
Pov Akram
Aku didesak oleh paman-paman nya Mawar, agar menikahi keponakannya itu malam ini juga. Aku benar-benar dibuat tak bisa berfikir untuk hal yang sakral itu dengan tenang. Menikah bukan hal yang main main. Jika aku menyetujui paksaan keluarga besarnya Mawar. Maka, aku harus menyiapkan diri jadi suami seutuhnya. Buat ku menikah bukan hal untuk dipermain main kan.
Aku sedikit gamang untuk menjadi kan Mawar pendamping hidupku. Ia masih sangat mudah. Baru berumur 19 tahun. Apa ia bisa melakoni perannya kelak jadi seorang istri. Yang akan patuh dan taat pada ucapan sang suami. Aku gak akan mengekangnya, tapi harus nya ia tahu lah tugas dan tanggung jawabnya. Jangan lah aku dibuat pusing akan tingkah kekanak kanakannya kelak.
Termasuk keinginan ku untuk mempunyai istri yang soleha. Yang sudah menutupi auratnya seperti Alda. Aku sangat menyukai Alda, karena apa yang ada dalam dirinya sudah masuk dalam kategoriku.
Huuffftt...
Ku tarik napas panjang dan menghembuskannya kasar. Aku sedang memperhatikan diriku dengan penuh kekecewaan di depan cermin. Kenapa nasibku selalu apes. Entah kapan aku akan merasa kan kebahagian. Ini akan jadi pernikahanku kedua kalinya. Dan dibisa ku bayangkan menikah dengan Mawar tak akan membawa kebahagiaan. Karena ia masih muda, sekaligus karakter nya tak sesuai dengan tipeku.
__ADS_1
Sudah saat nya acara ijab kabul. Kembali ku perhatikan penampilan ku di depan cermin. Sungguh aku sangat gugup saat ini. Di tambah penampilku tak maksimal. Aku merasa diriku, seperti petugas koperasi saja. Karena aku hanya mengenakan celana bahan warna hitam dan kemeja putih di padu peci. Benar-benar tak ada persiapan sama sekali.
Belum lagi aku gak sempat beli cincin pernikahan kami. Walau aku tak yakin dengan pernikahan ini, aku ingin memberikan yang terbaik untuk istriku. Semoga Mawar bisa mengerti akan keadaan ini. Dan ia pun nantinya bisa bersikap seperti yang ku harapkan.
Tok
Tok
Tok
"Akram, penghulu sudah datang. Cepatlah keluar, kenapa pula kamu jadi yang ditungguin. Pengantin wanita saja sudah menunggu." Ujar paman Danu, dari balik daun pintu. Ya, dari tadi aku berkurang terus di kamar tamu ini. Sejak ketahuan, aku tidur seranjang dengan Mawar. Aku di boyong ke rumah orang tua nya Mawar, dan aku dikurung hingga malam ini. Mereka takut aku kabur, karena mereka tahu aku ini gak suka dengan Mawar.
__ADS_1
"Iya paman." Sahutku, bergegas membuka pintu kamar.
"Semangat.... Paman yakin, kalian kelak akan bahagia. Kamu harus sabar bimbing Mawar, agar tak terpengaruh lagi dengan teman teman nya. Paman yakin, kamu pasti bisa menjadikannya wanita yang solehah." Ujar paman Danu dengan lembut. Mereka terlihat senang dengan pernikahan ini.
Bagaimana dengan Mawar ya? tadi ia mengatakan pada paman Danu, agar memeriksa kejantanannku. Apa hal itu sangat penting buatnya.? apa malam ini, aku akan melakukan malam pertama dengannya? kalau gak kesitu maksud ucapan nya, ngapain dia menanyakan hal itu?
Hadeuuhh..
Kenapa ini otak ku selalu traveling sejak semalam. Indah nya tubuh Mawar, masih menari nari di pikiranku. Aku Sungguh jadi tak bisa konsentrasi. Kalau malam ini gagal malam pertama, bisa gak tenang aku. Siap siap lah kau Mawar, akan ku tunjukkan padamu beberapa perkasaanya aku. Awas saja, kalau kau lari nanti nya.
TBC
__ADS_1