Harapan diatas Doa

Harapan diatas Doa
Episode 17


__ADS_3

"Ok jadi bapak sudah setuju untuk bekerja sama dengan perusahaan kami?" ucap bos besar tersebut


"Hmm saya minta waktu untuk memikirkan ini, kalo sudah nanti saya kabarkan lagi." ucap Bram dengan tersenyum


"Ok pak saya tunggu kabarnya dengan secepatnya." ucap pak Andres


 


°°°°°°


 


Bram sedang mengerjakan pekerjaan kantornya dirumah. Hanna menghampiri Bram dengan membawa minuman kesukaannya "Mas ini teh nya." ucapnya dengan tersenyum sambil menaruhkan gelasnya kemeja kerja Bram


Bram hanya melirik kearah Hanna dan langsung fokus kembali kepada laptopnya, saat sedang sibuk mengetik dilaptopnya handpone Bram tiba-tiba berbunyi tanda telfon masuk


Bram://"Iyah halo Lin ada apa? Hmm ini deadlinenya sama file-file yang lain lagi saya periksa tolong kamu hubungi pak Andres kalo sudah selesai nanti saya kirim lewat email, yasudah Waalaikum'sallam." ucap Bram dalam telfon


Hanna mendengar Bram sedang telfonan dengan sekertarisnya ia mendengar kata pak Andres yang diucapkan oleh Bram "Pak Andres? Apa mas Bram bekerja sama dengan perusahaannya?" ucapnya dalam hati dengan wajah bingung "Hmm mas kamu kerja sama dengan perusahaan milik pak Andres?" tanyanya dengan mengerutkan dahinya


Bram mengarahkan wajahnya kearah Hanna "Iyah emang kenapa ada urusannya sama kamu?" ucapnya dengan wajah jutek


"Mas aku kan udah bilangin kamu dia itu bahaya banget mas, mas percaya sama aku." ucapnya dengan nada memaksa


Bram bangkit dari duduknya dan mengarahkan tubuhnya kearah Hanna "Terus aku harus perduli dengan ucapan kamu?" ucapnya dengan jutek


"Aku ini kasih tau kamu karena aku gak mau kamu nyesel nantinya mas, udah banyak perusahaan yang bekerja sama dengan dia itu bangkrut akhirnya dan semua depositonya menjadi milik dia! Aku gak mau kalo kamu sampe begitu!" ucapnya dengan nada keras


"Kamu berani berbicara seperti ini sama aku? Udah berani kamu sama aku hah?" ucapnya dengan suara keras


"Aku berani sama kamu karena kamu Salah bahaya! Mas ingat yah kalo akhirnya tidak seperti keinginan kamu jangan salahkan keadaan, kondisi, bahkan Allah karena aku sudah mengingatkan kamu, ini tehnya aku mohon kamu minum ini biar kamu bisa kerja lebih hangat." ucap Hanna dan langsung pergi meninggalkan Bram yang sedang berada diruangan kerja dirumahnya


"Arghhh apa yang harus gua lakukan? Gak gak gua gak harus ikuti kata Hanna gua harus jalani kerja sama ini gua mau buktiin kalo gua bakalan berhasil!" ucapnya dengan tegas sambil mengacak-ngacak rambutnya yang tersisir rapih


 


°°°°°°°


 


"Ya Allah apa aku salah mengingatkan suamiku? Kenapa harus seperti ini lagi ya Allah? Aku sangat mencintainya tapi jika memang kau tidak meridhai pernikahan ini aku ikhlaskan aku ikhlaskan ya Allah jika memang ini jalan yang kau mau, tapi selagi aku bisa mempertahankannya akan kupertahankan sampai hembusan terakhirku, ya Allah jagalah suamiku dimanapun dia berada lindungilah dari orang-orang yang ingin berbuat jahat padanya karena aku yakin tidak ada yang bisa merusak lindungan engkau." ucapnya dalam hati setelah melaksanakan shalat sambil menintikkan air mata


 


°°°°°°°


 

__ADS_1


Bram sedang berjalan menuju ruangannya namun langkahnya terhenti oleh panggilan seorang laki-laki "Bram!" ucap laki-laki tersebut dengan keras


Bram mengarahkan tubuhnya kearah sumber suara tersebut "Ardan!" ucap Bram dengan keras


Ardan pun menghampiri Bram dan mereka berdua bersalaman dan berpelukkan "Ya ampun oh my god kemana aja nih?" ucapnya dengan tersenyum bahagia


"Sorry yah waktu itu gua lupa kasih tau lu, gua harus flight to Amsterdam sorry yah." ucapnya kepada Bram


"Ogitu yaudah santai aja yang penting oleh-oleh sampe dirumah." ucapnya dengan tertawa


"Selow punya lu udah gua siapin paling spesial." ucapnya dengan tersenyum


"Hahhah bercanda Dan tapi kalo beneran gapapa kok, yaudah yuk keruangan gua." ucapnya kepada Ardan


Ardan menganggukan wajahnya dan mereka berdua berjalan memasuki ruangan kerja milik Bram


"Silahkan duduk mau dimana di kursi deket meja kerja gua atau disofa?" tanyanya kepada Ardan


"Mana aja yang penting nyaman gak kaya dia awalnya doang nyaman tapi lama-lama nyamannya sama orang laen." ucapnya dengan memasang wajah sedih


"Alah lu bucin mulu tapi kalo disuruh nikah entar entaran mulu jawabnya." ucapnya dengan wajah kesal


"Yakan lu tau prinsip gua kaya apa, tipe cewe gua kaya apa? Gak sembarang lah sob."


"Yaudah-yaudah terserah apa kata lu, oiyah mau minum apa biar gua suruh ob bawain?" tanyanya kepada Ardan


"Ok."


Setelah memanggil ob untuk mengambilkan minum untuk Ardan mereka mengobrol kembali "Oiyah Bram gimana hubungan lu sama Hanna? Denger-denger lu udah baikkan kan?" tanyanya dengan wajah bingung


"Iyah gua emang udah baikkan sama dia cuma sekarang gua lagi ada masalah sama dia." ucapnya dengan jutek


"Masalah? Masalah apa emang kalian kenapa?" tanyanya dengan wajah bingung


"Yah panjang ceritanya."


"Yeh ceritain intinya aja siapa tau gua bisa bantu lu?" ucapnya dengan memaksa


Bram pun menceritakan into permasalahanya dengan Hanna "Jadi gitu Dan gua sama Hanna juga gak satu ranjang lagi." ucapnya dengan wajah lesu


"Ya ampun kok lu tega banget sih sama istri lu? Kalo gua jadi lu gua gak bakal lakuin hal segila lu pake pisah ranjang segala lagi emangnya lu gak kegoda apa sama dia kalo malem?"


"Apaan sih lu gak lucu tau." ucapnya dengan kesal


"Yaudah iyah sorry hmm menurut gua mending lu selesain baik-baik, obrolin dengan baik, cari tau alasannya kenapa dia gak kasih tau lu jangan sampai lu nyesel akhirnya gara-gara hal sepele doang." ucapnya kepada Bram


Bram terdiam merenungi nasehat yang diberikan Ardan untuknya menyelesaikan masalahnya dengan Hanna "Sebenarnya gua juga gak mau hubungan gua sama Hanna begini, gua udah sayang banget sama dia, gua harus ikutin saran Ardan." ucapnya dalam hati

__ADS_1


 


°°°°°°°


Hanna menunggu Bram di sebuah resto yang sudah ditentukan Bram, setelah beberapa menit menunggu Bram akhirnya datang "Assalamu'alaikum Han." ucap Bram yang menghampiri Hanna sedang duduk


Hanna menoleh kearah Bram "Waalaikum'sallam mas." jawabnya dengan tersenyum kepada Bram


Bram mengangkat pundak Hanna dengan pelan dan Hanna terbangun dari duduknya, Bram langsung memeluk Hanna dengan dekapan hangatnya "Sayang aku minta maaf, maafkan aku." ucapnya dalam pelukan Hanna


Hanna pun membalas pelukan hangat Bram untuk dirinya ia tersenyum bahagia karena akhirnya Bram sudah tidak marah padanya "Aku maafkan kamu mas." ucapnya dalam pelukan Bram dengan menangis


Bram melepaskan pelukannya dan mencium kedua tangan Hanna dengan lembut "Aku minta maaf, maafkan semua kebodohan aku sayang." ucapnya sambil meneteskan air mata


Hanna memegang kedua pipi Bram dan mengarahkan ke wajahnya "Aku sudah memaafkan kamu jauh sebelum kamu meminta maaf duluan, tapi aku mohon kamu jangan marah lagi sama aku." ucapnya kepada Bram


Bram menghapus air matanya yang jatuh dipinya dan tersenyum manis untuk Hanna "I promise!" ucapnya sambil memberikan jari kelingkingnya


Hanna pun membalas kelingking Bram dengan tersenyum "I love you." ucapnya dengan tersenyum


Bram menghapus air mata yang jatuh dipipi Hanna dengan tersenyum "I love you to my dear." ucapnya dengan tersenyum


°°°°°°


"Sayang makasih yah buat tadi malam, akutuh seneng banget." ucapnya dengan tersenyum


"Iyah udah ah gak usah dibahas aku malu tau." ucapnya dengan tersenyum malu-malu


"Gapapa kan yang tau disini cuma aku doang lagi juga kan kita udah sah kok jadi gak masalah kan?" ucapnya dengan menggoda Hanna sambil mencolek hidung Hanna


Pipi Hanna berubah menjadi merah karena godaan dari Bram untuknya "Udah ah kamu berangkat gih nanti telat lagi." ucapnya kepada Bram


Bram melihat waktu diarlojinya "Duh coba kalo hari ini libur pasti aku mau berduaan sama kamu terus dikamar sampai besok." ucapnya dengan tersenyum


"Mas udah ah." ucapnya


"Yaudah iyah aku berangkat dulu yah." ucap Bram


Hanna menganggukan wajahnya dengan tersenyum sambil mencium tangan Bram


Bram mencium kening Hanna dengan lembut setelah itu berjalan menuju garasi mobilnya namun langkahnya dihentikan dan mengarahkan tubuhnya kearah Hanna "Nanti Malam lanjut yah?" ucap Bram dengan menggoda Hanna


Hanna hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya karena tingkah Bram padanya "Allhamdulillah ya Allah terima kasih engkau telah membuat aku merasa beruntung memiliki Bram menjadi suamiku, semoga engkau selalu merahmati keluarga kecil kami dan selalu melindungi kami dari hal yang tidak kami inginkan Aamiin." ucapnya dalam hati sambil tersenyum


Makasih buat semuanya yang udah baca novel "Harapan diatas Doa" jangan lupa like, komen, vote, share, dan follow ig @sofiimwddh ikuti terus setiap cerita yang author publis!


Happy Reading! 🧡

__ADS_1


__ADS_2