HASRAT DUDA IMPOTEN

HASRAT DUDA IMPOTEN
Pov Alda (Istri kedua)


__ADS_3

Setelah selesai salat Isya mawar datang ke rumah dengan Gayanya yang centil dan wajahnya yang bersinar-sinar itu. dia mengajakku berfoto aku tahu apa maksud dia.


" Mawar satu foto Rp100.000 ya." ujarku tersenyum kecut padanya.


"Hehehe Tenang saja kak Jangankan Rp100.000 kalau setiap hari aku dapat gift singa, 5 juta aku kasih sama Kak, 2 juta saja sama aku." Mawar memelukku gemesh.


"Kak, Kakak itu hoky banget buatku masalah Kakak ini mendatangkan hoki yang besar. kak kumohon mau ya sama abang Akram, kalian jadi pasangan ya kak ya, aku tuh sudah buat tok tok orang Kakak jadi nanti bisa orang kakak ramaikan di tok tok orang kak. kakak bisa bagikan vote vote keseharian orang Kakak. kisah-kisah orang kakak sebelum menikah. Bagaimana kisah Kakak dulu bersama mas Evan, bisa juga dibahas di sana. Kak manfaatkan peluang Kak, sekarang lagi ngetren Kak cari uang di sosial media Kak."


"Heboh banget sih loe Mawar... Awas...!" Ku jauh kan tangannya yang melingkar di bahuku. Siapa juga yang mau nikah dengan Akram. Dapat surat cerai aja belum, sudah bahas pernikahan.


" Hai Kak jangan gengsi, ingat hidup itu jangan dibuat rumit manfaatkan keadaan. Abang Akram itu baik, aku rela mengubur perasaanku padanya, asalkan orang kakak menikah. Ya menikahnya setelah dapat surat cerailah. Habis tuh, Kalian bersatu, kalian pasangan hoki kak. lihat saja usaha warung makan Laris Manis..." Mawar bicara dengan hebohnya. Ia kewenangan karena dapat dua gift singa.


"Oang punya cara tersendiri untuk sukses Kakak nggak pede itu lihat kamera buat konten. Buat malu saja joget joget nggak jelas." Jawabku ketus, menatap malas Mawar.


"Main tok tok nggak harus joget-joget kak. Makanya Kakak buat live streaming, bagikan kisah-kisah hidup kak .Nanti juga kakak bisa buat live saat jualan live kebersamaan dengan Abang Akram mesra-mesraan. kasih Tips jadi wanita yang sabar begitu loh kakakku."


"Sudahlah, sana kamu pulang. Gak usah kamu ajari aku." Ketusku, pada Mawar. Ini anak ngebet kalau ada maunya.


" Eh Kakak mau ke mana? Jangan pergi abang Akram mau ke sini, aku udah janjian pada penonton malam ini, mau buat live di rumah Kakak." Mawar menahan tanganku.


"Aku mau pergi ada urusan ke rumah Pak Arman!" jawabku cepat, mencoba melepaskan tangan Mawar yang menahanku. Ia menahan tangan kiriku.


"Sebentar aja tunggu abang Akram datang ya, ya ya ya.... aku telepon ya tunggu..... tunggu....tunggu ya..!" ujar Mawar heboh. "Lama sekali sih abang Akram ini datang!' ucapnya lagi saat menghubungi Akram, yang telponnya tak diangkat.


Aku naik di atas motorku aku sudah ingin pergi ke rumah Pak Armand. Menunggu mawar live itu nanti akan makan waktu 1 jam, padahal aku sudah janji dengan ibu Suci. Ibu Suci bilang Ada hal penting yang ingin disampaikannya padaku mereka sudah begitu baik padaku, aku nggak mungkin mengecewakan mereka dengan terlambat datang akibat meladeni mawar yang mau live streaming.


Sesampainya di rumah Pak Arman aku disambut istrinya pak Arman Bu suci dengan ramahnya,di teras rumahnya.


"Raisa nggak ikut? Reza dari tadi nungguin Raisya juga, karena dia tahu Adek Alda mau datang kesini." Ujar Bu Suci ramah dia meraih tanganku menggenggamnya, menariknya lembut. Kami kini berjalan bergandengan tangan menuju sebuah Gazebo yang ada taman samping rumahnya. kami duduk di lesehan.


"Nggak Bu, dia tadi pergi ke rumah tetangga, saudaraku juga jadi dia nggak tahu, kalau aku datang ke sini." jawabku sopan dan sedikit merasa heran, menurutku sikap Bu suci ini terlalu berlebihan ya? kenapa begitu baik sama aku?


" Oh begitu, adek Alda sudah makan?" tanya nya masih dengan senyum yang mengembang.

__ADS_1


"udah Bu suci." jawabku tersenyum ramah.


"Raihan bilang proses pencairanmu itu satu bulan lagi sudah selesai." Ujarnya dengan semangat, senyum manis terus terukir di wajah cantiknya.


"Tapi, pihak mas Evan masih ingin membuktikan gugatanku itu hanya fitnah." Jawabku dengan bingungnya.


"Iya Rehan bilang dia bisa urus secepatnya, itu hanya formalitas saja. Raihan sengaja mau melayani suamimu yang sok hebat di itu." Tegas Bu Suci memukul udara, sebagai tanda bahwa Mas Evan tak akan bisa membuktikan argumentnya.


"Oh begitu ya Bu, saya ucapkan terima kasih banyak. Ibu dan Rehan sudah sangat baik hati mau membantu saya." Jawabku Enggan. Dari tadi


aku tak menemukan keberadaan Pak Arman di rumahnya ini. Apakah dia sedang dinas luar? Biasanya kalau aku datang. Ia dengan istri ini pasti menyambutku dengan hangat.


"Dek Alda Ada hal penting dan serius yang ingin ku bicarakan denganmu. Kuharap kamu jangan salah paham dan benci denganku setelah aku mengatakan apa yang ada di benakku selama ini." Ujar Bu Suci dengan lembut. Ekspresi wajah ceriah yang dari tadi ia tunjukkan, kini berubah jadi penuh harap. Aku dibuat jadi penasaran. Apa sih yang ingin di bicara Bu Suci padaku. Dan sepertinya sangat penting.


"Hal penting apa ya Bu?" tanyaku dengan ragu, kutatap lekat wajah Bu suci yang penuh harap padaku.


"kamu janji ya Dek Alda. Jangan salah paham dan marah padaku, dan juga pada Pak Arman, suamiku. Yang akan kukatakan ini adalah keinginanku. keinginan dari hatiku yang paling dalam, bukan atas perintah atau keinginan dari suamiku." Bu Suci menggenggam erat tanganku matanya menatap penuh harap padaku. Aku semakin dibuat penasaran dia ingin apa sih dariku nggak mungkin kan ingin harta.


Bu Suci menatapku dengan ragu tapi penuh harap tangannya masih tetap menggenggam tanganku ini.


"Jikalau masa indahmu sudah habis. Maukah kamu menikah dengan suamiku."


Duar...


Dorr...


nyut....


Aku sungguh terkejut mendengar pernyataan Bu suci, rasanya bagai habis disambar gledek saja. Ucapan Bu Suci ini sungguh membuat insecure. Apa apaan ini ? Bu Suci mau menawarkan aku jadi madunya. Ahhh.... ini gila, ini tidak mungkin terjadi.


Hati Bu Suci terbuat dari apa si kenapa dia mau menawarkan dirinya untuk dimadu? aku saja saat mengetahui mas Evan selingkuh waktu itu, hatiku sangat hancur, hancur, sehancurnya. Aku tak dapat berbagi cinta dan kasih. Aku tak mau dan rela suamiku berbagi cinta.


"Pernah kucoba untuk tetap mendampingi mas Evan, walau dia sudah menikah dengan Juli. Itu semua kulakukan demi putriku Raisa. tetapi aku hanya bertahan Sebentar, aku tak sanggup melanjutkannya. Karena rasanya sangat menyakitkan.

__ADS_1


kutatap wajah Bu suci lekat, mencari kebenaran di matanya atas ucapan yang keluar dari mulutnya. Benarkah Iya ikhlas dan Ridho aku ini jadi istri kedua suaminya? dan aku menemukan kesungguhan di netra matanya yang indah itu.


Aku dibuat bingung dan heran dengan permintaan bu Suci. Kuusap-usap tanganku ke Paha ku yang basah karena keringat, malam ini malam yang sangat menegangkan buatku. Aku merasa kepanasan di malam yang anginnya terasa dingin menusuk kulit hingga ke tulang, sungguh permintaan ibu Suci sangat meresahkan. Sebenarnya jelas aku akan menolak permintaan Bu suci ini, walau aku simpatik pada Pak Armand. Mana mungkin aku mau jadi istri keduanya.


" Ma, maaf ya Bu Suci. Aku tak bisa memenuhi permintaan ibu." Ujarku sedikit gugup. Ku tak tega melihat Ekspresi wajahnya yang kecewa padaku.


Bu Suci kembali meraih kedua tanganku merangkumnya, memohon-mohon agar aku mau memenuhi permintaannya.


"Tolonglah aku dek Alda, aku merasa kamu sangat cocok dengan suamiku. aku ingin memberikan kebahagiaan pada suamiku. aku sangat mencintainya. makanya aku ingin bahagiakannya." ujarnya dengan menangis tersedu-sedih, aku semakin dibuat bingung dengan maksud semua ini. Dia ingin membahagiakan suaminya. Terus kalau aku jadi madunya. Apa dia bahagia? Dia Sanggup berbagi malam. Astaga ini, ini cobaan ini benar benar cobaan


"Aku ingin suamiku mendapat istri yang baik. pengganti diriku, aku ini, aku ini tak bisa membahagiakannya dek Alda. Aku ini, aku ini punya penyakit aku sudah 6 bulan tidak bisa melayani suamiku dengan baik. Aku tak bisa memuasknnya. Selain aku penyakit liver, peranakanku juga turun." Isakan bu Suci membuatku ibah. Ternyata ada lagi wanita yang lebih malang dariku.


"Maaf ya Bu Suci. Aku gak bisa jadi istri kedua Pak Armand. Kejadian yang ku alami cukup membuatku traumah. Aku sendiri tidak ada niat untuk menikah lagi. "Ujarku tegas.


Aneh aneh saja tingkah orang yang ada di sekelilingku. Si Akram lah yang jadi pencetus perselingkuhan Mas Evan. Ini Bu Suci, ingin aku jadi madunya.


"Aku doakan ibu cepat sembuh, turun peranakan kan bisa dioperasi bu. Lagi pula, aku melihat Pak Armand sangat mencintai ibu Suci." Jawabku tersenyum tipis.


Hadeuhh....


Aku merasa semua kejadian ini sangat lucu dan menggelikan. Apa maksudnya ini semua ? aku itu sudah tidak ingin menikah. Malah ada tawaran jadi istri kedua. Itu akan membuat pusing.


"kamu pikirkan dulu baik-baik permintaanku ini dik Alda. permintaanku ini sangat baik untuk kehidupanmu. kamu tidak perlu kerja keras lagi, kamu bisa bangun impianmu bersama Pak Arman. Kalian kan sama sama satu profesi." Ujarnya lembut, masih berusaha membujuk ku.


"Gak bu, aku gak bisa." Jawabku cepat, tak usah disuruh berfikir. Hari ini bisa ku putuskan. Aku tak akan menyesal jika menolak nya.


" Dek Alda pikirkanlah dulu dan kumohon jangan pernah bahas ini dengan suamiku. ini murni keinginanku, suamiku nggak tahu masalah ini. Ini benar-benar aku yang inginkan. Seumpamanya Dek Alda berubah pikiran dan mau. Nanti kita bicarakan dengan suamiku, aku yakin kalau dek Alda yang kusodorkan jadi istrinya Dia pasti mau." Ujar Bu Suci Tegas.


Aku pun akhirnya memilih diam saja, dari tadi sudah ku tolak, tetap disuruh berfikir.


TBC


Hai Reader sayang beri dukungannya dengan like komen positif vot dan hadiahnya ya 🤭😁🙂

__ADS_1


__ADS_2