HASRAT DUDA IMPOTEN

HASRAT DUDA IMPOTEN
Khutbah


__ADS_3

Bismillahirrohmanirrohim...!'


"Pak, walau pernikahan ini mendadak dan terkesan terpaksa. Tapi, aku sangat berharap pak penghulu menasehati kami sebelum nikah." Pintaku dengan sopan. Aku ingin, pak penghulu menasehati ku dan Mawar.


"Oohh iya ya, inilah kalau gak ada tertib acara. Maunya dibuat dulu tata tertib acara nya." Ujar pak penghulu.


Harus nya kan semua sudah di aturan beliau. Ia yang punya pengalaman dalam hal ini. Koq ia pula yang bingung dan tak susun tata tertib acara.


Terlihat Pak KUA mencatat sesuatu di bindernya. Kemudian ia memberikan nya pada temannya. Dan akhirnya dalam acara akad nikah ini, di pimpin oleh pembawa acara. Setelah pembawa acara membuka acara dengan muqaddimah yang panjang. Maka acara selanjutnya Pembacaan ayat suci Alquran.


"Kepada Calon mempelai pria agar membaca kan ayat suci Al-Quran." Ujar pembawa acara. Pak Penghulu tersenyum devil menatap ku, entah apa maksud dari senyum nya itu. Sepertinya ia menyepelekan aku, mungkin mereka beranggapan kalau aku ini adalah pria yang tak bisa membaca ayat suci Al-Qur’an an.


"Iya pak, siap.. Laksana kan." Jawabku sopan.


Paman Danu menyiapkan sebuah Al Qur'an di hadapanku.


Huufftt..


Kembali ku menghela napas dalam, dan menghembuskannya pelan. Aku perlu stok oksigen banyak di paru-paruku, agar tarikan napasku saaat melantunkan ayat suci Al-quran maksimal.


Ku membuka lebaran Al Qur'an dan akan membaca kan Arruum ayat 21 sebelumnya aku membaca


Bismillahirrahmanirrahim


Bismillahirrahmanirrahim  

__ADS_1


وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجٗا لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُم مَّوَدَّةٗ وَرَحۡمَةًۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ٢١


Artinya : Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.


Saat membacakan ayat suci Al Qur'an itu, suasana mendadak hening. Bahkan suara jangkrik dan kodok yang saling bersahutan tak terdengar lagi. Padahal biasanya suara jangkrik dan kodok sangat bising di sekitar rumah orang tua nya Mawar. Karena di belakang serta samping rumah ada kolam ikan.


Ternyata keheningan yang tercipta saat aku membaca Al-Qur’an, terjadi karena mereka terhanyut dalam syahdunya ayat suci Al Qur'an yang ku lantunkan. Sepertinya bacaanku membuat mereka terhipnotis, terutama Mawar, hingga aku selesai mengaji, ia masih tetap menatap ku dengan berkedip.


Eemmm....


Aku jadi sedikit menyombongkan diri, karena semua orang di tempat itu ku buat terhipnotis. Semoga penilaian Pak penghulu berubah padaku.


"Demikian lah tadi kita sudah dengar kan calon mempelai pria mmebacakan ayat suci Al Qur'an dengan khusuk serta merdu. Aku sampai merinding mendengar suara merdu Calon mempelai pria. Aku yakin, pria ini akan menjadi imam yang baik untuk keluarganya." Ujar si bapak pembawa acara dengan ekspresi wajah takjubnya kepadaku. Aku hanya mengulum senyum tipis, karena dapat pujian.


Mereka gak tahu saja, bahwa saat aku berumur 21 tahun, aku pernah menang lomba festival keagamaan Islam di Indonesia, juara 1 Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ, tingkat nasional, dari hasil lomba itu aku dapat reward berhaji ke mekkah dan uang tunai.


"Tidak, khutbah nikah. Dibaca kan calon pengantin saja. Ku lihat calon pengantin pria nya banyak tahu agama." Jawab Pak penghulu cepat. Menjulangkan tangannya, menunjuk aku.


Aku tersenyum tipis menanggapi ucapan beliau. Ya, tak masalah buat ku membacakan khutbah yang panjang kali lebar itu. Walau tulisan nya arab gundul sekali pun.


Aku sebenarnya sudah dapat gelar Haji. Tapi, aku tak pernah menambah kan gelar itu di depan nama ku. Haji Akram Wijaksana, hadeuhh.. Aku kurang percaya diri, jika dipanggil pak Haji. Karena aku merasa masih sering melakukan banyak disa dan salah. Belum cocok, jadi pak haji. Tapi, aku sudah berhaji.


Aku pun mulai membacakan Khutbah Nikah. Jujur, aku sangat gugup, saat ini. Dulu saat nikah dengan Sisil yang baca khutbah nikah nya adalah pak KUA. Walau aku pernah melakukan acara ijab kabul, entah kenapa acara ijab kabul, kali ini sangat mendebarkan.


Alhamdulilâhilladzî khalaqa minal mâ`i basyaran faja’alahu nasaban wa shihran wa kâna Rabbuka qadîran. Wa asyhadu al lâ ilâha illallâh wahdahu lâ syarîka lah. Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasûlahu. Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammadin afdlalul khalqi wal warâ wa ‘alâ âlihi wa shahbihi shalâtan wa salâman katsîran.

__ADS_1


Amma ba’du. Fa yâ ayyuhal hâdlirûn, ûshîkum wa nafsî bi taqwallâh faqad fâzal muttaqûn. Qâlallâhu ta’âla fî kitâbihil karîm: Yâ ayyuhalladzîna âmanû ittaqullâha haqqa tuqâtihi wa lâ tamûtunna illâ wa antum muslimûn.


Wa’lamû annannikâha sunnatun min sunani Rasulillâhi shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Wa qâla annabiyyu shallallâhu ‘alaihi wa sallam: Amâ wallâhi innî la`akhsyâkum lillâhi wa atqâkum lahu, lakinnî ashûmu wa ufthiru, wa ushalli wa arqadu wa atazawwaju an-nisâ`a, faman raghiba ‘an sunnatî fa laisa minnî.Wa qâla aidlan, yâ ma’syarasy syabâba man istathâ’a minkum al-bâ`ata fal yatazawwaj, fainnahu aghadldlu lil bashari wa ahshanu lil farji, man lam yastathi’ fa ‘alaihi bish shaumi fainnahu lahu wijâ`un. 


Wa qâla aidlan, khairun nisâ`a imra`atun idzâ nadzarta ilaihâ sarratka, wa idzâ amartahâ athâ’atka, wa idzâ ghibta ‘anhâ hafadzatka fî nafsihâ wa mâlika.


Wa qâlallâhu ta’âla, yâ ayyuhannâsu innâ khalaqnâkum min dzakarin wa untsa wa ja’alnâkum syu’ûban wa qabâila li ta’ârafû, inna akramakum ‘indallâhi atqâkum.Wa qâla aidlan, wa ankihû al-ayyâma minkum wash shâlihîna min ‘ibâdikum wa imâikum in yakûnû fuqarâ`a yughnihimullâha min fadhlihi wallâhu wâsi’un ‘alîm.


Bârakallâhu lî wa lakum fil qur`ânil ‘adzîm. Wa nafa’anî wa iyâkum bimâ fîhi minal âyati wadz dzikril hakîm wa taqabbal minnî wa minkum tilâwatahu innahû huwat tawâbur rahîm.


A’ûdzu billâhi minasy syaithânirrajîm yâ ayyuhannâsu ittaqullâha rabbakumulladzî khalaqakum min nafsin wâhidatin wa khalaqa minhâ zaujahâ wa batstsa minhumâ rijâlan katsîran wa nisâ`a. wattaqullâha alladzî tasâ`alûna bihi wal arhâm. Innallâha kâna ‘alaikum raqîba.


Aqûlu qauli hâdzâ wastaghfirullâha al-‘adzîm lî wa lakum wali wâlidayya wali masyâyikhina wali sâiril muslimîna. Fastaghfirûhu innahû huwal ghafûrurrahîm.


Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dari setitik air, lalu Dia menjadikannya keturunan dan kekerabatan, dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa. Dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah rahmat ta’dhim dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad saw, seutama-utama penciptaan makhluk dan atas keluarga dan shahabatnya dengan limpahan rahmat ta'dhim serta kesejahteraan yang banyak.


Setelah itu, wahai yang hadir, aku mewasiatkan padamu dan diriku untuk bertakwa kepada Allah, karena sesungguhnya itu adalah kemenangan (yang besar) bagi orang-orang yang bertakwa. Allah swt berfirman dalam kitab-Nya yang mulia: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa kepada-Nya, dan sekali-kali janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan menyerahkan diri pada Allah (beragama Islam).


Ketahuilah bahwa nikah itu adalah sunah dari beberapa sunah Rasulullah saw. Nabi saw bersabda: Adapun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa kepada-Nya. Akan tetapi aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barang siapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku


Dan beliau bersabda lagi: Wahai sekalian pemuda, siapa di antara kalian yang telah mempunyai kemampuan (menafkahi keluarga), maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih bisa menundukkan pandangan dan lebih bisa menjaga ********, dan barang siapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena hal itu akan lebih bisa meredakan gejolaknya.Dan beliau bersabda lagi: Istri yang baik adalah wanita yang menggembirakan hatimu ketika dipandang, apabila kamu perintah ia menaatimu, apabila kamu tiada ia mampu menjaga kehormatan dirinya dan hartamu.


Dan Allah SWT berfirman: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. 


Dan Allah SWT berfirman pula: Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. 

__ADS_1


TBC


Moga suka readers, sengaja di cerita kali ini proses ijab kabul di Jelas kan dengan detail. Semoga bermanfaat dengan membaca tulisan ini.


__ADS_2