya-iyah gua percaya sekarang maaf yah kalo gua sempet gak percaya sama lu."


"Iyah gapapa. Oiyah gimana kabar anak dan istri lu?"


"Allhamdulillah Bram baik-baik saja dan Ani juga baik." ucapnya dengan tersenyum


"Allhamdulillah kalo gitu gua seneng dengernya."


"Gimana keadaan anak dan istri lu? Udah lama gua gak ketemu anak sama istri lu."


"Allhamdullilah mereka baik juga. Hmm Di gimana kalo kita bikin perjanjian?" ucapnya dengan wajah serius


"Perjanjian?" Tanya pak Ardi dengan wajah bingung


"Iyah gua mau anak gua, Hanna nanti kalo udah besar dia menikah dengan Bram, anak lu dan gua percaya kalo Bram bisa membahagiakan anak gua."


Pak Ardi mendengarnya terkejut dia tidak percaya bahwa sahabatnya ingin anaknya menikah dengan Hanna, anak sahabatnya "Hmm insyaallah kalo Allah mengizinkan gua akan bantu Bram dan Hanna untuk bersama." ucapnya dengan tersenyum


Flash on


"Jadi gitu pak ustad, ustadzah, Hanna ceritanya." ucapnya kepada mereka bertiga


"Allhamdulillah kalo pak Ardi ingin menunaikan janji pak Ardi kepada almarhum pak Azis untuk menikahkan anak kalian, karena bagaimanapun janji adalah hutang dan harus segera dilaksanakan." ucap ustad Gofur


"Tapi maaf pak Ardi semuanya saya serahkan jawabannya kepada Hanna, karena dia yang berhak menentukan calon imamnya untuk menuntunnya ke surganya Allah." ucap ustadzah Aqila kepada Bram dengan wajah menatap pak Ardi, Bram, ustad Gofur, dan Hanna dengan bergantian


Lalu pak Ardi memberi kode kepada Bram untuk berbicara kepada Hanna untuk memberi tahu maksud kedatangannya. Bram pun mengetahui kode yang diberitahu papahnya untuk dirinya berbicara kepada Hanna "Iyah Han jadi saya menyetujui keinginan papah saya untuk menerima perjodohan ini, untuk jawabannya saya serahkan ke kamu." ucapnya dengan melihat wajah Hanna


"Maaf mas kalo mas Bram tidak keberatan apa boleh saya meminta waktu untuk menjawabnya sekalian saya meminta petunjuk kepada Allah?" tanyanya dengan melihat wajah Bram

__ADS_1


"Iyah terserah kamu, kalo kamu sudah bisa menjawabnya beritahu saya."


Terimakasih buat teman-teman yang sudah mau membaca cerita "Harapan diatas Doa" dan sudah mau mengikuti alur cerita ini, mohon maaf untuk kekurangannya dan jangan lupa like, komen, share cerita ini ketemen-temen kalian, dan jangan lupa follow ig author @sofiimwddh dan baca setiap cerita yang author publish!


__ADS_2