
Tok
Tok
Tok
Sayup-sayup kudengar suara ketukan pintu dan juga ucapan dari luar, yang membuatku sedikit terkejut.
"Mawar.... Akram...Apa kalian sudah bangun..?"
Suara ketukan pintu dan panggilan sang ibu mertua semakin jelas terdengar olehku. Cukup memekakkan telinga, karena suara ketukan pintu terdengar kuat dan tak sabaran.
Suara ketukan itu sudah mengganggu tidur nyenyakku. Dengan perasaan yang kesal, kubuka kedua mata yang masih terasa masih berat. Dan aku kembali dibuat terkejut, dengan diriku yang memeluk erat seorang wanita.
"Arrrggghhkkk...!" teriakku spontan, menjauh dari tubuh polosnya seorang wanita, yang ku kenal adalah Mawar. Aku kelabakan dengan diriku sendiri, yang sempat lupa bahwasahnya aku sudah menikahi Mawar.
Tok
Tok
Tok
"Akram... Ada Apa Akram..?" teriak ibu dari balik pintu kamar.
"Aarrrgghhkkk... " Kini Mawar yang kembali teriak. Ia ternyata juga cukup terkejut melihat tubuh nya yang dalam keadaan polos. Mawar terlihat malu menatapku. Tangannya dengan cepat meraih selimut dan menutupi tubuhnya yang terlihat sangat menggoda di mataku pagi ini.
"Mawar... Akram.. Kalian kenapa nak?" mendengar suara ibu yang penuh kekhawatiran dari balik pintu.
Aku pun akhirnya tersadar. Bahwa aku dan Mawar telah menikah tadi malam. Bahkan sudah belah duren. Hadeuhh.. Mengingat itu membuat hatiku menghangat dan darahku berdesir hebat ke bagian intiku. Rasa nikmat surga dunia, masih terasa dan terekam di pikiranku. Sungguh nikmat malam pertama itu lengket terus rasanya menyergap di otakku. Yang membuat perkakas ku yang sedari tegang, kembali semakin tegang.
"Akram... Mawar... Kalian baik baik saja kan..?"
__ADS_1
"I, iya bu." Sahut Mawar tergagap dari balik selimut.
"Oouuww. syukurlah. Mama mau pamit pergi. Kalian jangan lupa makan. Ini sudah pukul 8 loh nak!" Ujar sang ibu lembut dibalik pintu kamar.
"Iya bu." Sahut Mawar lagi.
Aku dibuat senyam senyum dengan semuanya. Koq bisa aku tak tahu malu begini. Pukul 8 belum bangun.. Astaga.... Ini adalah hal yang buruk. Kejadian ini perlu dibuat jadi pelajaran. Agar jangan begadang.
Aku yang memang masih berhasrat. Menarik selimut yang menutupi tubuh nya Mawar. Ia pun dibuat terkejut dengan tingkahku.
"Iiihh.. Malu aku bang..!" ujarnya tersipu malu. Memeluk tubuhnya yang terlihat semakin menggoda itu.
"Sama suami sendiri koq malu. Tadi malam, adek gak malu." Ujar ku dengan tatapan syahdu. Aku dibuat candu dengan istriku ini. Tak ku sangka ia sangat lihai dalam bercinta. Walau di permainan awal, ia nampak malu dan kikuk gitu. Tapi, di ronde kedua, ia sudah bisa main dengan lihai. Ia memang sedikit malu juga, tapi tingkahnya yang malu maluin itu membuatku semakin bergairah.
"Ya malulah." Sahutnya manja.
"Setelah hari ini, Kamu tak akan malu lagi. Karena hari ini, kita akan belajar tentang diri kita satu sama lain." Akram sudah berhasil membelitkan Tangannya yang kokoh dipunggung nya Mawar. Iya kembali merasa kena setrum di saat kulitnya bersentuhan dengan kulit mulusnya Mawar.
"I love you!" ujarku lembut dengan tatapan penuh cinta. Ku kecup lembut kening Mawar dengan penuh penghayatan. Dadaku bergemuruh hebat, karena hal itu. Tak ku sangka, aku selancar ini bersikap romantis pada Mawar.
Tentu saja aku jawab iya. Jujur, setelah ijab kabul. Rasa cinta langsung penuh di hatiku untuk Mawar. Aku sangat semangat untuk memberikannya kebahagian, lahir dan bathin.
"Kita ulangi lagi ya?" tanyaku penuh harap. Ku tatap sendu matanya Mawar yang tak sanggup menatapku. Mungkin ia malu padaku.
"Nanti bisa kan Bang." Ujarnya sok jual mahal, padahal kulihat Mawar juga pengen.
"Hari ini kita beribadah saja. Menjemput pahala dan kenikmatan. " Ujarku kembali membujuknya. Tangan mulai merayap mencari titik sensitifnya
Aku Sudah terlalu lama melakukan praktek yang gagal bersama istri pertamaku. Jadi, pengalaman itu jelas sangat berguna saat ini. Aku jadi bisa membuat Mawar puas penuh kenikmatan. Bahkan, kami melakukannya 5 ronde tadi malam. Ia pernah mengeluh nyeri disaat ku berhasil menerobos miliknya. Tapi, aku bisa membuatnya rileks, Sehingga rasa nyeri tergantikan dengan kenikmatan. Dan kini kami kembali melakukannya. Sudah ku niatkan, kami akan bercinta' seharian ini. Karena aku sangat candu dengan tubuh wanginya Mawar, benar benar membuatku candu. Semoga ia juga candu denganku. Tapi, jika ia lelah, mungkin aku akan memijat tubuhnya yang sudah penuh stempel itu.
"Lapar... !" rengeknya dalam dekapanku.
__ADS_1
"Sama. Ternyata makan kamu, gak buat kenyang. Malah habis energi. Hehehe.. Yuk kita chas dulu." Ujarku cengengesan menatapnya gemes.
Mawar ternyata sangat cantik jika diperhatikan lamat lamat. Mana pipinya lembut dan kenyal sekali kalau dicium. Dan aroma tubuhnya itu benar benar sewangi Mawar merah. Mawar istri ku lebih indah darii bunga Mawar menurutku. Karena ia sanggup mengobarkan hasratku.
"Sana ambilin makanan. Da laper aku bang. Da habis cairanku abang sedot." ujarnya merajuk.
Hahhahaa..
Perutku terasa kram, karena tertawa kuat. Koq Mawar jadi lucu sih.
"Iya, kita mandi dulu." Ujarku lembut, menyempatkan mencium bibir wanginya. Fres, aroma mint. Karena tadi kami gosok gigi dulu sebelum main. Gosok gigi atas dan gigi bawah. Biar enak e mut nya.
Hahhaa
"Iihh... Tertawa mulu!" ujarnya manja meninju perutku yang sixpack.
Hahahaha
Aku tertawa lagi. Aku tak menyangka, kami sukses malam pertama. Karena kami kan nikah mendadak.
"Ya, tertawa lah sayang. Abang ini bahagia sekali. Hasrat Duda Impoten Akhirnya tersalurkan juga. Ini barang, akhirnya berfungsi dengan baik. Perkakas ini sudah lama layu."
"Ia, kelamaan dia bertapa. Sekali hidup, on terus." Cerocos Mawar. Istriku itu bangkit dari tidurnya. Begitu juga denganku. Aku pun dengan cepat menggendong nya ke kamar mandi.
"Eemmm.. Nanti malam kita nginap di hotel ya? sepertinya seru main kuda kudaan di kamar mandi hotel." Ujarku kembali menggodanya dan tertawa kecil. Tanganku yang tadi memijat kepala Mawar saat keramas, kini turun ke gundukan kembar.
"Sampai kapan kita main kuda kudaan?' tanya Mawar polos, entah karena lapar dan lelah. Ia jadi terlihat tak semangat. Tapi, matanya terlihat menikmati sentuhanku di pucuk gunung kembarnya.
" Eemm.. Gak ada batasan. Apa adek sudah gak mau lagi? kalau adek lelah, kita break." Jawabku pelan, gigi ku saling beradu, karena menahan hasrat, ingin sekali ku makan lagi dia di dalam kamar mandi serba terbatas ini.
***
__ADS_1
End
❤️🙏