
Saat sedang mengetik sesuatu dilaptopnya tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda telfon masuk sehingga Bram menghentikan aktivitas kerjanya
bram://"Iyah hallo, jadi udah tau siapa pelakunya? Asstagfirullah'alazim jadi Rina dibalik semuanya?! yaudah kamu cari tau terus rencana dia, ok makasih." ucapnya dalam telfon pada orang suruhannya
"Asstagfirullah'alazim jadi ini semua rencana Rina, arghh aku malu banget sama Hanna karena udah nuduh dia yang enggak-enggak, Rina Rina kenapa perempuan itu selalu mengganggu aku terus?! Ini gak bisa dibiarin!" ucapnya dengan kesal sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya
°°°°°°°
Hanna datang kesebuah restorang pada jam 07.15 ia tidak tahu bahwa Bram yang merencanakan pertemuan dengannya. Ia masuk kedalam restoran tersebut, lalu ada seorang pelayan yang menghampirinya "Selamat malam, apa ini dengan ibu Hanna?" Tanya seorang pelayan tersebut
Hanna terkejut dia berpikir bagaimana pelayan tersebut mengetahui namanya "I iyah saya Hanna." ucapnya dengan gerogi
"Kalo gitu mari ikut saya, karena sudah ditunggu dengan seseorang." ucapnya sambil mengarahkan arah yang dituju
Hanna menganggukan wajahnya dengan senyum kepada pelayan tersebut, lalu dia diantar oleh pelayan menuju tempat yang dituju "Ini mba tempatnya." ucapnya dengan senyum
"Iyah ok makasih yah mba." ucapnya kepada pelayan tersebut
Lalu pelayan tersebut kembali ketempatnya untuk bertugas kembali, Hanna bingung ia melihat seorang laki-laki yang sedang duduk didepannya "Assalamu'alaikum." ucap Hanna pada laki-laki tersebut
Laki-laki tersebut pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Hanna yang sedang berdiri dibelakangnya "Waalaikum'sallam." ucapnya dengan senyum
Hanna terkejut ketika laki-laki itu membalikkan tubuhnya kearahnya, ia tidak mengetahui kalo laki-laki tersebut adalah Bram "Mas Bram?" ucapnya dengan wajah bingung
Bram mensenyumkan bibirnya kearah Hanna dan mempersilahkan Hanna untuk duduk dikursi yang sudah disediakan, lalu Hanna duduk dikursi dengan berhadapan dengan Bram "Jadi ini semua rencana kamu?" tanyanya dengan mengerutkan dahinya
Bram menganggukan wajahnya dengan tersenyum "Iyah ini semua rencana aku, karena aku sudah tau siapa yang membuat keretakan didalam rumah tangga kita." ucap Bram kepada Hanna
Hanna tidak mengerti yang dimaksud oleh ucapan Bram padanya "Ma maksud keretakan apa yah aku gak paham?" tanyanya dengan wajah bingung
Bram menarik nafas sebelum membicarakannya pada Hanna "Iyah tentang seseorang yang mengirim aku poto kamu sama laki-laki yang gak aku kenal." ucap Bram kepada Hanna
"Jadi mas sudah tau yang sesungguhnya?" tanyanya dengan mengerutkan dahinya
Bram menganggukan wajahnya kepada Hanna sambil mengambil tangan Hanna "Maka dari itu aku ajak kamu kesini." ucapnya dengan tersenyum kepada Hanna "Aku minta maaf yah kalo aku udah buat kamu nangis, kecewa maafin aku yah?" ucapnya dengan lembut sambil memegang pipi Hanna
Hanna tersenyum ia bersyukur kepada Allah karena telah mengabulkan doa-doanya dan mengembalikan sikap Bram yang tadinya dingin dan jutek kembali menjadi Bram yang manis dan manja "Iyah aku maafin, tapi mas janji sama aku kalaupun kita punya masalah lagi kamu jangan utamakan emosi kita bicarakan baik-baik." ucapnya kepada Bram
"Iyah aku janji tapi emangnya kamu mau kita ada masalah terus aku kan juga kangen bobo bareng sama kamu." ucapnya dengan menggoda Hanna
Hanna tertawa kecil dengan sikap Bram yang mulai kembali bermanja dan berkata manis padanya "I love you more than anything." ucapnya sambil mencium tangan Hanna dengan lembut
°°°°°°°°
"Apa?! Kenapa bisa tau semuanya dia?! Bukannya kamu sudah saya suruh untuk berhati-hati?!" Ucap Rina dengan marah pada orang suruhannya
__ADS_1
"Maaf bos saya juga udah hati-hati cuma ada seseorang yang mengikuti saya." ucap suruhan Rina
"Seseorang? Siapa dia?" tanyanya dengan mengerutkan dahinya
"Kayanya orang suruhan Bram bos."
"Arghh sial renca aku gagal Bram dan Hanna pasti sudah baikkan dan mereka tidak akan bercerai, aku akan lakukan sesuatu lagi dan kupastikan ini gak akan gagal!" ucapnya dengan diri sendiri
°°°°°°°
Setelah selesai membersihkan tubuhnya Bram menghampiri Hanna yang sedang duduk diatas kasur sambil memainkan handponenya "Udahan dong main hp nya aku kan juga pengen dimainin sama kamu." ucap Bram dengan manja
Hanna langsung manrukan handponenya disampingnya "Apaansih mas." ucapnya dengan tertawa kecil
Bram membenarkan posisi duduknya dan mengarahkan kearah Hanna "Bobo yuk udah lama tau aku gak bobo bareng kamu." ucapnya dengan menggodai Hanna
Hanna tertawa dengan sikap Bram yang manja padanya "Lagi siapa suruh kamu pindah kamar." ucapnya dengan meledek Bram
"Salah siapa yah? Yang penting sekarang aku ingin menghabiskan malamku sama kamu." ucapnya dengan menggelitiki pinggang Hanna
Hanna tertawa karena pinggangnya digelitiki oleh Bram "Mas udah ah, yaudah kita bobo." ucapnya sambil mengakhiri tawanya
Bram langsung mematikan lampu kamarnya dan langsung menerkam Hanna dengan lembut
°°°°°°°
"Nanti aja sayang aku masih mau disini sama kamu." ucap Bram dengan mata tertutup
"Tapi ini udah siang loh, emangnya kamu gak siap-siap buat kekantor?" tanyanya dengan menatap wajah Bram yang masih tidur
"Aku berangkatnya siangan aja udah ah aku mau tidur lagi tapi kamu jangan kemana-mana yah." ucapnya kepada Hanna
Hanna menatap wajah Bram yang masih melanjutkan tidurnya ia tersenyum menatap laki-laki yang ada disampingnya "Ya Allah terimakasih engkau telah memberikan hamba seorang laki-laki yang bertanggung jawab pada istri dan keluarganya, walau sempat tidak ada rasa cinta diantara kami awalnya tapi dengan izin dan kuasamu laki-laki yang dingin, jutek, dan angkuh padaku kini menjadi lebih perhatian pada diri ini semoga engkau selalu melindungi kisah cinta kami dan menyatukan kami hingga akhir hayat kami tiba dan semoga kami dipertemukan disurga mu kelak Aamiin." ucap Hanna dalam hati dengan menatap wajah Bram yang tertidur pulas dengan wajah tampannya sambil meneteskan air mata
°°°°°°°
Rina datang kekantor Bram, ia berjalan menuju ruangan milik Bram. Dia menghampiri sekertaris Bram yang sedang bekerja dimejanya "Linda pak Bram ada diruangannya?" Tanya Rina pada sekertaris Bram
Linda langsung menghentikan kerjanya ketika Rina berbicara padanya "Eh bu Rina, pagi bu, pak Bram belum sampai dikantor." ucapnya dengan senyum
"Iyah pagi, loh jam segini belom sampe kantor? Emangnya biasa dia datang jam berapa?" tanyanya dengan bingung
__ADS_1
Linda melihat arloji ditangannya "Biasanya jam segini udah sampe sih bu." ucapnya dengan melihat wajah Rina
"Kemana emangnya dia?" tanyanya dengan mengerutkan dahinya
"Kurang tau juga saya bu, pak Bram juga gak message saya kenapa datangnya telat." ucapnya sambil menggelengkan wajahnya
"Ok thank you." ucapnya dengan singkat
Rina langsung pergi dari meja kerja Linda dan menuju ruangan Bram untuk masuk, tapi dengan cepat Linda langsung bangkit dari duduknya dan mencegah Rina agar tidak masuk kedalam ruang kerja Bram "Loh apa-apaan ini kenapa kamu cegah saya?" tanyanya dengan menatap tajam wajah Linda
"Maaf bu pak Bram pernah pesan ke saya, katanya jangan ada yang masuk kedalam ruangannya kecuali istrinya." ucap Linda pada Rina
Rina yang mendengar ucapan Rina tidak setuju ia mencoba masuk kedalam ruangan Bram tapi lagi-lagi Linda mencegahnya sehingga membuat Rina marah padanya "Kamu itu cuma sekertaris biasa aja yah, saya akan laporkan kamu ke atasan kamu!" ucapnya dengan wajah emosi
"Silahkan ibu melapor keatasan saya, tapi sebelum itu saya akan panggilkan security untuk usir bu Rina dari sini karena ibu sudah menganggu waktu kerja dikantor ini." ucap Linda dengan tegas
"Berani kamu ngusir saya?! Hah?! Gak usah sok deh!" ucapnya dengan kesal
"Kalo ibu ingin menunggu pak Bram, silahkan menunggu diruang tunggu." ucapnya kepada Rina
"Gak usah terimakasih, ingat yah jangan macam-macam sama saya atau kamu akan tau akibatnya!" ucapnya dengan tatapan tajam ke Linda dan langsung pergi dari hadapan Linda
Diperjalanan Rina masih kesal dengan sekertaris Bram, ia tidak setuju dengan persyaratan bahwa hanya istrinya yang boleh masuk kedalam ruangannya saja "Apa-apaan ini sejak kapan Bram melarang aku untuk masuk keruangannya? Waktu aku masih jadi pacarnya dia gak ngelarang aku tuh untuk masuk keruangannya kapan saja." ucapnya dengan diri sendiri "Bram sampai kapanpun aku gak akan melepaskan kamu sedikitpun aku akan atur strategi baru untuk menghancurkan rumah tangga kamu sehancur-hancurnya!" ucapnya dengan nada sinis dan tatapan tajam sambil menyetir mobilnya
°°°°°°
Bram berangkat kekantor lebih siang dari biasanya, dia berjalan menuju ruangannya setelah memparkirkan mobilnya diparkiran "Pagi pak Bram." ucap Linda saat melihat Bram ingin masuk kedalam ruangannya
Bram menghentikan langkahnya dan menjawab salam dari Linda "Pagi juga." ucapnya
Linda bangkit dari duduknya dan menghampiri Bram yang ingin membuka pintu ruangannya "Maaf pak tadi bu Rina datang kesini." ucapnya kepada Bram
Bram terkejut dengan ucapan Linda ia tidak tahu bahwa Rina ternyata datang kekantornya "Mau apa dia kesini?" tanyanya dengan wajah bingung
Linda langsung memberitahu kenapa Rina datang kekantor Bram pagi-pagi "Kalo untuk apa saya kurang tau pak, cuma tadi dia bilang kalo dia cuma pengen ketemu bapak."
"Terus dia masuk gak keruangan saya?" tanyanya dengan mengerutkan dahinya
Linda menggelengkan wajahnya "Tadinya sih pengen masuk pak cuma berhasil saya cegah karena bapak kan pernah bilang gak boleh ada yang masuk ruangan bapak kecuali bu Hanna." ucapnya kepada Bram
"Bagus kalo gitu, sekarang dia sudah pergi atau nunggu diruang tunggu?"
"Sudah pergi pak."
"Yaudah allhamdulillah kalo dia sudah pergi, lain kali kalo dia dateng kesini saat saya lagi gak ada dikantor tolong cegah dia sampe dia gak bisa masuk ruangan saya." ucapnya dengan tegas kepada Linda
Linda menganggukan kepalanya tanda paham dengan ucapan yang dikatakan oleh Bram
Thanks for loyal readers yang udah baca novel "Harapan diatas Doa" jangan lupa like, komen, share, vote, dan follow ig @sofiimwddh (wajib follow 💢)
__ADS_1
Happy Reading! ✨