HASRAT DUDA IMPOTEN

HASRAT DUDA IMPOTEN
Pov Akram (Lucu)


__ADS_3

Setelah selesai malam Takjiah. Sisil yang juga hadir di acara itu, mengajakku ke rumah bibinya, yang berada tak jauh dengan rumah ku. Sesampainya di rumah sederhana setengah permanen itu, aku disambut oleh paman dan bibinya. Paman dan bibinya itu sudah dianggapnya sebagai orang tuanya juga. Kami pun duduk di ruang tamu, tentu saja ditemani bibi dan pamannya. Aku sangat heran, apa maksudnya dia mengajakku jumpa. Aku juga merasa enggan pada paman dan bibi. Semua orang sudah tahu penyakit dulu. Karena penyakit itu, Sisil minta cerai dariku.


Sebenarnya, aku sudah malu tinggal di kampung. Karena jujur, aku tak nyaman lagi dengan semuanya. Setiap kali orang melihat ku, pasti tatapannya tertuju ke bagian bawah ku. Hal itu sungguh membuatku traumah, walau sebenarnya aku sudah sembuh.


"Abang, aku mau nikah lagi dengan abang. Aku mau cerai dari Jamal." Sisil membuka pembicaraan degan dengan lirih. Kedua matanya berkaca kaca sudah.


Auto, aku dibuat terkejut dengan ucapan nya. Kemarin dia minta cerai. Lah sekarang minta balikan. Kan aneh!


Ku tatap ia lekat.


Huuhh..


Ku buang napas kasar, aku sungguh tak percaya dengan kalimat yang keluar dari mulutnya. Ia pikir, pernikahan itu main - main. Yang seenaknya saja, csrai , kawin, cerai kawin.

__ADS_1


Lagi pula, aku tak ada rasa lagi pada Sisil. Sikap nya sebagai istri ku, cukup membuat hatiku terluka karena ia sering merendahkanku. Bahkan saking kesal nya ia pada otong otong ku, ia pernah menendang organ vitalku itu, saat tak mau bangun. Aku sabarkan sikap dan perlakuannya selama ini, karena aku sadar dengan kelemahanku. Tapi sekarang...


NEHI.... KATUMBAR JAHE.


Walau hanya dia wanita tersisa di dunia ini. Aku tak akan mau balikan dengannya. Mending otong otong ku ini, ku kocok barisan. Dari pada melintas hilir mudik, di lembah gambutnya.


"Maaf, aku harus pergi. Aku ada tamu dari kota yang harus ku temani." Ujarku datar, beranjak cepat dari tempat duduk ku. Aku gak mau buang waktu dengan mendengarkan ocehan Sisil. Melihat wajahnya saja, aku sudah muntah. Begitu kecewanya aku padanya.


Graapp.


Ku coba melepaskan tanganku, Yang ia rengkuh dengan erat itu. Tapi, ia tetap membelit tanganku dengan kuat.


Huufftt..

__ADS_1


Ku tatap ia dengan nanar. Entah kenapa, aku ingin muntah melihat wajahnya, yang seperti terdzolimi itu.


"Maaf ya dek. Aku gak bisa lagi kembali denganmu." Ku hempaskan kuat tangannya, Yang menggenggam erat tangan ku. Dan tangan itu pun terlepas. Ku berbalik badan cepat, menyeret kakiku keluar dari rumah itu.


"Akram, menurut paman kalian balikan lagi. Kami sudah tahu tentang mu. Kamu kan sudah sembuh." Ucapan paman membuat kupingku panas mendengar nya. Ia pikir, aku tak tersinggung dengan ucapan nya itu. Ku menghentikan langkah ku. Memutar leher, guna melihat paman dan bibi, yang bicara tak tahu malu itu. Ngapain lagi, aku mesti rujuk dengannya. Memang nya siapa kali dia.


Empat tahun membina biduk rumah tangga dengannya, tak habis habis nya aku dihina olehnya. Jangan ada salah ku sedikit, kembali penyakitku diungkit ungkit. Untuk apa punya istri seperti itu.


"Maaf ya paman, aku sudah punya calon istri." Jawabku tegas. Sisil terlihat tak percaya dengan ucapan ku. Berulang ulang dia menggelang dengan penuh keputusan asaannya.


Aku tak peduli lagi dengan wanita itu. Ku seret kakiku cepat dari rumah itu, sebelum ia kembali menggila.


Ya, Sisil sudah minggat dari rumah suaminya Jamal. Dari info yang ku dengar, seorang wanita datang ke rumah mereka, mengaku sebagai istrinya Jamal dengan membawa anak berusia 1,5. tahun. Dan ternyata Sisil dinikahi Jamal, hanya nikah siri. Dan ia sudah diceraikan Jamal sebulan lalu.

__ADS_1


Sisil setelah massa iddahnya habis. Ia langsung menikah dengan Jamal. Eehh.. Gak tahu nya suami orang.


TBC


__ADS_2