HEARTBEAT

HEARTBEAT
Second


__ADS_3

*Tok..


Tok...


Tok*....


"Noona? Ini aku Jimin, Bisa buka pintunya?" ucap Jimin.


Suaranya menggema dikamar gelap tanpa pencahayaan satupun.


Kamar bercat dominan hitam putih juga Wangi aroma mint segar, kamar penuh pecahan kaca dari cermin diujung ruangan juga foto berbingkai wajah pasangan yang tersenyum bahagia.


"Noona, buka pintunya... "


Tok tok tok...


"Noona... Aku pergi dulu sebentar ya Noona bahan makanan habis, Noona kalo mau sarapan makanan ada didapur"


Suara Jimin makin lama makin hilang seiring suara tapak kaki yang berjalan menjauhi kamar yang pintunya tertulis "Genius Room".


Ya, Jihan ada diruangan pribadi milik Yoongi.


Studio kesayangan sang tunangan terkasih.


... mantan Tunangan.


"Yoongi-ya~, Ini sudah satu tahun apa kau masih ingin menghukumku Yoongi? hiks Yoon Bogoshipo~ hiks hiks"


Setahun berlalu sejak kejadian itu, setiap hari yang dilalui jihan bagai dineraka.

__ADS_1


Karna depresi dan suka menyakiti diri Orang tuanya dan Jimin membawanya paksa Jihan pada Psikiater setiap minggu.


Melakukan hal yang sangat tidak berguna dan malah memperparah keadaan.


Membuat Jihan yang bukannya bertambah sembuh, malah harus dirawat jalan kerumah sakit Jiwa karna sering kambuh.


(Maksudnya dirawat saat kambuh aja ya!).


Jihan lalu mengunci diri didalam kamarnya atau studio milik Yoongi selama berbulan-bulan dan hanya keluar untuk makan, kembali kekamarnya untuk mandi, lalu pergi kebeberapa tempat yang sering dikunjunginya dengan Yoongi.


Isak tangis menggema diruangan gelap berbau anyir.


Hampir seluruh lantai distudio milik Yoongi tersapu cairan merah yang sudah mengering, meski ada beberapa yang masih mengalir bebas dari pergelangan tangan Jihan hingga Cairan merah segar kembali mengalir membasahi lantai.


Rambut acak-acakan tak tertata, pakaian berwarna hitam dengan hotpants hitam penuh darah yang tersamarkan, Jejak air mata dipipi tirusnya, Mata yang merah karna terlalu sering menangis dan tangan yang masih memegang erat pecahan hingga membuat luka baru ditangannya semakin dalam dari waktu kewaktu.


Jika Jimin melihatnya dia yakin Jimin akan kembali menyeretnya untuk dirawat di tempat itu lagi.


Ah, apa aku bisa mengatakan jika memang dia itu sudah Sangat Sakit?


Lebih tepatnya seperti Orang sakit yang kehilangan obatnya.


*Tap...


Tap...


Cklek*...


Jihan membuka pintu studio milik Yoongi yang sebelumnya ia kunci dari dalam, berjalan dengan tertatih-tatih dan hampir terjatuh kearah kamarnya.

__ADS_1


Kamar Milik mereka, yang dulu ia tempati berdua dengan Yoonginya.


Cklek...


Jihan masuk kedalam kamar pergi kekamar mandi, menyelesaikan kegiatan rutin paginya dan memakai pakaian serba hitam milik Yoongi.


Membiarkan begitu saja kedua tangannya tanpa pertolongan dan pengobatan, dan berjalan begitu saja tanpa memakai pakaian tebal.


Berjalan keluar rumah disambut dengan udara dingin yang bahkan dapat membekukan seluruh tubuh dengan cepat.


Tapi seolah mati rasa, Jihan tetap berjalan begitu saja dengan pandangan kosong menelusuri jalan yang akhir-akhir ini sering ia lalui selama setahun penuh tanpa merasa dingin.


Aliran darah ditangannya yang terluka bahkan sudah berhenti akibat suhu yang dingin disekitarnya dan ia bahkan tidak merasakan apapun meski hanya berjalan dengan memakai Sweater hitam tipis dan Celana sobek yang semuanya kelihatan kebesaran dengan badannya yang semakin kurus.


Sangat tidak cocok dan mencolok bila dipakai saat Musim Dingin.


\_***REST IN PEACE SEOUL KOREA\_


\_Penyimpanan abu Seoul***\_


Papan nama besar dengan huruf hangul juga bahasa inggris terpampang dipintu masuk.


Jihan berjalan masuk dengan tatapan sepenuhnya kosong, mengabaikan beberapa orang yang menjaga pintu masuk menatapnya iba.


Bahkan saking seringnya ia kesana mereka hafal siapa yang akan dikunjungi olehnya.


"*Yoongi-ya, annyeong"


"Yoongi hari ini tanggal 4 November kamu ingetkan hari ini hari apa?"

__ADS_1


"Aku kangen*... "


__ADS_2