
"Bagai merpati
Tidak dipenjara dalam sangkar
Tahu tempat pulang.
Aku mungkin tidak akan pernah bisa terbang , karna tak punya sayap
Atau menyentuh langit
Meskipun begitu aku ingin merentangkan tangan dan berlari walau hanya sedikit
Ini bukan saatnya aku percaya
Pada kebohongan, Kebohongan kita!
Waktu datang meninggalkanku ataupun dirimu
Ini adalah takdir dan nasib
Aku ingin bertahan semampuku
Izinkan aku pergi sebentar
Aku pasti pulang , karna bunga yang kau beri masih ku pegang erat-erat."
.
.
.
.
" Mas Andre kan... kenapa bisa ada disini ...? ". Achi menghapus air matanya.
"Gawat... dia kan salah satu teman baik Zura... !". Batin Achi.
"Ahaha... aku tadi mencari seseorang mbak... tapi ga ketemu... hujan , jadi aku berteduh di sini...". Jawab Andre.
" Ku dengar... dia tunangan palsu Zura... baguslah... kalau Zura bisa jatuh cinta sama cinta masa kecilnya, dia ga akan balik ke Vio lagi...". Batin Andre sambil menggerutu.
" Oh... ok...". Jawab Achi.
" Mmm... itu... apa ada masalah mbak...? sepertinya mbak habis menangis haha... maaf aku lancang mbak...". Tanya Andre.
" Ah Mas melihatnya ya...( mengelap air mata) memalukan banget ya... hahaha...". Jawab Achi sambil tertawa.
" Ngga apa mbak... menangis lebih baik dari pada dipendam ntar jadi penyakit..., Aku kepo nih mbak... ada masalah ya.. apa itu menyangkut Zura...?". Tanya Andre lagi.
Seketika mata Achi terbelalak mendengar ucapan itu, ia lalu tersenyum sedih . Wajar bila Andre tahu, Andre memang cukup akrab dengan Zura dulu, Hanya saja sekarang ia memang jarang kelihatan.
" Haha... Mas tahu ya... tentang kabar angin itu... , karna Mas tanya aku akan curhat deh ... Tapi jangan cerita in ke Zura loh... aku malu haha...". Jawab Achi jujur dengan perasaannya. Ia tidak tahu dengan siapa ia curhat, nantinya akan menimbulkan benang kusut. Suasana hujan deras yang mendukung Achi bercerita sesekali ia menampakkan raut kesedihan dan tawa , Andre mendengar semua cerita itu karena ia penasaran. Hingga sampai ke ujung cerita.
" Tadi Viona datang dan bilang ia akan kembali ke Zura disaat yang tepat Mas, aku juga ga tahu Zura ada di kafe bersama kami dan mendengar semuanya. Ia pingsan karena kaget, hidung dan telinganya mengeluarkan darah kami membawanya ke rumah sakit, untung Viona punya golongan darah yang sama dengannya, jadi bisa ditangani dengan cepat. ". Jelas Achi dengan raut sedih. Andre terkejut karena orang yang ia cari dari tadi ternyata datang menemui gadis yang ia lihat saat ini. Mereka diam, sesaat karena bingung mau berkata apa.
" Lalu apa mbak mau ngelepasin Zura, lagian kan beberapa bulan kalian sering terlihat bersama. Yah... kalau menurut ku sih... cowok cewek kalau sering bersama ngga akan mungkin kan ga timbul cinta...". jelas Andre sambil tertawa garing .
" Haha... Jika cinta sih... iya kali ya... tapi mas... bagaimanapun aku kan hanya tunangan palsunya. Jika Viona datang ya... , itu haknya... aku harus tahu dimana tempatku mas... aku ngga boleh serakah...". Jawab Achi sedih.
Andre memang banyak mengenal wanita , biasanya mereka lebih memilih berebut untuk mendapat pasangannya. Ia baru melihat ada juga wanita seperti Achi, selama ini ia hanya melihat Achi yang tertutup dan jarang berinteraksi. Tapi wanita yang ia lihat saat ini begitu relaan. Hingga membuat Andre jadi tertegun mendengar ucapan itu.
__ADS_1
" Bagaimanapun juga kami juga sudah tak cocok dan bermusuhan... mas kan juga tahu... kami seperti api dan air. Mungkin dia nganggep aku Viona mangkanya bisa akrab begitu. Saat Viona kembali Zura juga akan berubah kan?!" . Jelas Achi , Andre melihat raut wajah Achi yang pesimis tersenyum sambil menyedihkan.
" Mungkinkah... pembicaraan ini ada saat ia berhadapan dengan Vio...?" pikir Andre
" Mbak.. jangan berkata seperti itu kalau terpaksa... kalau mbak memang mencintai Zura apa salahnya berkata jujur... mengapa harus mengalah... lagi mereka hanya bertunangan kan... belum pasti jadi. Aku juga sahabatnya dulu... ia sering bicarain mbak... mungkin ia terlihat jahat di depan mbak... tapi aku sebagai sahabatnya bisa melihat kalau dia sebenarnya suka sama mbak... hanya cara ungkap Zura memang seperti itu adanya.". Jelas Andre dengan yakin.
Achi melihat tangannya, ia tertawa sebentar.
" Udah berakhir... aku bukan siapa-siapa nya... ini udah berakhir.... bahkan waktu Zura terluka aku ngga bisa apa-apa... Aku ngga bisa apa-apa dan hanya melihat saja ... !!". Achi mulai frustasi kembali, pandangannya buram dengan air mata nya yang jatuh, matanya terasa gelap . Andre baru lihat wanita yang jarang berekspresi itu bisa seperti ini, Ia juga ikut sedih.
"Sudah mbak... menangis saja ... jika berat tidak usah ditahan...". Jawabnya sambil memeluk Achi , dalam hati dia juga kecewa kenapa Viona melakukan pertemuan itu tanpa sepengetahuannya . Padahal ia sudah berkorban banyak untuk Viona.
Setelah Achi bisa menenangkan dirinya.
" Aku juga... tak akan membiarkan hal ini terjadi mbak... Zura harus memilih siapa yang ingin ia jadikan sebagai pendamping hidupnya, tidak ada yang boleh bersedih... terlebih Viona itu sudah...". Andre mengehentikan ucapannya, ia ingat ini belum tepat untuk mengungkapkan hal sebenarnya.
" Viona kenapa...?!". Tanya Achi.
" Ah... yah... aku mau bilang apa ya...?! Aku lupa mbak haha...kebetulan sudah waktu solat mbak... ". Jawab Andre sambil kebingungan.
" Oh iya.... saya juga lupa... haha...". Jawab Achi. Setelah beribadah , hujan mulai berhenti. Andre menawarkan dirinya mengantar Achi. Achi menurutinya .
" Makasih ya mas.... udah mau dengar curhatan saya... saya tadi bingung mau ngomong Ama siapa... kalau ke orang rumah rasanya ngga enak... untung ada mas... makasih juga sudah nenangin saya... saya jadi lega...". Ucap Achi berterimakasih.
" Haha... santai mbak... saya juga senang kok bisa membantu... tapi mbak saya ngga bisa antar sampai masuk desa... saya hanya bisa mengantar di jalan masuk aja..." . Jelas Andre takut, kalau-kalau timbul masalah jika orang desa melihatnya.
" Eh ngga apa sih mas... toh rumah keluarga saya kan dekat... emang kenapa mas... kok ngga masuk desa... emang mas ngga kangen Ama ibu mas... dengar-dengar ia hanya tinggal sendiri...Ngga ingin nemuin ibu mas...". Jawab Achi yang tahu kalau Andre tinggal bersama pamannya.
" Haha... segan mbak...lagi ga bawa duit.. besok aja waktu gajian... lagi ibu saya baru menemui saya dua hari kemarin...". Jawab Andre.
* Ayah Andre udah meninggal
" Haha... gitu ya mas... maaf ya mas... saya jadi kepo... lain kali waktu masnya datang... mampir aja ke kedai... ntar saya traktir dah..." Jawab Achi santai.
Andre baru tahu wanita yang ia lihat ini hanya terlihat dingin diluar saja, ia merasa menyenangkan ketika bersama Achi walau sesaat Achi ternyata pandai bergurau juga. Andre melihat wanita ini hanya menangis sebentar lalu bangkit setelahnya. Wanita yang unik begitulah pikirnya.
Ketika Andre mengingat Achi , memang gadis yang aneh ketika remaja, ia sangat tertutup namun ia suka sekali dengan binatang, terlebih jika itu kucing dan anjing. Tidak seperti gadis lain yang takut dengan anjing, dia memang tidak pernah / jarang berinteraksi kumpul-kumpul dengan gadis lain. Namun Andre jarang melihatnya menunjukkan rasa kesepian . Mungkin karena ia bisa mengatasinya sendiri dengan peliharaannya atau dia sudah terbiasa, yang pasti yang ia lihat dari Achi adalah gadis yang dapat tegak sendiri tanpa bantuan orang lain.
" Benar-benar wanita yang patut diperjuangkan...." Batinnya.
*****
Sesampainya dirumah, Ayah , Ibu dan Aji penasaran kenapa mata Achi terlihat sembab. Achi menjelaskan kalau dia habis membesuk Zura karena Zura sakit lagi. Keluarga Achi ingin melihat Zura, namun Achi tidak memperbolehkan.
"Zura bilang padaku , ia baik-baik saja...". Ucap Achi. Ia berbohong. Ayah dan mama tau kalau Achi sedang berbohong, namun mereka tetap diam dan menyerahkan semua keputusan pada anak semata wayangnya. Karna merasa Achi sudah dewasa , ia pasti dapat menyelesaikan semuanya. Hingga tibalah waktu esok hal yang tak diduga-duga Achi selama ini datang secara tiba-tiba dan dipaksa.
.
.
.
.
.
Tentang Andre
Andre adalah sahabat dekat Zura , mereka mulai dekat saat Andre SMA kelas satu karena se tim dengan Zura dalam turnamen sepak bola daerah yang mereka ikuti. Andre juga adalah pacar Viona , sebelum Zura. Mereka berhubungan 4 tahun lebih lama dari Zura , dengan cara putus nyambung. Meskipun demikian Andre memang suka pada Viona walau bolak balik diselingkuhi ia selalu membuka hatinya jika Viona kembali padanya , Ia anak yang cukup rajin sama dengan Zura, ia juga taat beribadah dan bertanggung jawab dengan keluarganya. Zura bahkan tidak tahu kalau Viona adalah pacar Andre, karena Viona anak yang pergaulannya cukup bebas dan mudah akrab dengan siapa saja, maka sering teman-teman bilang Viona milik bersama karena ngga tau sapa pacarnya. Viona meminta Andre merahasiakan hubungan mereka meskipun Andre ingin serius dengan Viona. Alasan saat itu Viona masih kuliah terlebih mereka hanya berjarak 5 rumah saja, ia ingin fokus pada kuliahnya dulu.
Hingga suatu ketika Ayah Andre sakit keras, ia dan kakak nya bekerja keras untuk menebus biaya pengobatan ayah mereka. Karena Andre hanya punya 3 saudara, ibunya hanya ibu rumah tangga, kakak perempuan nya sudah memiliki keluarga, dan adik laki-laki nya masih berumur 7 tahun. Meskipun mereka memiliki aset itu tidak cukup untuk pengobatan ayahnya. Andre meminjam uang pamannya agar bisa membayar biaya rumah sakit. Sebagai gantinya Andre harus bekerja bersama pamannya di pabrik Tahu usaha milik pamannya yang cukup terkenal di Desa sebrang, walau tidak terlalu menyesakkan namun Andre tidak ingin mengecewakan pamannya.
__ADS_1
Hubungan Andre pun mulai renggang, Andre jarang menemui Viona , karena ia terlalu sibuk bekerja, terlebih di pabrik juga ada karyawan wanita yang seumur dengannya, bernama Nesya lebih muda 1 tahun darinya, mereka cukup dekat. Nesya, Gadis yang suka melucu , atau menggombal sebenarnya menaruh hati pada Andre. Karena Andre bilang ia punya pacar Nesya mundur secara teratur.
Namun kesalahan terjadi ketika Andre bersama Viona , Viona banyak melihat chatingan Andre dengan Nesya yang cukup mesra. Ia meminta penjelasan , Andre juga hari itu makin badmood karena kondisi ayahnya makin memburuk. Viona menanyai Andre dengan menggertak kasar kalau Andre selingkuh.
" Berani banget kamu selingkuh dari aku mas..., padahal ketika ayahmu sakit aku masih tetap berada di sampingmu dan ngga ninggalin kamu... Tapi kamu... !!! harusnya aku cari pria yang lebih baik aja.. kenapa aku masih menunggu orang yang jarang menemui ku, ngga jelas pangkal ujungnya!". Viona.
Andre langsung emosi dan terpaksa berbohong kalau ia selingkuh, untuk membalas kata-kata Viona.
" Iya, aku selingkuh!. Kamu bilang aku ga jelas pangkal ujungnya... lalu kamu apa Vio... bukannnya kamu mudah dapat laki-laki, tiap hari gonta-ganti, kenapa selalu balik ke aku yang seperti ini..!!!". Jawabnya hari itu.
Viona langsung menangis dan pergi, Andre ingin mengejarnya namun karena emosi ia dimakan oleh egonya sendiri. Saat itulah awal Viona bertemu dengan Zura . Karena Zura anaknya juga liar dan bebas pergaulan juga High Hay tidak butuh berapa lama mereka untuk jadian, terlebih Viona juga tahu kalau Zura sahabat baik Andre , ia ingin membuat Andre sakit hati.
Zura memberikan apapun yang dibutuhkan Viona mereka punya banyak kesamaan , Viona juga wanita yang moody sehingga kemesraan mereka menimbulkan gosip miring, merasa tak enak dengan hal tersebut Zura mengambil inisiatif, terlebih dua keluarga mereka sudah saling menyetujui. Zura mengajak Viona bertunangan, Zura anak yang terbuka, ia mengakui perasaannya saat itu pada Andre dan bilang ia sudah menemukan orang yang tepat yaitu Viona.
Andre sangat kaget sekaligus sedih ia ingin minta maaf pada Viona , namun sepertinya sudah terlambat mendengar kata-kata Zura. Andre merelakan Viona bila itu pilihannya, ia juga rela kalau sahabatnya bahagia. Hanya saja Zura sama sekali tidak tahu kalau Andre dan Viona ada hubungan. Zura sengaja bekerja keras untuk membawakan mas kawin yang mewah untuk kekasihnya di pernikahan nanti, dan menghindar dulu jika Viona mengajak Zura bertemu.
Hingga suatu ketika Viona bertemu Andre di sebuah kafe untuk reunian , Andre diajak temannya yang kebetulan juga teman Vio. Saat itu sudah hampir tengah malam, mereka masih bersuka ria . Viona ditawari minum bir oleh teman wanitanya yang lumayan sering berhubungan dengan laki-laki bernama Nara. Viona yang tidak mau, lama-lama dibujuk mulai tertarik meminum bir itu. Andre mulai khawatir, ia sengaja duduk dekat Viona untuk menjaganya tetap aman. Karena rumah mereka berdekatan teman-teman menyuruh Andre mengantar Viona karena hari sudah larut. Viona sedikit mabuk, Andre tidak minum makanya ia standbye saja mengendarai motor. itu adalah awal retaknya persahabatan di antara Zura dan Andre.
Hujan mulai turun, rumah mereka masih jauh, Untungnya mereka melihat sebuah gubuk perumahan yang memang disediakan untuk berteduh atau rehat dalam perjalanan. Hari itu sudah malam tidak ada yang mampir selain mereka, mereka masuk dengan. penerawangan lampu yang remang-remang. Saat itu Vio mulai mengigau kalau Andre adalah Zura, Andre menjelaskan kalau itu dirinya bukan Zura.
" Zura kenapa kamu jarang menemui ku... jahat... padahal aku pingin cium dan peluk kamu...!!". Ronta Viona sambil memukul-mukul dada Andre yang bidang.
" Berhenti Viona!!! ini aku Andre...!, lihat baik baik wajahku...!". Jawab Andre lantang.
" Oh Andre ... cinta lamaku... apa kabar ... kamu tidak pernah bicara dengan ku lagi... padahal aku kesepian tau...!" Ucap Viona manja. Ucapan itu menjadi gemuruh di hati Andre. Karena Viona terus bergerak , Andre jadi kesal lalu memeluk Viona dari belakang.
" Viona, kamu mabuk jangan banyak gerak dong... kamu kalau masih cinta ma aku kenapa tunangan ma Zura!". Jawabnya kesal.
" Kenapa...?! dia memberikan apa pun yang aku butuhkan, kamu tau dia juga pandai mesra - mesra kayak aku.. kemistri banget kan...Tapi walau begitu ketika aku serius mau melakukan *** sama dia, karena dia juga udah serius... dia selalu ngga mau katanya tunggu nikah dulu... sebel... terlebih sekarang dia ngga bisa dihubungi... kayak kamu dulu . kalian laki-laki brengsek...". Ucap Viona mencurahkan kekesalannya. Andre tahu dari dulu Viona memang suka disenangkan dan juga dimanja, ia kerap kali jatuh pada orang-orang yang bisa membuatnya nyaman. Kurang pandai melihat orang-orang yang tulus mencintainya.
Andre ingat sahabatnya itu memang terkenal liar, nakal, kasar dan jahat. Namun yang Andre suka dari Zura dia tidak pernah menyentuh wanita selain kiss doang, selalu ada di saat teman-teman membutuhkannya, juga bisa diandalkan. Bahkan Andre jauh lebih ganas dari zura saat berhubungan dengan wanita.
" Lalu... jika kita masih berhubungan, jika aku memintamu melakukan *** apa kamu akan menurutiku...". Ucap Viona yang berbalik melihat Andre dengan tatapan sendu nan lembut. Andre menahan dahaganya.
" Kamu bodoh ya... kamu akan menikah tinggal menghitung bulan saja kan!". Jawab Andre tegas.
" Aku sebenarnya masih mencintaimu , itu sebabnya aku selalu datang padamu, cowok yang aku pacari hanya pelampiasan ku , untuk menggantikannya..." . Jawab Viona yang sedang dipengaruhi alkohol itu sambil dua tangannya memegang leher Andre dengan mesra.
" Kamu gila ya... kamu udah tunangan Vio ...!! kamu sadar siapa aku...!". Jelas Andre.
Viona lalu mengecup bibir Andre dan menyebut namanya, sambil tersenyum lembut.
" Mau melakukannya...?!". Tanya Vio dengan menggoda, entah apa yang merasukinya waktu itu, hingga membuat Andre tidak bisa menolaknya.
" Kamu yang memintaku lho...". Jawab Andre lembut sambil mencium bibir gadis yang sudah lama dirindukannya itu.
Pagi itu ketika sadar , tentu saja Viona sangat marah, dan menangis . Itu juga membuat Andre menyesal karena telah mengkhianati sahabatnya sendiri meskipun tak ada yang tahu, mereka lebih memilih bungkam.
Tapi saat kejadian itu ada yang berubah di diri Vio, ia tidak menghindar jika ia bertemu Andre . Dalam kesibukan Zura yang mencari mas kawin untuk kekasihnya secara diam-diam itu. Mereka sering bertemu, bercerita kosong mengingat masa lalu, dan lebih memilih tak pernah membahas kejadian malam itu. Andre juga melihat mata Viona yang masih mencintainya, namun ia masih tidak mau melepaskan Zura semakin naik daun itu.
Waktu-waktu tertentu bahkan Andre sering menemani Viona kemana-mana , kini Andre juga memilih jujur pada Viona, mengenai apa yang ia rasakan tanpa menyembunyikannya, walaupun itu tidak dalam urusan cinta, orang-orang yang sering melihat keakraban mereka tak heran karena mereka punya jarak rumah yang dekat, tetangga sering menganggapnya seperti saudara. Andre juga melihat cinta Viona mulai tumbuh kembali untuknya dan mereka juga sering mendapi situasi mereka dalam suasana romantis. Hal itu membuat mereka terikat satu sama lain dalam hubungan yang semakin sulit.
.
.
.
To Be continued π°π¨.
Bagaimana kisah selanjutnya...? Baca terus Hate A Boy But He Love Me ya...
__ADS_1
Jangan lupa like, support dan coment nya ya...πΌπ