Hate A Boy But He Love Me

Hate A Boy But He Love Me
chapter 24


__ADS_3

Flashback


Zura membuka isi sketchbook itu dan melihat ada seutas tulisan , dan juga anime chibi di dalamnya.


**Tanggal x bulan x tahun xxxx


" Aku bertemu dengan Zura untuk pertama kalinya... Mungkin ini adalah takdir tuhan untuk menampakkan diriku bahwa aku tak boleh terus menerus bersembunyi dari pemuda itu... tapi apa...! Kenapa dia mengira aku tunangannya! Apa Tuhan sedang bermain dengan takdir saat ini....?!".


* Next time


Dia mengira aku adalah tunangannya... akibat kecelakaan ia mengalami geger otak parah hingga amnesia , walau aku mau karna ada jaminan. Ini bukanlah kemauanku , bagaimana pun aku seperti menjual diriku sendiri demi uang... aku sangat hina... aku sadar itu... tapi.. situasi keluargaku juga sedang butuh uang untuk menagakkan rumah.


* Next time


Zura menciumku untuk pertama kali... meski aku juga berharap ciuman pertama ku diambil oleh pemuda yang kusukai... dan itu juga adalah Zura... aku tak berharap dicium paksa dengan kondisi seperti mau ini.


* Next


Kami tinggal bersama karena keputusan Zura... ini sangat aneh... tapi kalau demi kesembuhannya apa boleh buat.. toh... mereka juga menjamin keselamatan ku saat bersama Zura.. aku harus percaya dan harus berusaha menjalani ini.


* Next


Aku tak percaya dia masih bisa menjahiliku disaat ingatannya belum pulih... apa ini memang kebiasaannya... tapi diluar itu meskipun dia kerap kali menarik tanganku dan memelukku secara tiba-tiba dengan kasar... dia juga orang yang perhatian.


*Next


Aku gak tahu apa yang membuatnya marah kemarin... Aku hanya menelpon sahabatku untuk bicara... dan dia langsung mendepak ku dengan kasar, sampai kaki dan tangan kiriku tersiram air panas... meski ia membawaku pergi ke rumah sakit.. dan mengatakan hal yang membuatku tersentuh... entah kenapa dia bad mood lagi... hingga orang salah paham terhadapnya karena ia jalan duluan tanpa membantuku... aku mencoba menghilangkan salah paham semua orang yang melihat kami... tapi apa yang dilakukan si iblis mesum itu... ia mencumbuiku di tengah banyak orang...! akh... aku malu sekali.


* Next


Ia memberikan roti kesukaanku... aku ga tahu Zura selalu memperhatikanku waktu makan, di waktu kami masih bermusuhan... aku senang sekali...


*Next


Aku pulang ke rumah kemarin... dan ayah sangat marah mengetahui aku tersiram air panas sampai merobek lengan bajuku yang ada memarnya... ia meninju Zura... dan Zura .. berkata dengan tegas dan jelas kalau ia mencintaiku... aku tak tahu dia berkata demikian karena dia menganggap aku adalah tunangannya/ karna karna hal lain... aku sangat bingung memikirkannya.. walau begitu... hatiku sedikit senang.


* Next.


Aku tahu... sikap Zura... makin hari semakin manis... meski dia orang yang kasar... ia bisa kerap kali membuat hatiku gusar karena sikap manis dan manjanya...


aku tak ingin perasaanku diketahui.... karna kami mulai terbiasa tinggal bersama... dia bisa saja membuka hatiku lebar-lebar untuk masuk ke dalamnya... ngga boleh..... aku.. ngga boleh serakah... ia sudah bertunangan aku harus ingat itu!


* Next.


Aku bertemu Viona untuk pertama kalinya... mukanya yang super manis dan imut juga badannya yang bagus entah kenapa membuatku iri.. karna aku seperti tiang listrik yang kurus dan pendek ini haha... aku tahu ia mau bilang apa... dan tahu tempatku dimana... ia bilang ia akan kembali dan menebus kesalahannya karena ia mencintai Zura... dan memintaku berada di posisi awal aku harus berada... aku tahu... aku juga ngga mau serakah.. jika ini demi kesembuhan Zura..... aku juga udah siap pergi....


*Next


Zura pingsan saat melihat pertemuan rahasia kami, kami membawanya ke rumah sakit... ia kehilangan darah dan Viona mendonorkan darahnya karena mereka punya darah yang sama... sedang aku tak bisa melakukan apapun .... ketika melihat tangan Vio memegang tangan Zura... entah kenapa hatiku sangat sakit... tapi walau begitu aku harus rela... ini... bukan tempatku... dan aku harus menarik diriku kembali.


* Next


Hari ini aku kaget saat Zura menemuimu dengan baju pasien nya dan menungguku seharian di parkiran... betapa bodohnya dia...dan sikapnya agak aneh karena ia diam saja dan selalu berkata oh ... atau ya... begitu... saat aku mengajaknya ke rumah sakit... ia malah memintaku menciumnya... mata tajamnya sangat lembut dan mempesona... Bagai anjing kecil yang mengharap belas kasih untuk dipungut ... aku ga bisa.. aku bahkan ga bisa menolak permintaannya.. aku begitu bodoh! Aku malu sekali....!


*Last Next time


Aku tahu... Zura menyayangiku dari awal.. aku bisa melihat kasih sayang yang lembut itu di matanya... ia bilang... ada yang ingin ia katakan untukku... ia menyuruhku menunggu... entah itu hal baik/ atau buruk... Aku juga harus menunggunya... aku percaya padanya... karna ia selalu ada di saat aku sedang sulit... ia selalu mendekap dan memelukku saat aku sedih... dia selalu ada untukku di mana aku butuh... aku sudah menyadarinya sejak awal bertemu dia adalah orang yang spesial

__ADS_1


Hei Zura... bahkan bila nanti pendampingmu bukanlah aku, lalu ia kembali untuk mengambilmu... bahkan jika dirimu pergi untuk menggenggam tangannya maupun orang lain... yang harus kamu tahu hanyalah... diriku yang bodoh ini benar-benar menyukaimu... aku mencintai kamu Zura..... sehari saja aku tak menyebutkan namamu dari dulu , aku sudah gila... karna terlalu terbiasa memikirkannya... aku benar-benar bodoh bukan!.


Zura membuka halaman yang masih kosong di sebalik halaman kertas selanjutnya. Ia melihat ada kertas yang sobek sehingga agak mencuat keluar dari sketchbook itu di bagian belakang. Zura sangat terkejut melihat isi dari lembar kertas itu. Tampak seorang pemuda di lukisan pensil itu sedang tertawa, persis sama seperti di mimpinya. Ia ingat kata-kata Achi di dalam mimpi.


" Aku senang melihat Zura tertawa... bagai mentari pagi... bebas dan juga menenangkan hati...".


Ucapan itu bagai sembilu di jantungnya.. terasa sakit... berkobar dihatinya...


" Kamu memang gadis yang bodoh...Bahkan jika aku sembuh dan ingatan ku kembali, kau adalah satu-satunya orang yang ku yakini menjadi pendamping hidupku Achi...akh... aku ngga tahu... bahwa kucing kecilku manis sekali sampai aku ga rela melepaskannya. Aku harus mengurungnya seumur hidup agar ngga pergi lagi!". Batin Zura saat itu.


Ia memang ingat hari-hari sebelumnya saat masih bersama Achi . Saat itu Achi sedang melukis seseorang di kertas gambarnya, Zura ingin melihat namun karena Achi sangat tak suka ia mengurungkan niatnya... ia tak mau membuat kucing kecilnya itu marah*.


Back


Achi sangat panik sekali, ia ingin segera keluar dari kamar namun sayang ketika ia ingin keluar ada suara motor berhenti di rumah Zura lalu ada yang mengetuk pintu. Ia langsung bersembunyi di pojok menutup dirinya di gorden berwarna oranye muda di sudut jendela kamar yang ia pakai waktu itu.


Dak dak dak dak !!!! pintu itu diketuk dengan kuat bagai orang yang sedang menagih hutang.


"Gawat.. Ini gawat....!". Batinnya serasa berteriak.


" Iya bentar!!!". Jawab Zura ia hanya mengenakan handuknya Pergi membuka pintu.


" sial... siapa yang ngetik pintu waktu gua lagi mandi gini... padahal pintunya udah jelas gua kunci...". Jelas Zura marah, Achi sangat takut kalau ketahuan sampai dirinya meringkuk.


Zura segera membuka pintu dan kaget waktu Vio ada di luar.


" Zura kumohon maafkan aku...aku benar-benar mencintaimu... percayalah...". rintih Vio.


" Apa yang kamu katakan ... ucapannya tak masuk akal... lebih baik kamu pergi...ga baik datang ke rumahku seperti ini!". Jelas Zura berteriak marah sambil menutup pintu.


Tapi Vio sigap dan menghentikan Zura , lalu mencium Zura dengan ganas. Sama saat mereka sedang berpacaran dulu, saat itu Zura akan sangat moody dibuat Vio kalau dia ga sadar batas. Sekarang Zura tak merasakan apa-apa bahkan ia merasa sangat marah dengan kelakuan Vio yang sudah kelewat batas nalarnya.


" KAMU BILANG BEGITU KARNA UDAH DAPAT YANG BARU KAN... TERATAI PUTIH ITU(maksudnya Achi) BAHKAN BERTEMU DENGAN SEORANG PEMUDA DIAM-DIAM DI KAFE AKU MELIHATNYA. IA SAMA MUNAFIK NYA DENGANKU LALU KENAPA KAMU MEMILIHNYA!." BantahVio.


" Jangan mencampuri urusanku lagi Vio ... terserah aku mau pilih siapa... itu ga ada urusannya denganmu... aku peringatkan ... jangan datang ke rumahku lagi! aku sudah sangat MUAK DENGAN MU ". Teriak Zura kasar . Nara langsung datang ketika Zura menyeret tangan Vio keluar.


" Kasar sekali sih jadi pria!". Teriak Nara.


Zura melihat dandanan Nara yang super seksi itu, lalu Zura tertawa.


" Haha aku yakin perilaku kawanmu yang seperti ini juga membuat otakmu sama gilanya dengannya. Pergi jangan buat dirimu lebih menyedihkan lagi di mataku Vio" Ucap Zura langsung membanting pintu dan menguncinya rapat-rapat.


" Sudahlah Vio kita pulang... ga usah kamu harapkan pria kasar seperti itu... kamu bisa dapat yang lebih baik darinya dan lebih kaya jugak... ". Jelas Nara.


" Tapi... tapi aku .. " Jawab Vio merintih , Nara langsung membawa tubuhnya yang lemas karena perilaku kasar Zura dan pergi.


" Hahaha.. bisa gila gua dalam sekejap karna mereka berdua ". jelas Zura sambil memegang kepalanya.


Zura pergi ke kamar Achi , ia terkejut melihat Achi ada di balik gorden dekat sudut jendela itu.


" *Sial... apa dia bodoh... hampir saja aku membuka handukku karna mau pake celana. Kenapa dia bersembunyi di dalam gorden yang bahkan tampak terang di mata ini... bahkan walau posisinya lagi membelakangi ku... aku masih bisa lihat kalau itu kucing kecilku.. aku kan sudah hapal punggungnya... dia manis sekali... sepertinya aku harus mengerjainya...". Batin Zura tersenyum jail.


" Apa...! jadi selama ini zura ... sudah memutuskan hubungannya dengan vio... kalau begitu aku udah dibihongi sama vio... Tapi tunggu....Kenapa ia malah masuk ke kamar ku.. gawat... sukur-sukur aku ngga ketahuan!". batin Achi.


" A~h* sepertinya hari ini terlalu panas.. membuat badanku gerah saja~ Aku harus membuka gordennya... kamar ini panas sekali...". Zura berceloteh sambil berjalan membuka gorden.


" Jangan! Kumohon jangan Zura... jangan buka gordennya!!!". Batin Achi berteriak .

__ADS_1


Zura membuka gorden itu dari ujung dan menghempasnya dengan kuat sehingga gorden itu terbuka. Achi sangat kaget sampai ia terduduk lunglai karna saking terkejutnya.


" Wah... apa yang kulihat ini... kenapa kamu kemari...?!". Tanya Zura pada Achi.


" A... aku mencari sesuatu yang tertinggal....". Jawab Achi takut sambil menunduk .


" Kenapa harus masuk ke rumah ku diam-diam... kamu kan bisa bilang padaku ... biar sekalian ku bantu mencarinya...". Jawab Zura enteng dan jail dengan senyum di bibirnya.


" Bohong.. kalau kamu ikut mencarinya kamu pasti akan mengurungku lagi...". Batin Achi.


" Haha.... maafkan aku Zura... aku memang bodoh... aku mengendap-endap di rumahmu seperti pencuri .. aku sangat minta maaf... tapi aku ga ada nyuri barangnya kok.. aku hanya ingin mencari barang ku... karna barangnya tak ada aku akan pulang . maaf sudah masuk ke rumahmu...". Jawab Achi takut, ia mencoba melangkah meskipun kakinya masih lunglai, apa lagi sudah mendengar kejadian tadi. Zura diam saja saat Achi melewatinya. Tapi apa?! up Zura menangkap tangan Achi dari belakang.


" Mau kemana? kamu udah dengar kan... apa yang aku katakan sama Vio tadi.. kenapa apa kamu merasa bersalah karena sudah nyuekin aku selama ini... sama seperti saat kita bermusuhan...". Tanya Zura.


" Apa... maksudmu... aku hanya kesal karena kamu berbohong udah menipuku karna tahu aku tunangan palsumu... masalah kamu udah berakhir dengan Vio itu kan urusanmu.... aku ga akan ikut campur ! Itu ngga ada sangkut pautnya denganku Zura...". Teriak Achi sambil mencoba melepaskan tangannya yang digenggam kuat itu.


" Kamu memang gadis yang dingin kucing kecil! bahkan saat sudah seperti ini kamu masih mau menutupinya....". Jawab Zura santai.


" A... apa.. menutupi apa... ?! aku tak pernah menutupi semua denganmu... aku udah mengakui semuanya....". Jelas Achi.


" Hahaha.. lihatlah .. betapa manisnya kamu saat bohong.. wajahmu itu ngga bisa menutupi kebohongan sayang...!". Jelas Zura sambil tertawa memegang pipi Achi lembut dengan tangan satunya.


" Gila...! iblis mesum jangan menyentuhku ...!". Teriak Achi melepas tangan Zura juga dengan tangan satunya.


" Kamu kesini mau cari barang yang ketinggalan kan?! ayo aku akan bantu mencarinya!!!". Jawab Zura, menjahili kucing kecilnya sambil menarik tangan Achi pergi ke tempat lain di rumah itu.


" Ngga perlu lepasin... lepasin aku...!!!". Bantah Achi . Ia tak mampu melepaskan tangannya yang ditarik Zura sambil berjalan itu.


" Dia pasti bohong... dia sudah membaca semuanya.. Harusnya aku ga datang kemari ! Aku bodoh... aku hanya ingin pulang dan melepaskan diri sekarang!". Batin Achi.


Zura langsung membawa Achi ke kamarnya dan melemparkan achi ke kasur .


" Akh.. sakit!". Rintih Achi. Zura langsung mengambil sketchbook itu di dalam lemari nya dan menunjukkannya ke Achi.


" Kamu cari ini ....?! Atau wajah ku yang tampan sedang tertawa ini...?!". Tanya Zura jahil sambil memuji dirinya. Achi sangat malu dan langsung berdiri mengambil sketsa wajah di kertas sketchbook selembar itu .


" Ngga...! Kembalikan itu... jangan melihatnya lagi...! ". Tegas Achi dengan malu. Sambil mengambil sketsa wajah itu dari tangan Zura. Namun Zura langsung menarik tangannya ke atas sehingga Achi tak mendapatkannya. Karna Achi melangkah ke arah Zura begitu kencang untung mengambilnya, ia jadi seperti menyeruduk Zura hingga mereka terjatuh. dan Achi berada di atas tubuh Zura.


" Akh... aku minta maaf... ". Jawab Achi refleks sambil mengalihkan tubuhnya. Tapi Zura menahan tubuhnya sehingga AChi harus jatuh lagi ke pelukannya.


" Akh...!". Pipi Achi mengenai dada Zura yang tak mengenakan apa apa selain handuk yang melilit menutup pinggangnya.


" Kamu udah ketangkap sekarang kucing kecil... ga boleh lepas lagi.. kamu udah ketahuan~". Jawab Zura mesra sambil melihat gadis yang berada di atas tubuhnya yang bidang dan berotot itu.


"* Iblis mesum ini sudah menggila... dia bahkan ngga sadar kalau dia ngga menggunakan apa-apa sekarang...?! bagaimana caraku melepaskan diri!". Batin Achi bergemuruh melihat tatapan tajam Zura yang lembut dan menggoda itu.


.


.


.


To be continued 😓😳😁


Bagaimana cerita mereka selanjutnya....! jangan lupa baca terus novel Hate A Boy, But He Love Me


jangan lupa like coment and support nya ya!

__ADS_1


terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca novel saya 👋🐼*


__ADS_2