
Bram memasuki kamarnya, saat memasuki kamarnya ia melihat Hanna yang sedang duduk disamping tempat tidur mereka "Assalamu'alaikum." ucap Bram sambil menghampiri Hanna
Hanna menghapus air matanya yang jatuh dipipinya "Waalaikum'sallam." ucapnya dengan nada pelan
Bram duduk disamping Hanna dan mengarahkan wajahnya kearah Hanna "Bunda aku mau jelaskan semuanya." ucap Bram pada Hanna
"Yah coba kamu jelaskan semuanya sama saya." ucap Hanna sambil menangis
"Bunda aku mohon sama kamu, kamu jangan terlalurut dalam jebakan dia." ucap Bram dengan wajah serius
"Asal kamu tau yah Bram hari ini perempuan itu mengajak aku untuk ketemuan karena dia ingin menceritakan semuanya, apa benar dia hamil Bram?" Tanya Hanna pada Bram
Bram diam dia tidak menjawab pertanyaan dari Hanna "Jawab aku Bram, apa betul dia hamil? Dan semua kerja keras kamu selama 1 tahun dengannya?" ucap Hanna sambil meneteskan air matanya didepan Bram
Bram menganggukan wajahnya didepan Hanna karena ia tidak mungkin berbohong pada Hanna tentang kehamilan Rina, cepat atau lambat Hanna pasti akan mengetahui tentang kehamilan Rina karena sepintar-pintarnya kita menyimpan bangkai maka bangkai itu akan ketahuan "Iyah bunda dia hamil." ucao Bram dengan nada pelan
Hanna syok ketika mendengar pengakuan dari Bram bahwa Rina hamil anak dari suaminya. Hati Hanna terasa teriiris ketika mendengar bahwa selingkuhan Bram sedang mengandung anaknya Bram juga "Asstagfirullah'alazim istighfar kamu Bram! Apa kamu gak sadar saat melakukan hal dosa seperti itu?" ucap Hanna dengan nada sedikit keras
Bram berusaha memberi alasan kepada Hanna tapi percuma Hanna sudah tidak percaya lagi pada dirinya "Sudah cukup aku gak mau mendengar alasan dari kamu lagi, sekarang kamu pergi dari ruangan ini karena saya tidak ingin melihat wajah kamu saat ini." ucap Hanna sambil mengambil bantal milik Bram dan selimut padanya
"Maksud bunda kita pisah ranjang?" Tanya Bram pada Hanna
Hanna bangun dari duduknya dan memberikannya kepada Bram "Tolong kamu hargai keputusan aku saat ini." ucap Hanna sambil menunjuk kearah pintu kamarnya
Bram mengambil bantal dan selimut yang diberikan Hanna padanya. Bram tidur diruang keluarga diatas sofa "Ya Allah kenapa jadi begini?" ucap Bram dalam hati sambil mengacak rambutnya dan mengusap wajahnya menggunakan kedua tangannya
Dikamar Hanna menangis karena ia tidak percaya bahwa Bram telah melakukan dosa besar dan sudah mengkhianati cinta sucinya, ia melirik kearah bingkai poto yang tergambar ia dengan Bram yang bergaya sangat mesra "Mas Bram aku gak percaya kamu tega melakukan ini sama aku." ucap Hanna sambil menangis sembari memegang bingkai poto tersebut
°°°°°°
Hanna mendapatkan sebuah paket dari seseorang, bi Inah memberikan paket tersebut kepada Hanna dan Hanna menerima paket yang diberikan bi Inah untuk Hanna
Hanna mendapatkan pesan dari Rina ia membuka pesan tersebut
Rina
"Selamat sore mbak...
Hanya perempuan bodoh yang masih mau mempertahankan suami yang sudah selingkuh."
Hanna syok ketika mendapatkan pesan tersebut, lalu ia membalas pesan untuk Rina
Rina
"Maaf saya tidak bodoh, saya tau apa yang harus saya lakukan untuk rumah tangga saya."
Lalu tidak lama kemudian Rina membalas pesan dari Hanna
Rina
__ADS_1
"Tetap saja bodoh karena kamu percaya sama mulut buaya! Coba tanyakan apa yang sudah suami kamu lakukan dengan saya."
Hanna syok ketika membaca pesan yang dibalas oleh Rina ia tetap menahan emosinya agar tetap sabar dengan ujian rumah tangganya yang diberikan Allah padanya
Rina
"Maksud kamu?"
Lalu Rina membalasnya
Rina
"Dua orang dewasa didalam apartement gak mungkin biasa-biasa saja."
Pikiran Hanna langsung tertuju kearah negatif namun Hanna berusaha untuk berpikiran positif untuk Bram "Gak gak mungkin mas Bram." ucap Hanna dengan diri sendiri
rina
"Maksudnya?"
Rina pun membalas pesan Hanna
Rina
"Apartemen xxx jalan xxx no xxx."
Tidak lama kemudian Bram datang menghampiri Hanna "Bunda lagi apa kamu itu?" Tanya Bram sambil menghampiri Hanna
"Maksud bunda?" Tanya Bram dengan wajah tidak mengerti
Hanna mencoba menjelaskan kepada Bram apa maksudnya "Sudahlah Bram kau gak usah pura-pura lagi." ucap Hanna kepada Bram
"Bunda kamu janga pernah percaya dengan omonga dia, ayah pulang keruma setiap hari dan ayah gak pernah sewa apartement!" ucap Bram dengan tegas
"Bram kamu jangan buat aku seperti orang bodoh yang gak tau mana kebenaran dan kebohongan suami aku sendiri." ucap Hanna dengan menangis
Lalu Hanna pergi dari hadapan Bram. Bram duduk dikursi kerja miliknya dan melihat semua chattan Hanna dengan Rina "Asstagfirullah'alazim Rina kamu benar-benar keterlaluan." ucap Bram dengan kesal
Lalu Bram mengirim pesan untuk Rina
Rina
"Jangan pernah ganggu istri dan keluaraga saya lagi!"
Hanna menuju mobilnya dan Bram mendengar suara mesin mobil Hanna dan Bram berlari menuju bagasi rumahnya "Bunda kamu mau kemana?" ucap Bram sambil mengetuk-ngetuk kaca mobil Hanna
Hanna menghiraukan Bram dan dia menancapkan gas mobilnya menuju suatu tempat
"Hanna pergi pasti dipanggil sama Rina." ucap Bram dengan wajah panik
Lalu Bram mengikuti mobil Hanna dibelakangnya ia mengikuti arah mobil Hanna pergi "Loh ini jalan arah ke apartement ini iyah ini jalan ke apartement ini." ucap Bram dengan panik
Hanna sampai diapartement yang dibilang Rina lewat pesan, Hanna berjalan menuju lift untuk sampai dikamar yang Rina beritahu, tidak lama kemudian Bram sampai diapartement yang ia sewa Bram berlari untuk mencegah Hanna tapi sayang Hanna keburu masuk lift dan Bram mau tidak mau harus menunggu lift kosong datang "Arghh sial!" ucap Bram dengan kesal sambil menendang tong sampah didepannya
__ADS_1
Hanna berjalan menuju kamar yang diberitahu Rina, setiap no kamar yang ia lewati ia teringat dengan kata-kata Rina yang ia baca lewat pesan, sesampai dikamar no 113 Hanna mengetuk pintu kamar tersebut, tidak lama kemudian seseorang membukakan pintu kamar tersebut Hanna melihat dari bawah sampai keatas dan ia tidak bisa menahan air matanya "Kamu .... jadi kamu Rina pacarnya Bram?" ucap Hanna dengan meneteskan air mata
Ternyata yang membukakan pintu kamar apartement tersebut bukanlah Rina tapi orang suruhan Rina "Maaf saya bukan Rina." ucap perempuan tersebut dengan nada bingung
Hanna tidak percaya dengan perempuan tersebut "Alah kamu gak usah bohong! Kamu perempuan yang sudah merusak rumah tangga saya iyah kan?" ucapnya dengan nada kesal
Tidak lama kemudian seorang laki-laki datang dari dalam kamar tersebut dan menanyakan kepada istrinya yang disangka Hanna adalah Rina "Sayang ada apa sih? Dan ibu ini siapa?" tanyanya dengan menunjuk Hanna dengan menggunakan kode kedua bola matanya
"Aku juga gak tau sayang, tiba-tiba ibu ini bilang aku selingkuhannya Bram dan wanita yang sudah merusak rumah tangganya." ucap perempuan tersebut kepada laki-laki yang berdiri disampingnya
"Hmm maaf bu ini istri saya, oiyah saya menemukan kwitansi sewa apartement ini yang bernama Bramantyo tunggu sebentar yah saya ambilkan kertasnya." ucapnya kepada Hanna
Lalu laki-laki tersebut masuk kembali kedalam kamarnya dan mengambil kwitansi milik Bram, tidak lama kemudian ia kembali keluar dengan membawa sebuah kertas kwitansi dan memberikannya kepada Hanna
Hanna mengambil kwitansi tersebut dan membaca tulisan yang tertera dikertas tersebut, Hanna terkejut ketika membaca ada nama Bram yang sudah menyewa kamar apartement tersebut lalu Hanna langsung pergi dari hadapan wanita dan laki-laki yang tidak dirinya kenali
Lalu Hanna keluar dari lift dan melihat Bram yang masih berdiri didepan lift tersebut, Hanna tidak menghiraukan Bram Yang dari tadi sudah menunggu dirinya. Bram mengejar Hanna dan mencegahnya dengan memegang lengan Hanna "Tunggu bunda!" ucap Bram dengan tegas
Hanna menghentikan langkahnya karena lengannya dipegang oleh Bram "Dasar pembohong besar!" ucap Hanna sambil mengarahkan tubuhnya kearah Bram
"Biar aku jelaskan semuanya bunda." ucap Bram kepada Hanna
"Apa kamu mau jelaskan apalagi? Semuanya udah terbukti!" ucap Hanna sambil melihatkan kwitansinya kearah Bram
Penjelasan Bram tidak dihiraukan Hanna, Hanna tetap tidak percaya dan sudah kecewa dengan Bram yang sudah membohongi dirinya "Jadi apa yang mau kamu jelasin ke aku, hah? Kamu udah buat aku seperti wanita bodoh yang gak tau mana kebenaran dan kebohongan suami aku sendiri." ucap Hanna sambil memukul badan Bram
Tiba-tiba perut Hanna terasa sakit sehingga ia tidak bisa menahan rasa sakitnya diperutnya "Bunda kamu sakit bunda." ucap Bram sambil memegangi tubuh Rina yang jatuh dilantai
Hanna menjatuhkan tangan Bram dari tubuhnya karena Hanna tidak ingin dibantu oleh Bram, tapi Bram tetap memegangi tubuh Hanna dan membawanya kerumah sakit
°°°°°°°
"Bunda sabar yah yang kuat yah bunda." ucap Bram sambil membantu mendorong tempat tidur rumah sakit yang ditiduri oleh Hanna
Hanna dibawa masuk keruang UGD dan Bram tidak boleh masuk kedalam ruangan tersebut "Rina kamu benar-benar kurang ajar!" ucap Bram dengan kesal
Setelah menunggu Hanna diperiksa olehndokter diruang UGD, lalu dokter keluar untuk menemui Bram "Jadi gimana dok keadaan istri saya?" Tanya Bram dengan wajah khawatir
"Allhamdulillah untuk saat ini istri anda dan kandungannya bisa diselamatkan jadi saya mohon kepada bapak untuk menjaga ibu Hanna dengan baik agar tidak terjadi pendarahan seperti ini." ucap dokter tersebut kepada Bram
"Allhamdulillah kalo gitu, oke makasih yah dok." ucap Bram dengan senyum
"Yah sama-sama kalo begitu saya permisi dulu." ucapnya dan lalu pergi dari hadapan Bram
Bram masuk kedalam ruang UGD untuk menemui Hanna, tidak lama kemudian Hanna sadar dari pingsannya "Allhamdulillah bunda kamu sadar." ucap Bram dengan senyum
Saat membuka matanya orang pertama yang ia lihat adalah Bram, dan Hanna tidak menjawab ucapan Bram "Bunda aku minta maa." belum selesai menyelesaikan ucapannya Hanna sudah memotong ucapan Bram
"Kamu pasti mau minta maaf lagi, iyah kan? Harus berapa banyak lagi untuk memaafkan kamu?" ucap Hanna sambil menyetop ucapan Bram menggunakan tangannya
Makasih buat para pembaca setia novel "Harapan diatas Doa" Jangan lupa like, komen, share, vote, dan follow ig @sofiimwddh (WAJIB!)
Happy Reading! ✨
__ADS_1