Harapan diatas Doa

Harapan diatas Doa
Episode 13


__ADS_3

"Gimana para saksi, sah?" Tanya penghulu tersebut pada kedua saksi dari Bram dan Hanna


Kedua saksi tersebut pun mengucapkan "Sah!" untuk pernikahan Hanna dan Bram


Penghulu tersebut pun membacakan doa untuk kebahagiaan rumah tangga Bram dan Hanna "Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fi khoir." doa penghulu tersebut untuk Bram dan Hanna


Setelah itu Bram memegang ubun-ubun kepala Hanna lalu dia membacakan doa kepada Hanna "Allahumma inni as'aluka min khoirihaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzhubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha'alaih." doa Bram untuk Hanna


Setelah itu Bram mencium kening Hanna dengan lembut dan Hanna pun mencium tangan Bram


 


°°°°°°


 


Setelah selesai mengucapka ijab qobul kemarin, hari ini Bram sedang siap-siap untuk berangkat kekantor karena ada meeting yang harus Bram hadirin dan tidak bisa dihandle oleh sekertarisnya "Sayang aku berangkat dulu yah, kalo ada apa-apa langsung telfon aku kalo gak hubungi papah atau mamah." ucap Bram pada Hanna


Hanna menganggukan wajahnya dengan tersenyum "Iyah hati-hati yah mas, kalo udah sampe kantor jangan lupa kabarin aku, makannya jangan telat, dan jangan lupa shalat." ucap Hanna sambil mencium tangan suaminya


Bram tersenyum pada Hanna lalu mencium keningnya dengan kehangatan bibirnya lalu berangkat menuju kantor menggunakan mobilnya


 


°°°°°°°


 


Setelah selesai menghadiri meeting dengan cliennya Bram ingin menuju ruangannya, namun langkahnya terhenti oleh seseorang "Hai mas." ucap Rina sambil menghampiri Bram


Bram menoleh kearah suara tersebut "Ada apa kamu kesini?" tanyanya dengan jutek


"Mas Bram kamu kenapa sih sikapnya jadi dingin sama aku? Padahal dulu kamu perhatian, lembut, baik sama aku, sekarang kenapa kaya gini?" tanyanya kepada Bram


Bram menatap wajah Rina dengan tegas "Karena kamu yang mulai! Sekarang aku udah bahagia sama istri aku jadi jangan rusak kebahagiaan aku atau kamu akan tau akibatnya!" ucapnya dengan tegas


Rina mendekatkan wajahnya kepada Bram "Aku tau aku salah please give me a chance." ucapnya dengan wajah memelas


Bram mendesis bibirnya diarah Rina "you think i want to?" ucapnya dan langsung pergi dari hadapan Rina


Rina menatap tubuh Bram yang kian menjauh "Aku tidak akan membiarkan rumah tangga kamu baik-baik aja!" ucapnya dengan tatapan sinis


 


°°°°°


 


"Assalamu'alaikum." ucap Bram sambil menutup pintu rumahnya


Hanna yang mendengar ucapan Bram langsung keluar kamarnya dan menemui Bram "Waalaikum'sallam, allhamdulillah kamu udah pulang." jawab Hanna sambil mencium tangan suaminya dan tersenyum kepada Bram

__ADS_1


"Hmm aku punya sesuatu buat kamu." ucap Bram dengan tersenyum


Hanna mengerutkan dahinya dia tidak tahu apa yang disiapkan Bram untuknya "Apa mas?" tanyanya dengan wajah bingung


Bram tidak menjawabnya dia langsung berjalan menuju sofa ruang keluarga, Hanna bingung dengan sikap Bram dia tidak tahu apa yang sedang direncanakan Bram "Mas kamu jangan bikin aku penasaran." ucapnya dengan mengikuti Bram yang duduk disofa


Bram menghadap kearah tubuh Hanna "Coba tebak aku bawa apa?" tanyanya dengan tersenyum


Hanna mengerutkan dahinya ia berpikir keras tentang apa yang ingin diberitahu oleh Bram "Mas ayolah apa aku gak tau." ucapnya dengan wajah memelas


Bram pun tertawa dengan tingkah lucu Hanna yang sedang berfikir "Yaudah iyah iyah tapi kamu harus tutup mata dulu." ucapnya dengan memandang wajah Hanna


Hanna pun menuruti perkataan Bram, ia menutup matanya dengan memejamkan kedua matanya. Setalah Hanna menutup kedua matanya, Bram mengambil sebuah kertas dari dalam tas nya "Sekarang kamu boleh buka mata." ucapnya dengan memperlihatkan sebuah kertas didepan mata Hanna


Hanna membuka kedua matanya, dan terkejut dengan kertas yang dilegang Bram didepan matanya "Ya ampun subhanaallah mas harusnya kamu gak usah repot-repot begini." ucap dengan mata tertegun


"Gak ada yang repot untuk ini sayang, aku udah gak sabar buat menikmati waktu berdua sama kamu, tadi aku udah pesen ticket buat honeymoon kita." ucapnya dengan tersenyum


Hanna ikut tersenyum dia sangat bahagia sekali dengan sikap Bram yang sudah berubah dari sikapnya yang dingin dan jutek kini sikap Bram berubah 180° Bram kini menjadi penyayang, lembut, perhatian, dan baik kepada Hanna betapa beruntungnya Hanna saat ini memiliki Bram


 


°°°°°°


 


"Bram hati-hati yah dijalan, kalo sudah sampe langsung kabarin kita." ucap pak Ardi pada Bram


"Iyah Bram sudah pasti mamah dan papah doakan kamu dan Hanna. Semoga mamah cepet dapet cucu yah." ucapnya dengan menggoda Hanna dan Bram


"Insyaallah mah pah doakan aja." ucap Hanna


Saat Bram dan Hanna ingin memasuki mobil untuk berangkat ke bandara, tiba-tiba langkahnya terhenti oleh kedatangan Rina yang datang secara tiba-tiba "Tunggu!" ucap Rina dengan lantang dan menghampiri keluarga Bram


"Mau apa kamu kesini?" Tanya Bram dengan jutek


"Aku mau minta pertanggung jawaban kamu!" ucapnya dengan tegas


"Tanggung jawab apa?" tanyanya dengan mengerutkan dahinya


Rina mengambil sesuatu dari dalam tasnya "Ini!" ucapnya dengan memperlihatkan kearah Bram


Pak Ardi, bu Ani, Hanna, dan Bram terkejut ketika Rina mengeluarkan testpack dari dalam tasnya "Jangan mengada-ngada kamu Rin, sekarang hentikan lelucon kamu karena aku pengen pergi sama istri aku!" ucapnya dengan tegas


"Gak ada yang bikin lelucon disini! Aku cuma mau minta tanggung jawab dari kamu doang." ucapnya dengan keras


Pak Ardi menghampiri Bram dengan wajah memerah lalu menampar pipi Bram dengan kencang "Pah apa-apaan ini?" tanyanya dengan memegang pipi yang ditampar pak Ardi


"Kamu yang apa-apaan disini! Kamu sudah bikin malu keluarga kita mau ditaro dimana wajah papah kalo orang-orang tau bahwa anak papah menghamili wanita lain?!" ucapnya dengan wajah memerah


"Pah ini fitnah pah, aku tidak pernah melakukan hal serendah ini gak sama sekali mah, Hanna." ucapnya dengan wajah serius

__ADS_1


Hanna hanya menangis ketika Rina memberitahu alat testpacknya kepada Bram dan keluarganya. Bram menghampiri Hanna untuk menyakinkannya "Hanna sayang kamu percaya kan sama aku? Aku sama sekali gak pernah melakukan hal serendah ini." ucapnya dengan memohon pada Hanna


Hanna hanya diam dia hanya menangis dan tidak menjawab pertanyaan Bram sedikit pun. Pak Ardi menghampiri Bram yang sedang berusaha meyakinkan Hanna "Bram papah tidak mau tau sekarang kamu selesaikan urusan kamu dengan perempuan ini! Dan papah tidak mau jika orang-orang tau bahwa kamu telah melecehkan wanita seperti ini!" ucapnya dengan tegas


Bram berusaha membela dirinya sendiri tapi sayang tidak ada satu orang pun yang percaya padanya "Mas selama satu tahun aku sudah sabar dengan sikap kamu kepada aku, tapi untuk urusan hal seperti ini aku." belum menyelesaikan ucapannya Bram sudah memotong pembicaraan Hanna


"Jangan bilang kamu mau pisah sama aku, aku gak akan pernah menyetujui ini. Hanna aku mohon percaya sama aku kamu percaya kan sama aku sayang?" ucapnya dengan meneteskan air mata dipipinya


Hanna mengusap air mata yang jatuh dipipinya dan menatap wajah Bram dengan serius "Mas aku mau kita tunda penerbangan kita ke london dan urusin urusan kamu dengan perempuan kamu!" ucapnya sambil menunjuk kearah Rina


"Mas Bram ini baru awal karena aku tidak pernah maen-maen dengan ucapan aku!" ucapnya dalam hati dengan tersenyum sinis


Pak Ardi menarik lengan Bram dengan kencang dan menghadapkan tubuu Bram kearah tubuhnya "Selesaikan dengan dia dan jangan pulang sebelum urusan kamu selesai!" ucapnya dengan tegas


Bu Ani tidak bisa berbuat apa-apa dia tidak mungkin membela Bram karena dia melihat ada barang bukti yang menyatakan Rina mengandung cucunya "Bram maafkan mamah, mamah belum bisa membela kamu tapi mamah percaya kamu tidak pernah melakukan hal seperti itu." ucapnya kepada Bram dengan menangis


Bram langsung sujud dan mencium kaki bu Ani, namun bu Ani membangunkan Bram yang sujud dikakinya "Bram kamu laki-laki kamu harus tanggung semua perbuatan kamu jadi sekarang urus semuanya sendiri." ucapnya dengan memegang pundak Bram dengan kedua tangannya


Hanna langsung masuk kedalam rumahnya dan menuju kamarnya Bram langsung mengejar Hanna yang masuk kedalam rumah "Hanna tunggu!" ucap Bram dengan memegang lengan Hanna


Hanna langsung membalikkan tubuhnya kearah Bram "Apa kamu mau apa?" tanyanya dengan mengusap air matanya


Bram menjatuhkan dirinya dihadapan Hanna dan berlutut kearah Hanna "Aku mohon percaya sama aku, aku sangat mencintai kamu." ucapnya dengan memegang tangan Hanna


"Bangun mas kamu gak perlu melakukan hal seperti ini." ucapnya dan membantu Bram untuk berdiri "Aku mohon untuk saat ini jangan temui aku." ucapnya dengan menatap wajah Bram


Bram tidak terima dengan ucapan Hanna yang tidak ingin ditemui dirinya untuk saat ini "Gak aku gak akan melakukan hal yang kamu minta, aku akan buktiin ke kamu, mamah, dan papah bahwa tuduhan Rina itu salah dan aku akan kembali dengan bukti yang sesungguhnya dan aku akan pertahankan pernikahan kita apapun resikonya aku akan pertahankan pernikahan kita." ucapnya dengan tegas dan pergi dari hadapan Hanna


Hanna menangis ketika Bram pergi dari rumahnya "Ya Allah aku percaya suamiku, jika benar mas Bram bersalah maka aku ikhlaskan semuanya padamu tapi jika mas Bram tidak terbukti bersalah berikan bukti yang sesungguhnya." ucapnya dalam hati dengan meneteskan air mata


Bram sedang berbicara berdua disebuah taman dengan Rina "Cukup dengan semua sandiwara kamu Rin." ucapnya dengan menatap tajam wajah Rina


Rina menampar wajah Bram dengan kencang "Cukup mas cukup jangan pikir ini semua permainan! Anak yang diperut ini anak kamu cucu dari Azis saputra!" ucapnya dengan keras


Bram tertawa kecil mendengar ucapan Rina padanya "Kamu pikir aku bodoh? Kamu pikir dengan cara seperti ini aku mau kembali dengan kamu? Bukannya kamu udah punya laki-laki baik yang kamu puja saat aku list diresto? ucapnya dengan menunjuk kearah wajah Rina


"Aku gak akan biarkan kamu melepaskan tanggung jawab kamu, aku mau kamu nikahin aku atau." belum selesai berbicara Bram memotongnya


"Atau apa? Jangan pikir aku takut dengan ancaman kamu? Carat baik-baik aku akan cari bukti bahwa ini adalah jebakan kamu untuk aku dan keluarga aku!" ucapnya dengan gmtegas dan pergi dari hadapan rina


Rina menatap punggung Bram yang semakin jauh dari hadapannya dengan tatapan sinis


°°°°°


Dalam shalatnya Hanna menangis mengadu pada Allah atas segala masalah rumah tangganya yang sedang ditimpa masalah dengan Bram "Ya Allah kenapa kau menitipkan ujian demi ujian kepadaku? Apa kau masih ingin menguji kesabaranku? Ampuni aku yang lemah ini ya Allah, ya Allah berikanlah jalan keluar untuk masalah yang kita hadapi, jika mas Bram terbukti bersalah tunjukkan lah bukti kebenarannya tapi jika mas Bram tidak bersalah maka berilah jalan keluarnya untuk masalah ini, berikanlah kami kesabaran yang luas, jadikanlah kami menjadi hamba yang selalu bertawakal padamu, lindungilah suamiku dimanapun dirinya berada jagalah selalu." ucapnya dalam rintihan doanya sambil mengeluarkan air matanya yang jatuh begitu deras dipipinya


°°°°°


Bram yang tinggal dihotelnya untuk sementara waktu merenungkan dirinya dengan masalah yang baru saja menimpa dirinya dan istri teecintanya "Ya Allah apa yang harus aku lakukan? Kenapa ini harus terjadi? Padahal aku baru saja ingin memperbaiki hubunganku dengan Hanna." ucapnya dengan frustasi sambil mengusap dan mengacak-ngacak rambutnya yang tersisir rapih


Makasih buat teman-teman yang udah baca cerita novel"Harapan diatas Doa" janga lupa like, komen, vote, share, dan ikuti terus alur cerita yang setiap author publis! Thank you somach and happy reading! ☺️

__ADS_1


__ADS_2