
Aku mencintaimu, Sungguh
Walaupun aku ucapkan seribu kali
Tetap saja kau tidak akan mencintaiku
🍁🍁🍁🍁
"Apa?! Jadi Hanna udah menyetujui perjodohan ini?" ucap Bram dengan wajah terkejut
Pak Ardi menganggukan kepalanya sambil menatap wajah Bram dan Rina bergantian "Dan untukmu Rina saya tegasin kalo kamu berani macam-macam untuk menggalkan acara ini, saya pastikan kamu akan menyesal selama hidupmu!" ucap pak Ardi dengan tegas sambil menatap tajam Rina
°°°°°°
Hari ini adalah hari pertemuan kedua Bram dengan Hanna, karena hari ini adalah penentuan tanggal pernikahan Bram dan Hanna
wajah Bram kesal dan bete akibat perjodohan ini, bagi Bram kejadian ini adalah bagai mimpi buruk baginya selama hidup
Pak Ardi mengetahui bahwa putranya sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini, tapi disatu sisi ia harus tepati janji kepada temannya bagaimanapun janji adalah hutang dan harus dilaksanakan "Sudah siap Bram?" tanyanya sambil menghampiri Bram yang sedang duduk disofa sambil melamun memikirkan sesuatu
Bram menoleh ke arah sampingnya dan langsung membuyarkan lamunannya "Gapapa pah." ucapnya dengan senyum terpaksa
"Papah tau kamu menyetujui ini karena terpaksa kan? Maafkan papah Bram karena sudah mencampuri percintaan kamu tapi papah harap kamu mengerti dengan posisi papah saat ini. Yasudah Kita berangkat sekarang papah takut kita kejebak macet." ucapnya sambil menghela napas dan menepuk pelan bahu Bram
°°°°°°
Ditempat pesantren Hanna, ustadzah Aqila sedang sibuk mempersiapkan makanan yang akan dijamu setelah keluargga pak Ardi sampai dipesantrennya. Hanna yang sibuk berzikir terus mengucapkan istigfar dan memperpanjangkan zikirnya dan meminta kepada Allah agar dilancarkan acaranya
"Ya Allah semoga hari ini engkau lancarkan acara untuk hari ini dan semoga pilihan yang aku pilih adalah pilihan yang tepat untukku, bissmillah." ucapnya dalam hati sambil memejamkan matanya
°°°°°°
Setelah beberapa jam diperjalanan dari jakarta menuju jawa timur akhirnya mereka bertiga sampai dipesantren, tempat tujuannya
"Papah harap kamu bisa menerima ini semua, kamu laki-laki harus bisa!" ucapnya dengan membisikkan pelan kearah telinga Bram
Bram berjalan dibelakang pak Ardi dan bu Ani, ia merasa bagai mimpi buruk selama hidupnya "Rina maafkan aku, maafkan aku, aku janji setelah ini aku bisa membahagiakanmu walaupun raga ini akan menjadi milik Hanna percayalah hati aku akan tetap menjadi milikmu." ucapnya dalam hati sambil mengusap wajahnya
°°°°°
__ADS_1
Setelah menetapkan tanggal dan bulan untuk pernikahan Hanna dan Bram, Bram meminta Hanna untuk berbicara empat mata padanya
Sesampai disebuah kantin pesantren tersebut Bram langsung membicarakan maksudnya pada Hanna "Maaf kalo gua menyita waktu lu." ucapnya dengan memalingkan wajahnya
"Gapapa mas, memangnya ada apa mas Bram mengajak saya ke sini?" tanyanya dengan melihat wajah Bram yang memalingkan wajahnya dari pandangan wajah Hanna
"Lu jangan geer dulu gua ajak lu kesini karena ada suatu hal yang harus gua omingin, walaupun gua akan menikah dengan lu tapi jangan harap gua bakal bisa cinta ke lu!" ucapnya dengan tegas dan melihat wajah Hanna dengan kesal
Hanna yang mendengar ucapan Bram hanya bisa beristighfar dalam hati "Ya Allah apakah sikap dingin mas Bram hamba mampu menjalaninya? Kuatkan hamba ya Allah." ucapnya dalam hati sambil memejamkan matanya sebentar
"Ingat gua melakukan ini hanya karena papah bukan karena cinta sama lu." ucapnya dan langsung berdiri dari kursi yang didudukinya dan langsung pergi dari hadapan Hanna
Hanna hanya bisa menahan rasa sedih akibat sikap Bram kepadanya, dia tahu bahwa wanita yang dicintainya bukan dirinya tapi orang lain, tapi dia akan menjalankan apa yang dikehendaki oleh Allah "Ya Allah aku akan ikuti maumu untuk mengatur kehidupanku." ucapnya dalam hati sambil meneteskan air matanya
°°°°°°
Saat sedang merebahkan dirinya dikasur tiba-tiba handpone Bram berbunyi ada notif pesan yang masuk kedalam handponenya "Rina kirim massage?" ucapnya sambil melihat layar hp nya. Bram pun membuka pesan yang dikirim oleh Rina untuknya
*My love ♥️
"Mas aku mau ketemu kamu hari ini! Temui aku diresto Lombok*!"
"Rina minta ketemu hari ini? Ada apa?" ucapnya dengan diri sendiri sambil memijat keningnya
Bram langsung menghentikan langkahnya dan berdiri menunggu papahnya menghampirinya
"Mau kemana kamu?" Tanya pak Ardi yang sedang menghampiri Bram
"Aku mau pergi." ucapnya dengan wajah kesal
"Ketemu Rina?" tanyanya sambil melipatkan kedua tangannya keperut "Bukannya papah sudah memperingati kamu?" ucapnya sambil mengangkat alis kananya
Bram menghela napasnya dan berkata "Pah aku mohon tolong biarkan aku mempertahankan cinta aku." ucapnya dengan melihat wajah pak Ardi
"Bukannya papah sudah bilang jika kamu menolak perjodohan ini dengan kamu menerima konsekuensi yang papah katakan sama kamu? Papah sebenarnya juga tidak mau mengikut campur urusan cinta kamu, tapi apa boleh buat papah sudah berjanji kepada almarhum Azis, dan mau tidak mau papah harus menepatinya." ucapnya dengan berbalik arah dari hadapan Bram
"Terserah papah." ucapnya dan langsung pergi menuju mobilnya
Pak Ardi hanya bisa menghela napas dan beristighfar atas kelakuan anak tunggal kepadanya "Aku memang salah mengikut campurkan masalah cinta anakku, tapi mau tidak mau aku harus melaksanakan perjanjian ku dengan Azis bagaimanapun juga dia adalah sahabat terbaikku." ucapnya sambil mengusap wajahnya
°°°°°°°
Bram berlari memasuki resto Lombok yang dipilih oleh Rina, Bram tahu kalo dia sudah telat datang menemui Rina yang sudah menunggunya dari tadi "Sayang maaf yah aku telat." ucapnya sambil duduk dikursi dekat Rina dengan menarik nafasnya akibat berlari untuk menemui Rina
Rina hanya memalingkan wajahnya dari hadapan Bram "Bukan hari ini aja kamu telat." desisinya sambil memasang wajah kesal
__ADS_1
"Yah aku tau aku salah maaf yah, yaudah kamu ada apa ajak aku kesini?" tanyanya sambil menatap wajah Rina
"Aku mau kita putus!" ucapnya dengan wajah serius
Bram kaget mendengar ucapan yang dikatakan oleh Rina, dia tidak percaya bahwa kekasihnya ingin meminta putus padanya "Sayang kamu, kamu gak serius kan ini bercanda kan?" ucapnya dengan terbata-bata
Rina menatap wajah Bram dengan serius "Aku serius! Buat apa aku pacaran dengan suami orang? Aku bukan tipe wanita yang mudah kamu permainkan." ucapnya dengan serius
Bram mengambil tangan Rina dengan lembut "Sayang kamu percaya kan sama aku? Jadi tolong aku mohon tarik ucapan kamu tadi." ucapnya dengan menatap wajah Rina lebih dalam
Rina bangkit dari kursi yang dia duduki ia meninggalkan Bram yang sedang duduk dihadapannya namu Bram berhasil mencegahnya sehingga Rina tidak dapat berhasil lari dari hadapan Bram
Bram memeluk tubuh Rina dengan dekapan hangatnya dan mencium kening Rina dengan penuh cinta "Rina aku mohon percaya sama aku, dan aku tidak ingin kita pisah, plis tolong maklumi kondisi aku pada saat ini." ucapnya sambil mengakhiri pelukannya kepada Rina
Rina mengusap air matanya yang jatuh dipipinya "ok I give you a chance and don't make me disappointed again." ucapnya sambil menatap wajah Bram
"Ok I promise!" ucapnya sambil memeluk tubuh Rina lagi dan Rina membalas pelukan hangat dari Bram untuknya
°°°°°°
Hari pernikahan Bram tinggal dihitung dalam hitungan minggu, orang tua Bram sibuk mempersiapkan pernikahan untuk anak satu-satunya dan ustad Gofur bersama sang istri sedang sibuk menyebarkan undangan kepada keluargga dan sahabatnya untuk mendatangi pernikahan Hanna, bagi ustad Gofur Hanna sudah dianggap sebagai anaknya sendiri, karena almarhum pak Azis adalah kerabat dekatnya
"Umi bagaimana Hanna sudah siap untuk pergi ke Jakarta?" tanyanya sambil berhadapan dengan ustadzah Aqila
"Umi belom tanya Hanna abi, insyaallah nati setelah shalat dzuhur umi tanyakan." jawabnya dengan tersenyum
°°°°°°
Setelah selesai melaksanakan shalat dzhuru dimushallah pesantren Hanna berdoa pada Allah meminta ampun dan memohon untuk melancarkan acara pernikahannya dengan Bram yang bisa dihitung dalam waktu beberapa minggu ini "Ya Allah zat maha pengasih dan maha penyayang aku meminta padamu dan aku memohon hanya padamu, berkati dan ridhai segala langkah kami mudahkanlah segala urusan kami, ya Allah ya Gofururrohim yang maha membolak-balikkan hati setiap manusia aku meminta padamu jika mas Bram adalah laki-laki yang terbaik untukku maka jadikanlah mas Bram menjadi panutan untukku untuk menuju surgamu kelak bersama anak dan cucu kami." ucapnya dalam rintihan doa dengan meneteskan air mata
Ustadzah Aqila yang melihat Hanna sedang berdoa menunggu sejenak hingga Hanna selesai melaksanakan kewajibannya pada Allah SWT. "Assalamu'alaikum Hanna." ucapnya sambil menghampiri Hanna yang sedang melipat mukenanya
Hanna pun menoleh kearah depannya "Waalaikum'sallam ustadzah, ada apa yah?" tanyanya dengan tersenyum
ustadzah Aqila membenarkan posisi duduknya dan langsung membuka pembicaraannya terhadap Hanna "Gini Hanna maaf kalo umi bicara langcang sama kamu, apa kamu bahagia dengan perjodohan ini?" ucapnya dengan memegang tangan Hanna
"Hmm Hanna bahagia umi, insyaallah Hanna bisa menjalankan ini semua lagi juga ini perintahnya ayah jadi insyaallah Hanna siap menerimanya." ucapnya dengan tersenyum
"Allhamdulillah kalo emangnya kamu setuju dari hati kamu juga, pokoknya umi dan abi berharap yang terbaik untuk kamu dan kebahagiaan kamu."
Hanna hanya tersenyum dan memeluk tubuh ustadzah Aqila yang dia anggap sebagai ibunya setelah meninggalnya kedua orang tuanya dan ustadzah Aqila membalas pelukan hangat dari Hanna dengan tersenyum
"Oiyah Han besok Bram datang kesini untuk menjemput kamu karena dia ingin membawa kamu kerumahnya." ucapnya dengan mengakhiri pelukan Hanna
Hanna syok mendengar ucapan yang dikatan oleh ustadzah Aqila tentang kedatangan Bram untuk menjemputnya "I...iyah umi insyaallah Hanna siap." ucapnya dengan wajah senyum dan cantiknya
Makasih buat teman-teman yang udah baca alur cerita novel "Harapan diatas Doa" jangan lupa like, komen, share, vote author dan follow ig author @sofiimwddh dan ikuti tiap alur cerita yang author publish!
__ADS_1