Hate A Boy But He Love Me

Hate A Boy But He Love Me
chapter 29


__ADS_3

Achi berhasil menyembunyikan kebohongannya kalau ia tidur di rumah Zura semalam. Kesibukan mereka di tanggal tua membuat mereka juga jarang bertemu lagi walau mereka masih saling menelpon.


Ami mengajak Achi dua hari lalu pergi ke pasar malam di kampung sebelah, Achi sangat suka pasar malam apalagi bermain kincir angin. Ia pun menyanggupi ajakan Ami lagi pula mereka lagi gajian. Zura berkata kalau ia sibuk makanya Achi tak mau mengganggu, Fariz juga ikut atas ajakan Ami yang punya maksud lain memanfaatkan Fariz buat di matre in.


" Mau main sama Ami dan Fariz ke pasar malam.... boleh saja sih...". Ucap mama " Kamu kan udah tunangan ama Zura... udah permisi... yah... ibu takut aja kalau kamu sama Fariz nanti ada gosip apa-apa..." Lugas mama.


" Itu... tentu aja udah kok ma... mas Zura ngizinin... lagi kan ada Ami... ga mungkin lah Fariz berbuat aneh... Fariz bukan orang seperti itu....". Jawab Achi. Karena Achi sudah bilang begitu mama memakluminya. Mereka pun pergi begitu juga Aji dan Putri yang ikut hadir dalam pasar malam itu.


Achi dan Ami serta Fariz melihat ada benih cinta pada dua remaja yang mereka lihat yaitu Aji dan Putri yang natural itu. Fariz juga bahagia waktu melihat Achi naik kincir angin yang memutarkannya. Meskipun Fariz hanya duduk bersama Ami. Senyum Achi mengembang tiada henti waktu naik,seperti anak kecil.


"Hoy....!!! Ayo ikutan naik ... Riz , Mi.... Kalian berdua juga... hahaha!!!". Achi sangat kekanak-kanakan.


" Haha ngga... kami duduk di sini aja makan gorengan sambil lihat kamu juga udah serasa naik kincir angin kok Chi... " Jawab Fariz.


" CK... susah punya Kaka seperti ini..., Put ke Rumah Hantu aja yuk ... aku yang terakhir deh..." Ucap Aji.


" Eh... Aku mau sih Ji ... tapi aku penakut... kamu kan udah tau... " Jawab Putri.


" Aku kan ama kamu... apa yang kamu takutin... kalau hantunya datang... kamu tinggal ngumpet di belakangku... kayak kucing kecil hahaha..." Jawab Aji meledek.


"Aku ga gitu kok..."


" Mau pergi ngga...?!". Tanya Aji lagi. Sambil mengulurkan tangannya.


" Oh... ok... tapi jangan lama-lama besok kan kita ada UTS...". Jawab Putri.


" UTS aja ditakutin...". Ledek Aji lagi. Mereka berdua pun pergi.


" Eh kalian berdua mau ke mana...?! Jangan terpisah!!!". Jawab Achi.


" Bentar doang kak... ntar ku kabari posisi kita lewat WA...". Jelas Aji dan mereka berdua pun pergi.


" Dasar kalian Bucin...!!!". Ledek Achi sambil tertawa.


" Namanya juga abg chi .... kamu juga ingat umur dong Chi... lihat muka mu kayak anak TK lagi dapat hadiah...".Jawab Ami.


" Berisik... jarang-jarang aku bisa ke pasar malam kayak gini...". ucap Achi dengan nada kesal. Fariz tertawa terbahak-bahak.


" Kamu masih suka ya ama dia Riz...?!". Tanya Ami dengan kemelut di dada nya. Suaranya yang pelan membuat pemuda jangkung itu terdiam.


" Eh kok tiba - tiba....". Jawab Fariz gagap.


" Orang yang lagi suka ma orang lain itu kan kelihatan aja dari muka nya... Padahal Achi udah bertunangan... ". Jawab Ami.


" Well... kamu tau kan tau... kalau udah sayang pasti ngelupainnya susah... aku ga mau ambil pusing... aku memang suka Achi yang seperti itu... tapi aku juga menghormati keputusannya... selama dia juga bahagia itu ga apa buat ku... ku harap aku bisa segera mendapatkan orang yang lebih baik untukku... seperti dia... walau dalam kurun waktu yang lama..." Jawab Fariz sambil tersenyum.


" I'll be waiting for you...". Tanpa sadar Ami mengatakan sesuatu dengan lembut, membuat Fariz terpana.


" Eh... maaf... sepertinya aku asal ngomong tadi... haha tanpa sadar aku ngucapin hal yang memalukan..." Jawab Ami dengan gelagapan malu.


" Ga apa kok... aku tau kamu juga lagi berusaha untuk ku... aku harap rasaku segera lepas dan bisa menerima kamu jika kamu masih ada hati buat aku Mi..." Ucap Fariz sambil mengelus kepala Ami. Ami langsung tertunduk menutup mulut dengan satu tangannya.


" Kenapa hatiku rasanya senang banget...." . batinnya.


Achi melihat mereka dari kincir angin


" *Sepertinya ada kabar baik untuk Ami... akhirnya Fariz bisa sedikit terbuka untuknya... aku harap... mereka berdua bahagia juga..." Achi pun tersenyum , Fariz sadar Achi melihat . Tapi wajah senang Achi membuat nya sedih.


" Apa dari dulu ... rasamu untukku memang ga ada Chi...". Batinnya*.

__ADS_1


Setelah letih bermain Achi pun turun.


" Gila... lama-lama di kuncir angin membuat kepalaku rasa di angkasa aja....". Jelasnya.


" Hahaha... bukannya kamu sendiri yang bilang kalau kamu jarang bisa punya waktu kaya gini....". Jawabnya.


" Bagaimana kalau minum sprite dulu buat tambah tenaga... dalam mampir ke tukang bakso buat isi perut sebelum pulang... " Ujar Fariz.


" Setuju...!!!". Jawab Achi dan Ami bersamaan. Setelah membeli sprite mereka melanjutkan langkahnya ke warung baso namun dari kejauhan Achi sangat terkejut melihat Zura digandeng oleh gadis yang lebih muda darinya, apalagi gadis itu menempel- nempel bagai karet dengan dadanya di badan zura Zura. Namun disana terlihat Zura santai saja dengan hal itu dan malah bersenda gurau juga disertai beberapa kawan-kawan nya.


Zura juga kaget melihat Achi dan dua kawannya, apalagi muka Achi terlihat sedih dengan situasi canggung mereka. Fariz dan Ami juga melihat hal itu, Achi langsung pergi berbalik ke arah dan melangkahkan kakinya dengan cepat tanpa pikir panjang karena tak mau melihat itu. Fariz langsung mengikuti langkah Achi hal itu sekaligus membuat Ami sedih.


Zura ingin mengejarnya tapi Sela gadis muda yang ia pacari beberapa tahun lalu yang kini duduk di bangku kelas tiga SMA itu malah menyeretnya ke arah lain.


" Tungg....!". Ucap Zura dengan lantang.


" Mas Zura... ayo kesana... tadi janjinya mau neraktir makan bakso...". Kata Sela dengan kuat, ia tak enak dengan kawan-kawan lain yang bersamanya, ia terpaksa mengikuti ajakan Sela dengan hati yang tak tenang melihat Fariz yang mengejar Ami tadi.


*Flashback


Zura ada keperluan di kampung sebelah yang di datangi Achi dkk menonton pasar malam, kebetulan ia bertemu Vino dari desa sebelah yang juga 2 teman lainya. Vino juga dengar Zura ada desas-desus akan menikah , jadi ia ingin merayakan masa akhir jomblo Zura .


" Jangan bekerja terlalu keras, ia pasti tahu kamu juga lagi berusaha buat kebutuhan nikah nanti... sesekali luangkan waktu buat senang-senang , biar fikiran fress lagi... kebetulan ada pasar malam... malam Minggu pasti rame... jadi ayo pergi sambil ngobrol-ngobrol Disana...'" Begitulah ujar Vino.


Kebetulan dia juga bertemu dengan Sela dan temannya. Karena Zura orang yang royal dan baik waktu pacaran dengan Sela yang hampir setahun itu, dan Zura juga sempat cerita dia habis gajian juga makanya Sela dan temannya ingin di traktir, namun Sela tak tau kalau Zura akan menikah*.


Setibanya di warung bakso mereka mulai makan namun Zura belum menyantap makanannya.


" Zura gadis tadi... rasanya...." Ucap teman Vino , ia merasa canggung dan tak melanjutkan kata-katanya. Vino sudah membaca situasi kalau gadis yang ia lihat kemungkinan tunangan Zura. Ia tak bisa memberi masukan karna ia juga tahu seperti apa brengsek dan play boy nya Zura.


" Iya mas... kelihatan banget kalau Kaka manis tadi terkejut... mantan ya kak... memang kalau ama mas Zura kalau udah putus rasanya berat... karena mas Zura kan memang penyayang walau agak tempra... haha mas tadi lihat juga kan kalau pacarnya segera ngejar dia... belum lama putus kalian ya mas...". Ucap Sela, Zura langsung tertohok dengan ucapan itu.


" dia buka mantan mas Sel... tapi tunangan mas... agkh sial... mengapa di saat seperti ini... kenapa ga ngabarin sih... sial...". gerutu Zura sambil memukul meja, membuat Sela , Vino dan beberapa teman nya terkejut melihat Zura yang seperti itu.


" Kejar deh Zura... gadis itu nampaknya agak diam... kamu tau kan orang diam biasanya kalau marahnya lama... biar aku urus yang disini..." Jawab Vino.


" Ok, maaf aku ga bisa lama... lain kali kita ngobrol bareng...". Jelas Zura , ia mengambil langkah cepat mencari Achi.


" Wah... baru lihat aku mas Zura kayak gini...". jelas Sela.


" Ya siapa sangka juga Zura yang terkenal playboy itu bis takhluk... orang memang bisa berubah seiring jalannya waktu... kamu juga Sel.... insyaf sana... perbaiki pakaianmu yang pas body ini...". Ejek Kawan Vino .


" Ye... umurku masih muda... mas aja noh... yang cari cewe... kalau ngeliat anime porno terus ntar cewe ga ada yang mau lagi wkwk".


" Hust... jangan buka kartu lu...!". Jawab nya, mereka pun tertawa. Vino masih mengkhawatirkan Zura.


Zura masih menjadi Achi berputar-putar di sekeliling pasar malam itu, namun ia tak melihat. Tampak Ami lesu duduk di samping permainan tembak boneka.


" Ami ! Achi mana...! kulihat dia tadi bersama mu apa dia belum balik...?!". Tanya Zura ngos ngosan.


" CK Aku ga tau..., cari aja sendiri... lagian siapa suruh kamunya main api! Udah tunangan juga... ga tau diri...". Jawab Ami nyerocos. Zura melihat mata Ami yang berkaca-kaca sedih itu, ia sedikit tau situasinya dari Achi yang pernah mengatakan kalau Ami suka pada Fariz. Ia tak tega melihat hal itu, tapi ia juga tak sanggup membiarkan Achi bersama Faris. Zura hanya terus mengumpat sambil terus mencari Achi.


Achi hanya terus memakan permen kapas sambil duduk di sebelah kedai ikan hias, tak banyak orang disana, Fariz juga ikut menemaninya.


" Hei... makan pelan-pelan ... ga ada kok yang mau ngerebut... ini aku bawa coklat juga ... katanya coklat bisa buat hati baikan kan... " ujar Fariz.


" Eh... mmm... makasih ya Riz kamu memang baik..." Ucap Achi yang tersenyum, tapi dalam senyumnya Fariz bisa melihat kesedihan di matanya. Achi melanjutkan makannya dengan cepat karena tidak mau Fariz khawatir. Namun di satu titik ia berhenti karena makanan manis pun jika hati sudah berkelit tidak akan mempan. Fariz melihat wajah Achi yang sembab, selama bersama nya Achi memang jarang bersedih.


Fariz yang melihat itu tanpa sadar langsung mengambil tindakan bawah sadarnya, ia mengambil permen kapas itu.

__ADS_1


" Berhenti... kalau kamu gaa mau makan, jangan makan !". Jelasnya.


" Hei ! Kamu kenapa itu punyaku balikin ngga...!". Jawab Achi dengan kesedihannya. Achi langsung merebut lagi permintaan kapasnya .


" CK... ". Fariz langsung memegang pinggang Achi. Achi terkejut dengan tingkah laku dari yang tidak biasa mendekatkan dirinya dengan cepat itu seperti hendak mencium tapi memang Fariz hendak mencium Achi hanya saja Achi langsung cepat menutup mulutnya.


" Nggak...!". Katanya tanpa sadar membuat Fariz terkejut dan merasa di tolak. Zura yang melihat momen itu langsung mau memukul Fariz segara tapi langkahnya terhenti dengan tindakan Ach, ia pun bersembunyi.


" Kamu hampir terjatuh tadi....". Ucap Fariz.


" Maaf...". Jawab Achi canggung.


" Apa itu begitu berat... soal kejadian tadi...?!". Tanya Fariz . Achi hanya diam dan tertunduk.


" Kalau begitu boleh ngga aku mengatakan sesuatu...?"Tanya Fariz lagi.


" Ehm... okey...".


" Kalau pertunangan itu emang berat bagi kamu... kenapa ga pindah aja ke kota bersamaku...batalin aja pertunangan itu... aku punya banyak kenalan kamu tau kan... donasi yang keluarga Zura punya aku juga bisa pulangkan". Ujar Fariz ketus


" Itu ngga seperti itu... kenapa kamu ngomongnya kayak gitu Riz...". sahut Achi.


" Kamu tau kan Chi aku suka kamu ... sejak bangku kuliah... bahkan aku pindah kesini juga karena kamu juga ada disini salah satunya... aku ga pengen lihat kamu seperti ini Chi ... kalau sama aku... aku janji ga akan buat kamu seperti ini...".


" Aku tahu ! kamu orang yang baik Riz, bahkan terlalu baik buatku... tapi aku ga bisa nyakitin kamu Riz... kamu emang orang yang spesial Riz.. diantara teman-teman yang kukenal kamu teman yang spesial... tapi aku mencintai Zura... aku mencintainya dari dulu... aku udah coba ngilangin dia tapi aku ga bisa Riz... ". Jawaban Achi membuat Zura terdiam seketika.


" Tapi kamu lihat sendiri... dia masih menggandeng orang lain tanpa kamu tau...! dan membuat kamu seperti ini!". Jelas Fariz.


" Ini salahku... aku ga kasih kabar sama dia... karna dia sibuk... ! seharusnya aku tau dan bersiap dengan sikap nya yang seperti itu karena kami akan menikah... aku memang ngga tabah... tapi bukan berarti aku mau melepas dia hanya karena masalah sepele seperti ini... dia menyayangiku... aku tau Zura menyayangiku... dan aku sangat bersyukur kami dapat melangkah bersama ke pernikahan... jadi tolong Riz... jangan ungkit ini lagi... aku ga mau pertemanan kita berakhir hanya gara-gara ini... dan aku bukan orang yang terbaik buat kamu... ada gadis yang selalu menanti kamu Riz... aku harap kamu sadar itu... karna menunggu adalah hal yang paling menyakitkan dan membosankan juga untukku dulu...". Jelas Achi.


Fariz langsung terdiam tanpa kata, ucapan ini sekaligus menjadi penolakan keras untuknya.


" Andaikan aja aku lebih dulu berjumpa denganmu ... apa kamu bakal mencintai Chi..."


Tanya Fariz terakhir kalinya.


" Maaf Riz... bagiku cinta itu bukan sekedar siapa yang dahulu bertemu siapa... tapi pas siapa hati kamu menempat atau jatuh... aku mau pulang Riz... aku sangat berharap kamu bahagia juga... jangan mengantarku... Ami sedang bersedih sekarang... aku harap kamu bisa menenangkannya... ". Ucap Achi pergi.


" Hahaha... begitu ya....". Jawab Fariz.Ia melihat langkah Achi yang kian menjauh. " Kamu memang gadis hebat dan berhati tulus Chi, aku juga berharap kamu bahagia....". Ujar nya.


" Hatiku sakit... melihat Zura dan gadis itu... apa itu pacarnya atau selingkuhannya... meskipun Zura bilang dia mencintaiku juga... aku tau dia seperti apa... aku harap yang kulihat salah..." . Batin Achi.


" Achi, aku tau kamu butuh sendiri buat nenangin pikiranmu... tapi walau begitu ini malam bahaya... biar kan aku mengantarmu...". Ujar Fariz yang mengkhawatirkan Achi sambil mencari Achi.


" Fariz memang baik... walau ku tolak sekalipun dia masih mengkhawatirkan ku..." Batin Achi. " Aku harus cepat biar dia tidak melihatku... dan pergi ke arah Ami" batin Achi lagi. Tapi di gang sempit perumahan tiba-tiba ada seseorang memegang tangan Achi dan menyemvunyukannya di dalam dadanya yang besar.


" Siapa...?!". Ucap Achi kaget.


" Diam... kamu ga ingin ketahuan kan...langkahmu terlalu cepat untuk ku ikuti... ini membuat ku susah untuk ngejar kamu....". Ucapnya denagn nada napas berat yang berpacu.


to be continued.


Bagaimana kelanjutan kisah mereka...?!🤔


Baca terus Hate A Boy, But He Love Me...


terimakasih sudah nyempatkan waktu untuk membaca...😊🤗🐼


jangan lupa buat baca karya ku dengan judul yang sama ya! terbit di hari Minggu dalam 2 Minggu / Satu bulan sekali... cuma disini latar suasana nya agak berbeda jadi aku harap pembaca setia menunggu

__ADS_1




__ADS_2