Harapan diatas Doa

Harapan diatas Doa
Episode 3


__ADS_3

 


Walaupun aku sudah menerimamu


Tetap saja hatimu bukan untukku


Dan aku tahu ragamu bukan untukku


 


🍁🍁🍁🍁


Beberapa hari setelah pertemuan Bram dengannya Hanna melaksanakan shalat istikharah untuk menentukan jawaban yang tepat untuk ia berikan pada Bram dan keluargannya. Hanna menghamparkan sajadahnya disepertiga malamnya ia meminta petunjuk pada Allah atas jawaban apa yang ingin ia pilih "Ya Allah, ya Gofururrohim dengan 99 namamu aku meminta atas jawaban apa yang akan aku berikan untuk mas Bram dan keluargannya? Apakah aku harus menerimanya demi ayah yang sudah membuat janji kepada pak Ardi untuk menikahkanku pada putranya? Jika 'iyah' adalah jawabannya maka aku akan menerima mas Bram sebagai suamiku kelak, maka mantapkanlah hati ini untuk menerimanya dan semoga mas Bram dapat bertanggung jawab pada diriku dan keluargaku kelak Aamiin." ucap Hanna dalam rintihan doa tahajudnya dengan meneteskan air mata yang jatuh berderas diatas pipinya


 


°°°°°°°


 


"Assalamu'alaikum ustad." ucap Hanna pada ustad Gofur yang sedang berdiri dihalaman pesantren


"Waalaikum'sallam iyah ada apa Hanna?" tanyanya sambil menoleh kehadapan Hanna


Lalu Hanna memberitahu alasan ia bertemu dengan ustad Gofur, yaitu membicarakan bahwa ia akan setuju dengan perjodohan yang dilakukan oleh ayahnya pada pak Ardi "Jadi kedatangan saya ke ustad adalah saya akan menerima perjodohan ini." ucapnya dengan nada pelan


Ustad Gofur yang mendengarnya syok sekaligus senang bahwa Hanna menerima perjodohan ini "Allhamdulillah kalo memang itu jawabanmu ustad harap kamu sudah memikirkan ini matang-matang dan ustad hanya berharap yang terbaik untuk kamu saja." ucapnya dengan tersenyum


"Bissmillah ya Allah semoga memang ini jawaban yang terbaik." ucap Hanna dalam hati dengan keyakinan teguhnya


 


°°°°°


 


"Masyaallah allhamdulillah kalo gitu ustad iyah-iyah nanti saya sampaikan pada istri dan anak saya, Iyah ustad salam juga sama ustadzah dan Hanna." ucap pak Ardi dalam telfonnya yang tak lain adalah ustad Gofur


Bu Ani yang melihat suaminya tersenyum bahagia heran karena sebab apa yang membuat suaminya begitu terlihat bahagia setelah mengangkat telfon dari seseorang "Pah siapa yang telfon? kayanya kamu seneng banget?" ucapnya sambil menghampiri pak Ardi


"Hmm ustad Gofur yang telfon dia kasih tau kalo Hanna udah menerima perjodohan ini." ucapnya dengan tersenyum sambil menoleh kearah tubuh bu Ani


Bu Ani yang mendengarnya pun sangat bahagia kalo sebentar lagi dia akan mendapatkan menantu yang cantik sekaligus solleha "Allhamdullilah pah akhirnya Bram akan menikah juga dan kita bukan hanya akan mendapatkan cucu tapi sekaligus menantu yang solleha." ucapnya dengan bahagia


Mereka berdua pun tersenyum bahagia bersama karena mendengar kabar bahagia hari ini


 

__ADS_1


°°°°°°


 


Bram yang sedang bekerja mendadak tidak fokus karena memikirkan masalah perjodohan dirinya dengan Hanna "Gimana yah kalo Hanna benar-benar menyetujui perjodohan ini juga? Gimana dengan Rina masa gua harus mutusin dia? Semoga Hanna gak akan menyetujui rencana ini. Tapi kalo diliat-liat Hanna cantik juga sih malah kalo dipikir pake logika cantiknya ngalahin yang lain, arghhhh! apasih gua kenapa jadi mujia dia sekarang?" ucapnya dengan diri sendiri sambil memasang wajah khawatir


 


°°°°°°


 


Rina yang beberapa hari yang lalu mengetahui bahwa Bram menyetujui perjodohan dari papahnya mendadak galau ia khawatir akan kehilangan Bram untuk selama-lamanya "Gak aku gak mau sampe kehilangan mas Bram bagaimanapun juga wanita yang dia cintai itu cuma gua. Tapi gimana kalo mas Bram mendadak udah gak cinta dan sayang sama gua? Gua harus melakukan sesuatu." ucapnya dengan diri sendiri sambil memasang wajah sinisnya


Saat Rina sedang bekerja ia mendengar suara telfon dari seseorang dan mendadak menghentikan aktivitas kerjanya "Mas Bram?" ucapnya setelah melihat siapa yang menelfonnya dari layar hp nya lalu Rina pun mengangkat telfon dari Bram


Rina://"Halo iyah mas ada apa?"


Bram://"Sayang kamu lagi apa?"


Rina://"Sibuk!" ucapnya dengan singkat dan jutek


"Rina pasti marah banget sama aku gara-gara aku kasih tau tentang perjodohan ini." ucapnya dalam hati


Bram://"Yaudah aku jemput kamu yah dikantor?" ucapnya dengan nada manis


Bram://"Yaudah gini aja kalo kamu gak mau aku jemput aku tunggu kamu diresto lombok yah?"


Rina://"Yaudah!" ucapnya dengan singkat dan langsung menutup telfon dari Bram


 


°°°°°°


 


Sesampai di resto lombok Bram datang agak sedikit telat karena mendadak ada kerjaan dan Rina sudah 1 jam dia menunggu Bram sendiri diresto tersebut "Sayang maaf yah aku telat." ucapnya dengan wajah melas sambil duduk dikursi depan Rina


Rina hanya memalingkan wajahnya karena kesal sudah menunggu lama untuk kedatangan Bram


"Sayang ayo dong gak usah ngambek gitu ah jelek tau, iyah aku salah aku minta maaf Karena tadi pas mau on the way kesini tiba-tiba ada kerjaan dadakan jadi aku harus kerjain mau gak mau, maaf yah?" ucapnya sambil memegang tangan Rina dengan lembut


"Kamu sekarang aneh tau gak? semenjak kamu menerima perjodohan ini sikap kamu kaya udah berubah sama aku!"ucapnya dengan wajah kesal


"Sayang lihat wajah aku lihat! Gak ada yang berubah sama aku sama sekali! Walaupun aku harumenikah dengan perempuan itu percayalah aku akan tetap mencintai kamu sampai kapanpun!" ucapnya dengan tegas dengan menatap wajah Rina sangat dalam


 

__ADS_1


°°°°°°°


 


Sesampai dirumah Bram duduk disofa ruang keluarga dan memikirkan tentang perjodohannya dengan Hanna "Apa yang harus gua lakukan kalo sampe Hanna menerima perjodohan ini? Gimana hubungan gua dengan Rina?" ucapnya dengan diri sendiri sambil memasang wajah frustasi


Bu Ani yang melihat Bram sedang duduk sendiri menghampirinya "Bram ada apa?" tanyanya dan langsung duduk disebelah Bram


Bram terkejut Karena takut mendengar sang mamah mendengar ucapannya "Hmmm gak mah gapapa kok." ucapnya dengan terbata-bata


"Oiyah mamah hampir aja lupa mamah cuma mau kasih tau kamu, kalo Hanna sudah menerima perjodohannya dengan kamu." ucapnya dengan tersenyum


Bram kaget saat mendengar mamahnya mengatakan kalo Hanna menerima perjodohannya "Berarti gua jadi menikah dengan Hanna?" ucapnya dalam hati dengan wajah khawatir


Bu Ani heran melihat sikap anaknya ketika ia memberitahu bahwa Hanna menerima perjodohan ini "Bram kenapa muka kamu begitu? Kamu gak suka dengan perjodohan ini?" tanyanya dengan wajah bingung


Bram menggelengkan kepalanya dan berkata "Mah, mamah tau kan sejak awal Bram tidak menyukai perjodohan ini dan mamah dan papah juga tau kalo aku mencintai Rina bukan Hanna." ucapnya dengan tegas


"Bram mamah tau kamu sangat mencintai Rina, tapi kamu tau kan sikap papah saat bertemu dengan Rina pertama kali waktu itu? Yah mamah cuma berharap kalo kamu menikah dengan Hanna kamu akan mengerti kenapa papah sangat ingin kamu menikah dengannya." ucap bu Ani dengan menatap wajah Bram


"Tapi mah..." Saat ingin berbicara ucapan Bram terputus oleh ucapan bu Ani


"Bram ketika kamu menerima kenyataan percayalah kamu akan bersyukur dengan Allah karena ini yang terbaik untuk kamu terima. Percayalah cepat atau lambat kamu akan melupakan Rina dan bisa mencintai Hanna, calon istrimu." ucapnya sambil mengelus pundak Bram


 


°°°°°°


 


Keesokan harinya adalah hari libur, saat Bram sedang asik minum susu yang tersedia dikulkas rumahnya Bram menghentikan minumnya saat mendengar ada suara teriakan seseorang diluar rumahnya "Siapa pagi-pagi gini tereak? Emangnya gak ada satpam apa?" ucapnya dengan kesal


Bram pun keluar mendatangi suara tersebut saat sampai diluar Bram kaget dengan kedatangan Rina yang tiba-tiba berada diluar rumahnya "Rina?!" ucapnya dan langsung menghampirinya "Sayang kamu ngapain disini?" tanyanya sambil membuka pintu pagar rumahnya


"Mas aku mau ketemu papah kau! Mana papah kamu?" tanyanya dengan keras


"Kamu mau ngapain cari papah?" Tanya Bram dengan wajah bingung


Pak Ardi yang sedang menikmati baca koran paginya terhenti oleh suara ribut dari luar rumahnya "Ada apasih itu ribut-ribut?" Tanyanya dengan bingung


Pak Ardi pun keluar rumah dan mendatangi suara ributan tersebut saat sampai diluar pak Ardi marah kepada Rina karena mengganggunya yang sedang membaca koran "Kamu! Mau apa kamu kesini?!" tanyanya dengan tegas


"Om saya mau om membatalkan perjodohan Bram dengan perempuan itu!" ucapnya dengan keras


Pak Ardi yang mendengar ucapan Rina dia tertawa dan berkata "Saya tidak akan membatalkan perjodohan ini karena Hanna sudah menerima perjodohan ini dan secepatnya mereka berdua akan menikah dan saya tegasin sama kamu jauhi anak saya karena saya tidak sudi kamu mendekati anak saya!" ucapnya dengan tegas


Bram mendengar perkataan papahnya kaget dia tidak percaya bahwa Hanna menyetujuinya dan Bram akan menikah dengannya bukan dengan Rina kekasihnya

__ADS_1


Makasih buat kalian yang baca novel "Harapan diatas Doa" jangan lupa like, Komen, share, dan vote author jangan lupa follow ig author @sofiimwddh dan ikuti terus tiap cerita yang author publish!


__ADS_2