Harapan diatas Doa

Harapan diatas Doa
Episode 19


__ADS_3

Hanna menunggu Bram pulang dari kantornya, dia menunggu diruang tamu rumahnya "Mas Bram jam segini kok belum pulang yah? Gak biasanya dia begini." ucap Hanna dengan memasang wajah khawatir


Setelah beberapa saat menunggu akhirnya Bram datang "Assalamu'alaikum." ucap Bram setelah membuka pintu rumah


Hanna langsung bangun dari duduknya dan menghampiri Bram "Waalaikum'sallam, allhamdulillah kamu udah pulang mas." ucapnya sambil ingin mencium tangan Bram


Bram hanya diam dia tidak memberikan tangannya untuk Hanna cium dia memasang wajah kesal dihadapan Hanna "Mas kamu masih marah sama aku?" tanyanya dengan melihat wajah kesal Bram


Bram memalingkan pandangannya dia tidak melihat kearah wajah Hanna, Bram ingin berjalan memasuki kamarnya tapi berhasil Hanna cegah dengan memegang lengan Bram "Mas tunggu mas aku mau jelasin ke kamu." ucapnya sambil memegang lengan Bram


Bram menghentikan langkahnya sejak Hanna memegang lengannya "Gak ada yang perlu dijelaskan semua sudah jelas." ucap Bram dengan tegas


"Yaudah kamu istirahat aja aku tau kamu pasti capek dikamar udah aku siapin baju dan air hangat jadi kamu tinggal pake aja." ucap Hanna dengan lembut


Bram langsung berjalan menuju kamarnya tanpa berkata dan menoleh sedikitpun ke Hanna, Hanna hanya bisa bersabar dalam menghadapi ujian rumah tangganya yang diberikan oleh Allah untuknya "Ya Allah kuatkan aku." ucapnya dalam hati sambil memejamkan kedua matanya


 


°°°°°°


 


Setelah selesai membersihkan tubuhnya Bram keluar dari kamar mandi, Hanna menghampirinya dengan membawa segelas teh kesukaan Bram "Mas ini udah aku siapin teh kesukaan kamu." ucapnya dengan tersenyum


Bram memalingkan bola matanya dari wajah Hanna dan langsung berjalan keluar kamar tanpa berkata apapun kepada Hanna "Ya Allah berkah ujian apalagi yang kau kirimkan untuk hamba? Kuatkan dan tegarkan hamba ya Allah." ucapnya dalam hati sambil meneteskan air matanya


 


°°°°°°


 


"Gimana kamu sudah jalankan semua rencana saya?" Tanya Rina dengan wajah penasaran


Laki-laki itu menganggukan wajahnya dengan tersenyum kepada Rina "Sudah saya jalankan semua renca bos, jadi bos tenang aja semua akan berjalan dengan lancar." ucapnya dengan tersenyum


"Bagus kalo gitu kamu kerjakan semua tugas kamu soal uang setelah saya keluar dari penjara ini akan saya transfer semuanya." ucapnya kepada laki-laki tersebut


"Ok semua akan berjalan dengan keinginan bos, saya akan tunggu uang dari bos." ucapnya dengan tersenyum


"Mas Bram aku akan lakukan apapun untuk mendapatkan kamu kembali dan aku akan lakukan apapun untuk menghancurkan rumah tangga kamu dan Hanna, Rina is back!" ucapnya dalam hati sambil tersenyum sinis


 


°°°°°°


Saat Hanna sedang memasak didapur tiba-tiba handponenya berbunyi tanda pesan masuk "Siapa ini?" tanyanya dengan diri sendiri setelah melihat siapa yang mengirimnya


Hanna pun membuka pesan tersebut


+*62......

__ADS_1


Assalamu'alaikum Han ini aku Rifki, maaf yah ganggu kamu pagi-pagi aku cuma mau ngajakin kamu ketemu di resto kamu mau gak*?"


Isi pesan tersebut setelah Hanna membukanya "Ternyata Rifki, dia mau ngajakin aku ketemuan aku terima apa gak yah? Tapi kalo mas Bram gak ngizinin tapi aku harus bicara serius dengan Rifki agar dia bisa menjauh dari aku demi rumah tanggaku." ucapnya dalam hati sambil menatap layar ponselnya


 


°°°°°°°


 


"Ok nanti akan saya periksa tolong kamu kasih Linda aja suruh dia taro diruangan saya." ucap Bram pada karyawannya


"Baik pak." ucap karyawan tersebut dan langsung menuju sekertaris Bram


Bram melanjutkan jalannnya menuju lobby, saat berjalan tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda telfon masuk dia pun langsung mengambil ponselnya yang berada disaku celananya "Hanna ternyata." ucapnya setelah melihat siapa yang menelfonnya


Bram pun langsung mengangkat telfon dari Hanna


bram://"Waalaikum'sallam ada apa?" Tanya Bram dengan nada jutek pada Hanna dalam telfon


Hanna://"Maaf yah mas aku ganggu kamu dijam kantor aku cuma mau izin sama kamu."


Bram://"Yah kamu memang sangat menganggu jam kerja aku." ucapnya dengan jutek


Hanna://"Yaudah aku cuma mau izin aja sama kamu, aku pengen keluar ketemu temen aku diresto kamu izinin gak?" tanyanya dalam telfon


Bram://"Laki-laki atau perempuan?"


Bram://"Oh terserah." ucapnya dan langsung mematikan telfonnya


Hanna pun mematikan telfonnya yang langsung dimatikan oleh Bram "Maafin aku mas aku harus berbohong sama kamu tapi ini untuk menyelamatkan rumah tangga kita aku akan selesaikan kesalah pahaman ini." ucapnya dan langsung menaru ponselnya didalam tas yang tadi diambil dari lemari khusus tasnya


 


°°°°°°°


 


"Ada apa sih Bram tumben jam kantor kaya gini lu ajak gua kesini?" Tanya Ardan dengan wajah bingung


"Gua sama Hanna lagi.." belum selesai menjawab Ardan langsung memotong ucapan Bram


"Ok tunggu-tunggu jangan bilang lu sama Hanna lagi berantem?" tanyanya kepada Bram


Bram menganggukan wajahnya kearah Ardan "Yah lu bener gua sama Hanna lagi cek cok." ucapnya sambil menarik nafas


Ardan hanya menggelengkan wajahnya mendengar ucapan Bram "Bram Bram gua aneh sama rumah tangga lu, dikit-dikit berantem dikit-dikit romantis." ucapnya dengan tertawa kecil


Bram menepuk bahu Ardan agak kencang karena kesal kepada Ardan yang meledeknya "Au sakit Bram tega banget sih sama gua." ucapnya dengan nada kesakitan sambil memegang bahunya


"Yah lagi gua lagi serius lu malah bercanda gak lucu tau." ucapnya dengan kesal

__ADS_1


"Yah ok sorry yaudah lu mau cerita apa sama gua?" tanyanya dengan melihat wajah Bram yang kesal


"Kemarin gua dapet massege dari orang yang sama sekali gak gua kenal, dia ngirim gambar ke gua pas gua buka massage itu ternyata poto Hanna dengan laki-laki lain diresto." ucapnya kepada Ardan


Ardan menggaruk rambutnya yang tidak terasa gatal setelah mendengar ucapan Bram "Terus lu Balas gak massege dari orang itu?" tanyanya dengan mengerutkan dahinya


Bram menggelengkan wajahnya "Yah gak lah, gua keburu emosi karena cemburu dan langsung pulang untuk minta penjelasan dari Hanna." ucapnya kepada Ardan


 


°°°°°


 


"Han makasih yah kamu udah mau ketemu sama aku hari ini." ucap Rifki dengan tersenyum


"Iyah sama-sama." ucap Hanna dengan senyum paksa


Rifki membenarkan posisi duduknya sebelum berbicara serius kepada Hanna "Han aku ajak kamu kesini karena ada sesuatu yang ingin aku sampaikan ke kamu." ucapnya dengan melihat wajah Hanna


Hanna hanya mengerutkan dahinya kepada Rifki "Jadi gini setelah aku pikirkan dengan matang hari ini aku ingin melamar kamu untuk menjadi istri aku, karena aku tau kamu adalah wanita terbaik untuk menjadi ibu bagi anak-anakku kelak." ucapnya sambil mengeluarkan sekotak cincin kehadapan Hanna


Hanna terkejut dengan ucapan Rifki kepadanya ia tidak menyangka bahwa Rifki menembaknya sekaligus melamarnya untuk menikah "Hmm Ki aku hargai keberanian kamu untuk mengungkapkan ini semua, tapi aku minta maaf aku gak bisa menerima lamaran dari kamu." ucapnya kepada Rifki dengan perasaan tidak enak padanya


Rifki terkejut dengan jawaban Hanna ternyata ia ditolak oleh Hanna secara langsung "Kamu, kamu beneran nolak aku? Kenapa Han apa ini kurang atau.." ucapnya belum selesai menyelesaikan ucapannya Hanna langsung memotong ucapan Rifki


"Gak Ki bukan gitu, aku hargai ini semua tapi kamu harus tau aku sudah menikah dengan laki-laki lain 2 tahun yang lalu." ucapnya sambil menunjukkan jarinya yang terikat lingkaran sebuah cincin pernikahan


Rifki syok dengan ucapan Hanna bahwa dirinya sudah menikah ia tidak percaya dengan ucapan Hanna baginya ini hanya mimpi untuknya "Gak Han gak mungkin ini semua pasti bohong kamu bohong kan Han?" ucapnya dengan wajah kecewa


"Tidak Ki ini nyata aku sudah menikah dengan mas Bram." ucapnya dengan memastikan kepada Rifki yanh tidak percaya padanya


Rifki kecewa dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa perempuan yang sangat ia cintai sudah menjadi milik orang lain "Gak Han aku gak percaya dengan ini semua bagi aku kamu hanya untuk menjadi milik aku selamanya aku akan kembali untuk menjemput kamu menjadi istri bagiku aku akan kembali Han." ucapnya dengan tegas kepada Hanna


"Gak bisa Ki kita gak bisa bersama kaya dulu lagi, kamu harus menerima kenyataan." ucapnya sambil menggelengkan wajahnya kearah Rifki yang kelihatan sangat kecewa


°°°°°°


"Jadi lu pisah ranjang lagi sama si Hanna?" tanyanya kepada Bram dengan terkejut


Bram menganggukan wajahnya kearah Ardan. Ardan hanya menggelengkan wajahnya karena sikap Bram yang aneh menurutnya "Yah sekarang mah keputusan ada ditangan lu gua sebagai sahabat lu cuma bisa mendoakan yang terbaik buat lu, tapi gua cuma kasih tau ke lu jangan sampe akhirnya lu nyesel dengan keputusan yang akan lu pilih nantinya." ucap Ardan kepada Bram sambil menepuk pundak Bram dengan pelan


Bram menganggukan wajahnya kearah Ardan "Ok thanks yah bro." ucapnya sambil membalas tepukan pundak Ardan


°°°°°°°


"Ya Allah apa yang harus kulakukan saat ini aku sangat mencintai laki-laki yang kini menjadi imamku ya Allah, tolong tunjukkan akhir dari masalah ini aku tau aku gak boleh lemah seperti ini karena masih ada harapan diatas doa-doa ku." ucapnya dalam hati dengan meneteskan air mata di perjalanan dalam mobil


Makasih buat teman-teman yang udah baca novel "Harapan diatas Doa" Mohon maaf kalo jarang up ceritanya :) jangan lupa like, komen, share, follow ig @sofiimwddh, dan ikuti terus ceritanya!


Happy Reading! ✨

__ADS_1


__ADS_2