Harapan diatas Doa

Harapan diatas Doa
Episode 32


__ADS_3

Setelah diizinkan dokter akhirnya Hanna diperbolehkan pulang dan Bram mengantar Hanna menuju rumah mereka. Diperjalanan hanya ada keheningan diantara mereka tanpa ada percakapan sedikitpun "Sikap Hanna makin hari makin dingin sama aku, ya Allah apakah keputusan Hanna untuk menceraikan aku sudah pasti? Aku gak tau apa yang akan aku lakukan jika Hanna benar-benar ingin pisah sama aku." ucap Bram dalam hati


 


°°°°°


Sesampai dirumah Hanna langsung keluar dari mobil Bram untuk memasuki kamarnya namun Bram mengejar Hanna dan membuat langkahnya terhenti oleh Bram "Hanna tunggu!" ucap Bram sambil memegang lengan Hanna


Hanna melepaskan pegangan Bram dari lengannya dan berjalan kembali menuju kamarnya


 


°°°°°°


 


Bram kembali kekantornya dan menemui Rina diruangannya. Ia sangat marah oleh also teror yang dilakukan Rina kepada istrinya


Sesampai diruangan Rina, Bram menghampiri meja kerja Rina "Rina kamu benar-benar sudah kelewattan!" ucap Bram dengan kesal


Rina menghentikan kerjanya dan mengarahkan wajahnya kearah Bram "Kamu kenapa sih dateng pake marah-marah kaya gini?" Tanya Rina dengan bingung


"Kamu gak usah pura-pura gak tau! Istri aku hampir aja keguguran karena also teror dari kamu!" ucap Bram sambil menunjuk kearah Rina


Rina diam dia tidak menjawab ucapan Bram. Bram kesal dengan sikap Rina dan dia pergi meninggalkan ruangan Rina dan kembali keruangan kerjanya. Rina tertawa puas setelah mendengar ucapan dari Bram "Itu belum seberapa mas Bram, nanti aku akan buat lebih dari ini." ucap Rina dalam hati sambil tertawa sinis


 


°°°°°°


 


Diruangan kerja kantornya Bram sedang pusing dilanda oleh aksi teror dari Rina "Kenapa aku harus bisa kenal perempuan gila kaya Rina?!" ucap Bram dengan kesal


 


°°°°°°


 


Hanna berangkat kekantornya karena ada sesuatu hal yang penting yang harus ia handle. Saat sedang menunggu lift untuk menuju ruangannya ada seorang perempuan yang mengenali dirinya "Hanna?" ucap seorang perempuan tersebut pada Hanna


Hanna menengok kearah perempuan tersebut "Anisa?!" ucap Hanna dengan terkejut


Lalu mereka berdua saling berpelukkan dengan tersenyum "Yaampun Anisa kamu disini?" Tanya Hanna dengan terkejut


Anisa mengangguk wajahnya dengan tersenyum kepada Hanna "Iyah aku kerja dikantor ini lantai 5." ucapnya


"Wah Kalo gitu satu kantor dong sama aku, aku lantai 6." ucap Hanna


"Hmm Han maaf yah kayanya aku gak bisa lama-lama deh soalnya aku ada meeting sama client, kamu punya kartu nama gak? Soalnya biar aku telfon kalo aku mau ketemu kamu." Tanya Anisa pada Hanna


"Ada kok ini kartu nama aku, kamu bisa hubungi aku kapan pun." ucap Hanna sambil memberikan kartu namanya pada Anisa


Anisa mengambil kartu nama Hanna yang diberikan untuknya "Ok nanti aku telfon yah, by!" ucapnya dan langsung pergi dari hadapan hanna


Hanna pun masuk kedalam lift untuk menuju ruangannya


 


°°°°°°


 


"Iyah Nis kita udah lama banget yah kan gak ketemu." ucap Hanna sambil tertawa kecil kepada Anisa


"Oiyah sorry yah waktu pernikahan kamu aku gak bisa dateng soalnya lagi ada kunjungan keluarga dia spain." ucap Anisa

__ADS_1


"Iyah gapapa santai aja."


Tidak lama kemudian ponsel Hanna berbunyi telfon masuk, ternyata Bram yang menelfonnya


Hanna://"Iyah mas yaudah kamu hati-hati yah dijalan, Waalaikum'sallam." ucap Hanna dalam telfon


"Cieee sweet banget sih sama suami tercinta." ucap Anisa sambil menggoda Hanna


Hanna tersenyum malu-malu karena Anisa menggodainya "Makanya kamu cepet-cepet nikah." ucap Hanna sambil membalas godaan Anisa


Hanna pamit kepada Anisa karena Bram sudah menunggunya dirumah "Kalo suami punya ade bilang aku yah, kamu sih pulangnya sekarang coba kalo tunggu bentar lagi kamu pasti ketemu sama Hani." ucap Anisa pada Hanna


"Iyah sorry yah, lain kali mungkin aku bisa ketemu sama dia."


"Yaudah hati-hati yah salam buat suami."


 


°°°°°°°


 


Setelah selesai sarapan dimeja makan Bram pamit kepada Hanna untuk berangkat kekantornya sambil membawa roti dan segelas susu untuk Hanna dikamarnya "Morning bunda ini aku bawain kamu roti sama susu kesukaan kamu." ucap Bram sambil menunjuk nampan yang ia bawa menggunakan kode kedua bola matanya


Hanna diam dia tidak menjawab ucapan Bram dan tetap fokus pada ponselnya "Aku gak akan berangkat kalo bunda gak makan." ucap Bram sambil pura-pura ngambek didepan Hanna


Dan Hanna tetap diam dia tidak menjawab ucapan Bram "Yaudah aku taro disini yah, jangan lupa dimakan yah." ucap Bram dengan senyum sambil menaruh nampan yang ia bawa "Aku berangkat dulu yah Assalamu'alaikum." ucap Bram dan langsung pergi keluar dari kamar Hanna


Setelah Bram keluar dari kamarnya Hanna mengusap wajahnya dan beristighfar karena sikapnya yang dingin kepada suaminya "Ya Allah ampuni sikap aku kepada mas Bram." ucap Hanna sambil memejamkan kedua matanya sesekali


 


°°°°°°


 


 


°°°°°°°


 


Bram memasuki ruangannya, saat ingin memasuki ruangannya Rina menghampirinya "Selamat pagi sayang." ucap Rina dengan senyum kepada Bram


Bram hanya memasang wajah bete kepada Rina "Ada apa kamu kesini?" Tanya Bram dengan nada lesu


"Mas Bram kamu lupa yah? Aku kan masih jadi pegawai kantor kamu." ucapnya dengan tersenyum kecil


"Yah sekarang memang kamu menjadi pegawai kantor aku tapi sebentar lagi sudah tidak." ucap Bram dan langsung masuk kedalam ruangannya


Rina terpaku dia syok dengan ucapan Bram padanya "Gak dia gak boleh pecat aku gitu aja!" ucap Rina dalam hati


 


°°°°°°


 


Anisa mengunjungi rumah Hanna setelah mendapatkan alamat dari Hanna lewat massege "Assalamu'alaikum." ucap Anisa sambil memencet bel rumah Hanna


Hanna berjalan kepintu depan setelah mendengar bel rumahnya berbunyi "Waalaikum'sallam yaampun Anisa!" ucap Hanna ketika membuka pintu rumahnya


Lalu mereka berdua berpelukan "Anisa yaampun kamu kenapa gak kasih tau aku kalo mau dateng kesini? Yaudah kita ngobrol didalem aja." ucap Hanna sambil berjalan masuk kedalam rumahnya bersama Anisa


mereka berdua masuk kedalam rumah Hanna dan berjalan menuju ruang tamu "Ayu Nis duduk dulu, kamu datengnya pas banget kebetulan suami aku lagi ada dirumah." ucap Hanna kepada Anisa "Ayah! Ayah ada temen aku mau ketemu kamu!" teriak Hanna pada Bram yang berada dikamarnya


Setelah mendengar Hanna memanggil namanya, Bram keluar dan menemui Hanna diruang tamu "Iyah bunda ada apa?" Tanya Bram pada Hanna sambil menghampirinya

__ADS_1


Hanna langsung mengenalkan Anisa pada Bram, saat Anisa mengetahui suami Bram ia syok ia tidak menyangka bahwa pacarnya Rina adalah Bram suami Hanna dan Bram juga terkejut ketika mengetahui sahabatnya Hanna adalah kakak dari pacarnya. Mereka pun bersalaman "Anisa." ucap Anisa pada Bram


"Bram." ucap Bram pada Anisa


Setelah berkenalan mereka berdua saling diam dan tatap-tatapan wajah dengan wajah bingung, Hanna yang melihat tingkah Bram dan Anisa bingung dan langsung mencairkan suasananya yang terasa aneh saat Bram dan Anisa berkenalan "Kalian saling kenal?" Tanya Hanna pada Bram dan Anisa


"Gak, cuma aku kaya pernah liat kamu tapi saya lupa dimana yah tempatnya?" ucap Bram dengan nada gugup


"Hmm iyah kayanya kita pernah ketemu? Tapi aku juga lupa dimana tempatnya, mungkin kita salah liat." ucap Anisa pada Bram dan Hanna


"Oiyah mungkin salah liat." ucap Bram dengan senyum


"Yaudah daripada kondisinya tegang kaya gini aku bikinin kalian minum aja yah." ucap Hanna


Saat Hanna ingin berjalan menuju dapur, langkahnya dihentikan oleh Bram "Hmm bunda biar aku saja yang buatin kalian minuman jadi bunda bisa ngobrol banyak sama Anisa." ucap Bram dengan senyum pada Hanna


Setelah itu Bram berjalan menuju dapur untuk membuatkan Anisa minuman. Anisa pun masih menatap aneh Bram sehingga membuat Hanna bingung pada sikapnya "Stttt dilarang terpesona dengan suami orang." ucap Hanna sambil menggodai Anisa


"Hah? Aku terpesona sama suami kamu? Yah gak lah." ucapnya sambil tertawa kecil


"Gak akan pernah aku terpesona sama laki-laki buaya darat gitu Han." ucap Anisa dalam hati


Flash back


Beberapa bulan yang lalu setelah pulang dari luar negeri, Anisa mempunyai janji untuk menemui pacar dari adiknya, dan mereka pun akhirnya bertemu disebuah restoran dalam mall ternama didaerah jakarta


Beberapa saat menunggu Rina akhirnya Rina datang dengan membawa kekasihnya untuk menemui kakaknya "Hay kak!" ucap Rina kepada Anisa


Anisa bangun dari duduknya dan memeluk sang adik "Hey how are you?" Tanya Anisa pada Rina sambil melepas pelukannya


"Baik dong kak, maaf yah udah nunggu lama. Nih aku kenalin pacar aku." ucap Rina sambil menunjuk kearah Bram


"Iyah gapapa lagi belum lama juga kok, oh ini orangnya yang selama ini kamu ceritain ke kakak?" Tanya Anisa sambil tersenyum menggodai Rina


"Hmm mas kenalin ini kakak aku, Anisa namanya." ucapnya kepada Bram sambil memeperkenalkan Anisa kepadanya


Lalu Bram memberi tangannya untuk bersalaman dengan Anisa "Bram." ucap Bram dengan senyum


"Anisa." jawab Anisa dengan membalas salaman dari Bram


Flash on


Setelah membuatkan minuman untuk Anisa Bram menaruhnya dinampan, saat ingin menghampiri Hanna diruang tamu Bram berhenti sejenak sambil membawa nampan berisi teh digelas "Ternyata kakaknya Rina sahabatnya lama Hanna, gak gak aku gak mau Hanna ketemu sama Rina." ucap Bram dalam hati


Tiba-tiba nampan yang dipegang Bram jatuh tidak sengaja dan membuat Hanna dan Anisa terkejut mendengarnya. Mereka berjalan menuju dapur karena mendengar suara pecahan dari arah dapur "Yaampun mas kamu gapapa?" Tanya Hanna pada Bram dengan khawatir


"Gak aku gapapa kok bun ini tadi cuma licin aja." ucap Bram dengan nada gugup


"Yaudah aku ambil sapu dan biar ini aku aja yang bersihin." ucap Hanna dan berjalan menuju belakang rumah untuk mengambil sapu dan pegki


Bram membereska pecahan gelas tersebut, saat ingin mengambil pecahan gelasnya tiba-tiba tangannya terkena dan Anisa langsung berbicara tegas padanya "Dasar brengsek! Aku peringati kamu yah Bram jangan pernah dekati adek aku lagi dan jagan sampai kamu kehilangan istri sesempurna Hanna!" ucapnya dengan tegas


"Anisa aku gak akan pernah melepaskan Hanna sedikit pun! Hubunganku dan Rina sudah selesai, kami sudah tidak ada apa-apa lagi." ucap Bram pada Anisa dengan nada pelan


"Pokoknya aku gak mau tau lagi urusan kamu dengan Rina!" ucap Anisa dengan tegas


Hanna kembali kedapur dengan membawa sapu dan pengki dan obrolan mereka terhentikan "Hmm Han kayanya aku gak bisa lama-lama disini deh soalnya ada pekerjaan yang harus aku selesaikan." ucap Anisa pada Hanna


"Yah bisa belum juga aku bikinin minuman kamu udah mau pergi aja." ucap Hanna dengan wajah sedih


"Gapapa mungkin lain kali aja, yaudah aku pamit dulu yah Assalamu'alaikum." ucap Anisa kepada Hanna dan Bram


"Hati-hati yah Nis, Waalaikum'sallam." jawab Hanna


Makasih buat para pembaca novel "Harapan diatas Doa" Mohon maaf atas keterlambatan up ceritanya ☺️ jangan lupa like, komen, share, vote author dan ikuti terus lanjutan ceritanya!


Happy Reading! ✨

__ADS_1


__ADS_2