HASRAT DUDA IMPOTEN

HASRAT DUDA IMPOTEN
Pingsan


__ADS_3

Pov Mawar


Mata ini Terus saja memperhatikan Abang Akram yang sedang berganti pakaian, tubuhnya sangat kekar, otot dadanya sangat liat. Sepertinya sangat enak dan nyaman bersandar serta bermanja di dada yang ditumbuhi bulu-bulu halus bak semut beriring itu.


Aduhh... kok aku jadi seperti ini sih? seumur hidup baru kali ini aku senang membayangkan bermanja-banja dengan pria. Apa aku benar-benar sangat mencintainya? karena yang kutahu wanita/hanya bisa bermesraan, bisa melakukan hubungan suami istri, hanya dengan pria yang ia cinta.


Handuk yang ada di tangan kini bergerak ke arah mulut, handuk itu telah habis ku gigit gigit, saking menikmati saat memandangi Abang Akram yang sedang berganti pakaian. Belum juga Ia membuka celananya, aku sudah dibuat panik, apalagi kalau ia buka celananya. Aku pasti kena serangan jantung, karena terkejut melihat miliknya bisa hidup atau aku akan terkejut, karena te miliknya itu tidak bisa hidup. Malam ini jawabannya harus kudapatkan.


"Adik kenapa? kenapa bengong di situ? takut samaku?" tanya abang Akram tersenyum tipis, menoleh ke arahku. Ia bicara sambil sibuk membuka sabuk yang melingkar di pinggangnya.


"Ti, tidak ap, apa apa Bang." Jawabku lembut dan sangat gugup. Mata ini terus saja melirik ke bagian bawah pusatnya. Ingin melihat apa ia punya anaconda atau belut.


Hiihi....


Anaconda, kalau ia punya anaconda, kamu bayangin saja, gimana rasanya saat dipatuk.


Mata jelalatan ini dari kejauhan, terus saja mencoba melihat miliknya, tapi sial disaat Abang Akram melorotkan celana bahan yang ia pakai, ia malah membelakangiku sehingga hanya color warna hijau nya, yang ku nampak. Aku celingak celinguk untuk melihatnya lebih jelas. Aku benar-benar dibuat penasaran.

__ADS_1


Aku Yang penasaran akan miliknya itu dengan cepat berjalan menghampirinya sebelum ia memakai sarung yang ada di dekat ranjang di atas kursi aku harus memastikan miliknya itu bisa hidup atau tidak.


Dan


Bruuggkk..


Aahhkkk...


Kulihat Abang Akram membalik badan, karena ia terkejut mendengar suara teriakanku yang kuat dan kencang itu.


Saking semangatnya berlari untuk mendekati Abang Akram, kaki Ini menyandung penyangga ranjang, Aku pun hendak terjatuh, saat itu aku mencoba untuk menyeimbangkan tubuh, tak tahu harus berpegangan kemana. Aku pun berusaha menjangkau tubuh Abang Akram, agar aku tidak terjatuh ke lantai.


Aaaahhkkkk...


Aaaahhkkkk...


Aaahhhkkk...

__ADS_1


"TIDAK.....!


Teriakku histeris, saat mata ini melihat otong otongnya Abang Akram yang hidup tegak mengacung sempurna.


" Tiidak.. Ya Allah itu, apa itu beneran Anaconda tidak... takut....!" ujarku heboh. Mulutt komat-kamit karena sibuk merepet, sedangkan mataku setiamelihat ke atas.


Wajah panik dan memerah ini mendongak tepat dihadapan Abang Akram yang berdiri menjulang tinggi di hadapanku. kmKedua tangan ini masih memegang celana nya yang melorot, sedangkan mataku tepat di hadapan miliknya yang hidup tegak itu, miliknya itu dihiasi bulu-bulu yang sangat menggoda dan sangat indah di mataku.


"Mantap... !" ujarku


Aku ambruk dan pingsan di lantai daalam keadaab telungkup di lantai kamar. Kedua tangan masih memegang kolor dan CD abang Akram yang melorot karena tertarikku dengan kuat.


Sebenarnya aku tidak pingsan aku hanya pura-pura Pingsan. Aku sangat malu dengan diriku yang berpikiran negatif kepada Abang Akram dan ternyata dia itu sehat walafiat. Mata kepalaku ini melihat dengan jelas di depanku bahwa miliknya itu hidup sempurna.


Melihat milik suamiku yang besar dan panjang serta menurutku seperti besi membuatku semakin merinding. Membayangkan anaconda nya itu masuk menyeruak menembus gua ku.


Selain aku terkejut melihat milik nya Abang Akram yang besar, akun juga sedang kesakitan saat ini. Kakiku yang ke sandung ke penyangga ranjang besi itu membuat jemari kakiku luka

__ADS_1


TBC


__ADS_2