HASRAT DUDA IMPOTEN

HASRAT DUDA IMPOTEN
Cerai


__ADS_3

Pov Alda


Ini malam pertama takjiah di rumah. Kegunaan takjiah Amadalah untuk menghibur, mengajak sabar, membesarkan hati dan meringankan kesedihan orang yang tertimpa musibah, baik ditimpa musibah kematian maupun musibah lainnya.


Sungguh pikiranku tak berada di tempat ini. Hanya ragaku yang ada di tempat ini. Saat ini aku memikirkan pernikahan Cakram dan Mawar. Ingin sekali menyaksikan pernikahan mereka berdua. Akram dan Mawar adalah orang yang sangat berarti buatku.


Walau katanya, Akram berperan dalam merusak rumah tanggaku, tapi sebelum Akram kenal Mas Evan dan Juli, Mas Evan dan Juli sudah selingkuh sebelumnya. Ingin sekali rasanya pergi dari rumah ini setelah acara malam takjiah pertama ini selesai. Aku ingin sekali tidur di kamarku. Tidur di kamarnya Pak Armand gak nyenyak. Bayang-bayang bu Suci masih menghantui. Di tambah, aku sangat merindu kan Raisya. Sejak semalam aku belum memeluk putriku itu.


Saat ini sedang berlangsung ceramah dari pak Ustadz. Aku yang bergabung di kumpulan ibu ibu dari keluarga Bu Suci, selalu mendapatkan tatapan sinis, entah apa yang mereka pikiran tentang aku, koq mereka menatapku sebenci itu, apa mereka menganggap aku merebut Pak Arman?


Aduhh... Memikirkan itu membuat ku pusing. Rasanya pernikahan ini akan penuh dengan masalah. Sedang kan aku malas berhadapan dengan masalah sekarang. Aku sebenarnya masih ingin menyendiri. Mengurus diri sendiri dan putriku Raisya.


Orang yang datang takjiah sangat banyak. Ustadz yang diundang juga ustadz paling terkenal di kota ini.


Ustadz pun mulai berceramah


Assalammu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..


Alhamdulillah, alhamdulillahilladzi arsala rasullahu bil huda wa dinil haq, li yuzhirahu ‘aladdini kulli, walaw karihal kafirun, walaw karihal munafikun, walaw karihal musyrikun.


Asyhadu ala ilaa ha illallah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh salallahu ‘alaihi wa salam, la nabi ya ba’da amma ba’du..


Puji syukur marilah sama-sama kita ucapkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, sehingga kita masih dapat menjalankan kehidupan di dunia ini.


Salawat beserta salam tak lupa juga kita haturkan kepada nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW yang telah membawa umatnya dari zaman kebodohan hingga zaman yang berlimpah ilmu pengetahuan seperti yang sama-sama kita rasakan pada saat sekarang ini.


Innalillahi wa inna ilaihi roji’un..


“Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali”


Kaum muslimin muslimat yang dirahmati Allah,


Pada takziah malam ini, saya akan memberikan sebuah ceramah tentang pentingnya mengingat kematian.


Sebelumnya, marilah bersama-sama kita membacakan surat Al-Fatihah, guna mendo’akan almarhumah Ibu Suci, yang baru saja meninggalkan kita semua pada hari sabtu kemaren. Semoga arwah beliau diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, mengingat almarhumah ini semasa hidupnya adalah seorang muslimah yang taat beragama, rajin beribadah hingga akhir hayatnya. Demikian pula bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga tetap tabah, sabar, dan tawakal atas musibah ini. Amiin, amiin yaa rabbal ‘alamiin.

__ADS_1


Kullu nafsin żā`iqatul-maụt, wa nablụkum bisy-syarri wal-khairi fitnah, wa ilainā turja'ụn


Artinya : “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan”. (Q.S. Al-Anbiya’ : 35)


Berdasarkan firman Allah ini, hendaknya dapat kita ambil kesimpulan tentang pentingnya bagi kita semua untuk mengingat kematian. Karena, tidak ada satu orang pun di dunia ini yang tahu kapan ajal itu akan datang. Kematian merupakan satu kerahasiaan yang hanya Allah SWT yang mengetahuinya, maka banyak cara orang menjalani kehidupan yang akan menjadi pelajaran.


Berbicara tentang kematian, mungkin yang paling pertama kita ingat adalah tempat peristirahatan kita yang terakhir. Di mana kita hanya berada seorang diri, hanya tanah dan kegelapan yang menyelimuti diri ini. Meskipun kehidupan kita di dunia ini bergelimang dengan harta, ke semuanya itu tidaklah ada gunanya, karena bukanlah itu yang akan kita bawa nantinya, tetapi amal ibadah yang selama ini kita kerjakan di dunia.


Kaum muslimin muslimat,


Hidup hanyalah tempat persinggahan sementara, kematianlah yang sesungguhnya menjadi awal kehidupan manusia yang kekal dan abadi. Kehidupan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan hanya persinggahan sementara untuk sebuah perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan, maka bekal apakah yang seharusnya kita siapkan untuk sebuah perjalanan yang maha panjang tersebut? Di antaranya adalah memperbanyak mengingat mati, karena dengan begini, akan memotivasi diri kita untuk mempersiapkan bekal tersebut dengan sebaik-baiknya.


Ada beberapa manfaat apabila kita sering mengingat kematian yang entah kapan datangnya.


1.      Selalu berbuat kebaikan dan takut untuk berbuat maksiat.


2.      Menjadi rajin beribadah.


3.      Tidak cinta dunia berlebihan, karena harta dan segala sesuatu yang kita cintai di dunia akhirnya akan kita tinggalkan dan pada saat kematian tiba, kita hanya menggunakan kain kafan saja.


4.      Bila menghadapi cobaan lebih sabar dan kuat, karena tahu siksa di alam kubur dan siksa pada hari hisab nanti lebih dahsyat.


6.      Selalu bersikap rendah hati dan tidak sombong.


Kaum muslimin muslimat yang dirahmati Allah,


Begitulah pentingnya bagi kita semua untuk mengingat kematian. Husnul khatimah (akhir yang baik), sebuah karunia Allah SWT yang khusus diberikan kepada manusia istimewa, setiap kita pasti menginginkan meninggal dalam keadaan seperti ini. Husnul khotimah itu seperti hadiah untuk kita, atas upaya yang sungguh-sungguh di dalam menjalankan tugas hidup di dunia ini.


Berdasarkan keadaan yang seperti ini, sebagai umat Islam yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah, marilah kita selalu mengingat akan kematian yang sudah pasti akan menimpa setiap yang bernyawa. Dan di saat itu telah dikehendaki Allah, tidak ada manusia yang bisa lari darinya meskipun dia bersembunyi di ujung bumi, maut akan datang dimana dan kapan saja, bahkan tanpa kita sadari sekalipun.


Demikianlah ceramah dari saya pada kesempatan ini, semoga bermanfaat dan dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk ke depannya dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Saya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada keluarga almarhumah Ibu Suci, semoga kita semua tetap berada di jalan-Nya. Saya mohon maaf apabila ada kesalahan baik yang tidak sengaja saya ucapkan.


Saya akhiri dengan billahi taufik wal hidayah...


Assalammu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..

__ADS_1


Ceramah ustadz sangat menyentuh hati. Air mata terus saja bercucuran membasahi pipiku. Aku baru saja kehilangan ayah, belum genap 4 bulan. Rasa kehilangan masih sangat terasa.


"Lihatlah, istri baru nya si Armand itu pantai beracting. Sok sok an dia menangis, padahal dalam hati ia tertawa. Jadi istri pria kaya raya." Ujar seorang wanita paruh baya, ia duduk tak jauh dari kami. Ada di sebelah ibu, di batasi satu wanita. Aku yakin ibu ibu kaum family dari bu Suci.


Ibu jelas mendengar ocehan itu, jangankan ibu. Orang disekitarnya pasti dengar.


"Iya, iya. Koq PD sekali dia menampilkan diri di sini. Dari yang ku dengar, Armand ini sudah lama menikah secara diam diam. Kan, suci itu punya penyakit peranakannya turun. Ya tahu lah laki laki, mana tahan kalau gak main."


Astagfirullah... Dalam acara masih berkabung. Masih saja ada orang yang memfitnah.


"Hei.. Kecil kan suaramu. Bisa dengar mereka itu "


"Oouuu iya ya, biarin saja lah ia dengar. Memang kita bicara fakta koq." Jawab ibu bermake up tebal itu dengan percaya dirinya.


Ibu meraih tanganku dan menggenggam nya erat. Terlihat wajah ibu sangat tegang dan kesal. Aku tahu, ibu seperti itu karena ia tak terima putrinya di fitnah.


Memang sangat wajar orang berasumsi seperti itu. Siapapun akan terkejut mengetahui fakta, kalau Pak Armand sudah menikah lagi.


Ibu memutar lehernya ke arah asal suara ibu ibu yang bergunjing. Acara sebenarnya sudah hampir selesai.


"Heii... Ini acara takjiah, ke sini itu mau memberi hiburan dan mengajak sabar keluarga yang ditimpa musibah, bukan untuk digosipin atau digibahin dan difitnah. Yang kalian katakan itu semuanya salah, asal kalian tahu, putriku tidak pernah jadi pelakor dalam keluarga ini. Putriku yang di minta i oleh Suci, agar menikah dengan Armand." Ujar ibu tegas dengan mata melotot.


Ku raih tangan ibu, agar berbalik badan ke arahku. "Bu, ayo kita pergi dari sini." Ujarku pelan pada ibu, kebetulan acara sudah selesai. Kaum bapak bapak juga sudah pada bangkit dari duduk nya.


Ibu tak menjawab ajakanku. Tapi, ia bangkit juga dari duduk nya. Kami berjalan cepat ke belakang. Mencari tempat sepi untuk bicara. Entah kenapa aku merasa tak nyaman sekali di rumah gedong ini. Aku Ingin pulang. Aku ingin tidur nyenyak di kamarku..


"Bu, jangan pikirkan apa kata orang orang tadi ya? aku tak mau ibu sakit, karena ini semua. Aku gak mau kehilanganmu bu." Ujarku dengan berderai air mata. Rasanya dada ini masih sesak. Sungguh, aku sangat takut kehilangan ibu, karena ke pikiran masalah ini.


Tak seharusnya aku menerima paksaan Bu Suci, untuk menikah dengan Pak Armand. Kalau pun kami menikah, harus nya aku tak menunjukkan diriku di rumah ini. Karena itu akan jadi bahan perbincangan orang orang. Apalagi pak Armand ternyata orang yang sangat berpengaruh, tentu setiap hal yang ada padanya, akan jadi perbincangan.


"Gak sayang, ibu tegar koq. Ibu itu malah khawatir denganmu. Ku lihat kamu gak siap dengan pernikahan ini. Kalau kamu gak siap, ibu gak akan maksakan hubungan ini, sebelum berlarut. Biiar ibu bilang sama Armand, agar ia menceraikanmu."


"Tak akan pernah itu terjadi..! Tak akan ada perceraian...!" Suara barithon itu terdengar menyeramkan. Aku kenal suara dingin itu.


Aku dan ibu yang masih berpegangan, sama sama men oleh ke asal suara yang berasal dari belakang kami.

__ADS_1


"Nak Armand..!" Ujar ibu dengan datar, Sedang kan aku diam saja, memperhatikan Pak Armand menghampiri Kami, yang kini ekspresi wajahnya mendadak berubah dengan cepat. Dari tegang dan ketat, jadi sumringah. Heran aku, koq tiba tiba berubah gitu.


TBC


__ADS_2