
Pov Mawar
Setelah selesai acara akad nikah, ibu mengajakku masuk ke kamar. Di kamar Ibu menasehati aku, bahwa aku harus lebih dewasa sekaran. Aku ini sudah jadi seorang istri. Ibu juga mengatakan bahwa Akram adalah pria yang baik, terbukti tadi saat di acara Ijab Kabul dia sangat pandai mengaji. kmKata Ibu sangat jarang laki-laki seperti Akram sekarang ini. Akram juga terlihat sangat bertanggung jawab buktinya Akram tidak membantah apa yang diminta Ibu, untuk menikah denganku, padahal saya sadar dan tahu pasti di malam itu, tidak terjadi apapun antara Aku dan abang Akram.
" Iya Bu aku mengerti." Jawabku lembut dan tersenyum pada ibu. Entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang aneh di hatiku ku saat ini
Ku akui sejak aku mengenal Abang Akram, aku sudah jatuh cinta padanya, tetapi mengetahui dia tidak mencintaiku, aku pun menjauh secara perlahan. Saat aku mengutarakan isi hatiku, dia beberapa kali mengatakan padaku, kalau ia punya penyakit. saat itu aku mengira Ya hanya membuat alasan dengan memiliki penyakit impoten. Aku sempat kecewa atas kata-katanya itu aku yakin dia mengatakan itu agar aku menjauhinya.
Saking penasarannya aku terhadap Abang Akram, kucari informasi tentang dirinya, apalagi di saat Mantan istrinya datang ke warung. Momen itu kumanfaatkan untuk mengorek semua informasi tentang abang Akram. Dan dari informasi yang ku dapat dari mantan istrinya, memang benar, Abang Akram mengalami penyakit impoten. Istrinya pun mengatakan bahwa penyakit itulah yang membuat mereka bercerai.
"Bersikap baik padanya ya sayang. Ibu sangat bersyukur sekali, Akram mau menikahimu. Doa ibu terkabul juga."
Kening ku mengerut mendengar ucapan ibu, segitunya ibu suka sama Abang Akram, sampai berdoa segala, agar aku berjodoh dengannya.
"I, iya bu." Jawab ku dengan mengulum senyum.
"Soal miliknya si Akram, yang sempat kamu ragukan. Jawaban nya, bisa kamu dapatkan nanti. Setelah kamu tahu jawabannya cepat-cepat kamu cetak anak,/ Ibu sudah tak sabar mau menggendong cucu."
__ADS_1
"Iihhh... Ibu ngomong apa sih?" ku tepuk pelan paha ibu. Aku merasa sangat malu membahas itu dengan ibu, padahal semalam aku menanyakan itu karena aku ingin Ibu membatalkan pernikahan ini. Aku merasa belum siap. Lagian koq nikah mendadak. Apa gak bisa menikah setelah di daftar ke KUA. kalau menikahnya mendadak dan secara sirih seperti in,i jelas orang-orang pasti banyak yang bertanya-tanya dan aku yakin pernikahanku ini akan jadi gunjingan di masyarakat
"Lah bukannya kamu yang menanyakan kemarin milik suamimu itu hidup apa Indak. Kan kamu yang menanyakannya. Terus kamu bilang lagi
Ma, jangan beli kucing dalam karung. Ibu sudah tahu jawabannya dan kamu cari tahu sendiri jawaban dari pertanyaanmu malam ini, jadi Jawablah PR PR yang kau buat sendiri pada ibu." Ujar ibu dengan mengulum senyum. Ibu Pun keluar dari kamar dengan wajah bahagianya sedangkan aku, dibuat insecure.
"Apa. aku sendiri yang mencari jawabannya? mana mungkin ku minta Abang Akram membuka celana di hadapanku dan menunjukkan miliknya itu. Iihhh.. ndak, aku nggak mau lakukan itu."
Aku sudah seperti orang bodoh-bodoh, bicara sendiri, menjawab sendiri atas misteriusnya Abang Akram perihal penyakit yang ia alami. Tapi, kalau nggak aku tanyakan hal itu, akan menjadi sesuatu yang membuatku semakin penasaran
Aahhhh... nggak usah kupikirkan kalau dia pria normal, pasti dia akan meminta haknya malam ini akan kepancing dia. lihat saja malam ini jawabannya akan kudapatkan kau akan pancing dia dengan pesona yang kumiliki.
Bergegas aku masuk ke kamar mandi untuk bersih bersih. Setiap sudut dalam tubuh ini yang memungkinkan menimbulkan rasa dan bau tidak sedap ku gosok sampai bersih, ku semprot dan kulumuri dengan pewangi. Kata teman ku yang baru saja nikah, istri katanya harus wangi. Terutama di bagian itu.
Aku ngapain bersih-bersih seperti ini. Ngapain juga aku menggoda dia. Aku kan belum siap untuk melakukan itu. kata Mirna Malam pertama itu sangat sakit sakit sekali, sakitnya seperti ditusuk dan disayat-sayat, udah sakit perih ditusuk lagi dipompa lagi.
Ah... Tidak, gak,.... gak usah aku bersih-bersih. Aku nggak mau menggodanya lagi. Aku belum siap untuk melakukannya, biar saja penampilanku seperti ini acak adul, agar dia tidak tertarik padaku. Biarlah dia impoten, nggak masalah bagiku, gak usah...nggak usah melakukan itu. aku nggak mau merasakan sakit aku belum siap untuk itu aku belum siap untuk memberikan cucu pada ibu.
__ADS_1
"Astaghfirullahaladzim....?"
ujarku refleks karena terkejut tanganku langsung memegangi dadaku yang bergemuruh. Aku sangat kaget, jantungku rasanya sudah lepas dari tempatnya di saat aku keluar dari kamar mandi mendapati Abang Akram sudah ada di kamar. Dia terlihat sedang membuka kemeja putihnya dan akan memakai kaos oblong berwarna putih yang kini sedang ia genggam.
Mata kami bertemu dan saling beradu pandang. aku jadi malu, tak sanggup rasanya menantang tatapan syahdunya. Kenapa setelah aku jadi istrinya, Ia jadi terlihat tampan begini. Aduh.. rasanya ketampanannya bertambah seribu kali lipat.
"Adik keberatan kalau abang berganti pakaian di sini. Tadi aku nungguin kamu keluar dari kamar mandi, kamu lama sekali di dalam. Makai ke meja ini gak nyaman dekat." Ujarnya lembut. Kami masih bersitatap. Aku masih tercengang, terpesona pada kharisma nya yang memikat.
"Ngak, nggak keberatan kok Abang." Jawabku sambil menahan napas. Aku merasa kesusahan menghela nafas di kamar ini satu ruangan bersamanya membuatku sangat grogi.
"Iya." Jawabnya lembut.
Mata ini Terus saja memperhatikan Abang Akram yang sedang berganti pakaian, tubuhnya sangat kekar, otot dadanya sangat liat. Sepertinya sangat enak dan nyaman bersandar serta bermanja di dada yang ditumbuhi bulu-bulu halus bak semut beriring itu.
Aduhh... kok aku jadi seperti ini sih? seumur hidup baru kali ini aku senang membayangkan bermanja-banja dengan pria. Apa aku benar-benar sangat mencintainya? karena yang kutahu wanita/hanya bisa bermesraan, bisa melakukan hubungan suami istri, hanya dengan pria yang ia cinta.
Handuk yang ada di tangan kini bergerak ke arah mulut, handuk itu telah habis ku gigit gigit, saking menikmati saat memandangi Abang Akram yang sedang berganti pakaian. Belum juga Ia membuka celananya, aku sudah dibuat panik, apalagi kalau ia buka celananya. Aku pasti kena serangan jantung, karena terkejut melihat miliknya bisa hidup atau aku akan terkejut, karena te miliknya itu tidak bisa hidup. Malam ini jawabannya harus kudapatkan.
__ADS_1
TBC